The first 200 lines.
Hei.
Bisa kirimkan tautannya?
Ya, sekarang.
"Traumerei", koleksi "Kinderszenen" oleh Schumann, pianis Yoo Tae Jin"
"Lee Min Jae, aku suka lagumu"
"Choi Yu Jin, Profesor, itu luar biasa"
Pak Produser. Apa itu yang ada di YouTube?
- Kenapa itu ada di trek... - Profesor Yoo.
Aku mendengar dan menyukainya, aku mengirimkannya kepada mereka.
Kamu bilang itu rekaman santai.
Astaga, aku terkejut.
Kenapa kamu melakukan itu tanpa bicara denganku?
Apa tidak sopan mengatakan itu lebih baik dari album terakhirmu?
Kubilang aku akan melakukan apa pun untuk membantu.
Aku sedang berkemudi. Kita bicara lagi nanti.
Tapi aku...
"Traumerei", koleksi "Kinderszenen" oleh Schumann, pianis Yoo Tae Jin"
"Ini kali pertama musik membuatku menangis"
"Sang profesor pasti sama hebatnya dengan sang murid"
Profesor. - Kenapa kamu datang semalam ini?
Kenapa kamu bertanya?
Rekaman "Traumerei" itu.
Aku memainkan rekaman yang diunggah atas namamu.
Kenapa tertulis kamu memainkannya?
Kamu meninggalkan perekam di ruangan ini?
Sebagus itukah sampai kamu berpikir itu rekamanmu?
Haruskah aku berterima kasih untuk itu?
Aku tidak keliru. Aku tahu musikku saat mendengarnya.
Baiklah. Kalau begitu, bicaralah dengan orang yang mengunggahnya.
Jangan membuat keributan di sini.
Omong-omong, kamu bisa membuktikan itu rekamanmu?
"Traumerei", koleksi "Kinderszenen" oleh Schumann, pianis Yoo Tae Jin"
Maaf aku datang.
Aku khawatir.
Kamu tidak menjawab teleponmu.
Kamu sudah mendengarkannya?
Itu rekamanmu, bukan?
Apa yang terjadi?
- Kenapa rekamanmu... - Itu bukan rekamanku.
Itu rekamanmu.
- Kenapa kamu berbohong? - Bukan begitu.
- Hanya saja... - Kamu tahu apa yang terjadi?
Itu bukan sesuatu yang bisa diabaikan.
Musikmu dicuri.
- Kamu harus menyelesaikannya. - Jung Kyung.
Aku akan mengurusnya.
Entah itu rekamanku atau bukan, itu urusanku.
Terima kasih atas perhatianmu,
tapi aku ingin kamu berhenti berkunjung.
"Riwayat panggilan, Park Joon Young"
Jung Kyung.
Aku mau
kamu berhenti datang ke sini mulai sekarang.
Aku mudah salah paham jika kamu kemari selarut ini.
Sedekat apa pun kalian.
Kamu sebaiknya
lebih mencemaskan Joon Young daripada aku.
"Episode 14, Tempo, Selaras, Kembali ke kecepatan awal"
Sensor piano
mengulang sentuhan si pemain ke pedal.
Jika kamu mengajar, bukankah kamu butuh fungsi salinan?
- Ini salinan yang kamu mainkan? - Ya.
Aku pernah mendengar tentang piano ini.
Indah sekali.
Boleh kusebutkan di wawancara ini?
"Pesan baru, Park Joon Young"
"Park Joon Young"
Boleh aku berlatih di kantormu sekarang, Profesor?
Tentu. Berlatihlah sesukamu.
Masuklah.
Aku akan segera pergi. Jadi, berlatihlah dengan nyaman.
- Sampai jumpa. - Terima kasih.
"Merekam"
- Halo. - Hai.
Pak Produser.
Aku baru saja mengirimkannya kepadamu. Dengarkan baik-baik.
Ya.
Bukan, itu rekaman santai. Biasa saja.
"Surel terkirim dengan sukses"
"Park Joon Young"
"Min Seong"
Kang Min Seong, usia kita baru 20 tahun.
Kamu bisa bertemu seseorang yang jauh lebih baik daripada Dong Yun.
Bagaimana kamu tahu?
Karena kamu temanku.
Song Ah.
Song Ah.
Aku merasa sedikit lebih baik sekarang.
- Benarkah? - Ya.
Syukurlah.
- Song Ah, jika kamu... - Apa?
Jika kamu ingin menangis karena sesuatu,
berjanjilah untuk menghubungiku.
Maka aku akan langsung menghampirimu.
"Min Seong"
- Kamu sudah pulang. - Ya.
Ada apa? Kamu dan pacarmu bertengkar?
Ada apa dengannya?
Dia sungguh bertengkar dengannya?
"Song Ah, ada urusan mendadak. Jadi, aku harus pulang"
"Maafkan aku"
Hari ini akan menjadi kali terakhir
aku menemui Jung Kyung.
Kuharap kamu berhenti datang ke sini sekarang.
Kamu sebaiknya lebih mencemaskan Joon Young daripada aku.
Mau bir?
- Tidak. - Kenapa tidak?
Kalau begitu, aku akan pergi sehabis minum.
Minumlah di kamarmu.
Aku tidak suka minum sendirian.
Aku tidak akan menyita waktumu.
Apa yang akan kamu lakukan?
Apa?
Kamu akan terus melakukannya?
Melakukan apa?
Hal yang kamu cintai.
Itu rupanya.
Entahlah.
Kamu tidak tahu?
Kenapa?
Kamu selalu menyuruhku berhenti.
Aku hanya asal bicara.
Sejujurnya,
aku mengagumimu.
Itu bukan pilihan yang mudah.
Terlambat memulai dan belajar selama tiga tahun lagi
untuk belajar di Jurusan Musik.
Jarang sekali orang berusaha keras hanya karena menyukai sesuatu.
Tapi kamu tahu...
Belakangan ini,
rasanya
sebesar apa pun aku menyukai sesuatu,
masih ada beberapa hal yang tetap mustahil.
Aku terus memikirkan itu.
Mustahil?
Apa ada hal lain selain violin?
Jika tidak berhasil, kamu bisa berhenti.
Apa pun yang orang lain katakan,
buatlah keputusan yang akan membuatmu bahagia.
Entah itu violin atau semacamnya.
Bukankah kita semua membuat pilihan untuk bahagia?
Aku membawa pulang semua pekerjaanku, tapi malah minum bir.
Minumlah denganku lain kali.
Sebaiknya aku pergi sekarang.
- Selamat malam. - Sama-sama.
"Traumerei", koleksi "Kinderszenen" oleh Schumann, pianis Yoo Tae Jin"
Kamu sudah membicarakannya dengan Joon Young?
Sudah. Dia bilang akan mengurusnya.
Dia memang seperti itu.
Aku ingin menanyakan sesuatu.
Itu sebabnya aku memintamu menemuiku hari ini.
Seperti apa hubungan Joon Young dan Profesor Yoo?
Kalau dipikir-pikir, kurasa Joon Young
pernah menyebutkan Profesor Yoo.
Aku juga tidak tahu.
Tapi Profesor Yoo dan Joon Young kurang akrab.
Apa maksudmu?
Kurang akrab bagaimana?
Kamu tahu sifat-sifat profesor yang menekan kita secara mental?
Dia seperti itu.
Saat Joon Young bersiap untuk Kompetisi Chopin,
dia menerima banyak tekanan.
Dia seharusnya mengatakan sesuatu dan mengganti gurunya.
Yayasan kita
atau aku bisa mencari guru lain untuknya.
Siapa yang akan mengajari Joon Young?
Siapa pun di industri musik
akan tahu bahwa dia murid Profesor Yoo.
Ada beberapa hal yang tidak bisa kamu lakukan, Jung Kyung.
Tetap saja, aku harus mencoba sesuatu.
Lagi pula, kita teman.
Jung Kyung, bagiku, kamu
tidak pernah kuanggap sebagai teman.
Kita sudah berpacaran selama sepuluh tahun.
Itu sebabnya dalam perjalanan kemari setelah kamu meneleponku,
kepalaku penuh dengan banyak hal.
Karena yang meneleponku bukanlah teman,
tapi kamu.
Bagaimana bisa kamu dengan santai bilang bahwa kita teman sekarang?
Kamu tahu aku akan tetap di sisimu apa pun yang kamu lakukan.
Jadi, kurasa kamu tidak tahu betapa sakitnya
saat aku mendengarmu mengatakan hal seperti itu.
Maksudku bukan begitu.
Aku tidak tahu
bagaimana dengan Joon Young.
Kudengar belakangan ini kamu juga mengalami kesulitan.
Sebaiknya aku pergi sekarang.
"Traumerei", koleksi "Kinderszenen" oleh Schumann, pianis Yoo Tae Jin"
Astaga.
Apa-apaan ini?
Aku tidak bisa memikirkan cara
untuk menelepon orang yang mengelola saluran ini.
Maaf mengganggumu.
Tidak apa-apa. Tunggu sebentar.
Aku harus berpikir.
Pertama, kita bisa melaporkan ini sebagai pelanggaran hak cipta.
Bagaimanapun,
tidak akan mudah membuktikan bahwa ini rekamanmu.
Namun, aku akan menyelidikinya.
Aku akan mencari tahu siapa yang mengoperasikan saluran ini.
No comments yet. Be the first to leave one.