The first 200 lines.
Angin dingin tak baik untukmu.
Kak Ji-won.
Kau masih sangat cantik.
Takkan kumaafkan jika kau meninggal.
Jangan lupa kau punya aku.
Kau harus berumur panjang bersamaku.
Terima kasih.
Aku sial dalam pernikahan, tapi aku senang memilikimu.
Kenapa kau bilang begitu?
Kak Min-hwan itu suami baik.
- Dia berselingkuh. - Apa?
Dia kirim pesan "aku cinta kau" dan "aku rindu kau."
Lalu langsung dia hapus.
Aku yakin itu salah kirim.
Jangan sensitif.
Kau mau aku bicara dengannya?
Tidak usah. Aku hanya butuh kau.
Aku juga hanya butuh kau.
Mari pikirkan hal-hal baik saja. Setuju, Belahan Jiwaku?
Bu Kang Ji-won, waktunya ke ruang transfusi.
Obat ini tidak akan sakit sama sekali.
Kau akan lebih baik begitu selesai.
Jangan pernah menyerah.
KEMOTERAPI
TANGGAL 12 APRIL 2023
Aku tidak ingat kali terakhir aku bahagia.
Namun, kenapa begitu kurindukan?
Aku diberi waktu enam bulan.
Dua belas bulan jika ada keajaiban.
Kini semuanya percuma.
Kerja bagus. Kau tampak begitu cantik.
Kau cantik sekali.
Aku memilih gaun yang tepat untukmu!
Lupakan saja. Kini kau bagian dari keluarga kami.
Kau putriku.
Kasihan sekali.
Bukan salahmu kau tidak dapat disiplin keluarga yang baik.
Sebagai ibumu, aku yang akan ajarkan.
Gadis malang.
Min-hwan itu generasi ketiga keluarga yang hanya punya putra.
Tiga generasi!
Beraninya kau memutus itu?
Maafkan aku.
Aku menerima gadis tak berguna sepertimu. Kenapa kau tak bisa punya anak?
Kau itu bisanya apa?
- Ibu, sabarlah. - Lepaskan.
Mubazir sekali. Duduklah. Kenapa Ibu sangat marah?
DUGA HOLDINGS
Apa? Kau mengundurkan diri?
Aku akan menekuni saham.
Kau ingat Roijental? Lihatlah.
Beberapa perdagangan lagi, hidup kita akan berubah.
Tapi aku tak bisa melakukannya karena bekerja.
Aku tak bisa begitu.
Kita punya cicilan bulanan!
Kita seharusnya diskusikan ini!
Hei! Kau bercanda, ya?
Buat apa aku mendiskusikannya denganmu?
Ibu!
Apa menurut Ibu aku akan berhasil dan sukses besar?
Tentu saja. Putra Ibu bisa apa saja.
Masalah di rumah? Apa semua harus tentangmu?
Semua orang di sini punya masalah di rumah.
Inilah sebabnya wanita bersuami tak seharusnya bekerja.
Apa yang kau lakukan?
Maafkan aku.
Katamu mau perbaiki kuncinya hari ini.
Apa aku gelandangan?
Bekerja lembur setiap hari
bukan berarti pekerjaanmu bagus.
Kau begitu sibuk karena kau payah dalam bekerja.
Tahu dirilah.
Kau tidak dengar suara mesin cuci?
Aku menyalakannya
- agar kau bisa keluarkan... - Astaga.
Hei!
Aku bekerja seharian dan baru saja duduk.
Aku tidak mau.
Kanker lambung stadium empat.
Kondisimu sudah parah.
Kasihan sekali.
Putraku yang malang.
Kenapa kau menikahinya?
Inilah sebabnya harus hati-hati memilih orang.
Kupikir keadaan akan membaik. Kenapa aku sial sekali?
Ibu, jika Ji-won menderita kanker,
siapa yang akan memasak?
Kau terlalu baik! Kenapa memikirkan itu?
Orang perlu bekerja untuk mengatasi penyakit.
Teknologi sudah canggih. Dia akan baik-baik saja.
Benar, 'kan?
Jangan beri tahu kantormu. Bekerjalah sampai tidak mampu.
Jangan coba bersikap emosional mentang-mentang kau sakit.
Itu menjengkelkan!
Tak bisakah langsung diangkat saja?
Tenang saja, ada teknologi.
Kanker itu sekarang urusan sepele.
Terapinya sudah selesai.
EPISODE 1
Jangan pikirkan soal perselingkuhan suamimu.
Lebih baik tanpa suami ketika sudah tua.
Kau tidak sehat. Jangan pikirkan hal-hal yang buruk.
Kau punya teman yang baik.
Dia sangat cantik dan baik.
Kau benar. Aku punya teman yang baik.
Dia juga pekerja yang baik.
Dia manajer di U&K.
Itu kantor tempatku bekerja.
Sejujurnya, kekuranganku banyak.
Sayang!
Tapi hanya Su-min yang tetap menemaniku.
Dia selalu begitu
dan akan selamanya begitu.
Bu Kang Ji-won?
Begini...
Walimu harus datang jika ingin melanjutkan perawatan.
Mereka harus membayar atau membawamu pulang.
Maafkan aku.
Tolong diselesaikan hari ini.
Nomor yang Anda tuju...
Jawablah.
Nomor yang Anda tuju...
Kau mengambil depositonya?
Jawab teleponnya.
Kumohon. Jawab teleponnya.
Kau berhenti bekerja setelah kita menikah,
jadi, aku harus cari nafkah, tapi sudahlah.
Tapi minimal bayar biaya rumah sakit.
Jawab teleponnya.
PUSAT MEDIS PYEONGAN
TAKSI KOSONG
Heungma-dong, Vila Haeyeong.
Astaga. Kau pasti sangat sakit.
Kau akan membaik.
Musim semi telah tiba.
Aku tak akan membaik.
Aku sekarat.
Jangan begitu.
Jangan mengatakan hal buruk begitu.
Dokter yang bilang.
Itu benar.
Tidak ada gunanya hidup.
Kenapa bilang begitu?
SERTIFIKASI SOPIR TAKSI CHOI NAM-HYEON
Ayahku sudah meninggal.
Aku tak punya saudara.
Suami tak bisa diandalkan.
Bukan.
Lebih baik jika tidak punya suami.
Maka...
aku tidak akan punya utang dan bisa membayar biaya rumah sakit.
Kau harus mengikuti jalanmu sampai akhir agar tahu pasti.
Maaf. Jalannya bukan yang ini.
Aku akan membawamu melewati jalan yang bagus. Percayalah.
Lihat, 'kan? Kita sampai.
Apa kubilang?
Jalan yang kau tahu bukan satu-satunya.
Ada jalan lain.
Jalan yang mungkin lebih baik.
VILA HAEYEONG
TOTAL 9.600 WON
Terima kasih.
Tunggu sebentar.
Bu?
Ini hari terakhirku jadi sopir taksi.
Ambillah. Anggap ini uang saku dari ayahmu.
Kau akan segera sehat lagi.
Kau akan sibuk, menghasilkan banyak uang.
Kau akan bertemu seseorang
yang rela berkorban untukmu dan hidup bahagia.
Jangan, kau tidak perlu begini.
Ambillah!
Kau menyakiti tangan orang tua!
Tapi menurutku kau sangat pintar, Sayang.
Bagaimana bisa terpikir soal asuransi kanker?
Ayahnya meninggal karena kanker.
Ji-won makin kurus.
Kupikir sudah waktunya, jadi, aku daftar asuransi.
Luar biasa. Kau pandai sekali.
Nilainya satu miliar won?
Ya, jika Ji-won meninggal.
Aku sudah cairkan asuransi diagnostik dan membelikanmu tas desainer.
Sisanya kubelikan saham untuk membelikanmu tas lebih bagus.
Kau baik sekali.
Ayo beli rumah saat Ji-won meninggal.
Boleh juga.
Tapi dia bertahan lebih lama dari yang kukira.
Aku bahkan tak menyuruhnya ke dokter setelah daftar asuransi.
Dia gigih.
Mungkin aku akan mengajak dia keluar dan mendorongnya jatuh.
Jangan. Bagaimana kalau kau juga jatuh?
Kenapa? Aku bisa dorong dengan lembut.
Tidak ada yang tahu.
Dia sebenarnya makan apa? Kenapa dia begitu gigih?
Kau harus makan yang dia makan.
Tidak perlu. Aku sudah kuat.
Dasar bajingan gila!
Ji-won?
Sayang, kau tak apa-apa?
Muntahkan!
No comments yet. Be the first to leave one.