Destined with You

Destined with You (이 연애는 불가항력)

Download Indonesian Subtitle

Specials

Release info

이 연애는 불가항력-Destined With You-E09-NEXT-NF
A Commentary by Anangkaswandi
Durasi 59:19

Tags

other
Published on: 2023-09-20
Downloads: 39
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Semua Karakter Tempat Kejadian Dalam Drama Ini Sepenuhnya Fiksi"

EPISODE 9

Astaga.

Ini kelihatan cantik.

Kuhargai kerja kerasmu.

Plangnya akan selesai besok siang.

Kukabari jika sudah.

Baik.

Akan kupotret untuk laporan.

Luar biasa.

Kenapa lampunya mati?

Tak boleh begini saat festival, Pak.

Pak?

Astaga.

NOMOR TIDAK DIKENAL

Halo?

Halo…

Ada apa ini?

NOMOR TIDAK DIKENAL

Kau terluka?

Hei.

- Apa? - Akan kugeser mesin cucimu. Ayo.

Ke rumahku?

Ya.

Akan sedikit aneh, 'kan?

Kenapa? Kau hanya menganggapku teman.

Ya, memang benar.

Tolong buka pintunya

Kugeser mesin cuci,

ranjang,

dan lampu kuganti. Beres, 'kan?

- Sudah semua? - Ya, beres.

Ini, anggur rasberi.

Aku tak membutuhkannya, tapi…

Mau makan ramyeon?

Astaga, aku kaget.

Tak ada makanan lain.

Jadi, setidaknya kubuatkan ramyeon.

Aku ada kencan buta.

Selarut ini?

Divisi Pajak sibuk.

Seung-yeon mengajak bertemu sepulang kerja.

Bagaimana ini?

Lepaskan. Akan kucuci.

Baiklah.

- Cepatlah. - Baik.

- Harus dicuci secepatnya. - Biar…

Penampilanku kurang layak untuk kencan buta, 'kan?

Kemejamu kotor.

Ya.

Kenapa kau tumpahkan?

Hei.

Boleh aku memelukmu?

Kau bicara apa?

Pria macam apa yang menanyakan itu dahulu?

Pantas saja kau tetap melajang.

Jangan tanyai Seung-yeon itu.

Itu payah sekali.

Teganya kalian berdua merahasiakan ini.

Putraku sakit.

Namun, aku tak tahu. Apa ini logis?

Dia bisa terbangun.

Pelankan suaramu.

Ibu, pulang dan istirahatlah.

Aku mau di sini saja.

Pulanglah jika kau mau.

Akan kutunggu di sini.

Kenapa kau membentaknya?

Kau seharusnya berterima kasih dia menemukan Sin-yu di tempat parkir.

Kau juga pergilah. Aku enggan melihatmu.

Kau merahasiakan ini dariku.

Teganya kau merahasiakan Sin-yu sakit.

Dia melarangku memberitahumu.

Dia tak ingin membuatmu khawatir.

Dia juga tak memberitahuku.

Anakku yang malang.

Pasti berat menghadapi ini sendirian.

Hong-jo.

Hong-jo.

LEE HONG-JO, DIVISI RTH

Hong-jo.

Kau di dalam?

Hong-jo.

Aku cemas. Ponselmu berdering, tapi tak diangkat.

Aku sedang berbaring.

Ada apa? Kau sakit?

Boleh…

Boleh aku minta tolong?

Obat pereda nyeriku habis,

tapi aku tidak kuat membelinya.

Apa obat itu cukup?

Ya.

Aku hanya merasa kedinginan dan meriang.

Sebentar.

Aku membawa obat tidur.

Kau perlu tidur nyenyak.

Terima kasih.

Aku juga mencurigai Jae-gyeong.

Dia bisa ambil piamamu dengan mudah.

Aku mau bertanya.

Kenapa kau ada di taman tadi?

Untuk meninjau festival.

Kau meninjaunya secara langsung?

Sebenarnya, aku mengerjakan banyak hal lain.

Sin-yu bertanya

apa aku menyetujui pemasangan kamera CCTV.

Apa kau juga menyetujuinya?

Tidak. Dia tak bilang soal itu.

Aku menolak kamera CCTV itu.

Aku heran kenapa dia minta bantuan semacam itu karena mencemaskanmu.

Aku ingin membahasnya,

tapi dia cuti sakit, jadi aku tak bisa menemuinya.

Apa kau tahu alasan dia

mengambil cuti sakit?

Tidak.

Tidurlah sekarang.

Aku akan turun setelah kau tidur.

Turunlah dahulu.

Akan kupikirkan soal kamera CCTV itu.

Jika terjadi sesuatu,

beri tahu aku dahulu.

Baik.

Habiskan obatnya jika kau masih belum sehat besok.

Aku bawa kompres air hangat. Akan kupanaskan, lalu pergi.

JANG SIN-YU

Karena penyakitnya,

dia mungkin mengalami strok iskemik.

Area terdampaknya kecil saat ini, jadi dia segera pulih.

Ini hanya strok ringan temporer.

Dia sangat beruntung.

Kenapa dia tak siuman?

Sudah dua hari dia tidur.

Mungkin karena kelelahan atau stres menumpuk.

Akankah Sin-yu baik-baik saja?

Kubilang jangan katakan hal negatif.

Apa sakitmu parah?

Hong-jo?

Kemarilah.

Baik.

"Festival." Semuanya sudah aku edit.

- Terima kasih. - Ya.

KWON JAE-GYEONG

Bagaimana kondisimu?

Halo, Gyu-hyeon.

Ya.

Tidak. Ya.

Sin-yu. Kau sudah bangun.

Kau baik-baik saja?

Kenapa kau diam saja?

Lihat Ibu.

Kau mengenali Ibu, 'kan?

Jangan bicara yang bukan-bukan.

Sin-yu.

Apa yang kau rasakan?

Bisa duduk tegak?

Kau tidur lama sekali.

Ibu sangat khawatir.

Lihat Ibu. Ibu menua dalam beberapa hari.

Sekarang bukan saatnya mencemaskan wajahmu.

Pipinya jadi sangat tirus.

Wajahnya mungil sejak dahulu.

Dia mirip denganku dan kepalanya kecil.

Kepala kecil bukanlah hal yang patut dibanggakan.

Dahulu, kepala kecil itu berarti bodoh.

Perkataanmu itu

menyungging.

Yang benar "menyinggung".

GROOT

Kau di rumah sakit?

Kenapa tak baca pesanku?

Balaslah saat kau membaca ini.

GROOT

KAU DI RUMAH SAKIT? KENAPA TAK BACA PESANKU?

BALASLAH SAAT KAU MEMBACA INI

KAU DI RUMAH SAKIT? KENAPA TAK BACA PESANKU?

BALASLAH SAAT KAU MEMBACA INI

Sepertinya kau khawatir.

Tentu saja. Kau pikir aku tak khawatir?

Kau mengecewakanku.

Hal pertama yang kau cari bukan ibumu, ayahmu,

aku, atau Na-yeon,

tapi ponselmu.

Kau tak sibuk?

Itu tak penting.

Ayo main ski setelah kau pulang.

Ayo lihat salju bersama.

Pergilah.

Maksudnya? Maksudku kita pergi bersama.

Maksudku kau pergi sekarang.

Udaranya dingin. Pakailah baju hangat.

Kau mengirim banyak pesan.

Kau bilang hanya mau dihubungi lewat surel atau aplikasi pesan internal.

Semua ada pengecualiannya.

Kau melarangku mendekat.

Apa yang terjadi?

Aku tak ingat.

Apa penyakitmu makin parah?

Kau mengidap penyakit apa?

Sakitku karena AC.

Dingin sekali.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left