The first 163 lines.
Ini semua salahku.
Kalau saja aku minta kembali...
Gara-gara aku, dia...
Melangkahlah ke masa depan dengan wajah yang ceria
Jangan biarkan cahayanya sampai hilang
Hari-hari terasa sangat menyesakkan
Tetapi aku harus selalu berlari
Rasanya isi hati remuk dan pasrah
Tetapi mau tidak mau harus menyelesaikan tugas
Tidak apa-apa, jangan khawatir, aku tahu
Kita harus melakukannya karena tidak ada pilihan lain
Hal yang kita percayai pasti akan tiba
Bisakah kamu mendengar teriakan detak jantung ini?
Melangkahlah ke masa depan dengan wajah yang ceria
Jangan biarkan cahayanya sampai hilang
Meskipun dada terasa sesak dan letih datang menerpa
Jangan pernah lepaskan tangan yang engkau genggam
Kapan pun pasti bisa bergotong-royong
Terjanglah, terjanglah, terjang segala yang menghadang
(Episode 11: Keputusasaan, Podagra, dan Pemberontakan)
Hei, kerja bagus!
Dia enggak dengar?
Wah, ini parah sekali.
Iya.
Pembuluh darah dipenuhi limbah yang belum dikeluarkan.
Belakangan ini mengonsumsi makanan berlemak dan alkohol, sih.
Ini pasti demi menghilangkan stres, tapi biarkan kami istirahat, dong.
Pasti juga karena jarang berolahraga.
Coba kamu lihat.
Para adiposit penuh lemak.
Adiposit
adalah sel yang menyimpan tetes lipid yang disebut lemak.
Konsumsi kalori berlebih
dan jarang berolahraga akan membuat sel ini membengkak
dan menyebabkan obesitas.
Ah, aku sudah enggak tahan lagi!
Tubuh ini sama sekali belum tidur sampai-sampai kita enggak ada libur.
Karena enggak ada waktu perawatan tubuh,
lingkungan kerja kita semakin buruk.
Ada apa dengan tubuh ini, sih?
Kurang tidur.
Limbah otak dikumpulkan dalam cairan serebrospinal
dan dialirkan ke dalam aliran darah.
Namun, pembuangan limbah hanya aktif saat tidur.
Jika kurang tidur berkelanjutan, fungsi otak akan turun.
Ketidakpuasan para sel terhadap tubuh ini sudah menyebar.
Semoga saja tidak semakin buruk.
Pengumuman penting!
Ada laporan adanya bakteri!
Untuk para sel darah putih, segeralah menuju ke TKP!
Kami ulangi.
Untuk para sel darah putih, segeralah menuju ke TKP!
Ditemukan bakteri tidak dikenal di jempol kaki kiri.
Saya tampilkan gambarnya.
Apa itu?
Senior!
Syukurlah bisa tersusul.
Muncul bakteri di jempol kaki kiri, ya?
Kenapa mereka bisa muncul di tempat pelosok?
Tanyanya nanti saja, yang penting kita bergegas.
Siap!
Jempol kaki kiri jauh banget.
Di mana bakterinya?
Apa Trichophyton lagi karena di bagian kaki?
Apa pun itu, aku tidak akan takut.
Ba... bakteri apa itu?
Dia terlihat berbahaya.
Lah, kamu takut, tuh.
Ya iyalah!
Bakterinya sangat besar!
Apa-apaan itu?
Apa kita punya petunjuk tentang bakteri itu, Sel Memori?
Sel memori
adalah jenis limfosit yang mengingat sistem imun terhadap serangan antigen.
Ketika antigen yang sudah diingat kembali menyerang,
ia dapat membuat antibodi dengan cepat.
Tidak ada.
Di sini juga.
Dicari di mana pun tidak ada.
Kita baru pertama kali ini menghadapinya.
Pertama kali. Artinya...
Ya, kita harus mengumpulkan informasi terlebih dahulu.
Sel darah putih bertugas melakukan fagositosis!
Makrofag, hambat antigen itu!
Siap laksanakan!
Dimengerti.
Mari kita pergi.
Fagositosis
adalah proses mengurai bakteri atau benda asing oleh sel darah putih dan sejenisnya.
Rasanya hambar.
Aduh, serangan kami juga tidak mempan.
Kita tidak bisa membuat sistem imun adaptif!
Identitas bakteri masih belum diketahui!
Kalau sudah begini, kita tidak punya pilihan lain.
Kepada seluruh sel, bersiap jalankan pertempuran tingkat satu!
Mempersiapkan pertempuran tingkat satu!
Kita diperintah agar menjalankan pertempuran tingkat satu.
Pertempuran tingkat satu?
Artinya, bakteri yang kita lawan sangat kuat.
Segera kumpulkan seluruh pasukan di bagian jempol kaki kiri!
Kirimkan juga dukungan logistik!
Menjalankan pertempuran tingkat satu!
Kepada seluruh pasukan, segera menuju jempol kaki kiri!
Jangan pedulikan jika daerah sekitar rusak.
Apa pun yang terjadi, musnahkan bakterinya!
Persiapan pertempuran tingkat satu selesai.
Semuanya tembak bersamaan!
Tembak!
Hei, Nak! Cepat lari dari sini!
Katanya, ada bakteri jenis baru yang menyerang.
Duh, apa yang terjadi padanya?
Apa dia baik-baik saja?
Hei, kamu!
Kamu yang di sana!
Kamu yang sering dengan Sel Darah Merah itu, 'kan?
Hei, mau ngeteh dulu?
Lain kali kalau mau berkeluh kesah, undang lagi, ya.
Ah, aku dicuekin.
Belakangan ini, aku tidak melihatnya.
Padahal dia sering datang ke tempatku untuk curhat.
Oh iya, pasti kamu yang sering disebut pekerja teladan olehnya, 'kan?
Dia sangat sering membicarakanmu, lo.
Dia bangga punya teman sepertimu.
Ketika tugas terasa berat dan rasanya ingin lari,
aku mencoba mengingatnya.
Ketika sedang memikirkannya sangat rajin bekerja,
aku pun jadi termotivasi untuk menirunya.
Yah, dia adalah teman yang bisa kupercayai.
Dia enggak akan mengkhianatiku.
Aku pun enggak mau mengkhianatinya.
Sangat sulit menemukan teman yang bisa dipercaya.
Jagalah dia baik-baik.
Aku... tidak bisa menjaganya.
Aku...
Hei, kamu!
Limpa
adalah organ lembut seperti spons seukuran kepalan tangan.
Terdiri dari pulp merah dan putih.
Kepada seluruh sel darah merah,
silakan berbaris dan melewati gerbang untuk diperiksa.
Hidupmu hanya sampai sini.
Ya.
Pulp merah.
Bertugas untuk menyaring aliran darah dan menghilangkan bahan tak diperlukan.
Serta memeriksa keadaan sel darah merah,
seperti kelainan, usia, kerusakan, atau kehilangan fungsi.
Terima kasih atas pelayananmu untuk tubuh selama ini.
Limpa bertugas menyimpan darah
yang siap dialirkan ke otot saat dibutuhkan,
serta membuat limfosit B dan limfosit T,
lalu berfungsi menyaring dan menghilangkan darah kotor.
Kepada para sel darah merah, mohon jalan jangan berhenti.
Ada apa? Silakan maju.
Tolong buang saya.
Saya tidak bisa bekerja lagi.
Sel yang tidak bekerja tidak punya arti hidup.
Mohon buang saya.
Kamu masih muda.
Fungsimu juga tidak bermasalah.
Kembalilah bekerja.
Apa kamu dengar?
Kembalilah bekerja.
Gara-gara saya...
No comments yet. Be the first to leave one.