The first 200 lines.
BIG MOUTH
ACARA INI ADALAH KARYA FIKSI
PERISTIWA DAN ENTITAS YANG MUNCUL DI SINI ADALAH FIKSI
KEMATIAN
Big Mouse?
Big Mouse?
Siapa kau?
Kenapa kau melakukan ini?
Kenapa kau memilihku?
Siapa kau?
EPISODE 8
Ada apa ini? Tunggu.
Apa yang kau lakukan kepadaku?
Tunggu!
Yang benar saja...
Saat obat itu memasuki tubuhnya, dia akan menjadi sangat lesu.
Ini gila.
Jangan beri dia makanan atau air.
Aku tak akan makan! Tak akan!
Kau juga tak boleh membiarkannya tidur.
Kau harus menunggu sampai dia sungguh tak sadarkan diri.
Lalu?
Namanya Peace. Ini sejenis serum kejujuran.
Serum kejujuran?
Dia akan memberi tahu semuanya kepada kita tanpa menyadari ucapannya.
Tapi kudengar efektivitas serum kejujuran tak sempurna.
Dia tak akan bisa menahan diri.
Efek serumnya sangat menyakitkan.
Apa yang... Kau mengejutkanku.
Astaga.
Kini Big Mouse yang hebat hanya menjadi tikus percobaan.
Aku membawakanmu
hadiah istimewa.
Kuharap kau menyukainya.
Jika kau bicara, banyak orang akan tenang.
Itu sebabnya ini disebut "Peace".
Kedamaian.
Dasar bedebah gila...
Hentikan semua ini.
Hei.
Hei.
Bisakah kita menginterogasinya seperti ini?
Cobalah. Dia akan menjawab semua pertanyaanmu.
Hei, Big Mouse.
Di mana kau menyembunyikan uang yang kau ambil?
Aku tak tahu.
Apa? Dia tak tahu?
Kau mengambil 100 miliar won.
Aku tak tahu.
Apa yang terjadi? Dia membohongi kita.
Mustahil.
Hei. Apa kau Big Mouse?
Apa kau Big Mouse, Berengsek?
Aku bukan Big Mouse.
Dia berbohong.
Dia bilang dia bukan Big Mouse!
Jika Peace tak berhasil,
kekuatan mentalnya di luar kemampuan manusia.
Suntikkan serum kejujuran itu lagi.
Jika kau menggunakannya lagi dalam 24 jam, dia bisa mati karena gagal jantung.
Itu tak penting, jadi, suntikkan serum itu.
Dia benar-benar bisa mati. Kau tak mau uangmu kembali?
Aku melakukan ini untuk mendapatkannya kembali.
Jika uang itu tak kembali, aku akan diusir dari industri ini.
Tunggu.
Dia pingsan.
Hei. Ayolah.
Sial!
Hei.
Hei. Hei!
Big Mouse, dasar berengsek! Jangan menipuku!
Bangun!
BIG MOUTH
Ada momen penting dalam hidup semua orang.
Momen yang mengubah hidup mereka.
Momen
yang ingin mereka ulang sebelum mati.
Dasar berandal kecil.
Kalian pembuat onar dari SMA Gucheon.
Majulah untuk dijitak. Ayo.
Kalian pelajar.
Alih-alih belajar,
kalian malah berkelahi.
Apa yang akan...
Kau menghindar?
- Dasar kau... - Halo.
Aku tak memukul mereka. Aku hanya menghindar.
Mereka jatuh saat membuat keributan sendiri.
Kau memukul kami lebih dahulu.
Dia seorang atlet.
Kau dari Panti Asuhan Daehan.
Aku tak berkelahi.
Aku tak mau reputasi anak-anak dari panti asuhanku menjadi buruk.
Ayah.
Hei, kau datang. Taruhlah bekalnya.
Aku melihat mereka berkelahi.
Mereka ingin berkelahi, lalu terjatuh.
- Kau melihat mereka? - Ya.
- Berdiri, Changho. - Kau mengenalnya?
Dia sahabatku. Bolehkah aku mengajaknya pergi?
Kau baru pindah. Bagaimana bisa sudah punya sahabat?
Aku menjadi dekat dengannya. Aku akan mengajaknya pergi.
- Sampai jumpa. - Hei, Miho.
Miho!
POLISI
Ini masih hangat. Makanlah.
Bagaimana kau tahu namaku?
Ada di situ.
Aku membuat bekal makan siang ini. Cobalah.
Kau benar-benar saksi?
Tidak. Tapi aku melihat mereka mengambil uang dari anak-anak di depan sekolah.
Kau tertarik kepadaku?
Ibuku juga sudah meninggal.
Kau kasihan kepadaku karena aku tinggal di panti asuhan?
Apa aku tak boleh tertarik kepadamu karena kasihan?
Cobalah.
Enak, bukan?
Tak terlalu.
- Hei, jangan dimakan. - Ayolah.
Hei. Kau tak bisa mengambilnya kembali. Dasar pelit.
Kau lebih pemarah daripada kelihatannya.
Kau bilang tak enak. Jangan dimakan.
Sudah waktunya makan, jadi, aku akan memakannya.
Enak?
Ini enak.
Itu kali pertamaku menikmati bekal makan siang buatan orang lain.
Itu kali pertama seseorang memihakku.
Kali pertama aku bertemu Miho.
Tapi
kenapa aku mengatakan ini?
Apa aku benar-benar akan mati kali ini?
Baiklah, kekuatan mentalmu luar biasa.
Kau yang terbaik. Aku mengakuimu.
Tapi...
aku tak bisa mundur sekarang.
Mari kita akhiri di sini, ya?
Aku akan kehilangan 100 miliar won,
dan kau akan mati karena gagal jantung.
Gunung Gudal! Gunung Gudal.
- Apa? - Gunung Gudal.
Penanda lokasi A-2.
Aku menyembunyikan uangmu di sana.
Di mana Gunung Gudal?
Ugeum-dong.
Ugeum-dong adalah tempat tinggalnya.
Jika kau berbohong lagi,
aku akan menyuntikkan semua dosis Peace yang kumiliki, dan kau akan mati.
Mati dengan tenang. Tanpa gangguan.
Dasar gila.
Sakit.
Astaga.
Hei. Pergelangan kakimu baik-baik saja?
Kenapa kau berlarian sembarangan? Kau bukan anak kecil.
Usiamu sudah 30-an.
Kenapa ada banyak orang? Memalukan sekali.
Turunkan aku. Aku akan mencoba berjalan.
Astaga. Kenapa memalukan?
Seorang suami menggendong istrinya.
- Halo. - Halo.
Dia tak berat. Dia seringan bulu.
Mereka tak peduli.
Turunkan aku. Aku bisa berjalan.
Tak apa-apa. Kau tak berat.
POSISI NOMOR A-2, GUNUNG GUDAL
Gunung Gudal A-2 ada di dekat sini.
- Pak. Lihat. - Apa?
- Itu dia. - Itu dia A-2.
Ini dia. Benar, bukan?
Galilah.
Aku?
Apa aku yang harus menggali?
Kau tak akan meminta bantuanku, 'kan?
Itu sebabnya aku menyuruhmu membawa beberapa anak buah.
Jika emasnya benar-benar ada,
bagaimana kalau ada yang mencurinya?
Cepat gali sebelum matahari terbit.
Astaga. Aku bahkan tak pernah bekerja saat di penjara.
Arahkan senternya kemari.
Ini jalur pendakian.
Kenapa dia menguburnya di sini?
Astaga.
Sial. Kita seperti di militer.
Tentu saja itu bohong.
Orang gila mana yang menyembunyikan emas di sana? Bukankah begitu?
Coba pikirkan.
Jika mengeluarkanku dari sini, akan kupenuhi semua keinginanmu.
Berapa yang kau inginkan?
Dua miliar won?
Baiklah. Aku akan memberimu tiga miliar won.
Hei, tiga miliar won setara dengan 40 batang emas satu kilogram.
Astaga. Kau pasti sangat suka emas.
Waktu kita tak banyak.
Keluarkan aku dari sini sebelum para bedebah itu kembali!
AKU AKAN MENGGANTIKANMU, JADI, MAKANLAH
TERIMA KASIH
Hei, apa itu?
Dia tak bisa mendengar?
POSISI NOMOR A-2, GUNUNG GUDAL
Tak ada apa-apa di sini. Sial. Apa kita akan melakukan ini semalaman?
Di mana? Tak ada apa-apa di sini!
No comments yet. Be the first to leave one.