The first 200 lines.
Guardians of the Ancient Oath
Episode 29
Baili Hongyi!
Baili Hongyi! Berhenti!
Aku sedang memanggilmu.
Apakah kamu tuli?
Namaku Li Ruo.
Jika otak Nona
tidak bisa mengingatnya dengan jelas,
pergilah periksa ke dukun.
Kamu berlagak karena
mengandalkan Maharaja memanjakan kamu.
Kuberitahukan.
Kamu adalah seorang
wanita siluman yang terkutuk.
Selama-lamanya
akan menjadi musuh Klan Lang.
Aku adalah anak perempuan dari Putri Na Cheng.
Juga merupakan Putri Li Ruo
di padang rumput ini.
Jika kamu
memiliki sedikit rasa tahu diri,
tariklah kembali kata-katamu tadi.
Hari ini Maharaja hanya merasa gembira,
jadi membawamu ikut ritual leluhur.
Apakah kamu mengira
dirimu adalah Nyonya besar?
Kuberitahukan.
Ingin jadi Nyonya besar,
Kelompok Baize akan menjadi kelompok pertama yang tidak setuju.
Benda yang dianggap penting oleh Nona,
aku belum tentu peduli.
Berdasarkan ilmu seni bela diri,
Nona belum tentu adalah lawanku.
Kuberitahukan untuk yang terakhir kalinya.
Aku sudah datang ke Shuchi.
Ke depannya juga berencana
untuk menetap di sini.
Jadi tidak peduli Nona
bersedia atau tidak, suka atau tidak,
lebih baik segera terima kenyataan ini.
Kamu pikir ada banyak orang,
jadi aku tidak berani untuk memukulmu?
Aku…
Maharaja?
Apa kamu sudah cukup buat keributan?
Maharaja.
Adikku muda dan tidak pengertian.
Mohon Maharaja memaafkannya.
Jangan salahkan adikku.
Kakak, kenapa kamu tidak…
Memang salah kamu.
Bagaimana kakak melindungi kamu?
Mana kata-kataku yang salah?
Ming Lai.
Sikapku sangat jelas.
Kamu juga paham dengan jelas.
Jangan ulangi kejadian hari ini lagi.
Baik, Maharaja.
Maharaja.
Ming Lai akan didik adikku dengan baik.
Xiaotong.
Kenapa kamu datang mengacau lagi?
Keluar! Keluar! Keluar!
Guru!
Kamu harus ajarkan ilmu yang hebat padanya.
Awalnya memang ilmu hebat.
Kamu tidak boleh dengar.
Cepat pergi, cepat pergi.
Aku pergi, aku pergi.
Guru.
Ilmu sihirmu sangat hebat.
Ilmu sihir, ilmu sihir.
Hanya tahu ilmu sihir saja!
Apakah kamu sudah ingat
mantra tadi?
Tadi kamu mengucapkan begitu banyak kalimat.
Kalimat mana yang kamu maksud?
Aku pikirkan dulu! Aku pikirkan dulu!
Terdapat di bumi.
Di antara 6 sisi.
Di dalam 4 lautan.
Disinari oleh matahari dan bulan.
Dilewati oleh bintang.
Dicatat dalam 4 waktu.
Singkatnya adalah mengikuti usia.
Sangat bagus.
Yang guru ajarkan hari ini
adalah ilmu hebat penakluk dunia.
Juga merupakan ilmu utama
hasil pelatihan guruku,
Yan Jisheng seumur hidup.
Kamu harus ingat baik-baik.
Mengerti?
Mengerti.
Tapi,
apa arti semua itu?
Peristiwa langit
tidak boleh kamu pertanyakan.
Ada satu kalimat lagi.
Bagian utara api bara, bagian atas air merah,
merupakan kunci utama.
Harus diingat! Harus diingat!
Bagian utara api bara, bagian atas air merah,
merupakan kunci utama.
Sangat susah dilafalkan.
Terima kasih Guru.
Guru paling sayang padaku.
Hari ini
adalah terakhir kalinya
guru mengajarimu ilmu.
Terakhir kali?
Kenapa?
Inilah takdir dunia.
Itu adalah harta karun
yang disimpan oleh guruku, Yan Jisheng.
Guru wariskan kepadamu.
Semoga kelak dapat melindungi keamananmu.
Guru, apa ini?
Jangan! Jangan!
Guru! Sebenarnya apa?
Bukankah guru sudah bilang?
Itu adalah harta karun
yang disimpan oleh guruku, Yan Jisheng.
Saat berguna,
benda itu dapat mengembangkan manfaatnya.
Kamu
begitu buru-buru,
merupakan rasa tidak hormat terhadap harta karun.
Baik, aku mengerti.
Aku akan menyimpannya dengan baik.
Simpanlah dengan baik.
Itu juga merupakan saksi
jodoh kita sebagai guru dan murid.
Saksi?
Kejadian tadi
tidak akan pernah terjadi lagi.
Panas.
Sebenarnya aku tidak suka teh kompres.
Tapi di padang rumput ini
tidak ada teh yang baru dipanen.
Suka atau tidak, tetap harus menerimanya.
Karena sudah datang, maka harus beradaptasi dengan kondisinya.
Aku tahu
aku sudah tidak dapat kembali ke Negeri You lagi.
Aku hanya bisa memikirkan cara
untuk hidup dengan baik di sini.
Aku akan melindungimu.
Tidak ada orang yang bisa melukai
orang yang ingin dilindungi maharaja.
Hari terus berjalan.
Mana mungkin kamu bisa
melindungi aku sepanjang waktu.
Tenang saja.
Aku bisa menjaga diriku dengan baik.
Hal sepele seperti hari ini,
aku masih bisa mengatasinya.
Baik.
Ming Yefeng.
Apakah kamu yang menguburkan Putri Na Cheng?
Iya.
Jika ada kesempatan, bawa aku pergi lihat dia.
Baik.
Tapi dalam beberapa saat ini,
saat kamu masuk dan keluar,
masih butuh perlindungan Orang Youwu.
Mengerti?
Aku mengerti.
Guru.
Xiaotong bilang kalian ingin pergi.
Apakah benar?
Serius?
Kenapa…kenapa kalian ingin pergi?
Jodoh mulai dan berakhir,
semuanya ada sebab akibatnya.
Tidak bisa dipaksa.
Soal kami akan pergi ke mana,
kamu jangan tanya lagi.
Tapi aku belum mempelajari
ilmu sihir apa pun.
Yang diajarkan guru
adalah kata-kata kepekaan terhadap Taoisme.
Menceritakan kebenaran akan hal duniawi yang berubah dengan cepat,
segala sesuatu berada dalam perputaran siklus.
Kamu adalah muridku.
Mana boleh berpandangan picik
hingga hanya tahu ilmu sihir saja?
Iya, iya, iya.
Murid berpandangan picik,
tidak tahu pengetahuan tinggi dan mendalam dari Guru.
Tapi Guru,
kalian ingin pergi ke mana?
Kalian jangan pergi.
Aku tidak tega membiarkan Guru pergi.
Jodoh sudah berakhir.
Aku akan pergi ke mana, kamu tidak perlu peduli.
Pokoknya,
ke depannya kamu jangan cari aku lagi.
Aku juga tidak akan bertemu lagi denganmu.
Hongshuo.
No comments yet. Be the first to leave one.