The first 200 lines.
Wajah itu...
Wajah yang benar-benar buatku muak!
Tenangkan dirimu, Shinichi.
Kalau kau tak bisa kendalikan emosimu, bisa gawat jadinya.
Ya, aku tahu.
Sebenarnya, ada banyak yang ingin kubicarakan dengan kalian,
tapi, aku merasa sangat tak enak mengatakannya,
jadi, aku persingkat saja.
Sampai detik ini, aku sudah habisi sebanyak 38 nyawa.
Dominannya sebagai mangsa,
tapi, aku yakin di antara rekanku yang lain, jumlah yang kuhabisi terbilang paling sedikit.
Dan untuk melengkapinya, aku pun mengonsumsi makanan manusia.
Dengan kata lain,
parasit bisa bertahan tanpa harus memangsa manusia.
Aku pun sudah banyak meneliti soal umat manusia.
Baik tentang arti keberadaan kami bagi manusia,
dan juga arti keberadaan manusia bagi kami.
Lalu, yang bisa kusimpulkan dari data itu adalah,
"Manusia dan parasit, bagai pinang dibelah dua."
Kami dan manusia merupakan satu famili.
Kami adalah keturunan umat manusia.
Apa katamu?
Maksudmu apa?
Yang benar saja!
Ya sudah, lupakan saja.
Mungkin, karena kau sulit memahaminya karena masih punya emosi manusia.
Ingatlah satu hal,
kami ini lemah.
Kami adalah makhluk yang butuhkan inang untuk bertahan hidup.
Jadi, tolong jangan sakiti kami.
Jangan sakiti?
Justru kebalikannya!
Kalian berdua adalah makhluk hidup yang istimewa.
Karena itulah, aku ingin kita saling bertukar pikiran.
Selain itu, aku punya nasihat untukmu.
Orang yang bernama Gotou, lelaki yang mengejar kalian baru-baru ini...
Jangan pernah sekali-kali melawannya.
Kalau sejak awal bukan Miki, melainkan Gotou langsung yang hadapi kalian,
aku yakin kalian takkan bisa menghirup napas segar lagi.
Bisa jadi.
Dia adalah salah satu rekan lemahku yang kubuat dari hasil penelitianku,
tapi, dia tak terkalahkan.
Perkataanmu barusan sangat berbanding terbalik.
Dia bisa tertawa?
Lalu satu lagi, sang wali kota, Hirokawa...
Shinichi Izumi?
Kalau tak salah, dia itu detektif yang namanya Hirama.
Berarti, mereka yang mengepung tempat ini adalah polisi?
Sekilas, mereka memang terlihat seperti ibu yang menggendong anaknya,
dan seorang remaja yang ditetapkan sebagai saksi mata mayat parasit,
tapi, tak ditetapkan sebagai tersangka.
Sekalipun kami lihat mereka berdua di sini secara terpisah sesaat setelah pembunuhan,
aku pasti takkan seyakin sekarang.
Shinichi Izumi.
Ternyata, memang ada sesuatu darinya.
Lalu, dia...
Si Parasit, Reiko Tamura!
kalian tak sadar bahwa sebagai manusia, kita diberi banyak berkah
you guys do not notice that we are gifted just by being humans
kita adalah predator alami
we are absolute predators
kita pun tak mempunyai musuh
we do not even have any enemies
mungkin ada hewan lain yang memerhatikan kita
maybe there are other animals watching us
dan suatu saat berpikir, "kita akan kalahkan mereka"
and thinking that someday "we will beat them down"
Parasit
ZainuddinAri
mempersembahkan
Parasit
ZainuddinAri
mempersembahkan
Parasit
ZainuddinAri
mempersembahkan
Parasit
ZainuddinAri
mempersembahkan
Parasit
ZainuddinAri
mempersembahkan
Parasit
ZainuddinAri
mempersembahkan
Parasit
ZainuddinAri
mempersembahkan
Parasit
ZainuddinAri
mempersembahkan
Parasit
ZainuddinAri
mempersembahkan
Parasit
ZainuddinAri
mempersembahkan
Parasit
ZainuddinAri
mempersembahkan
Parasit
ZainuddinAri
mempersembahkan
Sang Bidal
oh, kita punya otak 'tuk berpikir keras
oh, we have the brains to think hard
Sang Bidal
Parasit
Parasit
ZainuddinAri
mempersembahkan
Sang Bidal
ZainuddinAri
ZainuddinAri
mempersembahkan
mempersembahkan
Parasit
Sang Bidal
ZainuddinAri
mempersembahkan
Parasit
Sang Bidal
Parasit
Sang Bidal
Parasit
Sang Bidal
Parasit
Sang Bidal
Parasit
Sang Bidal
Parasit
Sang Bidal
Parasit
Sang Bidal
Parasit
Sang Bidal
Parasit
Sang Bidal
Parasit
Sang Bidal
dengan berpakaian sesuka kita
wear our favorite clothes
tak ada lagi keraguan menjadi manusia
we are at no doubt human beings
akan banyaknya kehidupan kecil
many small lives
takdir mereka saat lahir adalah mati untuk orang lain
they were born with the fate of dying for someone
bayi manusia
a human baby
kapankah mereka 'kan mengetahui
when will they find out
di saat semuanya dilahirkan, maka kitalah
that at the point they were born, we are
sang penguasa bumi?
winners of earth
ah, diriku menangis seorang diri
aa hitori naiteita
karena dirimu di sampingku, terasa begitu jauh
tonari no kimi ga tooikakeru
maka dari itu, kujalani hidup ini
dakara bokura yorisoi ikiru
segemerlap mungkin
kirameku made
untuk apa aku hidup selama ini?
for what have I been living for?
kapan 'kan kutemukan jawabannya?
when will I find out the answer?
jawaban yang hanya untukmu
an answer that is only for you
akan jadi apa diriku di lingkungan sekitarku kelak
what will myself and (the) first scenery I saw
Melebihi Seorang Manusia
Baju yang dipakai bayinya ada sedikit bercak darahku.
Tahan!
Jangan bergerak lebih dekat lagi!
Nona Tamura.
Anda Nona Reiko Tamura, 'kan?
Bukan.
Anda yang barusan membunuh pria bernama Kuramori!
Aku tak kenal.
Biar kutanyakan pada yang satunya.
Nak Ikeda!
Kenapa kau ada di sini?
Sebelumnya, kau pernah bertemu denganku.
Kau tentu mengingatnya, 'kan?
Kalau kau adalah Nak Ikeda yang pernah bertemu denganku,
kau pasti bisa sebut siapa namaku.
Siapa namaku, Nak Ikeda?
Anda sendiri, apa sudah lupa siapa namaku, Pak Hirama?
Tak salah lagi, dia adalah manusia.
Lalu, kelihatannya Anda tenang sekali, Nona Tamura.
Kelihatannya Anda salah orang.
Kalau dalam jarak sedekat ini,
benda ini pun pasti bisa membuktikannya.
Sudah cukup bercandanya!
Apa kalian semua masih waras?
Mohon maaf kalau memang aku yang salah,
tapi, tak ada cara lain lagi.
Aku pun tak bisa ambil risiko dengan mendekati Anda.
No comments yet. Be the first to leave one.