The first 200 lines.
Persembahan : BMCI Jatim & NitNut Radio
Diterjemahkan oleh : ~o0o~ Uziek ~o0o~ Malang, 11 - 05 - 2018
Feauturing ; ~o0o~ Ananda Rizky Chauhan ~o0o~ Situbondo, 11 - 05 - 2018
Bu, Bapak ingin bertemu dengan Anda sekarang.
Terima kasih.
Ibu Naina Mathur. Silakan duduk.
Pendidikan S2.
Dan Magister Sains. Mengesankan.
Terima kasih, pak.
Air? Itu akan menghentikan cegukan Anda.
Ini bukan sebuah cegukan, pak. Saya punya Sindrom Turet.
Hah? Sindrom apa?
Umm... Ini adalah kondisi syaraf, Bu.
Terkadang ketika jaringan di otak sedikit longgar...
...mereka terkejut.
Lalu, bagaimana menghentikannya?
Tuan, ini bukan sesuatu yang bisa dihentikan.
Ini akan menjadi lebih buruk ketika saya gugup ... seperti sekarang.
Jadi Anda cegukan bahkan ketika Anda tidur?
Tidak, pak, saat saya tidur otak saya pun tidur.
Tapi berapa lama kami akan terus tidur?
Kami?
Ya,pak. Saya dan... Cegukan saya.
Apakah itu mempengaruhi makan atau minum Anda?
Kami mengelolanya dengan baik, Bu.
Saya makan, dia minum.
Baiklah, Bu Naina.. kami akan menghubungi Anda lagi.
Baik, pak. Terima kasih atas waktunya.
Terima kasih sudah datang.
Ibu Mathur, Boleh saya kasih saran? jika Anda tidak keberatan.
Pekerjaan mengajar mungkin sulit didapat dengan kondisi ini.
Anda bisa mencoba profesi yang lain.
Kuharap Anda mengerti.
Pak, Bolehkah saya bertanya pada anda-anda sekalian?
Ya.
Apakah Anda semua mengetahui tentang Tourret sebelumnya?
Tidak, tidak sama sekali...
Lalu sekarang?
Baiklah... sekarang kami sudah tahu.
Jika saya bisa mengajarkan sesuatu yang baru pada Anda-anda semua..
Saya yakin bahwa saya pun akan mampu menangani para siswa..
Terima kasih.
BMCI Jatim | Nitnut Radio
Phurr Phurr Phurrr Se Udi Burung pipit itu terbang tinggi
Aankkhon Ko Na Khabar Padi Dia akan pergi meninggalkan sarangnya
Phurr Phurr Phurrr Se Udi Burung pipit itu terbang tinggi
Aankkhon Ko Na Khabar Padi Dia akan pergi meninggalkan sarangnya
Ziddi Besabar Badi Terbangnya tenang
Phirti Ye Gali Wo Gali Lihatlah, caranya meliuk-liuk
Haule Haule Sab Hoga Perlahan namun pasti
Phir Kyun Jhuke Hausla Jangan pernah kau ragu..
Manzil Legi Khud Hi Bhula Sambut takdir yang menantimu
Phir Kya Hai Gham! Janganlah kau risau
Sudah ku bilang, jangan bekerja di kegelapan!
Kenapa kau tak mendengarkannya? Kau akan merusak matamu sendiri..
Bu!
Cobalah, menu Ayam Amritsar dan kentang gurih
Kak, coba periksa isinya, Itu adalah 'keema' yang difermentasi
Jangan bawa ekperimen masakanmu kesini...
Dapur ini adalah dapurku!
Apa? Dapur ini juga dapurku!
Bersihkan jarimu, sebelum kau memarahiku!
Haule Haule Sab Hoga Perlahan namun pasti
Phir Kyun Jhuke Hausla Jangan pernah kau ragu..
Ibu Mathur,
anak-anak takkan berhenti tertawa dengan suara yang kau buat.
Kapan mereka akan belajar?
Bu, Aku akan memastikan bahwa..
Aku pun akan tertawa bersama mereka sembari mengajarinya..
Aadhe Pe Na Sabar Ganwaana Tetaplah tenang dalam perjalananmu..
Dagar Wo Baaki Tujhe Pukaare Tujuanmu masih jauh disana...
Aku bisa memberimu pekerjaan itu,
asal kau bisa menghentikan suara itu...
Pak, menurutku justru anda lah yang memiliki syndrome..
KETIDAKPEDULIAN!
Selain guru baru..
sekolah ini juga membutuhkan Kepala Sekolah baru!
Selamat siang,pak.
Phir Kya Hai Gham! Janganlah kau risau..
Phir Kya Hai Gham! Janganlah kau risau..
C
Diterjemahkan oleh : Uziek Feat. Ananda Rizky Chauhan
CE
CEG
CEGU
CEGUK
CEGUKA
CEGUKAN
CEGUKAN
Semut kecil itu tergelincir dan jatuh
Namun dia tetap membawa remah dan merayapi dinding
Diam!
Diam semuanya.
Berdiri, Naina.
Kenapa kau terus membuat suara-suara itu di kelas?
Waak.. waak.. terus.
Dan kalian, jangan tertawa!
Duduklah.
Semut itu rajin dan tekun...
Aku bilang, Diam!
Dengar, aku harus jujur.
Dengan kondisinya, akan mengganggu anak-anak lain di kelas...
- ...begitu juga dengan Naina. - Tapi, Pak...
Aku berikan Surat Keterangan Pindah ini tanpa menyebutkan alasannya..
Mungkin dia membutuhkan jenis sekolah yang berbeda, Nyonya Mathur.
Dah.
Dah.
Ayah, yang ini
Naina
Ayah, Aku...
Tolong, kue cokelat itu.
Kenapa kau tak mengerti Sudha?
Naina membutuhkan sekolah khusus.
Naina butuh sekolah normal. Kehidupannya normal.
Dia anak yang normal, Prabhakar.
Normal? Dengan cegukan itu?
Dia malu dengan suara-suara itu.
Dia yang malu? Atau kau?
Kau sudah lupa, mengapa kita berpisah?
Dengar, Naina tetap anakku.
Ya, dia juga anakku. Kemana saja kau selama ini?
Saat dia membutuhkanmu.
Kak. Ayah datang.
Aku sakit.
Setidaknya temui dan sapalah.
Bolehkan aku mengatakan Hai dan Dah bersamaan?
Baiklah. Ayo!
Pergilah, Vinay! Tolong tinggakan aku!
Ada apa? Kau tidak apa-apa?
Hanya flu biasa.
Dia baik-baik saja.
Stres. Apa lagi!
Ambil ini.
Ayah punya teman di perbankan. Ada lowongan untukmu.
Bukalah.
Naina, animator paruh waktu.
Itu bukan pekerjaan!
Paruh waktu karena aku butuh waktu ... untuk mencari lowongan guru.
Kau sudah mencari lowongan guru selama 5 tahun.
Dengan kondisimu ini...
Vinay, Kau mau roti lagi nggak?
Hmm.. baiklah.
Cobalah kau bujuk dia.
Adonannya masih ada di lemari es, Naina!
Bacalah sekali saja.
Maaf, tanganku kotor. Nanti saja aku baca.
Lagipula berapa besar gaji seorang guru?
Yah, apa kau punya guru favorit di sekolah atau kampus?
Tentu!
Kau ingat gajinya?
Lupakanlah, Yah.
Kau takkan pernah mengerti.
Ya, Ayah takkan pernah mengerti...
mengapa seorang Master Sains, membuat kartun di rumah?
Halo. Sebentar...
Kak, St. Notker's!
Tangannya tidak kotor lagi?
Tidak, pak. Itu anjingku.
Waktunya makan siang, bukan?
Ya, tentu, Aku segera ke sana. Jam berapa?
Besok jam 11? Aku akan datang, pak...
...tetapi Anda membutuhkan seorang guru tidak tetap, kan?
Tidak... tidak, pak, Tidak masalah, Aku akan datang!!
Ya, ya, tentu saja, pak.
Ada apa?
Aku dapat pekerjaan!!!
Tidak, tidak. Tidak mungkin, Kak!
Hidup itu seperti roda, sungguh !!
Aku dapat pekerjaan!!!
Kualifikasi Anda sangat baik Ibu Mathur.
Terima kasih, pak.
Dan aku menyukai semangatmu.
Kami ingin memberimu sebuah kesempatan.
Terima kasih, pak!! Terima kasih.
Juga karena kami ... sangat membutuhkan seorang guru.
Pak Wadia! Tolong. Diamlah.
Kita mulai.
Kau punya Sindrom Touret?
Ya, Pak!
Aku hanya ingin tahu,
Kau bilang bahwa kau sudah melamar ke 18 sekolah tanpa hasil.
Bahkan St. Notker sudah menolakmu 5 kali.
Aku hanya penasaran.. dengan kondisimu ini..
Mengapa kau ingin menjadi guru?
Karena kursi itu, Pak.
Kau ingin menjadi Kepala Sekolah?
Oh! Tidak, Pak.
Sama seperti 18 sekolah yang sudah menolakku
Sebagai murid, aku sudah dikeluarkan dari 12 sekolah.
Sekolah ini adalah sekolah ke-13.
Aku duduk di sini, di depan Anda. dan sekarang ingin menjadi seorang guru.
Pak Khan, yang duduk di kursi anda itu 22 tahun yang lalu...
mengajariku pelajaran terbesar dalam hidupku...
Hei Kalian yang keji.....
Tuan dan Nyonya semuanya, biarkan aku pergi sendiri...
Dan, demi aku, tinggallah di sini bersama Antony.
Selamat atas penampilan luar biasa ini.
Sekarang aku ingin tahu, selama pertunjukan ini...
...apakah ada di antara kalian mendengar suara aneh?
Siapa pun yang membuat suara itu, silakan naik panggung.
No comments yet. Be the first to leave one.