The first 200 lines.
m 0 0 l 0 26 l 28 26 l 28 0
m 0 0 l 0 26 l 28 26 l 28 0
Aku menghelas nafas berat
fuufuu kaze yomu koko wa nan'nan darou
Kira-kira tempat ini namanya apa?
Di mana denyut nadiku berada?
kodou no yukue doko nanda
Kukumpulkan tenagaku
furishibore
Pastinya ku akan galau
mayotte touzen darou daremo ga teni sun'nara
kalau semua bisa mendapatkannya
tapi itu tak perlu lagi
imi ga nai kara na
Karena aku baru akan
madamada kore kara
Berjuang sampai tetes keringat terakhir
Last itteki made
Diombang dan ambingkan- oleh angin yang lemah
okubyou kaze ni yurayura yuragu
Ku yakin kalau kubisa- pikirkan jawabannya
atama no naka de sa kotae dasu na yo
Saat kaki ini melangkah- ke puncak jauh di sana
ugoke kono ashi choujou wo fume
Api yang redup ini- menyala dalam hatiku
kokoro ni tomoshita yowamushi na honoo
Aku yang dihancurkan- oleh angin yang lemah
okubyou no kaze de barabara ni naru
Meski saja tubuh ini akan- tercabik-cabik olehnya
tatoe kono karada hikichigirete mo
Ku 'kan melaju ke puncak- lebih cepat dari siapapun
dareyori mo hayaku choujou wo fume
'Kan kubakar semangatku- dengan usahaku sendiri
kokoro wo moyashita jibun jinshin de
Api yang redup ini- 'kan membuat rintih kayuhku
unare kono ashi choujou koero yowamushi na honoo
melampaui puncak tertinggi
Sprint sebelum garis finish itu seperti 100 meter sprint pada akhir marathon.
Pertempuran Habis-Habisan
Pertempuran Habis-Habisan
Dengan memaksa tubuhmu sampai batasnya, untuk melaju secepat mungkin.
Bahkan berlatih sprint di akhir balapan sangatlah sulit.
Mereka semua kuat.
Mereka berlima melaju dengan mendorong tekad dan tubuh mereka masing-masing.
Tapi...
Dalam antara mereka, yang menang dan yang kalah akan ditentukan.
Itu garis finish! Garis finish!
Aku tidak boleh keluar di tempat ini.
Aku akan pergi ke turnamen Nasional untuk mengalahkan Midousuji.
Aku harus ikut!
Aku akan mengikuti mereka!
Aku akan mengikuti mereka!
Kali ini pasti tak 'kan kulepas!
Kami akan melewati garis finish. Kami sudah berjanji.
Tak akan kuserahkan pada mereka!
Minggir! Jangan mengahalangi!
Sprinter adalah keahlianku...
Jika tidak kulakukan sekarang, tidak akan sempat!
Mereka masih saling menyusul!
Tiga puluh meter lagi!
Siapa yang akan menang?!
Apa anak kelas satu duluan atau kelas dua duluan?!
Balapan memang kejam.
Sebesar apa pun emosimu,
atau sedalam apa pun pertemananmu,
bukan berarti itu tidak diperlukan untuk meraih kemenangnan.
Sebelum garis finish, pasti selalu ada perbedaan.
Lengah sesaat,
batas tubuhmu,
itu bisa merubahmu jadi orang yang menang atau yang kalah.
Itu semua bukanlah ditentukan oleh takdir.
Karena ada puncak yang tak bisa diraih!
Hebat. Jadi ini yang namanya sprint sampai finish...
Padahal mereka kehabisan stamina, tapi sebelum sampai finish,
mereka melaju seperti mengendarai motor.
Apa sepeda bisa melaju secepat itu?
Jika aku berusaha keras,
apa aku bisa mendekati mereka?
Jangan istirahat. Kayuh terus.
Kita masih belum menyelesaikan 1000 kilometer.
Dasar tidak mau kalah!
Tapi perkataan si songong benar.
Mereka memang tidak terlihat karena tikungan, tapi mereka pasti sedang mengejar kita.
Karena mereka itu keras kepala.
Jika sudah menempel, akan sangat merepotkan.
Walau mereka tidak bisa melewati kita, tetap tidak bisa istirahat.
Kau masih sanggup, Onoda?
Ya.
Kita akan perlebar jarak sejauh mungkin.
Jangan sampai kehilangan konsentrasi.
Ya.
Di tempat seperti ini kakiku...
Tapi kita tidak boleh berhenti.
Ayo.
Apa kau masih bisa berdiri, Aoyagi?
Aku masih sanggup.
Kita akan mengejarnya.
Sial! Sial!
Jangan diam saja, kaki.
Kenapa berhenti?!
Bergeraklah! Kita akan pergi!
Kita akan pergi ke Inter-High.
Bersama dengan Aoyagi.
Bersama Kak Tadokoro!
Itu sudah cukup,
Teshima, Aoyagi.
Kalian sudah bertarung.
Kalian sudah bertarung dengan hebat.
Jika kau tetap melanjutkannya, kalian akan cedera parah.
Tapi kami... kami...
sudah mempersiapkannya dan berlatih untuk ke Inter-High...
Dan Kak Tadokorolah yang mengajari kami...
Kak Tadokoro...
Kalian sudah bertarung.
Kalian sudah mengeluarkan semuanya sebelum garis finish.
Kalian bahkan mengabaikan posisi memimpin kalian dan bertarung sungguh-sungguh.
Kalian membuat pilihan yang tepat.
Orang yang lari dari pertarungan tak akan jadi semakin kuat.
Kalian membuatku gemetaran...
Dan kalianpun telah bertarung tanpa mengelak sedikitpun.
Sekarang istirahatlah.
Kalian masih punya tahun depan.
Kalian pasti masih bisa jadi semakin kuat.
Maafkan kami!
Maafkan kami...
Kak Tadokoro!
Hari ini berat sekali.
Tapi kita sudah menyelesaikan putarannya.
Jika begini mungkin bisa menyelesaikan 1000 kilometer.
Kau juga berjuanglah, Onoda.
Ya.
R. Pengobatan
Apa benar kalian keluar dari pelatihan, Kak?!
Itu benar.
Kami berdua kena salah urat.
Dengan kondisi ini kami tidak bisa menyelesaikan sisa 250 kilometer.
Apa mungkin itu terjadi sebelum garis finish?
Apa itu karena kami?
Pada balapan sering ada yang terluka, bukan?
Mundur di balapan karena terluka itu hal biasa.
Dan yang menantang duluan adalah kami.
Tapi, tiga putaran itu menyenangkan sekali.
Pertarungan sengit untuk ke Inter-High.
Dan tidak ada yang mau mengalah.
Naruko, Imaizumi, kalian benar-benar keras kepala.
Kupikir kami yang akan melewati garis finish, ternyata kita bersebelahan.
Aku tak menyangkanya.
Dan, Onoda, cara menanjakmu hebat juga.
"Mau sampai kapan dia secepat itu," seperti itu.
Itu harusnya melanggar aturan.
Tidak, mungkin hanya perasaanku.
Aku benar-benar kesal.
Saat aku bicara dengan kapten, dia memperjelasnya.
Sisa anggota yang ke Inter-High akan diisi oleh anak kelas satu.
Aku benar-benar kesal.
Rasanya seperti hatiku disayat-sayat.
Karena itu pastikanlah!
Untuk kami!
Untuk Souhoku!
Bawa Kak Tadokoro dan anak kelas tiga ke panggung!
Jika tidak sanggup, jangan pernah kembali!
Kau juga.
Ya!
Apa perlu kubantu?
Tidak, tidak perlu.
Pelatihan hari keempat.
Cuaca hujan.
Sial, rodaku jadi licin, rem pun tidak bekerja.
Padahal anak kelas tiga tepat di depanku, tapi aku tidak bisa melewatinya sekalipun.
Datanglah, Imaizumi.
Ikuti aku.
Balapan adalah olahraga di segala cuaca.
Hujan, berkabut, salju, berangin...
Bahkan pada cuaca yang sangat panas diadakan balapan.
Jika kau tidak bisa mengeluarkan 100% kemampuan di semua keadaan itu.
Maka kau berakhir.
Stamina, mental, kecerdasan, strategi, cuaca...
Semua faktor tersebut menentukan jalannya kemenangan balapan.
Itu adalah permanainan bertahan dingin dan kejam.
Melaju 1000 kilometer dengan setelan sepeda yang dirubah.
Jarak 1000 kilometer itu antara Chiba sampai Kyuushu.
Tapi kalian berhasil mengikuti kami sampai sini.
Kalian sudah menang melawan anak kelas dua dan mengatasi keadaan kalian.
Itu sudah bagus.
Tanpa fisik dan mental seperti itu,
kalian tidak akan bisa bertarung di Inter-High.
Imaizumi, Naruko, kalian sudah berjuang keras.
Tapi sayang sekali.
Paman!
Tadokoro
Tadokoro
Kinjou
Kinjou
Makishima
Makishima
Imaizumi
Imaizumi
Naruko
Naruko
Pelatihan hari kemepat, 12:04.
No comments yet. Be the first to leave one.