The first 200 lines.
Yang aku minta adalah kapal layar,
Dan bintang untuk membuatnya melaju.
Yang aku minta adalah kapal layar,
Dan bintang untuk membuatnya melaju.
Yang aku minta adalah kapal layar,
Dan bintang untuk membuatnya melaju.
Apa itu cukup?
Ya.
Boleh aku simpan ini? Karena ini ditulis dengan baik,
Dan aku bisa membingkai ini, bukan begitu?
Ya, mari lakukan sekali lagi.
Hello Princess.
Pendle, Inggris
Kenapa kau tak tunggu hingga pagi, temanku?
Itu akan membuatku merasa lebih baik.
Aku takutkan tak bisa. Jika aku tak pergi sekarang,
Aku takkan sempat bertemu dengan Wakefield,
Dan dia bukan orang yang suka dibuat menunggu.
Baiklah. Tapi jangan lupa mencatat tawaran yang ada.
Hati-hati, John Law. Jaga dirimu.
Kau juga, Roger.
Dan tentu saja Maude, putrimu yang tersayang.
Kau harusnya bangga, Roger.
Kau bekerja dengan baik sejak kepergian Elizabeth.
Terima kasih, John. Tapi tolong berhati-hatilah.
Jangan menyimpang dari jalur. Tidak pada waktu seperti ini.
Kejahatan berkeliaran didalam hutan itu.
- Itu hanya cerita. - Cerita?
Tuhan sebagai saksiku, aku jamin padamu itu nyata.
Senyata dinding ini, senyata kita berdua di sini saat ini,
Senyata badai yang kita dengar.
Badai akan datang, John Law. Berhati-hatilah.
Bapa Tuhan kami di Surga,
Yang kemuliaan-Nya memenuhi seluruh ciptaan-Nya,
Dan kehadiran-Nya kami rasakan ke mana pun kami pergi.
Lindungi mereka yang bepergian.
Kelilingi mereka dengan kasih kepedulian-Mu,
Lindungi mereka dari seluruh bahaya,
Dan pastikan mereka selamat ke tempat tujuannya,
Melalui Yesus Kristus, Tuhan kami, amin.
Selamat malam, Ayah.
Tidur yang nyenyak, anakku.
Apa Tn. Law sudah berangkat?
Sudah. Jadi tidurlah.
Ibumu pasti bangga jika ia melihatmu saat ini.
Halo?
Siapa di sana?
Apa yang kau lakukan di sini, Nak?
Apa kau tersesat?
Nak?
Halo?
Apa kau tersesat?
Kau baik-baik saja?
Ya?
Hei, Paman Alfred.
Tidak, aku bekerja lembur.
Sial.
Paman Alfred, tenang.
Ya, oke, oke. Biar aku mandi, lalu aku akan ke sana, oke?
Baiklah. Aku menyayangimu. Sampai nanti.
Matilda, ayahmu hilang.
Hilang?
Kapan kau terakhir bicara dengannya?
Mungkin bulan lalu.
Tapi kau tahu, itu hal yang biasa untuknya.
Khususnya ketika dia menulis atau mengikuti petunjuk.
Tak biasa.
Ada apa?
Hei, jangan berdiri. Ada apa?
Di sana. Di meja.
Yang itu, sayangku.
Apa ini yang dia kerjakan?
"Pendle Hill Yang Berhantu".
Pendle?
Di Inggris...
Dia saat itu mengikuti kasus menghilangnya Roger Nowell,
Dia dulu seorang hakim.
Bisa dibilang seorang Hakim Lokal,
Tapi, tentu saja, dia juga seorang pemburu penyihir.
Berapa lama yang lalu tepatnya yang kita bicarakan?
1612. Ketika Malkin Tower berdiri di Pendle Hill.
Kata ini muncul beberapa kali. "Dem..."
Demdike. Malkin Tower adalah rumahnya.
Demdike? Itu...
Wanita yang licik. Tapi tentu saja, dia juga seorang...
Penyihir.
Dan Demdike yang paling ditakuti diantara semuanya.
Dia akan mengirim cucunya, Jennet Device,
Ke dalam hutan untuk menarik orang kembali ke menara.
Jadi Richard Nowell ini...
Roger Nowell.
Dia menganggap perannya dalam komunitas...
...sebagai pengidentifikasi non-konformis,
Semuanya dari penyihir, hingga Katolik,
Lalu kemudian membawa mereka untuk diadili.
Roger Nowell menangkap Demdike.
Juga putri dan cucunya,
Sebelum membakar habis Malkin Tower.
Dan Pendle Witch Trials yang saat ini terkenal,
Jennet mengaku bahwa ibu dan neneknya,
Memang penyihir.
Dia melaporkan keluarganya sendiri?
Mereka dihukum mati.
Bagaimana dengan Jennet?
Jennet dihukum bersama mereka.
Kesaksiannya tak cukup untuk selamatkan dirinya yang malang,
Lalu kemudian dia lenyap dari seluruh pendataan.
Buku sejarah tak mengingatnya.
- Ke mana dia pergi? - Menurut legenda dia berhasil kabur.
Dia lari kembali ke dalam hutan,
Namun dia menyimpang dari jalur, dan tak bisa temukan jalan pulang.
Dan Demdike selamanya menghantui hutan tersebut.
Mencari cucunya,
Dan mencari pembalasan dendam atas kematiannya,
Dan juga putrinya.
Dan Roger?
Roger Nowell menjadikan itu misi hidupnya,
Untuk temukan Jennet Device.
Ayahmu melacak jejak langkah Nowell,
Ketika dia menghilang.
Dan meninggalkan buku catatannya?
Dia sedikit kehilangan arah akhir-akhir ini.
- Apa kau yakin dia hilang? - Dia hilang.
Aku sudah melaporkannya ke polisi lokal di sana,
Tapi mereka tak begitu tertarik untuk mencari dia.
Berkata bahwa turis sering pergi ke sana.
Hilang selama beberapa hari, kadang berminggu-minggu.
- Aku mau kau pergi temukan dia. - Aku?
Aku sudah pesankan kau tiket besok pagi dari LAX.
Semua sudah diurus.
Aku sudah menghubungi pemandu lokal di sana. Arthur.
Dia akan mengurusmu.
Dia akan mengantarmu ke gunung.
Paman Alfred, apa kau yakin dia...
- Karena maksudku, itu hal biasa... - Matilda,
Ada satu hal lagi yang harus kau ketahui.
"Roger Nowell, Hakim Lokal."
"Bapak yang terhormat. Aku mengirim surat untuk bertanya..."
"...apakah aku bisa bicara tentang teman kita John Law."
"Dia tak datang sesuai jadwal untuk menemuiku Selasa lalu."
"Ini tak seperti dia biasanya."
"Dan ini membuatku khawatir."
Ayah?
Maude, bersiaplah.
Kita akan melakukan perjalanan yang sangat penting.
- Ada apa? Beritahu aku. - Teman baik kita John Law,
Tidak mencapai tujuannya Selasa lalu.
Di malam badai itu. Aku sangat khawatir dengannya.
- Apa menurutmu itu ulah dia? - Jennet Device?
- Ya, Ayah. - Ayah rasa begitu.
Pendle Hill yang berhantu ini harus segera berakhir.
Tapi apa yang bisa aku lakukan?
Kau tak aman jika kecurigaan ayah benar.
Bersama ayah, ayah rasa kau akan sangat berguna.
Sekarang, ayo, bergegaslah, putriku tersayang.
Kita harus ke kapel,
Dan berdoa bersama Bapa Grantham sebelum kita berangkat.
Hei.
Matilda Richardson. Aku sudah memesan kamar.
Aku mencari ayahku. Dia menghilang di sini.
- Apa kau melihat dia? - Tidak.
Kamarnya di sana, sebelah kiri.
Terima kasih.
Dan jika kau berpikir untuk pergi ke hutan,
Jangan menyimpang dari jalur.
Dari semua bar di kota dan di dunia,
Dia berjalan memasuki bar ku.
Selamat datang di Pendle, Matilda Richardson.
- Arthur? - Begitu kata mereka.
Mau pesan apa?
- Apa racunmu? - Itu apa?
- Sampanye Irlandia. - Aku tidak tertarik.
Bisa aku pesan wiski? Tanpa es.
Sekedar pertimbangan.
Ada wiski, lalu ada wiski.
Dua Redbreasts, tanpa es.
"Robin Redbreast di kandang, membuat seluruh surga marah."
- William Blake? - Bukan sekedar paras cantik.
Kau menganggapku cantik? Itu sangat blak-blakan.
Aku tak suka buang waktu. Aku suka langsung ke intinya.
- Langsung ke intinya? - Langsung ke titiknya.
Aku bisa tahu kau memang teman pamanku.
Bagaimana keadaannya?
Apa dia masih sering memakai kaos Hawaii?
Dia khawatir tentang ayahku.
Kami sama-sama khawatir.
Aku sudah bertanya.
Polisi di sini tak menganggap hal seperti ini serius.
Jika itu bukan satu orang, maka yang lainnya.
Banyak anak-anak datang ke sini,
Lalu ada mereka yang berusaha temukan jati dirinya.
Kemudian ada orang lainnya...
...yang berusaha temukan sesuatu yang lain.
- Sesuatu yang lain? - Di kegelapan.
- Kau percaya itu? - Pendle Hill Yang Berhantu.
"Jika kau menatap lama ke dalam jurang maut..."
"Jurang maut juga menatap ke arahmu."
Kau gadis LA.
Berarti kau terbiasa mendaki.
Kau jelas menjaga diri.
No comments yet. Be the first to leave one.