The first 200 lines.
Young Blood
Episode 11
Terima kasih.
Sampai jumpa.
Apa yang kamu tahu dari mayat itu?
Kamu masih penasaran tentang ini?
Tanya saja.
Dulu waktu aku bertemu kamu sepertinya bukan seperti ini.
Itu harus berterima kasih padamu.
Kamu yang kasih tahu aku
orang harus bergerak maju ke depan.
Bahkan jika penghalang adalah ayah sendiri
juga tidak boleh mundur.
Sepertinya aku bukan bilang begitu.
Tapi maksudmu begitu.
Teman yang kamu bilang waktu itu
adalah dirimu sendiri kan?
Bukan aku.
Kasih tahu kamu sebuah rahasia.
Tekanan yang diberikan ayah aku
benar-benar
pernah membuatku
seperti di bawah air.
Tidak bisa bernapas
Sekarang
sepertinya ada orang
tarik aku dari bawah air ke atas
sehingga hidup kembali.
Kamulah orang yang menarik aku.
Aku sudah bilang
bukan aku.
Apakah butuh aku selesaikan masalah ayahmu?
Aku harus lakukan sesuatu untukmu.
Baiklah, terima kasih telah mengingatkan aku.
Bagaimana cara selesaikannya?
Kamu mengerti.
Aku sepertinya bilang sesuatu yang salah.
Kamu anggap nyawa itu apa?
Aku balas budi.
Kamu pernah membunuh orang?
Bagaimana kamu bisa masuk ke markas penjara?
Kakak.
Aku sudah bilang padamu
ayahku yang mengirim aku masuk ke sini.
Aku tidak butuh balas budimu.
Jadi,
jangan ikuti aku.
Aku akan bantu kamu rahasiakan
masalah kamu muncul di sini.
Tapi sebenarnya apa hubungan kamu
dengan Kakak Yuan?
Jangan bergerak!
Aku memukulnya dengan ini.
Masih hidup.
Apakah ada yang lihat kamu memukulnya?
Kalau ada orang,
aku mana mungkin berani memukulnya.
Kepala belakang terpukul.
Aku pukul waktu dia membelakangiku.
Lalu aku langsung mencari kamu.
Aku akan dalam masalah jika dia bangun.
Kalau begitu kamu bunuh dia.
Kenapa kamu tidak lakukan sendiri?
Aku tidak bisa.
Tidak boleh.
Jika dia mati, lebih tidak bisa diselesaikan.
Apa yang harus dilakukan?
Apa yang harus dilakukan?
Apa yang harus dilakukan sekarang?
Apakah kamu yakin tidak ada yang melihat kamu memukulnya?
Tidak terlihat.
Sekali langsung pingsan.
Kecuali dia memiliki mata di belakang kepalanya.
Baguslah.
Nanti
kamu bilang kamu tidak tahu apa-apa.
Bagaimana mungkin?
Hanya kita berdua di ruang bawah tanah.
Dia pingsan, pasti aku yang memukulnya.
Belum tentu.
Bentar lagi bangun.
Dia tidak bodoh.
Pasti mencurigai aku.
Aku punya ide bagus
supaya kamu tidak dicurigai.
Ide apa?
Ke sini meraba nadi.
Meraba nadi dia.
Denyut nadi ini cukup stabil.
Yuan Zhongxin.
Apakah mayatnya sudah dipastikan?
Sudah dipastikan.
Dia mata-mata Dinasti Liao.
Yakin?
Sesuai detail yang disediakan oleh Han Duanzhang,
tulang tangan ada patahan,
setelah diperiksa memang benar.
Apakah sudah ditemukan penyebab kematiannya?
Sudah mati terlalu lama, tidak bisa diperiksa.
Tapi menurut aku
tulang lainnya ada retakan baru.
Artinya dia dipukuli sebelum mati.
Mungkin mati karena dipukul hidup-hidup.
Betul kalau begitu.
Betul apanya?
Dalam dua bulan ini
banyak orang mati di markas
Coba kamu lihat apa kesamaan mereka?
Semuanya tahanan baru.
Ini semua dipenjara
bersama Su Xingqiao tiga bulan lalu.
Beberapa nama pernah aku dengar.
Semuanya tukang perahu transportasi barang sungai Bianshui.
Orang yang mengikuti Su Xingqiao di gua.
Seharusnya benar.
Tapi aku masih tidak mengerti,
apa hubungan buruh perahu itu
dengan mata-mata Dinasti Liao?
Jika tukang perahu lain
otomatis tidak ada hubungan.
Tapi Su Xingqiao menguasai sungai Bianshui.
Ada apa dengan sungai Bianshui?
Aku hanya menebak.
Tidak berani memutuskan.
Tunggu malam baru tanya di hadapan dia.
Ada satu hal lagi.
Ding’er sekarang menjadi sangat berbahaya.
Aku merasa dia tidak seperti tahanan biasa.
Sekarang semuanya berkembang terlalu cepat.
Kita sampingkan masalah Ding’er dulu.
Biarkan Lu Guannian memeriksa latar belakangnya.
Baik.
Ketemu lagi di gua pada malam ini.
Kamu mau ke mana?
Kamu mengkhawatirkan aku?
Tidak.
Baik.
Kamu hati-hati saja.
Aku belum pernah tanya kamu,
siapa nama dia?
Siapa yang kamu tanya?
Kamu tahu siapa yang aku maksud.
Apakah kamu merasa cocok untuk
bertanya seperti itu?
Aku tertarik padanya.
Kalau begitu kamu telat bertindak.
Kami berdua sudah menikah sejak lama.
Kalian bukan pasangan.
Baiklah.
Aku anggap kalian sebagai pasangan.
Berikan dia padaku.
Kamu buka harga saja.
Bahas uang ya.
Belum tentu uang.
Apa yang kamu inginkan,
aku dapat membantumu.
Kata-kata yang kamu bilang terlalu percaya diri.
Asalkan kamu sebutkan.
Aku tidak butuh apa-apa.
Kakak Yuan.
Ada apa lagi yang ingin dibilang?
Kamu pikirkan baik-baik.
Berikan aku jawaban
ketika kita bertemu lagi.
Sampai sini tidak ingat jalan lagi.
Harus pergi ke arah mana?
Apa yang terjadi?
Siang tadi
aku dan ketua pingsan karena dipukul.
Apakah melihat siapa yang pukul?
Tidak tahu.
Pemandangan depan jadi hitam lalu pingsan.
Dan yang aneh adalah
tidak membunuh kami.
Tidak ada barang yang hilang juga.
Aku benar-benar tidak mengerti
kenapa memukau aku dan Guru.
Memang aneh.
Belakangan ini markas agak kacau.
Bagaimanapun,
semuanya ada kumpulan orang biasa.
Penjaga luar markas juga ingin memeriksa dalam markas.
Tidak boleh ditunda lagi.
Setelah pembahasan hari ini,
besok langsung memberontak.
Besok?
Bukankah ini terlalu mendesak?
Bukankah kamu bilang
semuanya orang biasa?
Tunggu lagi juga tidak bisa sampai berhenti.
Lebih baik sekaligus saja.
Baiklah.
Buka pintunya.
Baik.
Ketua.
Silakan.
Aku masuk dulu?
Ketua adalah pemimpin kami,
otomatis harus di depan.
Nona lumayan cantik.
No comments yet. Be the first to leave one.