The first 200 lines.
Aku melihat kamera di sana.
Kenapa kamu memperhatikan kamera?
Jadilah dirimu sendiri.
"Hyo Ri dan teman-temannya dari Jeju ada di Seoul"
Kamu tidak gugup? - Aku...
Aku gugup. - Aku juga gugup.
Kalian akan berada di posisiku.
Anggap saja ini kesempatan untuk merasakannya.
Kalau begitu, kita bisa menjadi bintang?
Bintang?
Kita melakukan promosi untuk acara ini.
Saat orang-orang memanggil taksi, rupanya aku juga datang.
Bagaimana jika orang-orang tidak mau melihat Hyo Ri?
Dia sangat menyebalkan.
Hei, jangan berdiri di sana.
"Dia melakukan pemotretan yoga yang menyenangkan dengan teman-temannya"
Bersulang. - Bersulang.
Mari kirim pesan ke ibu mertua kita, "Aku sayang Ibu."
"Aku sayang Ibu."
Haruskah aku mulai dengan "Halo, Ibu"?
Aku mendapat pesan darinya. "Ibu juga menyayangimu, Sayang."
Astaga. Dia dicintai.
Entah kenapa aku merasa bangga.
Ini membuatku bangga.
Ada kapal pesiar juga di sini.
Di Pulau Jeju, kita melihat bintang bersinar.
Dan di Seoul, kita melihat cahaya.
Jadi, ini Seoul yang asli?
Ini menyenangkan.
Indah sekali.
Aku sedih kita akan pergi besok.
Tunggu. Nyalakan lampunya.
"Seoul Check-in"
Kita harus minum bir. - Kedengarannya bagus.
Aku harus melakukannya setelah memakai ini.
Mari menjadi cantik.
Aku harus memakainya selagi bisa.
"Menepuk-nepuk"
Astaga. Apa ini? Lihatlah In Sook.
Lihat wajahnya.
Astaga. Apa itu di wajahmu?
Kenapa kamu melakukan itu? - Aku akan menjadi cantik.
Kenapa harus sekarang?
Bersulang. Kalian hebat hari ini. - Bersulang.
Kalian hebat.
"Habiskan"
Waktu favoritku hari ini. - Ini menyenangkan.
Aku suka membuka sekaleng bir - Benar.
di pengujung hari setelah mandi.
Sekitar pukul 9 malam. - Benar.
Sekitar pukul 9 malam di Jeju. - Benar. Pasti.
Pukul 9 sudah gelap gulita. - Di sini tengah malam.
Ini sudah tengah malam? - Benarkah?
Benar, tapi masih terang. - Tidak mungkin.
Bagaimana menurutmu? - Apa?
Merekam acara ini dengan teman-temanmu.
Ini sangat nyaman.
Benarkah? - Ya.
Jika syuting dengan selebritas lain,
Kamu harus memimpin mereka. - aku harus mengurus mereka.
Tidak bisakah kamu mengurus kami juga?
Kenapa kamu mengabaikan kami?
Kami orang biasa. - Kenapa aku harus melakukan itu?
Kami orang biasa. Seharusnya kamu lebih memperhatikan kami, bukan?
Aku sudah mengurus kalian. - Benar.
Dia sangat baik hari ini.
Dia paling baik di perjalanan ini dari semua perjalanan kita.
Bukankah begitu?
Kita akan pergi ke kolam renang besok, bukan?
Ya. Kita akan pergi ke kolam renang.
Kamu mau mengikuti kelas renang besok pagi?
Aku? - Ya.
Kenapa?
Kalau begitu, jadwal kita akan padat besok. Dengar.
Kita harus pergi ke kolam renang pukul 5 pagi.
Setelah itu, kita akan mandi.
Lalu kita akan minum teh dan berlatih yoga.
Lalu kita akan pergi berbelanja. Lalu
kita akan berdandan. - Baiklah.
Kita akan makan siang di tempat trendi.
Kita akan berdandan?
Berdandan? Apa maksudmu? - Kita akan berdandan?
Kamu akan memakai rok mini.
Pakai sepatu hak tinggi besok. - Aku tidak membawanya.
Kamu harus memakai rok besok.
Ya. Tunjukkan, In Sook. - Benar. In Sook.
Hei. - Kamu juga memakai masker wajah.
Namun, kapan kamu akan melepasnya?
Kurasa sudah mengeras.
Begitukah caramu melakukannya?
Kenapa tidak mengolesnya di sini? - In Sook.
Ini mahal.
Itulah alasannya. Aku tidak boleh boros.
Aku akan kehabisan jika kuoleskan ke seluruh tubuhku.
Dia akan kehabisan.
Itu hanya untuk tubuh atasnya. - Aromanya sangat enak.
Ini bukan yang sekali pakai. - Benar.
Aku juga ingin kamu mencobanya.
Hei, ini terasa sejuk di wajahku.
Bukankah wajahmu panas sekarang? - Benarkah? Benar.
Ini bagus sekali. Ini dari Lush. Harganya mahal. Kamu tidak tahu?
Ini produk mahal dari Lush.
Semua orang memakai produk dari Lush.
Tidak semua orang menggunakannya.
Apa ada Lush di Pulau Jeju? Tidak ada, bukan?
Aku membelinya di pasaraya di Jamsil
Benar. - sudah lama sekali.
Ini dari Seoul. - Sudah lama?
Kapan ini kedaluwarsa? Periksalah. - Tidak.
Tunggu. Itu belum terlalu lama. - Kapan kamu membelinya?
Pada hari Ggongson diadopsi. - Tanggal kedaluwarsanya.
Kapan itu?
Bukankah sudah tiga tahun? - Tidak.
Ini belum dua tahun. - Bulan Desember?
Bulan Desember lalu. - Lihat.
Benarkah? - Ya.
Itu setelah bulan Desember lalu. - Kalau begitu, dia baru membelinya.
Aku membelinya belum lama ini.
Lebih baik daripada wajah polos. - Benarkah?
Bukankah begitu? - Aku juga harus memakainya.
Aku lebih suka memakai ini daripada menunjukkan wajah polosku.
"Dia memakai masker wajah."
Hei, dia harus bekerja sebagai sopir untuk membeli ini.
Jangan pakai banyak. - Benar.
Kamu memakai banyak.
"Kamu memakai banyak"
"Menatap"
Aku tidak memakai banyak. - Wajahmu tertutupi itu.
Tidak.
Tidak, wajahmu tertutupi itu. - Ini tidak banyak.
Hei, kamu pakai di seluruh wajah. - Tidak, wajahmu tertutupi itu.
Namun, dia pandai mengoleskan ini.
Kalau begitu, kami akan pergi. - Baiklah.
Selamat malam. - Sampai jumpa.
Selamat malam. - Sampai jumpa besok pagi.
Kita juga harus berkemas, bukan? - Ya.
Apa kita harus berkemas untuk pergi? Tidak, bukan?
Kita akan kembali dan berlatih yoga. Jadi, kita tidak...
Mereka akan pergi seperti itu?
Semoga tidak bertemu siapa pun. - Bagaimana lagi?
Lihat dia.
Hei. - Aku harus melihatnya dari sana.
Apa aku terlihat seburuk itu?
Kamu terlihat cukup buruk. - Maksudku...
Itu tidak terlihat seperti masker wajah. Wajahmu terlihat kotor.
Kamu seperti memakai kacamata hitam saat berjemur.
Aku harus mengirimkannya kepada suamimu.
Warnanya terlihat aneh.
Apa yang kulakukan di hotel kelas atas ini?
Dengan seorang megabintang. - Aku akan pergi.
Selamat malam. Kalian hebat. - Tidur yang nyenyak.
Sampai jumpa besok. - Sampai jumpa.
Astaga.
Ayo cuci muka dan tidur. - Baiklah. Ayo cuci muka.
Dia membuat kita semua tertawa terbahak-bahak di pengujung hari.
Astaga. Nyaman sekali.
"Mendengus"
maksudku...
Bukankah aku memotret foto terbaik?
"Tertawa"
Wajah, postur, dan ekspresi wajahnya.
Semuanya sempurna.
Ini sangat lucu.
Ayo tidur.
Aku berhasil. - Bagus. Ayo tidur.
Selamat malam. - Tidur yang nyenyak.
Selamat malam. - Selamat malam di Seoul.
"Mendengkur"
"Terengah-engah"
"Hari Kedua"
Hye Kyung. - Ya?
Apa kita harus bermain dengan bersemangat seperti ini?
"Tertawa"
Kita bukan anak SMP lagi.
Yang benar saja.
Omong-omong, kita bisa menyerah dan tidur lagi.
Namun, kita tetap bangun.
Dia mendengkur dengan keras. - Yang benar saja.
Anggaplah itu sebagai pertanda bahwa aku tidak nyaman di sini.
Benar. Sepertinya kamu tidak nyaman bernapas dengan benar.
Yang benar saja.
Kurasa aku tidak bermain sebanyak ini bahkan di perjalanan seniorku.
Apa ini? Manis sekali.
Aku membawa topi renang.
Astaga. Manis sekali.
In Sook.
Minumlah teh.
Aku harus kembali ke Seoul.
Untuk melepas kukunya.
Ada salon kuku juga di Pulau Jeju.
Tidak.
Dia sangat mahir dalam pekerjaannya.
Akan kurapikan di sini.
Teruslah minum. Aku tidak boleh terlambat.
Aku akan memakai baju renangku. - Astaga.
Aku tidak boleh terlambat. Tidak boleh.
Tidak boleh terlambat semenit pun.
Aku juga akan memakai baju renangku.
Hei, Hyo Ri. Bawakan aku topi lain.
Bawakan aku topi lain.
No comments yet. Be the first to leave one.