The first 200 lines.
Kau tahu, bukan? Aku senang kau kembali,
Tapi setelah kau masuk, kau harus totalitas.
Aku totalitas.
Ada sesuatu untukmu.
"Orang berpikiran logis menyesuaikan dirinya kepada dunia,"
"Orang yang tidak berpikiran logis,"
"Bersikeras berusaha membuat dunia sesuai dengan dirinya sendiri."
"Itu sebabnya seluruh perkembangan bergantung..."
"...terhadap orang berpikiran tidak logis."
Ini mutlak. Tak ada jalan keluar kali ini.
Aku percaya denganmu, Kevin.
Aku lebih baik. Aku serahkan seluruh hidupku di tanganmu.
- Bagaimana Tokyo? - Ramai.
- Ada yang ingin disebutkan? - Seandainya saja.
- Selamat datang di New York, Tn. Cairns. - Terima kasih banyak.
Terima kasih.
Guru Musik. Apakah Teori Memudar?
Selamat pagi, pak.
Aku meninggalkan koperku di museum Kamis lalu...
...di salah satu lantai bawah.
Itu tidak bagus. Seperti apa kopernya?
Itu koper beroda agak metalik.
Sebentar.
- Yang ini? - Benar.
Kau tak mau tahu bagaimana aku kehilangan itu.
- Silakan dibawa. - Baik, terima kasih banyak.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Selamat pagi.
Aku hanya butuh tanda pengenal dan kartu kreditmu.
Kau mau yang asli atau yang palsu?
Yang asli, tolong. Terima kasih.
- Silakan. Semoga harimu indah. - Terima kasih banyak.
"Hampir semua pria bisa menahan kesengsaraan,"
"Namun jika kau ingin menguji karakter seseorang..."
Apa situasinya aman? Lanjutkan dengan pengantaran?
Kami dalam perjalanan. Tetap siaga.
Untuk apa aku membayar kalian para orang bodoh?
Kau tahu nomor kontainernya. Cepat temukan itu sekarang juga.
Dan selamat ulang tahun, kawan.
- Terima kasih. Wow. - Selamat ulang tahun...
Selamat ulang tahun...
Selamat ulang tahun Ayah... Selamat ulang tahun.
Aku benar-benar minta maaf, Monica.
Bertemu denganku adalah alasan kau di sini,
Bukannya di luar sana menjalani hidupmu di suatu tempat.
Maafkan aku.
Aku berharap kau di sini.
Kau lihat gadis di ujung bar sana?
Ya, pak.
Belikan dia minuman, dan bilang padanya aku berterima kasih,
Tapi tidak terima kasih.
Dimengerti, pak.
Apa-apaan?
Kau siapa?
Kenapa aku?
Selamat pagi.
- Selamat datang di Italia, Tn. Sites. - Terima kasih.
- Selamat pagi. - Selamat pagi.
Apa kalian mencuri koperku?
- Warna apa? - Hitam.
- Ya, aku rasa kami memiliki sesuatu. - Terima kasih.
Boleh aku lihat paspormu?
Baiklah. Sempurna.
Aku seharusnya mengikat itu.
- Silakan, Tn. Sites. - Terima kasih.
"Aku tak bisa berpikir,"
"Tapi kita punya banyak untuk disyukuri,"
"Dan masih banyak harapan untuk masa mendatang."
Aku tahu kau siapa. Aku tahu apa yang kau lakukan.
Apa yang aku lakukan?
Kau terbang ke sini pagi ini.
Mendapat instruksi dari surat kabar lokal.
Kau mengambil tas di bagian barang hilang-temu.
Sama seperti yang selalu kau lakukan, sama seperti di New York.
Didalamnya ada senjata ini, gambar orang yang harus kau bunuh.
Terdengar benar sejauh ini?
Dengar, namaku Kacey.
Dan kau Shaw, benar? Evan Shaw?
Aku punya cerita untukmu dan kau takkan memercayainya,
Tapi aku punya bukti.
Semua yang aku pelajari tentangmu dan Divisi tempatmu bekerja...
...ada di berkas di meja sana.
Berkas apa?
Kau mau menari?
Kau bekerja untuk siapa?
MI6. Aku diutus untuk menginvestigasi Divisi Pariwisata AS,
Yang diduga cabang CIA yang mengutusmu untuk membunuh orang.
Kecuali itu tidak ada.
Ya, begitu cara kerja operasi rahasia.
Tidak, maksudku, itu benar-benar tidak ada.
Kau tak pernah bekerja untuk CIA.
"Divisi" yang kau ketahui,
Dibentuk dan dikelola oleh Kevin Angler untuk seseorang,
Kami tidak tahu siapa,
Tapi itu ditutup 100 tahun lalu ketika dia meninggal.
Apa yang kau bicarakan? Angler belum meninggal.
Kau bisa buktikan itu? Karena aku bisa. Periksa berkas itu.
- Tunggu, aku punya bukti. - Diam.
Dengar, aku bukan seorang petugas.
Aku hanya analis.
Tunggu! Kasus ini dibuka selama bertahun-tahun!
Itu dibuka oleh Monica Walker!
Apa kau bilang?
Monica Walker. MI6.
Dia dulu seorang analis sepertiku, sebelum aku bergabung.
Monica Walker sudah meninggal.
Aku tahu.
Masukkan itu ke mulutmu sepenuhnya.
Tetap di sana.
- Selamat malam. - Selamat malam.
Kau punya komputer yang bisa aku gunakan?
Lulusan Terbaik Angkatan Dipilih Untuk Program Pelajar Khusus MI6
- Mengenang Kevin Angler. - Aku pernah menikah.
Tapi itu tak berhasil.
Itu tidak berhasil di kehidupan ini.
Setidaknya untukku.
Aku berani bilang itu mungkin salahku.
Aku tak melihat bagaimana itu bisa berhasil.
- Maksudku, dengan gaya hidup ini. - Tidak.
- Tapi aku bertemu wanita hebat. - Itu dia.
- Baiklah. - Sangat hebat.
Aku tak pernah merasa seperti ini.
Aku tak pernah berpikir tentang memiliki keluarga,
Kehidupan normal, menetap, dan memiliki anak.
Hingga aku bertemu dia, lalu aku berpikir,
"Hei, mungkin itu bukan ide yang buruk."
- Aku kenal orangnya? Tidak? - Tidak.
Tidak, aku sebenarnya sudah lama kenal dia.
Kami bertemu di Suriah.
- Oke. Itu dia. Monica. - Ya. Monica. Namanya Monica.
Itu bukan hal memalukan.
Bukan, maksudku, aku prajurit.
Aku tak pernah... Aku tak biasa dengan ini.
Aku doakan yang terbaik untukmu. Sungguh.
Tapi, kau tahu, aku akan merindukanmu.
Maksudku, kau menjaga temanmu tetap dekat...
...di pekerjaan ini, itu yang pasti. Tapi...
Monica.
- Monica? - Monica.
- Kita akan lihat. - Kita akan lihat.
"Melawan sayap patah,"
"Hadapi ketakutan, kembali bangkit."
Hai.
Aku memintamu tetap di tempatmu
Aku sudah melakukan ini entah untuk berapa lama,
Dan sekarang kau bilang jika selama ini...
- ...aku melakukannya untuk orang lain. - Untuk orang yang tak kau kenal. Ya.
Untuk siapa?
MI6?
- Di mana timmu? - Aku sendirian.
MI6 bahkan tak yakin aku bisa sejauh ini.
Mereka mau aku kembali ke London dan berikan laporan lengkapnya.
Tapi jika aku melakukan itu,
Siapapun orang dibalik ini mungkin akan kabur.
Bagaimana kau tahu bukan aku orang dibalik ini?
Jelas bukan kau. Aku tahu semua tentangmu.
Kau bahkan tak tahu Angler meninggal.
Aku masih tidak tahu Angler memang sudah meninggal.
Terima kasih.
Maaf soal itu.
Dengar, percaya aku,
Aku tahu seperti apa rasanya sendirian.
Kau tak peduli yang lainnya selain kesetiaan.
Aku paham.
Tapi aku di sini karena seseorang memanfaatkanmu...
...untuk melukai orang lain, dan aku ingin hentikan itu.
Tapi aku butuh bantuan.
Bantuanmu.
Dengar, aku akan terbang ke Malta besok pagi pukul 10.00.
Dan kau antara bisa tetap di sini dan mengikuti perintah...
...lalu membunuh siapapun orang yang ada di berkas di brankasmu,
Atau kau bisa ikut denganku dan mencari tahu sebenarnya.
Dan aku sangat mengerti,
Jika kau butuh waktu untuk memikirkan dan merenungkannya.
Jika kau mau, kita bisa bertemu besok pagi.
Ada kedai kopi kecil yang luar biasa tak jauh dari sini.
Aku selalu berpikir lebih baik setelah cappuccino.
Atau aku bisa mengurungmu di kamar mandi.
Apa? Ayolah. Serius?
Ini semakin konyol.
Hei, bangsat, kau tak bisa mengurungku di sini!
Diamlah. Orang berusaha untuk tidur.
Bisakah setidaknya aku minta selimut?
Pakai handuk. Bahannya katun Mesir.
Itu bahkan tidak ada!
Maksudku, kau bilang kau masih tidak tahu Angler meninggal,
Tapi kau tahu Monica meninggal.
Apa kau tahu bagaimana dia meninggal?
Bagaimana jika itu sebenarnya bukan kecelakaan.
- Apa? Apa ini artinya...? - Kita pergi ke Malta? Ya.
Bisa tunggu aku?
Jalanmu sangat cepat.
Maaf.
Jika kita melakukan ini, kita lakukan dengan caraku.
Artinya kau lakukan yang aku katakan saat aku mengatakannya.
- Itu bisa dimengerti? - Ya, tentu saja. Tak masalah.
Kau punya barang penting di sini?
Bisa dibilang semua yang aku butuhkan.
- Apa? - Peraturan nomor satu.
Kita bergerak cepat dan bepergian ringan.
No comments yet. Be the first to leave one.