Enemies from the Past

Enemies from the Past (전생에 웬수들)

Download Indonesian Subtitle

Release info

전생에 웬수들-Forever Enemies E 08 NEXT
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton:):) Kunjungi www.sultankhilafsub.wordpress.com. Follow IG: @sultan_khilaf_sub:):)

Tags

other
Published on: 2017-12-07
Downloads: 11
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Kelas Memasak Jang Ok Ja"

"Episode 8"

Astaga, dia sungguh datang jauh-jauh ke rumahku?

Ini bagus. Kena kamu.

Yang benar saja.

Hei, keluar dari mobilmu!

Kamu mabuk?

Bisa-bisanya kamu mengemudi dengan begitu ceroboh...

Kamu, bukan?

Benar kamu.

Aku lega sekali.

Aku merasa bersalah meninggalkanmu seperti itu tempo hari.

Tidak bisa kupercaya kita bertemu di sini.

Kamu tidak pantas bilang begitu setelah merencanakan semuanya.

- Apa? Apa maksudmu? - Aku akan bertanya lebih dahulu.

Kamu tidak sadar penampilanmu lusuh? Kenapa aku?

- Apa? - Kamu begitu menginginkanku?

Kamu berpikir bisa mendapatkanku jika melakukan ini?

Apa maksudmu?

Kamu salah menyiapkan semuanya.

Seharusnya kamu memeriksa dahulu apakah aku pria gampangan.

Maaf, tapi aku tidak mengerti maksudmu...

Tinggi, lebih dari 165 cm.

Aku lebih suka seseorang dengan karier profesional.

Aku ingin seseorang bertubuh molek dan berwajah muda.

Seseorang yang hebat, seperti anggota keluarga terhormat.

Apa?

Seseorang yang karismatik, tapi menggemaskan.

Seseorang dengan selera berpakaian dan riasan yang bagus.

Singkatnya, aku ingin wanita yang bisa mengurus dirinya.

- Aku tidak mengerti... - Dan kamu tidak seperti itu.

Bukan kamu.

Jadi...

Jangan bilang, kamu berpikir aku menyukai...

- Tidak mungkin. - Lihat? Kamu hanya bisa tertawa.

Kenapa? Karena kamu ketahuan dan kini kamu malu.

- Hei. - Tidak apa-apa.

Ini sering terjadi kepadaku, jadi, aku sudah biasa.

Tapi aku juga tipe orang yang akan menyuruh orang sepertimu

untuk mengejar pria yang setara denganmu

daripada berpikir bisa menaklukkan pria hebat sepertiku.

- Hei. - Aku pria yang teguh

dan kamu tidak akan bisa menyentuhku sekuat apa pun kamu berusaha.

- Hei. - Jadi,

berhenti mengejarku seperti ini.

Jika tidak, aku bisa membalasmu

atas segelas air yang kamu siramkan kepadaku.

Kalau begitu, kuharap kita tidak akan bertemu lagi.

Kamu bahkan menjadi selingkuhan.

Tadi kamu bilang apa?

Kenapa kamu membeli selada hijau?

Warna selada merah memang bagus,

tapi jika dikombinasikan dengan gandum, pahitnya akan makin kentara.

Jadi, kupikir sebaiknya

menggunakan selada hijau karena rasanya tidak begitu kuat.

Kenapa Anda tersenyum?

Wanita muda itu.

Pegawai paruh waktu yang membantu membelikan bahan makanan.

Ya.

Aku melupakan hal-hal dasar,

tapi wanita muda itu berhasil menghilangkan rasa pahitnya.

Ya, tampaknya dia rajin dan bisa diandalkan.

Dia mengatakan sesuatu soal mengikuti kontes resep.

Sungguh?

- Tunggu. - Ada apa, Bu Jang?

Dia mengingatkanku pada seseorang.

Astaga, aku senang sekali.

Dia tidak akan menggangguku lagi jika tahu diri.

Tapi kenapa dia mengenakan celana olahraga saat menungguku?

Meskipun mengenakan pakaian rapi, dia tetap tidak punya kesempatan.

Dia tidak akan terlalu buruk jika mengenakan pakaian rapi.

Kamu bahkan menjadi selingkuhan.

Rasanya ada yang salah.

Aku terlalu kasar?

Baiklah.

Aku membutuhkan persimmon setengah kering, krim keju,

keju mascarpone, dan madu.

Pertama, aduk keju mascarpone, krim keju, dan madu

sampai rata dalam sebuah mangkuk.

Buang batang persimmon-nya.

Lalu buat lubang dan masukkan isinya.

Isi persimmonnya dengan campuran keju.

Letakkan persimmonnya di piring

dan bekukan dalam lemari es selama sehari.

Lalu potong tipis-tipis dan sajikan.

Persimmon keju yang mudah dibuat sudah siap.

"Potong tipis-tipis dan sajikan. Persimmon keju, sudah siap"

Semua sudah siap.

Kamu adalah impian dan harapanku.

Kita harus berhasil kali ini.

- Ya, Bibi. - Kamu sudah bangun?

Ya, Bibi juga bangun pagi rupanya.

Ibumu ingin pergi ke pemandian umum bersama.

Omong-omong, Go Ya,

semalam bibi memikirkannya.

Kami tidak boleh ke sana lagi?

- Ke mana? - Ke balai desa.

- Apa? - Maksud bibi, Oh Na Ra

bukan anggota, instruktur, atau pegawai di sana.

Bibi yakin kami tidak akan berpapasan dengannya lagi.

Tidak boleh.

- Kenapa tidak? - Seperti kata Bibi,

banyak orang yang datang dan pergi.

Kita tidak bisa menjamin dia tidak akan ke sana lagi.

Itu benar, tapi bibi tidak yakin kami akan bertemu dengannya lagi.

Siapa yang tahu?

Kali terakhir, kita beruntung mereka tidak berpapasan.

Tapi bagaimana jika wanita itu berpapasan dengan ibuku?

Itu tidak boleh terjadi. Jika itu terjadi, ibumu akan...

Lupakan saja. Bibi pasti sudah gila.

Lupakan saja.

Astaga.

Satu-satunya kebahagiaanku hanya menyanyi di kelas itu.

Aku merindukan Pak Bang.

Aku juga merindukan teman-temanku.

Astaga, Oh Na Ra. Kenapa dia harus ke sana?

- Siapa? - Oh Na Ra.

Wanita itu tiba-tiba muncul di balai desa.

Apa Ibu bilang?

Apa?

Tadi ibu bilang apa?

Ibu barusan menyebut nama Oh Na Ra.

- Sungguh? - Ya, Ibu menyebut namanya.

Ibu bilang dia tiba-tiba muncul di balai desa.

Kenapa ibu tidak bisa mengontrol mulut ibu?

Apa? Ada apa?

Kamu tahu...

Sejujurnya...

Kamu tidak boleh memberi tahu siapa pun.

Sebenarnya, beberapa hari lalu,

ibu melihat Oh Na Ra di balai desa.

Bagaimana dengan Go Ya?

Dia tahu Ibu melihat wanita itu?

Ibu hanya memberi tahu dia.

Tae Ran.

Ya?

Kamu belum selesai?

Aku segera ke sana.

Ayo.

Kamu tidak sadar penampilanmu lusuh? Kenapa aku?

- Apa? - Kamu begitu menginginkanku?

Kamu berpikir bisa mendapatkanku jika melakukan ini?

Ini sering terjadi kepadaku, jadi, aku sudah biasa.

Tapi aku juga tipe orang yang akan menyuruh orang sepertimu

untuk mengejar pria yang setara denganmu

daripada berpikir bisa menaklukkan pria hebat sepertiku.

- Hei. - Aku pria yang teguh

dan kamu tidak akan bisa menyentuhku sekuat apa pun kamu berusaha.

Berhenti mengejarku seperti ini.

Kamu bahkan menjadi selingkuhan.

Kenapa dia bilang begitu kepadaku?

Mungkinkah...

Kamu mengambil mantelnya dari suamiku atau tidak?

Kamu ambil atau tidak?

Harganya 10.000 dolar.

Ya, aku mengambilnya.

Jadi, karena itu.

Dia berpikir aku mata duitan.

Astaga, dia pikir aku ini apa?

San Deul, kenapa kemari sepagi ini?

Kudengar ibuku melihat Oh Na Ra.

Kamu sudah mendengarnya?

Kamu berhasil menangkapnya kali ini?

- Tidak. - Gagal lagi?

Dia membuatku gila.

Aku tahu. Aku juga merasa mau gila.

Dia terlihat di sebuah kafe, gedung,

dan balai desa. Semuanya dekat dari sini.

Berarti dia di sekitar sini.

Hei, lupakan saja semuanya.

Aku cemas kamu bisa sakit.

Dia selalu membuatmu kesal.

Coba pikirkan. Apa yang akan kamu perbuat setelah menangkapnya?

Aku harus menemukannya

untuk menemui ayahku.

Ayahmu?

Jadi, orang yang sebenarnya selama ini kamu cari

adalah ayahmu?

Aku mencarinya ke mana-mana, tapi tidak pernah mendengar kabar.

Tapi kemudian aku sadar.

Aku bisa menemui dia jika bisa menemukan wanita itu.

Lihat apa yang terjadi. Sejak berhasil menemukannya,

aku mendengar kabar dari para saksi.

Setidaknya ada saksi bermunculan.

Karena itulah aku tidak boleh menyerah.

Tidak, aku tidak akan menyerah.

Tapi kenapa?

- Kenapa ingin menemuinya sekarang? - Aku harus

mendapatkan sesuatu darinya.

Bagaimana kamu bisa begitu mahir?

Aku tidak begitu mahir.

- Kamu mahir. - Kamu hebat.

- Kamu mau lihat? - Ya, bagaimana kamu melakukannya?

- Seperti ini. Lakukan seperti ini. - Ya?

- Seperti ini? - Seperti ini?

- Seperti ini? - Benar.

Bibi, bagaimana perasaan Bibi?

Kini bibi baik-baik saja. Jangan cemas.

"Ji Seok"

"Tae Pyung"

Enemies from the Past subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Enemies from the Past

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left