Release info

여름아 부탁해 Home for Summer E21 NEXT VIU
여름아 부탁해 Home for Summer E22 NEXT VIU
여름아 부탁해 Home for Summer E23 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Download di oppa.kdramaindo.tv. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2019-05-31
Downloads: 8
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Home for Summer"

"Lee Young Eun, Yoon Sun Woo"

"Kim Sa Kwun, Lee Chae Young"

"Kim San Ho, Na Hye Mi"

"Kim Ye Ryung, Kim Hye Ok, Lee Han Wi"

"Kang Seok Woo, Moon Hee Kyeong"

"Song Min Jae"

"Home for Summer"

Lepaskan!

Kamu sudah gila? Kenapa kamu masuk ke sana?

Beraninya kamu.

Kubilang jangan ikut campur.

Mana bisa aku tidak peduli?

Kamu tidak berhak ikut campur.

Apa yang kamu lakukan?

Kamu tidak sadar aku menatapmu sepanjang hari?

Lalu?

Lalu kenapa?

Kuakui kamu menaklukanku.

Kamu masih tidak mengerti?

Panas.

Ibu tidak apa-apa?

Ya.

Ibu tidak apa-apa.

Ayah tidak akan pulang hari ini?

Dia akan pulang besok.

Dia bekerja sangat keras bahkan pada akhir pekan untuk kita.

Aku ingin menelepon Ayah

untuk mengucapkan selamat malam.

Sungguh? Kalau begitu, ibu akan meneleponnya.

Apa? Ini ayahmu.

Halo?

Hai, ini aku. Aku ingin mengabari aku tiba dengan selamat.

Aku baru saja hendak meneleponmu.

Aku menelepon karena tahu itu.

Di mana kamu? Di hotel?

Ya.

Kamu sudah makan malam?

Ya. Kamu juga sudah makan, bukan?

Tentu saja.

Kalau begitu, selamat malam. Sampai jumpa besok.

Sayang, tunggu. Yeo Reum ingin...

Halo?

Maaf. Ayah menutup teleponnya.

Yeo Reum, kamu pasti sangat kecewa.

Tidak apa-apa.

Ibu sudah selesai menyetrika.

- Bagaimana jika kita menggambar? - Ya.

Kalau begitu, ambil buku gambar juga krayon di kamarmu.

Baik, Ibu.

Kamu sudah bangun.

Sedang apa kamu di sini?

Aku sedang minum kopi.

Kamu mau juga?

Sebentar lagi.

Tetaplah seperti ini sebentar lagi.

Kupikir kamu pergi tanpaku.

Kurasa kamu memang belum pernah berselingkuh dari istrimu.

Tersenyumlah sedikit.

Istrimu akan tahu jika kamu pulang dengan ekspresi itu.

Aku akan senang jika kamu tidak keberatan.

Aku akan membuatkan kopi untukmu.

Ayo nikahkan Sang Mi tahun ini jika tidak ada masalah besar.

Dengan siapa? Dokter Choi?

Siapa lagi yang dia temui sekarang?

Astaga. Aku bilang aku tidak menyukainya.

Harus kuakui sulit mencari pria dengan kualifikasi seperti dia.

Kualifikasi tidak penting.

Perasaan Sang Mi terhadapnya yang penting, Kak.

Kualifikasi hal yang paling penting. Kenapa perasaannya penting?

Kak Gyeong Ae tergila-gila kepada Kakak dan mengejarnya.

Benarkah?

Kata siapa?

Kudengar Kakak tidak mau makan dan bilang lebih baik mati

jika tidak bisa menikahinya, bukan?

Dari mana kamu mendengar itu?

Itu tidak benar. Percayalah.

Mi Young sangat baik dan cantik.

Siapa Mi Young?

Dia gadis yang hampir menikahi Kakak.

Yong Soon, sudahlah.

Kak Gyeong Ae juga tahu soal dia.

Bukan begitu, Kak?

Kakak juga tahu soal Mi Young, bukan?

Mana aku tahu wanita itu?

Mi Young menemuiku sambil menangis.

Dia bilang Kak Gyeong Ae mengancamnya

untuk putus dengan Kakak.

Kamu melakukan itu, Sayang?

Untuk apa?

Selain itu, kamu mau apa jika benar?

Bukankah dalam hati kamu ingin aku berbuat begitu?

Kamu mengincar harta ayahku.

Astaga. Kamu menganggapku apa?

Jujur, jika kamu tidak bilang akan bunuh diri,

aku tidak akan menikahimu. Kamu tahu itu?

- Apa katamu? - Aku bisa mengatakan ini juga.

Kamu tahu keluarga yang jauh lebih kaya dari keluargamu

berusaha keras menjadikanku anggota keluarga mereka?

Cari tahu sebelum bicara.

Astaga. Siapa yang akan percaya itu?

Yong Soon.

Itu benar, Kak Gyeong Ae.

Sebenarnya, Kak Yong Jin sangat tampan.

Jadi, itu mungkin saja.

Tentu saja.

Sang Won sangat tampan seperti ayahnya.

Dia mirip denganku.

Sang Won mirip dengan Kakak?

Tanya siapa pun di jalan, mereka akan bilang dia mirip denganku.

Sang Won, apa orang-orang bilang kamu lebih mirip ibumu?

Belum ada yang bilang begitu.

Astaga, yang benar saja.

Lihat. Sang Won mirip ayahnya.

Astaga.

Apa persiapan untuk pembukaan

- berjalan lancar? - Ya.

Meja-meja akan datang hari ini. Aku akan menggantung tanda juga.

Omong-omong, apa nama restoranmu?

Rumah Pastaku.

Apa? Astaga, itu kuno sekali.

Kenapa kamu menamainya "Rumah Pastaku"?

Aku memakai bumbu fermentasi Korea sebagai dasar hidangan.

Kamu akan menggunakan kecap asin, doenjang, pasta cabai?

Ya. Aku menggunakan teri asin atau udang, bukan saus teri.

Dengan begitu, kamu bisa menurunkan harga hidanganmu.

Benar.

Aku akan membuka restoranku pekan depan. Silakan datang.

- Tentu saja. - Tentu saja kami akan datang.

Kak Gyeong Ae, kamu juga akan datang, bukan?

Untuk apa aku pergi ke area pinggiran kota?

Tipe orang yang kamu temui itu penting. Mengkhawatirkan saja.

Orang-orang di sana baik, Ibu.

Lihatlah.

- Aku akan pergi. - Sampai nanti.

Sampai nanti.

Semoga dia tidak bertemu dengan orang aneh lagi.

Aku tidak suka ini.

"Akhirnya, aku akan membuka restoranku"

Dia akan membuka restoran.

Astaga. Lokasinya di sekitar sini.

"Rumah Pasaku"?

Nama yang cantik.

Kamu akan membuka restoran di lingkunganku.

Rumah Pastaku.

Nama restoranmu sangat bersahabat dan cantik.

Aku pasti akan datang ke restoranmu jika sempat.

Selamat atas pembukaan restoranmu.

Yeo Reum, kamu sedang apa?

"Rumah Pastaku"

Astaga. Kamu menulisnya setelah mendengar ucapan ibu?

Ya. Tapi apa ejaanku benar?

Benar.

Kamu menulisnya dengan sangat baik.

Yeo Reum, kamu sudah bisa menulis bahasa Korea?

Aku mempelajarinya saat berada di panti asuhan.

Begitu rupanya.

Ayo tunjukkan kepada Ayah saat dia pulang.

Kapan Ayah pulang?

Entahlah.

Kamu bilang apa kepada Dokter Choi?

Aku bilang aku pulang cepat karena tidak enak badan.

Aku juga bilang tidak mengira hubungan kita berjalan lancar.

"Cintaku Geum Hui"

Bilang saja kamu belum keluar hotel,

agar kita bisa makan malam bersama.

Halo.

- Di mana kamu? - Apa ada masalah?

Tidak, kamu sudah keluar dari hotel?

Halo?

Aku sedang di jalan.

Kalau begitu, kamu pasti makan malam di rumah.

Ya.

Baiklah, hati-hati di jalan.

Baik.

Kita pulang saja hari ini.

Aku lupa untuk sesaat

bahwa kamu adalah Han Jun Ho.

Tapi jangan terlalu sering jual mahal.

Aku bisa berubah pikiran.

Apa maksudmu?

Aku mungkin ingin merebutmu dari Wang Geum Hui.

Terserah kamu mau berpikir apa.

"Rumah Pastaku"

Sepertinya ada yang salah.

Selesai.

- Terima kasih. - Ya.

- Itu yang terakhir, bukan? - Ya.

- Lewat sini. - Baik.

Ada restoran baru?

"Rumah Pastaku"?

Terima kasih.

- Semoga sukses. - Terima kasih.

Kamu pasti pemilik salon rambut ini.

Bukan, ibuku pemiliknya.

Aku pegawainya.

- Kamu bekerja dengan ibumu? - Ya, mulai besok.

Aku iri.

Kenapa?

Karena kita bekerja di satu gedung, perkenalkan diriku.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left