The first 200 lines.
Pernahkah Anda mendengar istilah "Musim Panas Indian"?
Itu adalah musim panas singkat di akhir musim gugur,
yang tiba sebelum musim dingin.
Saat inilah suku Indian berburu untuk perbekalan musim dingin.
Inilah yang membuatnya dianggap sebagai anugerah para dewa.
Kita mengharapkan banyak hujan di Musim Panas Indian ini.
Akankah hujan membawa anugerah dari para dewa?
Namun, baik itu adalah anugerah atau sekadar lelucon,
kita baru tahu sampai hujan turun, bukan begitu, Joo Won?
Apa-apaan itu?
Siapa itu?
Dia adalah keluarga,
kurang lebih seorang kerabat.
Kalau aku membeli mobil sport, dia akan membeli lahan parkir.
Kalau aku membeli kapal layar, dia membeli dermaga untuk pamer.
Sebentar lagi kamu akan bilang, "Kamu berengsek," kepadaku,
tapi dia seratus kali lebih buruk daripada aku.
Apa?
Apa maksudmu? Aku tidak akan bilang begitu.
Chae Rin, apakah itu terlalu sulit bagimu?
Kamu tidak mengerti juga?
Maksudku mari berpisah.
Aku tidak mau menemuimu lagi.
Apa?
Kalau begitu, apa arti ciuman tadi?
Ciuman perpisahan.
Sebagai lelaki yang baik, aku ingin kamu ada di ingatanku
sampai saat-saat terakhir.
Dasar berengsek!
Kakeknya pernah menjadi pimpinan perusahaan
dan ayahnya mengelola sebuah hotel.
Dia baru lulus dari luar negeri dan ingin jadi direktur keuangan.
Bu Yoon Seul.
Jadi, kamu suka Edouard Manet?
Aku bertaruh tidak ada orang lain yang berkencan di museum.
Dengan begini, aku tidak membuang waktu.
Apa maksudmu...
Aku bisa tahu sifat seseorang dari caranya berjalan.
Dan seberapa berbudaya dia dari selera seninya.
Entah dia lebih cocok di museum atau di sebuah bar,
baik parfumnya menyengat atau beraroma lembut.
Aku bisa tahu segalanya.
Bagaimana kalau kita minum?
Terlalu lembut?
Kamu bisa pergi kalau merasa tidak nyaman.
Orang tua kita...
Menurutmu, tempat ini tidak nyaman?
Bukankah demikian?
Meskipun menjalani kehidupan yang membuat banyak orang iri,
kita pun harus membuat pengorbanan tertentu.
Pernikahan yang dianggap pantas namun tanpa cinta
tidak menarik bagiku.
Aku terlalu bersemangat
untuk menjadi anak penurut.
Jadi, maksudmu kamu benci pernikahan yang diatur?
Ya.
Kenapa? - Apa?
Cinta
sangat berarti bagi banyak orang.
Namun,
jika dibutakan oleh sesuatu yang disebut hormon cinta
dari bibit, bobot, dan bebet,
dua orang yang tidak sepadan tidak dapat berkomunikasi
kecuali saat berciuman. Apa menurutmu itu benar?
Itu...
Aku terkejut, kamu sangat naif.
Tapi jika kamu tipe yang memilih orang bodoh daripada pangeran,
aku pun tidak tertarik.
Haruskah kuberi tahu keluargaku bahwa aku ditolak?
Baiklah, begitu saja.
Benar juga.
Pameran Manet itu
diadakan bulan depan.
Hei, Pak Kim Joo Won.
Benarkah?
Ya.
Tidak ada yang pernah menang di kencan yang kuatur.
Tapi dia pergi begitu saja, keren sekali.
Sangat memesona!
Singkatnya, kamu dicampakkan!
Akhirnya kutemukan pria yang pantas untukku.
Jujur, meski kami pacaran, aku khawatir.
Menurutmu dia tahu tentangmu dan Oska?
Kamu mau dia tahu?
Kalau tahu, akankah dia datang?
Habiskan tehmu.
Kamu tahu, ruang duduk VIP swalayan adalah tempat favoritku.
Rasa kopinya saja lain.
Ini dia.
Mata duitan.
Apa?
Mata duitan.
Kalau aku mata duitan, lalu kamu apa?
Aku?
Wanita materialistis!
Lihat mereka...
Barang bermerek harusnya dipakai, bukan dipamerkan.
Astaga, apa itu?
Siapa?
Astaga!
Itu tato naga! Naga!
Bi, gendong Bok Young baik-baik!
Apa yang kamu lakukan?
Swalayan ini akan segera menjadi milikku.
Dia menjadikannya pasar murahan, mana mungkin aku menutup mata?
Sebagai calon pemilik, akan kuberi dia pelajaran.
Hei, kamu!
Kemarilah!
Sebentar.
Ada yang bisa kubantu, Nona?
Bisa-bisanya tidak ada kontrol akses ke ruang duduk ini?
Bukankah ada syarat pembelanjaan minimal 100 juta won per tahun
untuk akses ke ruang VIP ini?
Saat orang-orang masuk, kamu memeriksa identitasnya?
Ya, Nona.
Kamu pembohong!
Kamu tidak memeriksa identitasku.
Itu karena kami semua kenal Nona.
Kalian membicarakanku?
Berikan kunci itu.
Tidak ada gunanya menyusahkan orang lain.
Aku akan pergi.
Terima kasih untuk kopinya, sampai jumpa!
Kami membelanjakan uang di sini tapi kamu yang meminum kopinya.
Siapa namamu?
Aku minta maaf, Nona.
Aku sungguh minta maaf.
Mau ke mana kamu?
Ini bukan hari keberuntungan kita.
Jangan membuat masalah, paham?
Kamu butuh kartu nama itu!
Tidak usah.
Aku hanya perlu minta maaf.
Bukan masalah besar. Sungguh.
Tapi kenapa kamu harus menerima kesalahan itu?
Kita salah apa? Kenapa selalu meminta maaf?
Hei, Pak!
Astaga, tasku! Tolong! Tasku!
Tolong! Dia mengambil tasku!
Tolong!
Kamu tahu berapa harga tas itu?
Maaf, Nyonya, tadi aku melindungi Bok Young.
Diam! Kemarikan bayiku!
Kamu anggota geng itu?
Benar, kamu anggota mereka!
Bayar ganti rugi tasku!
Ini bukan hari keberuntunganku!
Tolong tunggu di sini.
Tasku...
Tadi aku sedang mengelap hidung bayinya
saat dia muncul dan lari ke sana.
Kamu mau tas itu kembali?
Di mana kamu membelinya?
Ini dia!
Ini tasmu, bukan?
Periksa ada yang hilang atau tidak.
Aku sudah membantu temanmu menemukan tasnya.
Jadi, mari kita lupakan kejadian di ruang duduk tadi.
Tolong berikan kartu namanya.
Sudah tidak ada.
Kurasa kamu menyimpannya.
Sudah kubuang.
Kamu buang?
Kamu bisa mencarinya di tong sampah pintu masuk.
Hei.
Tempat sampah apa?
Baik seseorang membelanjakan 100 juta won di swalayan
atau seseorang yang datang minum kopi karena teman,
pasti mereka tahu bahwa tempat sampah itu kotor.
Orang yang membuangnya harus mengambilnya!
Baiklah.
Aku bukan orang yang tidak berpikir.
Jadi, anggap saja kita impas.
Sudah terlambat!
Aku tidak bisa berpikir!
Apa yang kamu lakukan?
Lepaskan aku!
Cari!
Bukan tempat sampah ini.
Kalau begitu, cari!
Tempat sampah mana?
Baiklah.
Ambillah, aku harus pergi!
Tempat sampah?
Kamu sudah gila, ya? Apa yang kamu lakukan?
Menurutku tas itu lebih mirip tempat sampah.
Apa-apaan orang itu...
Ya, ampun!
Keren sekali!
Siapa gerangan dia...
Hei!
Berhenti! Bagus!
Aku lelah sekali!
Tempat apa ini? Kotor sekali!
Sutradara, bagaimana penampilanku?
Apa gunanya terlihat keren? Kamu harus tampak cantik!
Hanya itu yang kamu butuhkan sebagai seorang aktris.
Kamu hanya perlu tampak cantik.
Tidak perlu keren.
Hei, Sutradara, kamu bukan mencari istri.
No comments yet. Be the first to leave one.