The first 200 lines.
Tenang saja.
Tidak apa-apa.
Kau tidak salah.
Yang salah itu temanmu.
Dia bukan teman. Dia itu pembunuh.
Kau tahu dia ada di mana?
Sepertinya polisi tidak bisa menemukannya.
Sherlock mungkin sudah kabur.
Tersangka mengambil senjata milik Sersan Shibata.
Dia menembak mati Moriya Toru 20 jam yang lalu.
Masih belum ada jejaknya.
Kemungkinan dia masih bersenjata.
Apa kalian ini benar-benar pasukan elit polisi?
Harusnya malu.
Permisi.
Biar saya jelaskan kebiasaan Sherlock.
Kau tidak lagi dalam kasus ini.
Sejak awal, aku menolak mempekerjakan warga sipil.
Saya paham, tapi...
Reimon.
Bicara satu kata lagi, kau dipecat.
Sherlock bukanlah tersangka.
Dia harus menembak Moriya untuk mencegah penyebaran virusnya.
Masukkan dia dalam daftar pencarian atas pembunuhan Moriya Toru!
Kalau dia tidak bekerja sama, kalian boleh menembaknya.
Pergi!
Baik!
Bapak...
...masih ada di pihaknya?
Dia selalu memperolok orang lain dan menyombongkan diri.
Aku sudah menduga hari ini akan tiba.
Surat Pengunduran Diri
Tidak ada yang berubah.
Siapa yang main?
Yo-Yo Ma.
Apa?
Rekaman.
Terima kasih kerja kerasnya. Permisi.
Irama yang indah.
Prelude dari Cello Suite No. 1 Bach.
Harusnya aku sambut kau, Moriwaki Akira.
Senang rasanya kau ingat aku.
Aku khawatir ingatanmu buruk.
Tujuanmu apa?
Untuk apa semua kejahatan ini?
Kau ini tidak mengerti apa-apa.
Miss Sherlock.
Aku tidak paham pemikiran yang tidak logis.
Aku tidak tertarik.
Masih saja penuh dengan harga diri.
Tidak ada salahnya sesekali.
Aku ingin pastikan teoriku.
Aku mau mendemonstrasikannya pada seluruh dunia.
Khususnya padamu.
Yang salah itu justru kau.
Kau akan segera menyadarinya.
Kau membunuh orang hanya untuk itu?
Hanya untuk itu?
Apa ada yang lebih penting dari membuktikan teoriku?
Jangan-jangan...
Kau tidak beranggapan hidup itu lebih penting, `kan?
Apa rencanamu sekarang?
Kejutan.
Lebih menarik kalau tidak tahu, `kan?
Dia bagaimana?
Petunjuk pertama.
Salama aku masih hidup, Wato tidak akan mendengarkan orang selain aku.
Petunjuk kedua.
Wato akan terkenal.
Di seluruh dunia.
Aku sarankan jangan.
Kalau terjadi sesuatu padaku, kau tidak akan pernah melihat temanmu tercinta.
Kami bukan...
Bukan teman, `kan?
Sulih bahasa: Alph Abu Abu
Episode 8
Kasus Terakhir Bag. 2: Dock
Tempat ini kami sebut Dock.
Tempat pikiranmu dilatih untuk perjalanan baru.
Lewat sini.
Bu Dokter membuatkan tempat ini untuk kami.
Mbak Wato juga akan terlahir kembali di sini.
Kami semua terguncang.
Mas Moriya adalah teman kami.
Bu Dokter sudah ceritakan yang terjadi.
Seorang detektif konsultan membunuhnya.
Tapi bukannya aneh?
Polisi Jepang itu polisi paling hebat, `kan?
Tapi dia selalu menyelesaikan kasus yang tidak bisa mereka pecahkan.
Terima kasih.
Tapi rasanya aneh sekali, ya?
Seolah semua sudah direncanakan.
Dalang di balik semuanya adalah...
Sherlock?
Tolong jaga Wato.
Aku yakin semua orang di Dock akan menyambutnya.
Kau benci perasaan manusia, `kan?
Karena itu menghambat produktivitas intelektual kita.
Kalau begitu, sekarang kau ini tidak berguna.
Kenapa kemari?
Sedang cari apa?
Dock.
Mungkin ada fasilitas seperti itu. Aku harus cari tahu.
Wato ada di sana?
Mungkin.
Data penting itu tidak bisa diretas dan dikembalikan.
Masuk akal.
Inspektur Reimon keluar dari kasus itu.
Shibata juga mengundurkan diri karena senjata yang kaurebut.
Dia ikut ayahnya di perusahaan pembersih.
Terus?
Tidak ada yang bisa bantu kau.
Aku juga tidak minta.
Kenapa?
Cari tahu dia.
Tuh, sekarang malah minta tolong.
Sakakibara Kunio?
Dia terhubung dengan rencana Moriwaki selanjutnya. Darurat.
Jangan berharap.
Gara-gara orang lain, aku jadi diawasi terus.
Orang lain?
Pokoknya, cari tahu.
Biar aku bawa./ Ya, terima kasih.
Cepat!
Bawa drum dan pengilapnya.
Baik.
Sherlock?!
Kau benar-benar ganti pekerjaan.
Kenapa kemari?
Mengembalikan ini.
Jangan bercanda!
Ini sebabnya aku benci padamu.
Kau tidak tahu?
Apa yang terjadi pada polisi yang kehilangan senjata karena warga sipil?
Anak kecil juga tahu.
Berarti kau tahu aku akan dipaksa berhenti, `kan?
Semua orang pegang senjata waktu itu, tapi aku pilih punyamu karena...
Aku tidak cukup cakap jadi polisi?
Karena itu kau.
Sebanyak apa pun permintaan maaf yang kautulis...
Meski kau turun jabatan...
Kurasa kau tidak akan pernah berhenti.
Pokoknya, kukembalikan.
Ini.
Apa-apaan dia itu?
Dapat sesuatu?
Gedung Pemerintah Pusat #9
Sakakibara adalah ahli keatoman.
Lima tahun lalu, dia ditangkap karena mengambil data nuklir.
Sekarang di mana?
Enam bulan lalu, dia mati di penjara.
Mati? Penjara yang mana?
Penjara Medikal Kanagawa.
Dia punya penyakit paru-paru dan sering muntah darah.
Apa yang mau dilakukannya dengan data itu?
Membuat kepala nuklir berukuran mikro.
Kepala nuklir?
Tahun 1991, projek itu dihentikan Amerika.
Tapi dia membuat model yang cukup ringan untuk dibawa-bawa.
Maksudnya, sudah berhasil?
Secara teori. Tapi dia pasti sudah membuang rumusannya.
Sekarang tinggal menjadi legenda.
Jika dia benar-benar menyelesaikannya...
para teroris pasti sudah melakukan banyak hal.
Teroris?
Petunjuk kedua.
Wato akan terkenal.
Di seluruh dunia.
Ponsel cadangan Futaba Kento menyala.
Sekarang sedang digunakan.
Ada di area Harue.
Beri tahu semua.
Baik.
Kami sudah melacak aktivitas ponsel tersangka.
Semuanya berangkat ke distrik Edogawa.
Itu dia. Teroris.
Moriwaki ingin rumusan untuk membuat Wato menjadi teroris.
Tidak mungkin.
Di mana rumusannya?
Kalau Moriwaki dapat, tidak bisa kembali.
Polisi saja tidak bisa menemukan apa-apa.
Kalaupun ada, pasti ada di kepala Sakakibara.
Lagi pula dia mati 6 bulan lalu, jadi sudah tidak ada.
Ada. Pasti ada.
Mungkin di penjara. Tolong bantuannya.
Mustahil.
Hal seperti itu tidak bisa... aku bantu.
Terima kasih.
"Sherlock, bersabarlah."
Aku terlihat tidak sabar?
Ini kan pesan Inspektur Reimon.
"Kalau kau lari, polisi akan mengejarmu."
"Datanglah dan jelaskan penembakan Moriya Toru itu."
"Setelah itu akan kita cari Wato."
"Satu per satu..."/Ah, cukup!
Tinggal sedikit lagi.
Sudah!
Setelah itu akan kita cari Wato.
Satu per satu kita selesaikan. Aku akan jadi temanmu.
Apanya yang lucu?
No comments yet. Be the first to leave one.