Blind Chance (Przypadek)

Blind Chance (Przypadek)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Przypadek 1987 720p BluRay FLAC2 0 x264-IDE
A Commentary by ZIGOD
Subtitle berbayar diterjemahkan oleh agan The_Fobsos

Tags

BluRay
x264
720p
720
Published on: 2021-06-19
Downloads: 40
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

BLIND CHANCE

Ditulis dan Disutradarai oleh

Tulis.

17 - 9 = 8.

Bagus.

Seperti itulah ibumu menulis angka delapan.

Daniel!

Aku takkan pergi sejauh yang kukatakan.

Hanya ke Denmark. Aku akan mengabari dirimu.

Kusarankan kita memeriksa nama-namanya.

- Kubin. - Dia bukan masalah.

Dia dulunya apa?

Perdana menteri.

Tahun lalu dia mencium gadis di ruang ganti. Dia bisa dipindahkan.

Kamiński punya tiga F. Itu juga mudah.

Kemudian ada Długosz. Dia menteri kesehatan.

- Dia kehilangan ibunya. - Tapi dia mendapat nilai A.

Termasuk untuk perilaku.

Dia punya kualitas kepemimpinan. Dia populer.

Setubuhi dia dengan baik!

Ada apa?

Dia guru SD-ku.

Aku sangat membencinya.

Ini pertama kalinya kau memperhatikanku, 'kan?

Aku membelikanmu sepatu roda dan sepeda...

namun aku tak suka kau dapat nilai bagus.

Kau menyadari, 'kan?

Kau tahu apa yang benar-benar kusukai?

Ketika kau memukul guru kelas enammu.

Kau selalu dapat nilai buruk setelah itu.

Aku tak pernah suka pencapaian dalam hidup...

dan itu termasuk sekolahmu.

Kalian berdua masih di sini?

Kasia, ini putraku.

Witek.

- Aku cuma memiliki kamar ini selama sejam. - Aku harus menelepon.

Kenapa kau terus menelepon namun tak pernah mengatakan apa pun?

Halo? Witek?

Ya, Ayah.

Mereka membawa Ayah ke rumah sakit.

Ayah ingin kau tahu bahwa kau tak perlu...

- Aku harus melakukan apa? - Apa saja.

Ayah!

Ayahku.

Kau kencing atau muntah?

Kau beruntung kali ini.

Kau kehilangan pekerjaan?

Itu benar.

Kenapa?

Ayahku berpulang beberapa hari yang lalu. Ia ingin aku menjadi dokter.

Akan tetapi ia berubah pikiran ketika menjelang kematiannya.

Aku perlu waktu untuk berpikir.

Tentu saja.

Itu buruk sekali.

Kumismu ada susunya, Pak.

Apa kau buta, Bodoh?

Maaf!

Menjatuhkan uang dari tanganku!

Bir, tolong.

Tiket mahasiswa ke Warsawa.

Kau beruntung!

- Kau hampir melewatkannya. - Ya, hampir saja.

Turunkan kakimu!

- Apa aku boleh ke toilet? - Silakan.

Tapi jangan main-main.

Larilah.

Ini kesempatanmu.

Pakailah sepatu kets-ku.

Dia tak akan kabur?

Tidak.

Kadang kala orang tak akan kabur. Mereka tak berminat.

Kalau mereka memukulmu dengan keras

di tulang ini,

kau berjalan seperti ini seumur hidupmu.

Hal ini kian memburuk tiap harinya.

Aku mengaku di persidangan.

Tidak dengan cepat.

Namun...

aku memahami

bahwa aku harus mengakui

untuk sesuatu yang tidak kulakukan atau bahkan berpikir melakukannya pun tidak.

Dan Krystina...

saat itu menunggu...

di luar.

- Apa sudah kuberi tahu seperti apa dia? - Sudah.

Putih pucat.

Hal yang aneh tentangnya ialah

rambut berbulu halus

di bibir atasnya

dan di sekitar telinganya,

dan tangannya yang berlemak dan jelek.

Mungkin itu sebabnya aku berani mendekatinya,

karena kekurangan-kekurangan tersebut.

Tangan yang berlemak dan jelek itu.

Ia tak bisa melepaskan cincin kawinnya...

ketika Adam

ditangkap pada tahun '49.

Karena dia ditangkap,

kupikir dia pasti mata-mata, meski sebenarnya bukan...

dan aku menghabiskan satu tahun

mencoba menjelaskan itu pada Krystina.

Kemudian bersamanya aku pindah.

Apa kita sudah mencoba panggilan itu?

Iya. Tidak ada jawaban.

Dan hari ini?

Aku masih percaya.

Aku tidak tahu tentangnya.

Lalu, ketika aku juga ditangkap,

dia mulai ragu

bahwa dia benar-benar istri dari seorang mata-mata,

namun dia menuruti kata-kataku.

Tapi dia tidak percaya

bahwa aku juga menentang Partai dan Komunisme,

dan dia berhenti percaya pada Partai.

Dia hanya mempercayai dirinya sendiri.

Aku dan Adam berada di penjara yang sama.

Krystina akan datang mengunjungi kami.

Adam dan aku akan berpapasan.

Krystina lebih pucat dari sebelumnya.

Dia masih memiliki rambut halus

di bibir atasnya.

45-21-95.

Tanyakan Krystina.

Aku menelepon dari telepon umum.

Bolehkah aku bicara dengan Krystyna?

Katakanlah kau berasal dari Institut.

Aku dari Institut.

Ini aku. Kristyna?

Aku kembali hari ini, beberapa jam yang lalu...

tapi kau tidak di dalam.

Apa kau bisa tidur beberapa malam terakhir?

Apa itu?

Kulkas kosong karena aku pergi,

dan karena aku akan segera pergi lagi, aku belum membeli apa pun.

Tidak, aku tidak bisa makan sosis selarut ini.

Bagaimana?

Apa aku sudah menunjukkan fotonya?

Tidak, lagi pula kau mungkin akan bertemu dengannya suatu saat nanti,

dan ini adalah foto lama dari 30 tahun yang lalu.

Tapi kau tak boleh memikirkan hari-hari itu

secara nyata.

Keluar penjara tahun berapa?

Terlambat.

Mereka mulai melepaskan mata-mata pada tahun '54,

dan kami menyimpang

tak lama kemudian.

Ketika aku keluar...

mereka sudah kembali bersama selama satu tahun.

Dan apa yang terjadi padamu?

Mereka memberiku apartemen ini.

Aku sudah tinggal di sini sejak bebas,

dan aku mungkin takkan pernah pergi.

Dan di sini kau terus percaya pada semua itu?

Di sini...

seperti di tempat lain.

Justru mungkin karena aku di sini,

lebih mudah bagiku untuk percaya.

Di sini aku lebih tinggi derajatnya daripada orang lain.

Setelah berada di penjara...

aku tak pernah mau menjadi "lebih rendah" daripada orang lain,

meski aku ditawari kesempatan.

Aku meninggalkan penjara bersama orang-orang...

yang dapat melakukan sesuatu bagiku.

Tapi kau harus lihat apa yang terjadi.

Itu cukup sederhana.

Di mana kami tak berhasil...

mungkin kalian semua akan berhasil.

Kau, misalnya.

- Kau ingin selimut? - Iya.

Pergilah ke tempat tidur.

Aku mau duduk sebentar.

Ada selimut

di tempat tidur.

Aku punya beberapa.

Ayahku tiada 10 hari yang lalu.

Aku terlambat untuk melihatnya,

namun dia bilang ke dokter...

untuk memberitahuku bahwa aku tak perlu melakukan apa-apa.

Witek, kemari.

Ini Tuan Długosz.

Apa yang dia lakukan?

Dia ambil cuti dari sekolah kedokteran.

Kehilangan pekerjaan?

Ya.

Jadi kita sekarang tahu.

Lihat apakah kita bisa mulai.

- Apa kau baca ini? - Iya.

Bagaimana?

Aku setuju dengan apa yang kau tulis.

Kau menulis dengan baik.

Faktanya, cuma itu yang kau lakukan dengan baik.

Kita bisa mulai.

- Apa kau ingin mendengarkan? - Iya.

Werner akan pergi dalam tiga pekan.

Ya, barangkali untuk beberapa saat.

Kalau kau... butuh sesuatu,

datanglah temui aku.

Aku akan bicara kepada kalian tanpa catatan,

karena aku tahu apa yang harus kukatakan.

Aku berniat...

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left