The first 124 lines.
Dunia kita tidak selalu sama.
Tersembunyi dari pandangan kita...
terdapat sebuah dunia yang berbeda.
Makhluknya sangat berbeda sekali dengan kita.
Hampir seperti makhluk asing.
Namun jumlah mereka jauh lebih banyak...
dibanding spesies lainnya di planet ini.
Selamat datang di dunia Antropoda yang mengesankan,
Laba-laba,
Kalajengking,
dan Serangga.
Saat ini kita punya teknik kamera baru...
yang memungkinkan kita untuk mengungkapkan lebih detail dari sebelumnya,
cara kehidupan mereka.
Bagaimana mereka bertarung, makan dan bereproduksi.
Series ini menggunakan teknologi kamera 3D yang dikembangkan secara khusus...
untuk mempelajari dunia mikro dengan detail yang menakjubkan,
baik lokasi maupun lingkungan hidup mereka.
Kita akan menyaksikan moment kelahiran mereka,
tantangan yang mereka hadapi,
dan saat kehidupan mereka bergantung pada keseimbangan.
Yang mungkin akan membantu kita memahami bagaimana saat ini,
80% lebih dari semua spesies hewan di planet ini adalah Antropoda.
Dalam series ini, kita akan melihat bagaimana mereka berevolusi...
dari sejumlah kecil Ulat Kaki Seribu...
sampai ke koloni besar...
yang berisi ratusan, hingga jutaan ekor.
Kita akan menyaksikan transformasi yang paling menakjubkan...
di kerajaan hewan.
Kita akan bertemu dengan kawanan semut,
Laba-laba yang dapat menyemburkan jaringnya,
dan Serangga yang memakai tubuh mangsanya sebagai penyamaran.
Selamat datang di dunia yang aneh dan berbahaya.
Surantih, 26 Juni 2015. Kab. Pesisir Selatan
Perjuangan untuk bertahan hidup diantara Antropoda...
seringkali amat brutal...
namun itulah kunci kesuksesan mereka,
yang terkuat bertahan hidup menghasilkan generasi selanjutnya.
Lahirnya keturunan mereka tidak selalu mengakhiri tanggungjawab parental orangtuanya.
Dimana kebanyakan Antropoda meninggalkan anak-anaknya untuk bertahan hidup sendiri,
sejumlah kecil malah merawat keturunannya.
Mereka menjadi keluarga.
Dan di hutan tropis Australia...
hiduplah salah satu yang paling menakjubkan.
Ini merupakan Kecoa raksasa penggali.
Salah satu Kecoa terbesar di dunia.
Jika kalian memegangnya, dia akan memenuhi telapak tangan kalian.
Meskipun penampilannya seperti itu, mereka bukanlah hama.
Bahkan merupakan salah satu Serangga paling berguna di hutan ini.
Orang Australia menyebut mereka dengan Serangga sampah,
"Detritus adalah partikel organik hasil dari proses penguraian."
karena mereka membersihkan dasar hutan, memakan dedaunan dan " Detritus ".
Yang satu ini adalah seekor betina.
Dia hamil dan sedang menggali terowongan untuk menciptakan...
tempat yang aman dimana dia bisa melahirkan anaknya.
Terowongannya satu meter kedalamannya,
setara dengan kalian ataupun aku menggali lebih dari 20 meter.
Dan di sinilah dia akan melahirkan.
Setelah melakukannya, kebanyakan Serangga akan pergi,
dan membiarkan anak-anaknya berjuang sendiri.
Namun tidak begitu dengannya.
dia akan merawat anak-anaknya selama berbulan-bulan,
menjaga kelembaban dan kehangatan mereka di bawah cangkangnya.
Kadang-kadang, dia akan keluar ke permukaan untuk mengumpulkan daun Eukaliptus...
untuk makanan mereka.
Kecoa ini akan hidup selama 8 tahun hingga lebih.
Selama itu, dia akan menghasilkan sekitar 150 anak.
Dan dengan merawat mereka selama 6 bulan pertama kehidupan mereka,
dia memastikan bahwa mereka semua mendapatkan awal kehidupan yang sebaik mungkin.
Hingga akhirnya, mereka akan meninggalkan sarang dan memulai hidupnya sendiri.
Namun beberapa makhluk telah mengambil gaya hidup sosial ke tingkat yang lebih lanjut.
Anak-anaknya tidak pernah pergi.
Keluarganya tetap hidup bersama-sama.
Sejumlah besar sutra putih ini adalah rumah bagi Laba-laba yang tak biasa.
Laba-laba biasanya hidup soliter.
Namun Laba-laba ini berbeda,
mereka makhluk sosial.
Mereka hidup dalam kelompok yang berjumlah hingga 100 ekor...
dan mereka semua berhubungan darah,
kakak dan adik, orangtua, paman dan bibi,
semuanya di jaring yang sama.
Mereka hidup berdampingan, dan berburu bersama-sama.
Di sini juga para ibu merawat anak-anaknya.
Setelah telurnya menetas, dia akan memberi makan bayi-bayinya...
dengan muntahan makanan sampai mereka cukup dewasa untuk berburu sendiri.
Untuk saat ini, dengan begitu banyaknya Laba-laba yang menghuni jaring,
cukup aman baginya untuk meninggalkan telur untuk mencari makanan.
Belalang ini terlalu besar bagi seekor Laba-laba untuk ditangani.
Sehingga mereka pun berkolaborasi.
Semua Laba-laba terdekat membantu untuk menjatuhkannya.
Bahkan meski kecil, Laba-laba muda juga ikut membantu.
Akhirnya ketika mangsanya kehabisan tenaga, Laba-laba pun memakannya.
Hal yang wajar bagi bayi Laba-laba untuk memakan tubuh Laba-laba tua...
yang mati di jaring.
Bahkan, dalam beberapa spesies kehidupan sosial Laba-laba,
sang ibu selalu mati saat bayi-bayinya menetas...
dan mereka pun memakan mayatnya.
Jadi generasinya terus berlanjut, dan keluarga ini terus berkembang.
Jaring yang luas ini akan bertahan selama sekitar 5 tahun,
sampai akhirnya keluarga ini pindah.
Dengan hidup bersama sebagai keluarga besar,
dan menjaga satu sama lain,
kehidupan sosial Laba-laba telah membantu menjamin kelangsungan hidup mereka.
Namun beberapa Serangga mengambil latihan ini ke tahap yang lebih tinggi.
Anggota keluarga mulai mengkhususkan diri.
Di hutan hujan Australia,
Semut Hijau hidup dalam kelompok yang berjumlah hingga setengah juta.
Namun komunitas ini punya awal yang kecil.
Keluarga ini hanya terdiri dari beberapa ratus Semut.
Dan mereka mencari sebuah tempat untuk membangun rumah mereka.
Keluarga ini nampaknya telah menemukan tempat yang cocok.
Sekarang mereka memulai pembangunannya.
Memanjat punggung masing-masing,
Semut-semut terkuat mencapai seluruh kesenjangan...
dan menghubungkan dedaunan.
Sarang mereka akan dibuat oleh gabungan dedaunan ini.
Namun untuk melakukannya, mereka butuh bantuan dari anggota-anggota termuda keluarga ini,
Larva.
Anak-anak putih kecil ini tidak bisa bergerak,
namun mereka punya kemampuan yang luar biasa,
yangmana para Semut pekerja punya keahlian untuk menstimulasi.
Saat para Semut pekerja dewasa merangsang mereka dengan antenanya,
para Larva muda pun menghasilkan sutra.
Para Semut pekerja menggunakan sutra itu untuk menghubungkan dedaunan.
No comments yet. Be the first to leave one.