The first 177 lines.
Tenang. Mohon berdiri di ruang pengadilan.
Semua pihak yang memiliki sesuatu untuk disampaikan di hadapan Yang Mulia,
ratu keadilan untuk mendengar, memutuskan, dan membebaskan
dalam Yurisdiksi Pengadilan Kriminal Pusat
mohon mendekat dan perlihatkan kehadiran kalian. Tuhan jagalah ratu.
Betapa indah harinya. Aku tadi mengharapkan sedikit sinar matahari untuk kepulangan kita.
Aku selalu bilang manfaat turunnya kabut sebenarnya untuk mengapresiasi sinar matahari. Anginnya terlalu banyak?
- Haruskah aku tutup jendelanya? - Tutup saja mulutmu. Kau banyak omong.
Andai aku tahu seberapa banyak omongnya kau ini aku tak pernah mau bangun dari komaku.
- Ini berat sekali. - Sabar, sabar.
Kita habis dirawat selama dua bulan, sebaiknya kita berjaga-jaga.
Menyenangkan, menyenangkan. Pasti sangat menyenangkan tinggal dan bekerja dengan Inns of Court .
Betapa beruntungnya kalian para pengacara.
Aku hampir menikah dengan pengacara waktu itu. Aku melakukan perawatan untuk operasi usus buntunya
kami melangsungkan pertunangan segera setelah dia bisa duduk.
Kemudian penyakit peritonitis hinggap lalu dia meninggal saat itu juga.
Dia memang pengacara yang beruntung.
Jalannya pelan-pelan, Sir Wilfrid, kita harus ingat kita sudah mengalami serangan jantung ringan.
Diam!
Williams, tongkatku.
Dia datang!
Selamat sore. Terima kasih banyak. Kalian semua kembali bekerja.
Sir Wilfrid, bila anda tak keberatan, aku mau bacakan anda syair yang kami buat untuk menyambut kepulangan anda.
Itu sangat menggangguku. Kau bisa bacakan setelah jam kerja, waktu kau senggang.
Sekarang kembali bekerja. Ada apa denganmu?
Tak ada. Aku cuman senang anda sehat kembali.
Ada lagi keharuan di sini, aku akan dibawa lagi ke rumah sakit!
Itu tak bakal terjadi. Mereka takkan membawanya lagi. Dia sebenarnya bukan diperbolehkan pulang,
dia diusir karena bertingkah yang tak semestinya selaku pasien penderita jantung.
Taruh ini ke dalam air, cerewet! Ayo masuk, Carter.
Lihatlah ruangan ini. Jelek, usang, dan pengap.
Tapi aku tak pernah menyangka aku bisa rindu semuanya sebegitu besarnya.
- Rindu kau juga, orang tua lapuk. - Terima kasih, tuan.
Aku bukan orang yang religius, Sir Wilfrid, tapi waktu mereka menaikkan anda ke ambulan, aku keluar untuk menyalakan lilin.
- Terima kasih, Carter. - Sebenarnya, tuan, aku menyalakannya buat aku sendiri.
Kalau ada yang terjadi pada anda, apa yang akan terjadi padaku, setelah 37 tahun?
37 tahun! Sudah selama itu?
Ya, tuan. Ini 1952, itu bulan Oktober 1915. Pembunuhan di Shepherd's Bush.
Ahli kimia dituduh memasukkan sianida ke dalam pasta gigi pamannya.
Itu sidang pembunuhan pertamaku. Aku lebih takut dari terdakwa.
Pertama kali aku berdiri untuk menyampaikan keberatan, wigku jatuh. Wigku mana?
Di sini.
- Aku menjaganya dengan nyawaku. - Aku harap masih pas.
Aku kehilangan berat 30 pound di rumah sakit menjengkelkan itu.
Meski begitu, aku rasa kepalaku tidak mengecil.
Ini semua apa?
- Kami simpan dengan kapur barus. - Kapur barus? Aku tak boleh praktek lagi?
Tentu saja anda boleh. Para penasihat hukum sudah memaksa masuk ke rumah kita.
- Aku ada beberapa perkara menarik buat anda, tuan. - Itu mending.
Kasus perceraian, banding pajak, dan klaim asuransi kapal yang penting.
- Ini perkara enteng dengan bayaran yang mahal. - Tidak, Carter.
Maafkan aku, tuan, tapi anda tidak diperbolehkan menerima kasus pidana. Tidak lagi. Dokter anda...
Dokter! Mereka melarangku terhadap semuanya, alkohol, tembakau, hubungan dengan perempuan.
Andai saja mereka bisa membolehkanku berbuat sesuatu yang berguna!
Maaf, Sir Wilfrid.
Sebaiknya cari kotak yang lebih besar, tambah kapur barusnya, taruh aku di sana juga.
- 2:30, Sir Wilfrid. Waktunya buat kita tidur sebentar! - Keluar!
Waktunya istirahat. Sebaiknya kita naik ke atas sekarang, tanggalkan pakaian, lalu berbaring.
- Kita? Pemandangan yang sungguh memuakkan. - Ke atas, aku mohon.
Kau tahu itu, Nona Plimsoll, waktu aku di ranjang,
Aku benar-benar memikirkan untuk mencekikmu dengan salah satu selang karet milikmu?
Aku akan akui kesalahan, menyewa diriku sendiri untuk pembelaan.
Yang Mulia, anggota dewan juri, aku dengan ini memasukkan sebuah permohonan pembunuhan yang dapat dibenarkan.
Selama empat bulan perawat ini diduga telah mengamati, menyelidiki,
menusuk, menyakiti, dan menyengsarakan tubuhku yang tak berdaya
pada waktu menyiksa batinku dengan ocehannya yang tiada henti.
Ayo ikut sekarang, seperti anak yang baik. Oh, tidak.
Lepaskan tanganmu dariku, Nona Plimsoll, atau aku pukul kau dengan tongkatku.
- Anda tak mungkin melakukannya, itu bisa mematahkan cerutu anda. - Cerutu? Cerutu apa?
- Cerutu yang anda masukkan diam-diam ke tongkat anda. - Tongkat?
Kau bisa dipenjara karena ini. Kau tak punya surat izin penggeledahan terhadap tongkatku.
Di rumah sakit dia sembunyikan cerutu dan brandy di mana-mana.
Kami menyebut dirinya, Wilfrid si rubah.
- Aku akan sita ini. - Tak bisa aku minta satu saja?
Tidak. Ke atas.
Beberapa isapan sesudah makan? Aku mohon.
Aku akan melakukannya. Saat tengah malam waktu membalikkan punggungnya, aku akan ambil termometernya
lalu menancapkannya di antara tulang belikatnya. Aku bersumpah, aku akan melakukannya.
Jangan, tuan. Anda tak perlu jalan ke atas. Kami sudah pasang sesuatu buat anda, ini. Ini lift, tuan.
Lift? Aku muak karena upaya ini membuatku jadi orang sakit yang benar-benar tak berdaya.
Kupikir ini ide yang bagus sekali. Mari dicoba, bisa, kan?
Keluarlah. Aku yang coba. Ini liftku karena ini buat serangan jantungku.
Begini caranya. Cuman tekan tombol ini buat ke atas dan yang ini buat ke bawah.
Carter, aku peringatkan, kalau alat aneh ini sampai jatuh,
kalau pengacara ini sampai terjungkal dari pegangan...
Ini luar biasa. Penerbangan terlancar yang pernah aku alami selama sekian tahun.
- Ayo turun! - Sekali lagi agar terbiasa mengendalikannya.
Selamat sore, Carter. Apa memungkinkan untuk bertemu Sir Wilfrid?
Maaf, aku belum buat janji bertemu, tapi ini mendesak.
Kalau ini menyangkut perkara, Mr. Mayhew, maafkan aku, tapi kami sudah penuh. Sir Wilfrid punya semua perkara yang sanggup dia tangani.
Aku yakin dia akan menginginkan perkara ini.
Perkara pidana serius.
Sudah pasti tidak, Mr. Mayhew. Sir Wilfrid masih baru sembuh.
Dia tak memungkinkan menerima semuanya karena pembawaannya yang terlalu bersemangat.
Membuatku bisa diet terhadap gugatan perdata yang membosankan. Halo, Mayhew.
Halo, Wilfrid. Ini kabar yang menyedihkan menyangkut kesehatanmu.
Kabar menyedihkan itu kabar tragis. Sebaiknya kau cari pemuda yang berpembuluh nadi lebih muda.
Andai kau bisa beri kami waktu sebentar. Klienku ada di sini. Ini Mr. Leonard Vole.
- Dia agak pucat dan dekil, aku takut. - Apa kabar, Mr. Vole?
Menurut Mr. Mayhew, aku tidak dalam kondisi yang begitu baik.
Sir Wilfrid! Sir Wilfrid!
- Anda menyia-nyiakan waktu lagi! - Diam!
Maaf, Mayhew. Cobalah menemuiku lagi lain waktu saat kau merasa tidak terlalu antusias.
Seperti tukang pos yang habis digigit anjing liar.
Aku harap kau bisa bantu kami, Sir Wilfrid, tapi aku amat mengerti. Jaga kesehatanmu.
Mayhew! Mayhew!
Tidak, tidak. Sir Wilfrid, aku mohon.
Jangan khawatir, Carter, kita tidak terima perkaranya, tapi Mr. Mayhew ini teman lama yang butuh bantuan.
Tentunya aku bisa beri dia suatu nasihat.
Ayo, Mayhew, aku beri kau lima menit. Tidak, tidak, aku tak butuh kau, Mayhew saja.
Tidur sebentar kita! Sir Wilfrid! Tidur sebentar kita!
Kau tidurlah duluan. Mulailah tanpaku.
Ini salahmu, Mr. Carter. Kau harusnya tidak mengizinkannya.
Ini bukan salahku. Aku dengan jelas bilang pada Sir Wilfrid jangan ada kasus pidana.
Bila ini salah seseorang, aku pikir itu salahku.
Kesannya berlebihan bagiku, tapi Mr. Mayhew pikir ini sangat mendesak.
- Dia pikir aku akan ditahan sebentar lagi. - Ditahan karena apa?
Karena pembunuhan.
Ini kasus Emily French. Kau kemungkinan sudah tahu pemberitaannya di media massa.
Dia janda paruh baya, cukup kaya, tinggal bersama seorang pembantu di Hampstead.
Mr. Vole habis bersamanya pada malam itu.
Waktu pembantu itu kembali dari liburnya, dia mendapatkan nyonya rumahnya meninggal,
- dihantam di bagian belakang kepalanya, dibunuh. - Begitu.
Vole nampaknya dikenakan sejumlah bukti tidak langsung.
Mungkin bila aku beri kau rincian ringkasnya, kau mungkin bisa menyarankan sanggahan terkuat untuk pembelaan.
- Mungkin aku bisa berpikir lebih baik lagi bila kau memberiku cerutu itu. - Tentu saja.
Tak ada hukuman sebelumnya. Dia punya reputasi yang baik dengan catatan perang yang istimewa.
- Kau akan amat menyukainya. - Mereka sudah menyita koreknya. Korek, kasih aku korek.
Menurut pandanganku pihak pembela bisa menyusun alibi pada malam pembunuhan.
- Maaf, aku tak punya korek. Biar aku carikan kau korek. - Jangan! Kau tidak kenal Nona Plimsoll.
Ini akan memerlukan kemahiran kita.
Anak muda!
Kemari, tolong.
Penasihat hukummu dan aku merasa kau mungkin bisa jelaskan padaku suatu hal yang penting.
- Ya. Terima kasih. - Sir Wilfrid!
Kau belum tidur? Ke atas!
- Kasih aku korek. - Maaf, aku tak pernah membawanya.
- Apa? Kau bilang aku akan menyukainya. - Tapi aku sebenarnya punya korek.
Kau benar sekali, Mayhew, aku amat menyukainya. Terima kasih.
Kalian bisa bayangkan muka Nona Plimsoll bila dia melihatku sekarang?
Maka mari kita benar-benar pastikan dia tidak melihatnya.
Bagus sekali. Insting dari pelaku tindak pidana yang terlatih.
- Terima kasih, pak. - Ini.
Anak muda, entah kau sudah membunuh atau tidak janda paruh baya itu,
tapi yang pasti kau sudah menyelamatkan hidup seorang pengacara tua.
Aku tidak membunuh seseorang. Itu mengada-ada.
Christine, dia istriku, dia pikir aku akan terseret dan aku akan butuh pengacara.
Itulah kenapa aku menemui Mr. Mayhew. Sekarang dia pikir dia butuh pengacara
- dan sekarang aku punya dua pengacara. Ini agak menggelikan. - Mr. Vole,
aku ini penasihat hukum. Sir Wilfrid adalah pengacara.
Cuman pengacara sebenarnya yang bisa membela sebuah kasus di pengadilan.
- Oh, begitu. - Dia tak bakalan menemukan abunya.
- Duduk. - Terima kasih.
Aku baca di surat kabar kalau Mrs. French ditemukan tewas dengan kepala yang habis dihantam.
Juga diberitakan di surat kabar kalau polisi ingin sekali menanyaiku karena aku sudah mengunjungi Mrs. French malam itu.
- Tentu saja, aku sudah pergi ke kantor kepolisian. - Mereka memperingatimu?
Aku tak tahu. Mereka tanya padaku bila aku ingin membuat pernyataan
mereka akan mencatatnya dan itu bisa digunakan untuk melawanku di pengadilan. Itu sebuah peringatan?
Itu tak bisa membantu sekarang.
- Mereka sopan sekali, dan mereka nampaknya cukup puas. - Mereka nampaknya memang puas, Mr. Vole.
Dia pikir kalau dia sudah buat pernyataan setelah itu sudah selesai. Bukankah itu sudah jelas Mr. Vole
kalau kau akan dianggap sebagai tersangka utama yang logis dalam kasus ini? Aku takut sekali kau akan ditahan.
Aku tidak melakukan apa-apa! Kenapa aku harus ditahan?
Maksudku ini Inggris! Kau tidak ditahan atau dihukum atas sesuatu yang tidak kau lakukan.
Kami berupaya agar itu tidak terus-menerus terjadi.
Tapi itu pernah terjadi, kan?
Tentu saja. Dulu ada kasus terhadap orang itu, siapa namanya, Adolph...Beck... Adolph Beck.
Dia habis dipenjara delapan tahun, lalu tiba-tiba mereka mengetahui kalau itu ternyata orang lain di tempat kejadian yang sama.
- Dia tidak bersalah dari sejak awal! - Dia sial sekali, tapi restitusi sudah didapatkan.
Dia menerima grasi, ampunan dari pengadilan, dan dikembalikan ke kehidupan normalnya.
Ya, itu bagus untuknya. Bagaimana bila sudah terjadi pembunuhan? Bagaimana kalau dia digantung?
Bagaimana mereka akan mengembalikannya pada kehidupan normalnya setelah itu?
Mr. Vole, kau jangan memandang itu sebagai sudut pandang yang mengerikan.
Maafkan aku. Ini cuman saat kau mengatakan ini semua akan menimpa padaku, ini seperti mimpi buruk.
Santai, Mr. Vole. Aku bawa kau ke orang yang terbaik, pengacara paling berpengalaman di London.
Sekarang, Mayhew. Biar kuluruskan ini. Aku akan berbuat sesuatu yang sangat tidak sepatutnya.
Aku terima cerutumu, tapi aku tak mau menerima kasusmu. Aku tak bisa.
No comments yet. Be the first to leave one.