The first 193 lines.
Ada seorang pangeran yang tampak lemah dan tidak berdaya.
Menyelamatkan seluruh negara dengan keberanian yang kecil.
Memiliki keberanian menghadapi kesulitan.
Keberanian untuk tidak pernah menyerah.
Keberanian untuk memercayai orang lain.
Sekarang, peti keberanian yang tidak diketahui akan segera dibuka.
Ranking of Kings
The Treasure Chest of Courage —
Setelah kehilangan takhta karena adiknya, Daida, Bojji memulai perjalanan.
Untuk menjadi pria terkuat,
Bojji belajar dari Despa di dunia bawah.
Selain itu, dengan bantuan Kage,
latihannya seharusnya berjalan dengan lancar.
Namun, tidak disangka...
Tugas Kage
Sudah hampir waktunya, mari kita panggil Tuan Despa.
Ah!
Ada apa?
Bojji, Tuan Despa tampaknya berteriak.
Ayo pergi.
Tuan Despa, ada apa denganmu?
Lihatlah.
Di sini.
Di sini!
Apakah ada yang menempel di wajahmu?
Ini adalah bintik cokelat.
Wajahku yang tampan ini bisa-bisanya ada bintik cokelat.
Setiap orang pasti ada bintik cokelat, 'kan?
Orang lain boleh memilikinya, tapi tidak di wajahku.
Seharusnya tidak boleh ada.
Aku sudah tidak bisa menemani Bojji berlatih lagi.
Mengapa?
Bukankah katamu akan membuat Bojji menjadi lebih kuat?
Tumbuh bintik cokelat mungkin karena kurang tidur akhir-akhir ini.
Aku harus tidur hari ini.
Apa? Bagaimana dengan pelatihan?
Bukankah sudah kubilang? Aku tidak ada waktu memedulikan ini.
Aku tidak bisa lagi.
Dengan wajah seperti ini, aku tidak bisa lagi keluar dari ruangan ini.
Jangan ucapkan kata-kata sedih seperti itu.
Adakah obat yang bisa menghilangkan flek?
Aku akan membelinya untukmu.
Seperti daging atau sayuran.
Oh ya, kudengar buah-buahan juga bisa mempercantik kulit.
Ya, aku sudah teringat.
Itu dia.
Jamur Horor mungkin bermanfaat.
Jamur Horor?
Itu jamur yang sangat ampuh untuk kecantikan.
Jika aku memakannya,
aku seharusnya bisa mengembalikan kecantikan asliku.
Kage, tolong gunakan ini untuk membelikanku beberapa Jamur Horor.
Baiklah.
Kau harus berlatih dengan Bojji seperti biasa.
Apa boleh buat.
Mari kita mulai.
Jamur Horor.
Di mana sebenarnya?
Paman.
Apakah menjual Jamur Horor?
Aku tidak punya jamur yang begitu berharga.
Di sini juga tidak ada.
Dasar, mengapa tidak ada di mana-mana?
Menyerah saja.
Barang itu biasanya tidak dijual di toko.
Karena memang tidak mudah untuk memetik Jamur Horor.
Berangkat dari sini dan lewati bukit, ada Hutan Berbahaya.
Jamur Horor bisa ditemukan di sana.
Namun, di dalam hutan itu
ditinggali sesuatu yang sangat berbahaya.
Begitu tertangkap olehnya,
kau tidak akan bisa melarikan diri dengan mudah.
Ini Demi Bojji.
Aku harus pergi ke sana.
Tolong jangan pedulikan payungku.
Sinar matahari langsung dapat menyebabkan flek pada wajah.
Meski tidak bisa melihat matahari di dunia bawah,
tapi aku tidak bisa menganggap enteng.
Jika tertangkap,
apa yang akan terjadi padaku?
Jangan menakutiku.
Apa yang terjadi?
Apa yang terjadi?
Apa yang terjadi?
Ia sudah muncul.
Gawat.
Aku harus bagaimana?
Apakah ia yang dimaksud sesuatu berbahaya itu?
Jika aku tertangkap olehnya, aku memang akan dimakan.
Nenek, apakah kau baik-baik saja?
Tidak apa, terima kasih.
Berkatmu, aku terselamatkan.
Ini masalah sepele.
Oh, ya, tahukah kau di mana Jamur Horor tumbuh?
Kau sedang mencari sesuatu yang begitu berharga.
Namun, maaf, aku juga tidak tahu.
Begitu, ya.
Aduh.
Perkakasmu patah.
Maaf, aku harus buru-buru.
Aduh...
Sepertinya kakiku terkilir.
Sakit.
Aku sudah tidak ada cara lain.
Aku pamit dulu.
Apa yang harus kulakukan?
Kakiku jadi seperti ini, bahkan tak bisa bersih-bersih sendiri.
Tenggorokanku juga tidak terlalu baik.
Jika rumah penuh debu, aku mungkin bisa mati tersedak.
Aku mengerti.
Aku akan membersihkannya.
Benarkah? Aku terbantu.
Kau melakukan pekerjaan dengan baik.
Sekarang seluruh ruangan telah berkilau.
Ini hanya masalah sepele.
Karena kau begitu pandai bersih-bersih,
seharusnya pandai mencuci pakaian juga, 'kan?
Benar, bagiku itu hanya masalah sepele.
Aku mencucinya dengan sangat bersih.
Mengapa aku mengerjakan hal-hal ini?
Nenek, bajunya sudah dicuci.
Aku harus segera pergi mencari jamur.
Oh, ya? Aku akan mengantarmu.
Tidak apa?
Betapa menyedihkan.
Aku yang sekarang ini
bahkan tidak bisa menanam tunas pohon yang kubeli sebelumnya.
Dingin sekali hari ini.
Kayu bakar juga hanya tersisa satu yang terakhir.
Jika ia terbakar menjadi abu,
takutnya aku akan mati kedinginan di sini.
Astaga!
Aku akan menyelesaikan semuanya untukmu.
Jika memang tidak bisa,
aku akan membungkus seluruh tubuhku.
Ini akan lebih efektif.
Aku menyiapkan banyak kayu bakar untukmu.
Baju juga sudah kulipat.
Ini seharusnya sudah tidak ada masalah, 'kan?
Ya.
Terakhir,
aku harap kau bisa membantuku memperbaiki ini.
Aku benar-benar tidak pandai mengenai ini.
Aku minta maaf.
Begitu, ya.
Kalau begitu, aku pergi dulu.
Aku harus segera mencari Jamur Horor.
Sekarang?
Itu mustahil.
Di luar sudah gelap.
Serius?
Kau sudah tidak bisa menghasilkan uang, sayang sekali.
Katamu menghasilkan uang? Apa maksudnya?
Bukankah kau ingin memetik Jamur Horor
dan menjualnya dengan harga tinggi di kota?
Aku tidak akan melakukan itu.
Sebenarnya aku
datang mencari Jamur Horor untuk temanku.
Ternyata begitu.
Tampaknya kau memang orang yang sangat baik.
Aku pergi dulu.
Kau harus istirahat dengan baik.
Tunggu sebentar.
Aku memanggang beberapa pai ekstra.
Bawalah pulang.
Terima kasih.
Sampai jumpa.
Eh?
Bukankah kaki nenek itu sakit?
Sudahlah.
Aku pulang.
Kau pulang telat sekali.
Bagaimana?
Apakah kau sudah menemukan Jamur Horor?
Mengenai itu...
Aku sudah mencari di sekitar kota, tapi tidak ada yang menjualnya.
Begitu, ya.
Kemudian, aku pergi ke Hutan Berbahaya.
Apa?
Hutan itu?
Aku bertemu dengan seorang nenek di sana yang diserang oleh seekor hewan buas.
Kemudian aku membantunya mengerjakan kerjaan rumah, jadi, pulang sangat larut.
Maaf.
Ini uang pemberianmu.
Kukembalikan padamu.
Sepertinya ada sesuatu aroma.
Nenek itu memberiku pai buatannya sebelum aku pulang.
Aroma lembut dan mulia ini yang terhirup oleh hidungku.
Tidak salah lagi.
Ini adalah
pai yang dibuat dengan Jamur Horor.
Apa?
Tidak disangka nenek itu malah memberikan Jamur Horor kepada orang lain.
No comments yet. Be the first to leave one.