The first 190 lines.
Sebelumnya di Space Brothers.
Bibi Sharon didiagnosis menderita ALS.
Beberapa bulan lagi, dia takkan bisa memainkan piano.
Aku ingin jadi orang pertama yang dipilih ke bulan untuk membuat teleskop Bibi.
Setelah Bibi Sharon kembali ke Jepang...
Kalau kau bisa tahan denganku,
kau bisa berkembang 1,5 kali lebih cepat daripada yang lainnya.
Saat ini aku sedang menjalani latihan menerbangkan T-38 untuk menjadi astronot.
Waktu memeriksa pesawat, jangan pernah lewatkan ujung-ujungnya.
Bisa-bisa nanti pilot mengalami benturan dan kru pemelihara akan dapat masalah.
Tulis itu di buku catatan yang ada di hatimu.
Tetapi, latihanku ini tak berjalan dengan mulus.
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
Jelas kalau semakin banyak yang kita masukkan dalam kantung
maka akan semakin berat kantung itu
Semakin keras aku berjuang, semakin dekat aku dengan tujuanku
Tapi sayangnya aku tak bisa secepat itu
Kutatap langit di malam hari, tapi tetap ku tak bisa tenang
Sampai-sampai detak jantung ini terdengar keras olehmu
Ayo kita pergi
Rasa laparku pun tahu lautan bintang ini tak terbatas
dalam planetarium mimpi dan kenyataan ini
Sekarang kuperbarui kanvas impianku
Dengan gemerlapnya alam semesta dan bumi yang biru
Rasa laparku pun tahu lautan bintang ini tak terbatas
dalam planetarium kebohongan dan kejujuran ini
Sekarang ku bicara memakai kanvas impianku
di orbit takdir ini
sambil berapi-api
#67 Ter-Deneil-isasi
#67 Ter-Deneil-isasi
Ini adalah panggilan bangun Anda, Morning Radio!
Waktunya Q&A. Yeee!
Kami ada pertanyaan dari Carl, 7 tahun, di luar LA.
"Aku ingin ke Jepang saat liburan keluarga,
dan di sana ada garam di luar pintu masuk restoran.
Kenapa orang Jepang menaruh garam di luar?"
Jadi begitu. Pertanyaanmu bagus sekali, Carl.
Hal itu karena...
Kalau menaruh gula nanti malah dikerubung semut!
Kau sedang apa begitu?
Aku sedang merasakan rasanya terbang naik T-38
saat jungkir balik.
Oh, kau sudah terbang jungkir balik?
Anginnya sepoi-sepoi.
Padahal aku bahkan tak bisa melihat keluar jendela.
Mungkin Hibito dulu punya banyak waktu menikmatinya.
Ada raksasa baru di kota MoDonald.
Bug!
Tripe Burger yang baru!
Bagaimana cara memakannya?
Oh my God!
Adakah orang yang bisa mengalahkan MoDonald Triple Burger?
Aku kenyang.
Ah, ya.
Bulan depan, aku mau pulang dulu ke Jepang.
JAXA memintaku mengajar di sana dan mengadakan wawancara.
Lalu, aku juga mau menjenguk Bibi Sharon.
Ah, ya. Titip salam, ya.
Baiklah, tenagaku sudah hampir pulih semua.
Hari ini aku naik sepeda saja.
Aku berangkat.
Ah, ya.
Wah, sepedaku jadi mengilap!
Mu, kau yang memolesnya, ya?
Terima kasih.
Sudah, sudah.
Tak perlu berterima kasih.
Aku berangkat!
Hah?
Cih!
Bahkan dia tak sadar.
Baut di kepala anak itu memang longgar.
Aduh.
Mengilat sekali!
Pesawat Max... Tn. Nanba.
Di sini Pusat Kendali.
Kau keluar jalur.
Putar moncong pesawat sebanyak 130 derajat,
dan naiklah sampai ketinggian 33.000 kaki.
E-Eh. Laksanakan!
Nah, kau mau makan siang apa, Mutta?
Jangan berisik!
Eh, arah anginnya 240 derajat, kecepatan angin 10 knot,
dan sekarang aku terbang pada level 200.
Kau membelok ke kanan, Mutta!
Eh? Wah, gawat!
Sial, ini susah sekali.
Heh, sibuknya. Aku hilang kendali!
Seorang astronot harus mampu melakukan banyak tugas.
Dengan kata lain, kita harus mampu menyelesaikan banyak hal dalam waktu yang terbatas.
Latihan dengan T-38 ini adalah cara yang bagus untuk mengembangkan kemampuan itu,
Ayo kita berdansa, Mutta!
Eh, tunggu dulu!
Sekarang ini aku lagi sibuk, Paman Young!
Aku yang pegang kendali.
Tunggu! Ja-Ja-Jangan!
Tapi aku terus saja diganggu.
Wowowoah! Tu-Tu-Tu-Tung—
Mutta, kuserahkan kendalinya.
Ambil alih.
Eh? Sekarang?
Lalu orang ini tak pernah mau berhenti bicara.
Ini yang selalu dikatakan seorang ayah pada anaknya yang doyan bermain dan tak pernah belajar.
"Saat Lincoln seumurmu, dia membaca dengan cahaya dari tungku."
Ah, ya.
Tapi anak itu menjawab.
Nah, apa kau tadi dia bilang apa?
Mana mungkin.
Aku ini sedang sibuk sekarang!
Apa kecepatanku pas, Paman Young?
E-Eh?
Waktumu habis!
Ini yang dikatakan oleh anaknya.
"Saat Lincoln seumuran ayah, dia sudah jadi Presiden di Amerika Serikat, tahu!"
Yo, Mutta. Kelihatannya kau lelah sekali.
Latihan terbang itu sangat menyenangkan.
Jangan murung begitu.
Ya.
Kenapa mereka santai begitu?
Apa mereka sudah bisa melakukan tugas ganda?
Padahal 'kan susah sekali.
Setelah aku tahu caranya supaya aku bisa membaca semua informasi di sekitarku,
tiba-tiba aku membayangkan hamburger besar yang terlalu besar buat digigit.
Dengan kata lain, aku tak bisa fokus.
Hoi, Mutta.
Hah?
Istirahat.
Ayo kembali ke atas.
Ya.
Aku tak mengerti.
Aku selalu mengira aku ini ahli dalam melakukan banyak hal.
Hup. Aduh.
Wah, aku suka sekali buaian.
Bisa kaugoyang-goyangkan sebentar, Mutta?
Nanti kita gantian.
Padahal hampir menyentuh tanah.
Wah, enaknya.
Bukankah kaubilang mau membantuku berkembang 1,5 kali lebih cepat, Paman Young?
Rasanya aku malah ketinggalan dari mereka.
Tidak.
Aku tak boleh menyalahkan orang ini karena kesalahanku.
Dengar, Mutta.
Tulis ini di buku catatan yang ada di hatimu.
Pilot terhebat itu bisa melawak saat terbang.
Sekarang kau tahu 'kan betapa hebatnya aku?
Satu lagi.
Pilot terhebat itu bisa melakukan akrobatik kapan saja, di mana saja.
Kalau kau bisa menggambar hati di langit, kau lulus.
Kau terus saja bicara soal pilot terhebat, Paman Young.
Tapi aku ini ingin menjadi astronot.
No comments yet. Be the first to leave one.