Meteor Garden

Meteor Garden (流星花园)

Download Indonesian Subtitle

Specials

Release info

電影倉庫〜〜Meteor Garden E44
A Commentary by gudangfilmserial
ORIGINAL VIU

Tags

other
Published on: 2019-10-15
Downloads: 60
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 186 lines.

Shen Yue sebagai Dong Shan-cai

Dylan Wang sebagai Dao Ming-si

Darren Chen sebagai Hua Ze-lei

Liang Jing-kang sebagai Feng Mei-zuo

Wu Xi-ze sebagai Xi-men Yan

Hari ini hari besar yang patut dirayakan.

Dao Ming-si si raja iblis yang kebal maut ini, raja alam baka pun benci padanya.

Dia ditendangnya keluar dari alam baka.

Patut dirayakan. Ayo minum.

Tunggu.

Lukanya masih belum sembuh total.

Aku rasa kalian bukan sahabat yang baik tapi jahat.

Satu gelas bir tak mungkin bisa menjatuhkan Dao Ming-si yang tiada tandingan ini.

Kita harus pastikan apakah A Si sudah benar-benar pulih atau belum.

Jika dia minum bir ini tanpa ada masalah, maka kami tak usah khawatir lagi.

Aku saja.

Bir yang pahit, pedas dan asin ini, bagaimana kalian sanggup meminumnya?

Dasar bodoh. Bukan caranya begini untuk jadi pahlawan. Belajarlah.

Jangan membuat masalah untuk yang lain.

Kurasa kamulah si tukang buat masalah.

Kali ini kalau kamu masuk rumah sakit lagi, aku tak mau lagi merawatmu.

Apa kamu lupa tata cara memperlakukan pacar?

Cukup. Apakah kalian tak bisa melanjutkan kemesraan kalian di rumah saja?

Baiklah.

Pokoknya terima kasih.

Aku akan hidup baik-baik untuk membalas budi baik kalian.

Meski kita sudah lulus kuliah. Tapi aku yakin persahabatan kita takkan berubah.

Mari untuk keabadian persahabatan.

Mari bersulang./ Mari bersulang.

Minumlah ini. Ini enak./ Baik. Terima kasih.

Kemarin maaf.

Kamu datang ke tempat teh mencariku, aku tidak melayanimu karena sedang ada urusan.

Maaf./ Bukan. Akulah yang datang tanpa memberitahumu sebelumnya.

Aku yang merasa tak enak hati.

Jadi mulai sekarang kita masih berteman?

Menjadi teman itu sangat bagus.

Tiba-tiba kutemukan bahwa Xiao-you tetap semanis ini.

Entah apa yang sedang Xi-men obrolkan dengan Xiao-you.

Bukan urusan kita./ Kenapa bukan?

Aku tak mau tahu urusan orang lain.

Shan-cai, aku hanya ingin bersamamu.

Atau kita pergi dari sini./ Pergi dari sini?

Ini pesta selamatan yang khusus diadakan untukmu.

Tidak baik jika kamu pergi.

Justru karena pesta ini khusus untukku, makanya aku yang punya hak veto.

Sungguh mau pergi dari sini? Mau ke mana?

Sebuah tempat yang hanya ada kita berdua.

Meski sering memimpikanmu Namun tetap tidak mengerti

Di luar sedang hujan

Ini barulah tempat yang harus kamu tempati.

Tempat duduk khusus milik pacarku yang bernama Dong Shan-cai.

Kelak jika ingin cari perlindungan, datanglah ke tempatku.

Jangan frustrasi seorang diri, jangan menanggung seorang diri.

Siapa milikmu satu-satunya

Aku bisa mendengar detak jantungmu. Bagus sekali.

Bisa merasakan kamu hidup dengan baik, bagus sekali.

Dao Ming-si.

Seperti anak kecil

Sungguh aku...

Sungguh takut sekali.

Aku benar-benar super tolol sejagat raya.

Mengapa harus tunggu saat kamu sekarat,

...barulah aku tahu betapa aku sangat mencintaimu.

Aku tak ingin lagi kehilanganmu.

Kamu terlalu menilai tinggi dirimu.

Maksudku hanya aku yang pantas menyandang gelar super tolol sejagat raya.

Kamu paling si tolol tingkat pemula.

Beraninya menertawaiku.

Kenapa? Tak apa-apa,'kan? Sakit tidak?

Apakah jahitan lukanya terbuka lagi? Kamu tak apa-apa,'kan?/ Tak apa.

Sungguh tak apa-apa?/ Kamu raba lagi, maka akan sungguh ada apa-apa.

Bisakah kamu serius sedikit?

Tak bisakah kamu bersikap diam dipeluk aku sebentar?

Entah mengapa aku selalu merasa berhutang sesuatu padamu.

Apa ada? Kamu tak berhutang apapun padaku.

Sebelumnya kamu bilang tangga-tangga yang kamu panjat lebih banyak dari bayanganku.

Sebenarnya jika kamu tak bilang, aku juga tahu.

Tengah malam kamu seorang gadis menaiki tangga-tangga di gedung.

Hanya karena ingin membantuku mencari jawaban. Hatiku sangat tersentuh.

Aku sendiri yang ingin tahu jawabannya. Jangan merasa kamu berhutang sesuatu padaku.

Begini saja, untuk menyatakan rasa terima kasihku,

...katakan saja apa yang ingin aku bantu lakukan untukmu.

Pelayanan berupa satu set yang komplit?

Apa?

Aku bercanda.

Begini, aku bergabung dalam klub seni teh di kampus kami.

Awalnya karena aku ingin lebih memahamimu.

Tapi kini aku dapati bahwa dunia teh sangat menarik.

Bisakah kamu bantu aku satu hal?

Bagus sekali kamu bisa datang jadi pengganti guru klub.

Saat mendengar ada guru baru, kami semua sangat antusias.

Oh ya, gadis-gadis klub ini pada sangat antusias.

Mereka pasti amat senang melihatmu.

Sebelah sini.

Aneh, kenapa pada hilang?

Tak apa. Sekalipun gadis-gadis klub sini adalah orang yang bisa menghilang diri,

...aku tetap bisa menjelaskan pelajaran padamu dengan baik.

Kakak kelas, beli cemilan sebanyak ini, apa bisa habis?

Cemilan ini tiap kali selalu habis disambar semua. Kadang sampai tak cukup.

Anak gadis kalau makan cemilan dan manisan, lain lagi lambungnya.

Kami pulang.

Xiao-you, siapa si tampan ini?

Dia guru yang kubawa kemari, dia seorang temanku. Namanya Yan Xi-men.

Kemarin kamu bilang mau kenalkan pacar pada Kakak Yi-fen, inikah orangnya?

Ada apa ini?/ Entah.

Xiao-geng, lama tak jumpa.

Xiao-geng?

Lama tak jumpa.

Rupanya Kakak Yi-fen sudah kenal si tampan yang keren dan mengerti teh ini.

Pantas dia tak suka pada lelaki lain.

Seribu tahun lebih lalu orang Jepang menyukai budaya Dinasti Tang.

Maka diutusnya seorang untuk belajar.

kemudian dibawanya budaya teh persembahan dan teh derma ke negeri Jepang.

Rupanya Kakak Yi-fen adalah Xiao-geng.

Arti teh persembahan dan teh derma adalah daun teh milik sendiri yang diletakkan...

...di punjung pinggir jalan untuk dibagikan pada pejalan kaki yang haus, menjalin jodoh yang baik.

Menandakan bersedia berbagi teh yang baik dengan orang asing.

Ini merupakan sebuah tingkatan.

Baik. Sekarang akan kuperagakan cara seduh teh.

Siapa dari kalian yang bersedia jadi asistenku?

Aku./ Guru, aku saja. Tempatku paling dekat dengan guru.

Kakak kelas pengertian dan humoris, manis lagi.

Pantas Xi-men tak bisa melupakannya.

Pilihlah aku./ Pilih aku.

Aku membawa Xi-men kembali ke sisi kakak kelas.

Apakah aku sudah ada firasat?

Geng Yi-fen, tarik nafas dalam.

Aku rindu kamu yang paling peduli padaku

Belajar melepaskan dan pergi meninggalkan.

Jangan mengenang orang yang tidak mencintaimu.

Akulah yang paling mencintaimu

Bertahun-tahun ini, kamu sudah berjalan keluar.

Apakah juga sedang merindukan aku?

Aku seorang diri melakukan mimpi dua orang

Saat rindu padamu

Sudah bertahun-tahun.

Mengapa...

Mengapa aku masih begitu suka padamu?

Aku akan seorang diri melakukan mimpi dua orang

Budaya teh Tiongkok sangat luas dan dalam.

Daripada memahami, lebih baik cicipi tehnya.

Silakan.

Terima kasih.

Bagaimana? Enak diminum?

Tampan sekali.

Ditanya enak minum tidak, kamu jawabnya tampan apaan.

Tiga orang ini./ Memang sangat tampan./ Ya.

Kakak kelas.

Ternyata kamu adalah Xiao-geng.

Aku pernah dengar tentangmu dari Xi-men.

Kurasa pasti cerita tentang kebodohanku.

Bukan. Sebenarnya Xi-men...

Xiao-geng, senang sekali bertemu denganmu lagi.

Sudah lama kita tidak kumpul-kumpul.

Nanti kamu ada kelas?

Ayuk kita keluar untuk mengobrol.

Xiao-you ikut juga.

Xiao-you juga ikut?

Aku masih ada kelas. Kalian pergilah./ Sungguh tak mau ikut?

Aku ingin sekali. Tapi lain kali saja.

Kami pergi.

Sampai jumpa./ Sampai jumpa.

Sudah lama tidak bersamamu melangkah di jalan ini.

Sekarang sudah berani jalan seorang diri. Dulu di sini tak ada lampu jalan.

Tiap malam kalau pulang sekolah, kamu selalu minta aku pulang bersamamu.

Sok keren lagi, katanya untuk melindungi anak perempuan.

Jelas kamu sendiri yang takut gelap./ Sekarang mau saling buka aib lama?

Ingat dulu siapa mau ke atap rumah petik buah?

Jatuh dari tempat setinggi ini./ Sama sekali tak terluka.

Sebenarnya aku tahu, aku bisa tak terluka secara ajaib,

...karena ada kamu yang melindungiku.

Aku menyesal sekali.

Aku tak tahu mengapa harus minta kamu pergi ke atap gedung itu.

Jika kamu tak pergi, aku akan bilang selamat tinggal.

Aku penakut dan serakah, tak berani menghadapi jawabanmu.

Aku yang harus minta maaf.

Jika waktu itu aku pergi ke atap gedung. Hubungan kita...

...takkan seperti ini.

Xiao-geng, bisakah beri lagi aku kesempatan untuk menebusnya?

Biarlah sekali lagi kita pergi ke atap gedung itu.

Kita ulang dari awal.

Ada masalah?

Sepertinya aku telah melakukan satu hal yang amat aneh.

Aku membantu Xi-men menemukan cinta pertamanya.

Bahkan aku membantu mereka bersatu kembali.

Kakimu sakit tidak?

More Indonesian subtitles for Meteor Garden

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left