The first 200 lines.
Tiga Menit Lalu
Udah wey! Udah wey!
- Udah wey! - Orang itu psikopat.
Dia memukulku dengan tubanya.
Bawa dia ke perawat.
Kau kerasukan apa?
Dia memanggilku Tai Tuba.
Jadi kau memukul kepalanya seperti begitu saja? Lihat dia!
Apa yang akan dikatakan ibumu?
Ibuku yang menyuruhku.
Tentu saja. Ayo. Kita temui ibumu.
Permisi. Permisi. Permisi.
Pak Levine?
Pak Levine!
Stargirl S01E13: Stars & S.T.R.I.P.E., Part Two Penerjemah: RSDWSubs
Kenapa ini?
Kenapa Ayah tidak bergerak?
Apa yang terjadi?
Ayah, bangun.
Ayah! Ayah!
Ayah?
Halo.
Apa yang terjadi?
Jangan khawatir, Nak. Ayahmu akan baik-baik saja.
Ayahku kenapa?
Apa yang terjadi sekarang, pada ayahmu, dan pada mereka semua...
Mereka akan berpikir berbeda ketika mereka sadar.
Mereka akan percaya pada semua hal yang benar.
Semua hal yang seharusnya mereka percayai.
Mereka akan jadi orang yang lebih baik.
Orang yang baik.
Ayahku sudah jadi orang yang baik.
Lihat saja nanti.
Pat?
Pat! Pat, sadarlah!
Court?
Courtney? Ibumu tidak bergerak.
Oh, kau jangan khawatirkan Ny. Barbara.
Dalam kurang dari 30 menit,
pemrograman ulang Brainwave akan selesai...
dan bersifat permanen.
Ibu Courtney akan jadi bagian dari masyarakat kami yang baru.
New America kami.
Seperti semua orang yang ada di bawah mantra Brainwave.
Kecuali tentunya, Ny. Barbara adalah salah satu dari "satu-dari-empat" yang tidak beruntung
yang melawan terlalu keras, atau terlalu lama.
Selagi mereka melakukan itu,
seluruh sistem saraf mereka akan mati.
- Pak Levine? - Oh, Ya Tuhan!
- Sistem saraf mereka akan kedaluwarsa. - Pak Levine!
Malang sekali.
Ayah?
Hei, Pat, ini aku!
Aku Courtney!
Putrimu.
Sejak kita datang ke Blue Valley, kau selalu ada untukku...
setiap kali aku membutuhkanmu.
Aku butuh kau sekarang, Pat.
Aku benar-benar butuh kau.
- Dia kenapa? - Brainwave berhasil memengaruhinya.
Ingat, Justin, kau adalah Silent Knight!
Shining Knight.
Lah, kan aku gak tau.
Chuck. Kalau siaran Brainwave memengaruhi setiap dewasa,
kenapa para penjahat tidak terpengaruh?
Aku berteori mereka memakai
semacam lubang suara yang memblokir sinyal,
melindungi mereka dari siarannya.
Baik. Bisakah kita meniru pemblokiran sinyalnya?
Kurasa aku perlu memeriksa salah satu dari lubang suara untuk melakukan itu.
Beth, Pat sedang melawan kendali Brainwave!
Apa? Jangan, itu bisa membunuhnya, Court!
Kami butuh bantuan, Beth.
Aku tahu! Aku tahu! Aku mendengar kalian!
Tunggu.
Aku mendengar mereka.
Chuck! Itu dia, aku mendengar mereka.
Ketika aku berada di bawah rumah Cindy, aku tidak bisa mendengar siapa pun.
Bisakah kita melihat apakah ada semacam pemblokir sinyal,
seperti lubang suara itu, di terowongan?
Pemikiran bagus, Beth.
Aku menemukan beberapa sistem pemblokir frekuensi di terowongan bawah.
Saat ini sistem itu mati.
Karena mereka tahu kita di bawah sana.
Tapi, kalau kita bisa menyalakan pemblokirnya,
kita bisa membebaskan Pat dan Justin!
Kau pikir kau bisa menerobos sistem keamananku semudah itu?
Dia benar, Beth. Itu terbukti sulit.
Setiap kali aku menerobos salah satu firewall-nya, dia menyalakan yang lain.
Itu jalan buntu.
Kalau The Gambler sangat fokus untuk menjauhkan kita,
mungkin kita bisa alihkan perhatiannya ke hal lain.
Kita bisa meretas apa lagi, Chuck?
Hmm. Bagaimana kalau kita serang yang paling dipedulikan The Gambler?
Apa itu?
Uangnya.
Apa?
Aku sudah mengakses berbagai rekening banknya, baik dalam maupun luar negeri.
Hei.
- Keluar dari situ! - Aku jadi sukarelawan setiap Natal untuk Palang Merah Amerika,
tetapi ada begitu banyak amal yang layak.
Kenapa pilih satu doang?
Hentikan!
Tidak!
Hentikan!
Keluar dari situ!
Dengan terganggunya The Gambler, aku sudah mengakses
pemblokir frekuensi di terowongan.
Aku tidak bisa menyalakan pemblokir ini untuk waktu yang lama,
tapi bahkan gangguan sesaat pada sinyal
akan memutuskan Pat dan Justin dari Brainwave.
Ada yang tidak beres.
Courtney?
Maafkan aku.
Tidak apa-apa.
- Ayo ke mesinnya. - Court...
Aku mendengarmu.
Setiap perkataanmu.
Aku bersungguh-sungguh pada setiap perkataanku.
Ayo.
Apa dia kembali normal?
Aku bebas untuk membunuh naga.
Dah normal tuh.
Kerja bagus, Beth. Ayo.
Bukan aku, Rick. Tapi sahabatku, Chuck!
Itu kerja sama tim, sahabat.
Tapi kita belum selesai...
Courtney, ibumu masih di bawah kendali Brainwave.
Dan kalau kita tidak menghancurkan mesin itu,
ibumu bisa mati.
Jutaan orang bisa mati.
Jordan? Justice Society,
anak-anak itu!
Aku tahu, Steven. Mereka di sini.
Tapi, mungkin itu yang terbaik.
Peringatkan yang lain.
Kita akan urus mereka, sekali dan untuk selamanya.
Setelah kita menghancurkan mesin ini, aku mau ke Grundy.
Aku akan buka paksa pintu brankas itu, dan aku akan bunuh dia.
Kau sungguh berpikir itu akan membantumu?
Ya, tentu.
Kenapa?
Karena aku akan tahu makhluk itu takkan melukai orang lain.
Makhluk itu takkan membuat orang lain yatim piatu.
- Tapi membunuh itu salah. - Kata siapa?
Tuhan?
Iya.
Kalau begitu Tuhan seharusnya tidak membiarkan hal buruk terjadi.
Seperti orang tuaku dilempar ke pohon.
Jadi jangan coba-coba hentikan aku, Yolanda.
Kosong.
Ke mana naga itu pergi?
Court, tidak ada orang di sini.
Ya, semuanya baik-baik saja?
- Aku baik-baik saja. - Aye.
Jadi, dimana mesin ini?
Uh...
Menurut peta, mesinnya lewat situ.
Lihat siapa ini.
Kalian hanya bisa sampai di sini.
Tidak pakai topeng es lagi, Jordan?
Tidak ada yang harus aku sembunyikan lagi, Courtney.
Ada lagi yang mengalami deja vu?
Aku. Bukankah malam itu menyenangkan?
Waktunya membunuh JSA lagi.
Bagaimana kalau bala bantuan?
Kau kembali hanya untuk mati, Knight.
Satu dari kita akan mati hari ini,
tidak diragukan lagi!
Kau seharusnya tidak mengurungku...
Ayah.
Jangan.
Rick!
Pergilah ke mesinnya, Courtney!
- Tapi, Pat-- - Aku yang tangani Grundy! Aku akan lindungi Rick!
Lakukan alasan kita ke sini!
Aku bisa.
Court!
Pergilah!
Gambler, putar sinyalku untuk lima menit ke depan.
Itu akan melanjutkan pemrograman ulang sampai aku kembali.
Kau mau ke mana?
Mau bantuin ngebunuh anak-anak ini.
Jordan, Brainwave meninggalkan mesin.
Kau harus temukan gadis mengerikan itu
dan cegah dia menggunakan kacamata itu
sebelum dia mengambil alih seluruh sistem kita!
Jordan! Yang di bawah sini takkan berarti kalau dia berhasil menerobos!
Aku ke sana.
Tunggu, tunggu! Yolanda!
Henry?
Henry!
Kita harus pergi dari sini. Ayahku...
- Dia akan datang. - Apa?
Apa, aku tidak mengerti.
Reruntuhan goa tidak membunuhku, ayahku juga tidak membunuhku.
Aku bersembunyi, memakai pakaian ini selama berhari-hari.
Berpura-pura menjadi mereka.
Aku tahu dimana ayahku, dan bagaimana kita bisa hentikan dia.
Kau...
No comments yet. Be the first to leave one.