The first 188 lines.
Berhenti! -Jangan lari!
Jangan lari! -Berhenti!
Berhenti! -Jangan lari!
Tolong!
Tangkap dia!
Berhenti!
Berhenti!
Jangan lari!
Jangan mengejar saya.
Pergi ke sana..
Larilah.
Apa yang mau kalian lakukan?
Melakukan apa?
Apakah kamu sendiri tidak tahu telah melakukan apa?
Sadar diri sedikit, serahkan ponselnya.
Kami kenapa?
Kalian... Kalian ini merampok.
Percaya tidak... Percaya tidak akan kami laporkan kepada polisi?
Kamu mau melapor pada polisi?
Tidak mau menyerahkannya ya?
Ponselnya.
Tidak mau.
Saya...
Lihat apa?
Bos kami bahkan memukul rekannya sendiri.
Lihat tidak?
Kalau kamu tidak menyerahkannya,
saya tidak akan bisa mengontrol diri lagi.
Berikan. -Berikan.
Sedang main game.
Peringkatnya tinggi juga ya.
Ya, ya.
Gamenya jangan dimainkan lagi, saya akan membantumu mematikan ponselnya.
Jangan, jangan, jangan.
Kalau dimatikan nanti akan dilaporkan.
Kamu benar-benar mematikannya?
Benar-benar dimatikan.
Lain kali,
tidak boleh bermain game di saat jam pelajaran.
Pergilah.
Ayo, ayo, ayo.
Tunggu.
Hari pertama mulai sekolah,
membolos kelas, bermain game, dan merokok.
Apa kamu tidak merasa malu terhadap orangtuamu yang sudah membiayai sekolahmu?
Lain kali kalau saya melihat kalian melakukannya lagi,
jangan salahkan saya kalau tidak bersikap sungkan.
Sekarang masih ada 5 menit sebelum kalian terlambat sekolah.
Cepat pergi ke sekolah.
Saya hitung sampai sepuluh.
Segera menghilang dari hadapan saya.
10, 9,
8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1.
Perampokkan! -Tolong!
Perampokkan!
Lihat tidak?
Hari ini murid-murid ini
mengubah perbuatannya karena saya.
Setelah beberapa tahun,
mereka pasti akan sangat berterima kasih
atas apa yang terjadi hari ini.
Bos,
kita juga sedang dikejar waktu.
Hari ini adalah hari pertama kamu sebagai guru.
Sebentar lagi kita akan terlambat.
Oh iya.
Cepat, cepat, cepat. Mana bajunya?
Di dalam tas.
Hampir saja lupa.
Cepat ganti bajunya.
Kami akan mengantarmu ke sekolah secara terhormat.
Sudahlah.
Lihatlah penampilan kalian seperti apa.
Apakah kalian sendiri tidak menyadarinya?
Bukan, kami...
Beberapa kali sebelumnya, karena "kehormatan" kalian,
saya bahkan belum sempat mulai mengajar,
pihak sekolah sudah menyuruh saya untuk mengakhiri kelasnya.
Bukankah kami melakukannya demi kamu?
Ayo, ayo. Pakai bajunya.
Ini yang kalian siapkan untuk saya?
Apakah kalian tidak melihat apa yang dipakai murid-murid itu?
Ini seragam sekolah yang sama. Bukankah akan jadi memakai pakaian yang sama?
Benar.
Dengan begitu kamu baru bisa berbaur dengan para murid.
Cepat pakai. Pakai, pakai.
Cepat, cepat, cepat.
Bagus sekali.
Bagus sekali.
Hentikan.
Siapa dia?
Wali Kelas TERBAIK! ♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔
Episode 1
Hentikan.
Jangan mengganggu adik kelas saya.
Halo, kamu di mana?
Di perjalanan.
Hari pertama mulai sekolah kamu sudah terlambat?
Ada apa?
Tidak tahu pihak sekolah membagi kelas berdasarkan standar apa.
Orang-orang di kelas kita... Sulit dijelaskan.
Dengan kualitas kita berdua yang seperti ini.
Bisa mendapat kelas yang sebagus apa?
Bukan.
Sulit dijelaskan. Kamu akan tahu setelah sampai.
Mengerti.
Lengan bajunya, lengan bajunya.
Baik, baik, baik.
Terseret, terseret.
Baik, baik, baik.
Hentikan.
Jangan mengganggu adik kelas saya.
Siapa ini?
Kakak, kakak.
Saya...
Jangan memukul murid.
Cepat lari.
Cepat lari.
Cepat naik ke sepedanya.
Mau pergi ke mana?
Jangan dikejar lagi.
Apakah kamu tidak melihat bos memberikan tatapan sebagai tanda
untuk tidak memukul muridnya?
Lihat.
Data masuk kerja milik bos.
Kejar! -Kejar!
Cepat pergi.
Teman, bagaimana kalau saya saja yang membawa sepedanya?
Tidak perlu, saya bisa mengayuh dengan cepat.
Dilihat dari seragammu, kamu adalah murid dari Sekolah Menengah Xingzhi kan?
Kenapa? Kamu juga?
Saya beri tahu padamu,
lain kali jangan lewat di jalan kecil itu lagi. Tidak aman.
Bagaimana kalau sampai bertemu lagi dengan orang-orang tadi?
Baik, baik.
Tidak apa. Pokoknya kedepannya saya akan melindungimu.
Saya adalah murid SMA kelas dua.
Coba kamu panggil saya senior.
Senior.
Pintar sekali.
Bukan, saya...
Jangan mengikuti saya.
Bukan, kamu dengarkan penjelasan saya.
Saya tidak mau dengar.
Bukan.
Jangan mengikuti saya, sudah hampir sampai di sekolah.
Berhenti. -Cepat berhenti.
Ada apa dengan motornya?
Sepertinya bensinnya habis.
Menurutmu kenapa bos bisa begitu ceroboh?
Barangnya tertinggal pun tidak tahu.
Seberapa pentingnya barang ini?
Kalau tidak ada ini bagaimana bisa masuk kerja?
Lalu bagaimana sekarang?
Ayo kejar.
Baik. -Ayo.
Hari pertama mulai sekolah sudah terlambat.
Kepala sekolah datang lebih pagi dari kalian.
Untuk apa kamu mengerem mendadak?
Telapak kaki saya sudah hampir lecet.
Di depan pagar ada yang memeriksa orang-orang yang terlambat.
Peraturan sekolah adalah kedisiplinan.
Kalau melanggar maka harus dihukum.
Wali kelas Jia?
Habislah kita.
Kenapa? Siapa dia?
Wali kelas pembimbing. Sangat tegas.
Lalu bagaimana? Di hari pertama saya sudah terlambat.
Sebagai seorang murid harus bersikap selayaknya seorang murid.
Tidak apa, ikuti saya.
Pergi ke mana?
Kalian harus mengintrospeksi diri dengan baik.
Kalian instrospeksi diri di sini dengan baik ya.
Kamu mau membawa saya ke mana?
Jangan bertanya lagi, ikuti saya.
Bukan, apa yang kamu pikirkan?
Nanti ketahuan oleh guru.
Cepat kamu naik.
Apa yang kamu pikirkan? Cepat naik.
Bagaimana kalau kita masuk lewat pintu depan saja?
Paling-paling hanya akan dimarahi sebentar.
Kamu turun.
Kamu naik.
Kamu turun.
Kamu naik.
Kamu turun.
Cepat...
Apakah kalian berdua sedang memainkan adegan Journey to the West?
No comments yet. Be the first to leave one.