The first 200 lines.
"Semua tokoh, lokasi, organisasi, agama"
"Dan peristiwa dalam drama ini adalah fiktif"
"Kami memastikan aktor cilik yang tampil di episode ini"
"Aman dan diperlakukan dengan baik selama syuting"
"Episode 9"
Aku belum menikah dan tidak punya anak.
Aku tidak tahu bagaimana rasanya menjadi orang tua.
Jadi, aku sanggup melakukan apa pun.
Sentuh bayiku, maka aku akan membunuhmu.
Kamu yakin?
Kamu pikir kamu bisa berkelahi sambil menggendong bayimu?
Jangan bertingkah dan lakukan saja perintahku.
Jika kamu mendengarkanku, kalian berdua akan bisa hidup.
Suruh dia masuk.
Aku mengemas beberapa barang secara terburu-buru.
Ini popok. Ini baju bayi.
Dan aku punya mainan.
Kudengar kamu mungkin butuh bedak. - Kapten.
Di mana ayah bayi itu? - Kapten.
Apa yang kamu lakukan?
Dengar, Nak. - Jangan memanggilku seperti itu.
Siapa kamu? Apa identitasmu?
Kamu sudah tahu jawabannya.
Aku polisi yang menangkap penjahat.
Kamu mengaku sebagai polisi, tapi kamu bekerja untuk siapa?
Entahlah. Ada terlalu banyak orang yang berada di atasku.
Di mana Zi O?
Beberapa hari lalu, ditemukan mobil yang mengalami kecelakaan, bukan?
Ya. Mobil yang berisikan Ha Young Jae dan istrinya.
Orang tuamu.
Aku menelepon Yoo Chul.
Tapi kenapa kamu
dan pria itu muncul?
Apa Yoo Chul anggota geng ini?
Kami polisi, bukan geng. Kami satu tim.
Kamu juga anggota tim kami.
Kamu tahu bukan itu maksudku.
Kenapa itu penting? - Ini penting.
Aku tidak bisa menemukan ayahku selama lebih dari 20 tahun.
Tapi tiba-tiba dia ditemukan.
Aku harus tahu itu benar atau... - Itu benar.
Mereka benar-benar orang tuamu.
Seorang pendaki menemukan mereka dan menelepon polisi.
Kamu menelepon begitu berita itu ditayangkan di TV.
Kami lebih cepat daripada polisi, itu sebabnya kami tiba lebih dahulu.
Apa yang kamu maksud dengan "kami"?
Siapa "kita"?
Di mana Zi O?
Dia yang kamu incar, bukan?
Kamu berbohong kepadaku tentang orang tuaku, bukan?
Kamu merekayasa semuanya agar bisa memanfaatkanku untuk menemukan Zi O.
Kamu selalu ingin menangkap pelakunya.
Zi O adalah pelakunya. Kamu sudah tahu itu.
Tidak. Tidak mungkin.
Kamu tidak mau percaya atau sulit untuk memercayainya?
Adakah alasan kenapa Zi O tidak bisa menjadi pelakunya?
Ada apa? Apa dia ayah dari bayimu?
Tidak. - Lalu apa masalahnya?
Lupakan saja. Bukan apa-apa.
Ambil ini.
Tidak mudah mengambil ini dari ruang bukti.
Cobalah fokus pada keluargamu sekarang.
Kasus itu...
Tidak, kecelakaan itu...
Bagaimana kamu bisa membuktikan bahwa mereka adalah orang tuaku?
Kami punya KTP mereka. - Tidak, bukan itu.
Lalu apa?
Kamu ingin melihat jasadnya?
Lakukan tes DNA.
Kita akan bicara lagi jika ternyata mereka benar-benar orang tuaku.
Saat ini, aku tidak mau bicara.
Baiklah.
Mari kita lakukan itu. Aku yakin kamu merasa hancur saat ini.
Kamu pantas mengetahui jawaban atas pertanyaanmu.
Gu Reum ingin melakukan tes DNA.
Ancam bunuh bayinya. Maka dia akan mendengarkan kita.
Jika kamu menjadi terlalu dengki, kamu bisa mengacaukan semuanya.
Dia akan mengetahui kebenarannya dengan satu panggilan telepon.
Dia mempersulit keadaan.
Ini. Lakukan tes DNA.
Kamu memberikan foto keluarga itu kepadanya?
Ya.
Apa yang dia katakan setelah menerima foto itu?
Dia meminta tes DNA, bukan?
Ya.
Dia sangat mudah ditebak.
Tiap kali menemukan jasad,
dia sering mendatangi Profesor Oh
untuk memeriksa DNA mereka.
Sudah kuduga dia ingin melakukan hal yang sama lagi.
Ini.
"Bukti"
Kenapa kamu mencabut begitu banyak rambutnya?
Bukankah begitu?
Ini hasil tes DNA-nya.
"Hasil tes DNA"
Tertulis 99,99 persen dia adalah putri mereka.
Kamu sudah menyiapkannya?
Berikan kepadanya besok pagi.
Dan pastikan dia percaya bahwa Zi O membunuh orang tuanya.
Kamu harus membuatnya menderita agar bisa memanfaatkannya sesukamu.
Aku akan melakukan yang terbaik.
Tapi Gu Reum tidak memercayaiku setelah kejadian waktu itu.
Akan kuberi kiat tentang cara menipu orang.
Sebelum membohongi seseorang,
kamu harus membohongi dirimu dahulu.
Jika kamu berbohong dengan tulus, itu menjadi benar.
Kenapa kamu tidak melakukannya sendiri?
Orang seperti kami tidak terlibat secara langsung.
Tubuh hanya melakukan apa yang diminta otak.
Pergilah.
Hei, Bu Jung.
Kenapa kamu tiba-tiba meneleponku? Kamu membuatku takut.
Para bedebah jahat itu.
"Tidak berpenghuni"
Aku yakin ini tempatnya.
Zi O.
Astaga, di mana dia?
Astaga, kamu membuatku takut.
Bisakah kamu berhenti muncul seperti ini?
Ada apa? Tidak ada orang di sini.
Kenapa kamu ingin bertemu di sini, alih-alih di lingkunganmu?
Ada apa? Apa ada masalah?
Kamu bilang dia membayar semuanya sebelum meninggalkan rumah sakit.
Apa kamu yakin bahwa dia diculik?
Bagaimana jika dia hanya melarikan diri?
Jujur saja. Kita sudah terbiasa ditinggalkan.
Ini yang terbaik.
Jangan pernah mengejar wanita dan kucing saat mereka memilih pergi.
Tidak, dia pasti pergi dengan mereka karena bayinya.
Jangan mencoba berpikir logis.
Cobalah lebih emosional.
Pernahkah kamu ingin menjalani kehidupan yang layak?
Tidak.
Mustahil dalam kehidupan ini. Mungkin di kehidupan berikutnya.
Setelah bertemu Gu Reum,
dan punya bayi bersama,
untuk kali pertama, aku ingin hidup.
Itu juga memberiku keberanian.
Bagaimana jika kamu melupakan mereka saja?
Orang-orang itu sangat brutal.
Kamu bisa mati.
Aku tidak peduli.
Sial!
Kamu tahu pria dengan satu tangan hitam? Pria yang tampak menakutkan.
Dia bekerja dengan polisi.
Aku tidak tahu apakah semua polisi bekerja dengannya,
tapi kapten itu bekerja dengannya.
Dia mencoba membunuh Gu Reum.
Jika menemukannya, kita mungkin bisa menghubungi organisasi itu.
Aku akan menunggu di depan kantor polisi.
Kamu akan mengintai di depan kantor polisi
untuk menangkap polisi?
Izinkan aku meminjam mobilmu. - Tidak.
Aku akan membalas kebaikanmu. - Kubilang tidak.
Aku janji akan membalas jasamu. - Tidak mungkin. Tidak akan pernah.
Jangan menunggu di dekat kantor polisi saat polisi sudah mengenalmu.
Seolah-olah kamu meminta mereka untuk menangkapmu, dasar gila.
Hanya itu caraku.
Kamu punya aku, Berandal.
Polisi itu menerobos masuk ke rumahku
untuk mencarimu sebelumnya.
Aku tahu seperti apa rupanya.
Jadi, apa pun rencanamu,
aku saja yang melakukannya.
Tidak, aku tidak mau membahayakan dirimu.
Bayar aku nanti.
Dan bukan dengan materi.
Aku mengharapkan sesuatu yang besar.
Kamu ingat perkataanmu kepadaku dahulu?
Kamu bertanya apakah kita akan berakhir seperti ini
jika kita menerima bantuan saat tumbuh dewasa.
Aku juga ingin bertemu dengan putrimu.
Kita tidak punya keluarga lain.
Lagi pula, aku paman dari anakmu.
Paman.
Terima kasih, Won Yi.
Hei. Zi O.
Tapi jika tertangkap, atau nyawaku terancam,
aku akan dengan mudah mengkhianatimu.
Pertemanan dan kesetiaanmu penting,
tapi hidupku yang paling penting. - Dasar berandal.
Jangan lakukan hal berbahaya. - Baik.
Tapi apa kamu yakin
bahwa kamu tidak mau melupakan semuanya dan hidup sendirian saja?
Kamu selalu sendirian, jadi, aku bertanya untuk berjaga-jaga.
Kapan aku pernah sendirian?
Aku selalu memilikimu.
Astaga, itu menjijikkan.
Kamu menjijikkan. Jangan terlalu norak.
Aku akan menelepon setelah menemukan tempat penculikan yang bagus.
Jadi, bersembunyilah di dekat sini, mengerti?
Baiklah.
Apa ini?
Apa yang kulihat sekarang?
Dia penanggung jawab baru.
Aku yakin kalian saling mengenal.
Ada apa dengan kalian, para wanita?
Kamu meminta dia mengambil alih?
Tidak banyak yang bisa diambil. Ternyata kamu tidak berbuat banyak.
No comments yet. Be the first to leave one.