Destined with You

Destined with You (이 연애는 불가항력)

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Destined with You S01E07 1080p NF WEB-DL DDP2 0 H 264-Archie
A Commentary by N-Joy
https://linktr.ee/njoy.s

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
1080
Published on: 2023-09-13
Downloads: 66
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

DESTINED WITH YOU

- Aku belum selesai. - Apa?

Tampaknya,

aku cinta dia.

Aku cinta Hong-jo.

Apa katamu?

Kau dengar. Kenapa tanya lagi?

Kau punya tunangan.

Entah apa alasanmu katakan itu dengan percaya diri.

Aku percaya diri dalam banyak hal.

Hentikan.

Boleh kuberi tahu Wali Kota soal ini?

Jangan campur aduk urusan pribadi dengan pekerjaan.

Kau melarangku melaporkannya.

Itu berarti kau merasa bersalah dan tak jujur soal ini.

Aku kurang mengerti situasi ini.

Apa kau walinya?

Kenapa ikut campur?

Kau terus ke rumah kami dan membuatku kesal!

Kau memacari putri Wali Kota seraya menggoda staf Balai Kota.

Apa ini logis?

Kalian berdua, hentikan.

Akan kujelaskan alasan dia bersikap seperti ini.

Jangan katakan jika tak mau dikira gila.

Tidak.

Dia harus tahu.

Apa kalian sudah gila?

Sudah kuduga. Percuma menjelaskan.

Jadi maksudmu,

dia menyukaimu

karena dia minum ramuan cinta?

Ya.

Kau merapal mantra lain untuk mematahkannya.

Namun, itu juga gagal?

Ya.

Kalian cukup tua untuk membedakan kenyataan dan khayalan, 'kan?

Perjalanan waktu dan semesta paralel punya dasar ilmiah.

Namun, kalian memercayai mantra?

Aku berulang kali ke rumahnya.

Itu buktinya.

Bahkan sekarang.

Aku sangat senang karena Hong-jo duduk

di sebelahku.

Lihatlah keadaannya.

Dia memang tampak aneh.

Dia memang tampak aneh, tapi…

Aeng-cho, penulis buku mantra itu, memang ada.

Dia dibunuh salah satu leluhurku.

Dia lulus ujian masuk militer dan mengabdi kepada raja.

Namanya terus muncul di Catatan Dinasti Joseon.

Sehebat itu keluargaku.

Kenapa bisa percaya berdasarkan ini?

Hong-jo, kau juga dipengaruhi olehnya?

Nyonya Jang Hui-bin mengutuk Ratu Inhyeon dengan boneka jerami.

Mungkin dia melakukannya karena itu ampuh.

Pada masa Invasi Jepang,

pasak ditancapkan ke tanah untuk meredam semangat juang.

Kau pun percaya?

Sudahlah.

Kita tak perlu meyakinkan dia.

- Dia tak percaya kita. - "Kita"?

Ya, kami.

Kami percaya mantra.

Kau tak percaya mantra.

Baiklah. Kalau begitu, ayo lakukan.

Mari kita buktikan keampuhan mantranya sekarang.

Mantra tak bisa dirapal begitu saja.

Kita butuh persyaratan dan bahan yang tepat.

Lalu, tubuh dan pikiran kita harus bersih.

Hong-jo sangat lelah sekarang, jadi…

Akan kulakukan.

Seharusnya sejak dulu.

Tidak pernah terpikir olehku karena kau benar-benar kacau.

Aku membereskan kekacauan orang lain. Aku tak pernah kacau.

Jika aku terlihat kacau, itu karena mantranya.

Sudahi bicaranya.

Mari rapal mantranya sekarang dan lihat hasilnya.

Jika terbukti mantranya tak ampuh,

akhiri hubungan ini.

Jika ampuh, apa yang akan kau lakukan?

Kita lihat saja nanti.

Akan butuh waktu.

Tunggulah di rumah.

Tidak, aku akan tunggu di sini.

Semua eksperimen harus dalam kondisi serupa.

Rumahku jauh, jadi aku dirugikan.

Terserah kau. Aku ada di bawah.

Aku mudah kedinginan.

Kabari begitu kau siap.

Baik.

"Mantra Kehamilan."

"Mantra untuk punya anak."

Tidak ada pasangan. Lewat.

"Mantra Kemujuran."

"Mantra untuk menjadi kaya"?

"Jabat tangan orang terkaya di Joseon

dan serap energinya."

Sulit menemui orang saat ini. Lewat.

"Mantra Kulit Cerah."

"Mantra untuk menjadi cantik."

Lumayan. Akan kucoba nanti.

"Mantra Rayuan."

"Mantra untuk mendapatkan pria yang kau inginkan."

Sungguh menarik.

Tidak banyak mantra yang bisa dirapal sekarang.

Kemungkinan besar dia akan merapal

Mantra Rayuan.

Dia ingin Jae-gyeong, bukan aku.

Jae-gyeong?

Jae-gyeong.

Ada apa?

Katanya mau menunggu di luar? Kedinginan?

Aku masuk bukan karena kedinginan.

Aku ingin memastikan sesuatu.

Tangga ini tak terhubung ke lantai dua, 'kan?

Ya, terhubung ke kamar tidur lantai atas.

Tak kukira kau mudah ditipu.

Halo.

Bisa ke jalan utama itu?

Kujelaskan begitu tiba.

Pindah ke tempat lain.

Rumah ini pasti berangin.

Kau bisa kedinginan.

Pemanasnya berfungsi.

Tetap saja tak nyaman.

Apa kata orang jika melihat kau dan dia tinggal di sini?

Bukan masalah.

Setidaknya, aku lajang.

Kau tak peduli dengan perasaan Hong-jo?

Bagaimana denganmu?

Jika pria yang sudah bertunangan bolak-balik ke rumah ini,

orang akan berkata apa soal itu?

Jangan pedulikan itu.

Kau hanya penghuni lantai satu.

Tentu saja aku peduli.

Dia menyukaiku.

Kau sudah menolak dia.

Jadi, berhenti ikut campur.

Aku menyesal menyangkal perasaan itu.

Lalu Mantra Cinta atau semacamnya itu.

Itu juga bukan untukmu.

Jujurlah.

Kau tertarik kepada Hong-jo dari awal.

Mantra itu hanya dalih, 'kan?

Tidak.

Kenapa senyummu begitu?

Berjanjilah.

Jika terbukti mantranya tak ampuh, hentikan tipu muslihatmu.

Tentu, aku berjanji.

Namun,

jika terbukti mantranya ampuh,

berhenti mencampuri urusan kami.

Kenapa kau gelisah?

Aku tak gelisah.

Ini arloji baru, jadi kupandangi.

Aku juga melihatnya pekan lalu.

Kau mencemaskan mantra yang dia rapal

dan hasilnya?

Sin-yu,

kau alumnus Fakultas Hukum.

Ilmuwan bisa memohon kepada bintang jatuh

dan Edison menghindari Jumat tanggal 13.

Begitulah perdukunan.

Orang-orang memercayainya tanpa sadar.

Baik, anggap saja benar.

Bagaimana kau dan Hong-jo

bisa terlibat situasi konyol ini?

Gunung Onju dimiliki keluargaku sejak dahulu.

Kuil itu ada sejak Dinasti Joseon.

Merawat kuil tersebut adalah tugas kami,

tapi Hong-jo harus membongkarnya,

dan di sanalah dia mendapatkan buku mantra itu.

Bagaimana Hong-jo mendapatkannya?

Dia pemilik kotaknya.

Akhirnya.

Pemadaman listrik ini juga karena mantra?

Sejujurnya,

mungkin akan lebih baik jika itu benar.

Karena akan buruk jika kau sungguh menyukai Hong-jo.

Dia meneleponku.

Ya, Hong-jo.

Baik.

Sudah selesai. Ayo.

Sin-yu, itu curang.

Pelan-pelan. Jangan buru-buru.

Hei!

Buka pintunya!

Astaga!

Kau bilang harus dalam kondisi serupa!

Kau tak percaya mantra, itu tak penting bagimu!

Pintunya dikunci. Tenanglah.

Kubilang tenang.

- Jangan terengah-engah. - Jangan menuduh.

- Kau yang terengah-engah. - Tidak.

Kau terengah-engah sekarang.

- Tidak. - Tidak terengah-engah?

Astaga.

Masuklah.

Aku masuk lebih dahulu.

Kakiku di depanmu.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left