The first 200 lines.
Noona, bagus tidak?
Lihatlah.
Terima kasih.
Hye Chan.
Kau belum tidur?
Aku sedang sedikit olahraga.
Oh. Kenapa aku begitu haus?
Dimana istrimu?
Kenapa kau keluar dari sana?
Jadi. Kalian pakai kamar terpisah?!
- Ayo kita dengar apa yang terjadi dulu. - Kalian membodohiku?
Tanpa tahu hal ini aku mengkhawatirkanmu dan bahkan membelikanmu tonik!
Aku telah memintamu dengan sungguh-sungguh dan kau cuma mengabaikannya?
Apa yang kau lakukan? Cepat minta maaf!
Maafkan aku.
Ini salahku.
Tadi malam aku terlalu kelelahan karena syuting.
Alasan bodoh macam apa itu?!
Aku sudah menyerah padamu, tapi...
Aku tak akan pernah menyerah pada cucu menantuku.
Mulai sekarang gunakan kamar yang sama. Mengerti?
Dan Cucu Menantu...
Ya?
Kudengar kau mengenakan seragam.
Apa maksudnya itu?
Oh... itu... itu...
Omong kosong apa yang kau bicarakan? Kenapa dia mengenakan seragam?
Siapa yang bilang?
Tidak, aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri.
Aku melihat istri Bong Man naik bus dengan mengenakan seragam.
Kau pasti salah lihat.
Dia selalu olahraga setiap pagi.
Kami berada di taman sepanjang pagi kemarin.
Benarkah itu?
Itu aneh. Aku yakin kalau itu Hye Chan.
Dimana kau taruh matamu itu? Apa kau buta?
Itu aneh, seperti ada yang memainkan trik hantu padaku.
Mana bisa punya anak kalau tak menghabiskan banyak waktu bersama dan tak tidur di kamar terpisah?!
Terima kasih.
Kita hampir terkena masalah besar.
Kau tahu seberapa menakutkannya si Raja Iblis, kan?
Aku masih menyukainya, kok.
Yang pasti, kau tak bisa pergi berkeliaran lagi dengan mengenakan seragam.
Dan berhentilah pergi ke Akademi Film atau apa pun itu...
Beri aku seminggu lagi.
Kalau begitu...
Kita akan tidur di kamar yang sama, kan?
Kamar?
Kau sudah berjanji pada Raja Iblis.
Bayi...
...kita.
Ah,... itu... kita tidak bisa.
Bagaimana bisa kami tidur bersama?!
Aku pergi dulu.
Hei, apa yang kau lakukan? Kubilang itu sudah rusak.
Oh... aku akan memperbaikinya.
Tidak, akan kubelikan kau yang baru, tunggulah sebentar lagi.
Ini masih bagus... Aku akan coba memperbaikinya.
Tidak. Kau tak bisa memperbaikinya...
Aku pergi.
Omo, omo...! Dia beneran membuangnya!
Tak heran dia hidup begitu setelah SMA... Dia sama sekali tak tahu nilai uang.
Tapi... di mana aku bisa memperbaikinya?
Tidak, tak apa-apa, beritahu saja aku dimana aku bisa memperbaikinya.
Setelah beberapa kali coba, aku mulai suka memperbaiki barang rusak.
Kau sungguh baik, aku selalu maksamu melakukan sesuatu.
Tidak... Noona
Tapi, sudah seberapa jauh kau mengambil gambar untuk filmmu kemarin?
Apa sudah selesai?
Sudah selesai.
Aku mengikuti siswa terlambat ke sebuah motel dan ditangkap oleh polisi.
Bagaimana bisa selesai?
Itu kacau! Kau pasti sangat ketakutan.
Aku hampir tak bisa bertemu denganmu lagi.
Aku akan menghubungimu setelah sekolah.
Noon...
Apa kau pernah ciuman sebelumnya?
Apa?
Memangnya kenapa?
Huh?
Oh tidak. Busnya sudah tiba, cepatlah pergi.
Kenapa kau kesini begitu pagi?
Kau bertengkar dengan kakak ipar lagi?
Memangnya kami ini musuhan?
Apa yang kau lakukan?
Sesuatu terjadi antara kau dan kakak ipar, kan?
Tidak... Aku kesini untuk bertemu denganmu.
Aku sudah hidup selama 25 tahun dengan beberapa urusan cinta...
Senyum manismu itu sudah memberitahuku semuanya.
Sesuatu terjadi, kan?
Tidak... cuma di sini..
Ciuman?
Ah tidak, aku hanya berdiri dan dia tiba-tiba saja...
Oh, kakak ipar yang malang.
Kau tahu, aku benar-benar ingin ciuman pertamaku dilakukan bersama seseorang yang kucintai.
Itulah kenapa kau sudah melakukannya dengan kakak ipar.
Apa? Ciuman pertamaku? Kapan itu?
Ah, aku tak ingat, itu sudah lama sekali.
Bahkan ciuman pertamaku, pria brengsek itu...
Aku akan melompat sekarang juga.
Baiklah, aku mengerti! Aku akan... Aku akan menciummu!
Dia pasti mengambil langkah-langkah ekstrim, kan...
Atau...
Dia pasti melakukan sesuatu yang benar-benar rendahan...
Hei, itu salah satu ciuman yang keren, kan?
Kau sampai gembira begitu.
Dengan semangat ini, pastikan kau melakukannya malam ini.
Tidak, itu terlalu berlebihan. Aku akan pelan-pelan melakukannya.
Pikiran istrimu seperti berusia 18 tahun,
Itu sedikit liar, kan?
Aku merasa bosan dan lelah hidup melajang terus.
Apa kau dulu bercerai karena kau merasa lelah dengan istrimu?
Hidup itu untuk bertemu dengan seseorang lalu mengucapkan selamat tinggal...
Dan kemudian kau akan bertemu seseorang yang baru.
Ini sih pengulangan namanya.
Tapi... bagaimana kabar Hye Won-ssi akhir-akhir ini?
Aku kan sudah bilang kalau jadwalku penuh minggu ini.
Baiklah., aku mengerti.. Akan kucoba menemukan seorang pengganti...
Oh ya, Manager Seo...
Aku harus mengajar di sebuah akademi film.
Bisakah Kang Sang Young-ssi menggantikanku mengajar hari ini?
Cuma beberapa jam saja.
Oh, tapi jadwalnya minggu ini penuh.
Ah, kau ini, itu kan cuma sebentar saja...
Aku bisa melihatnya, kalian sudah begitu sibuk.
Kau sangat cantik, Ji Young-ssi.
Kau seperti pengantin sungguhan.
Terima kasih.
Kapan kau akan menikah?
Mungkin saat aku menemukan pria yang tepat.
Oh, ayolah.
Oppa.
Apa cincinnya ada padamu?
Aku yakin ada di desainer kostum.
Ayo kita bantu dia saat ini.
Kenapa aku harus mengajar di sebuah akademi?
Lupakan saja.
Kita sudah melalui saat-saat yang buruk.
Sampai takdir memisahkan kita berdua.
Kita akan selalu bersama selamanya.
Aku bersumpah.
Aku masih belum berhasil.
Akan kucoba nanti saja deh.
Jangan sentuh bagian itu...
Jangan khawatir. Aku akan berhati-hati.
Ohh...
Hei... Dia sudah menunjukkan wujud aslinya.
Tertangkap kau kali ini. Awas kau, ya!
Wow. Kau sungguh hebat. Kau sudah benar-benar memperbaikinya.
Ini bukan masalah besar.
Ada kabel yang perlu disambungkan saja.
Oh ya! Diary-ku.
Ah iya, aku tak ingat passwordnya.
Bukankah ini laptopmu, Noona?
Benar, tapi aku tak ingat passwordnya.
Mungkin itu hari ulang tahunmu atau nomor teleponmu. Banyak orang yang menggunakannya.
Aku sudah coba nomor teleponku sebelumnya.... Ulang tahunku?
Bukan itu.
Aku juga selalu lupa passwordku.
Itu karena aku mengalami kecelakaan jadi aku tak ingat.
Kecelakaan?
Ini tak akan bekerja. Lebih baik kubawa pulang saja.
Hei, terima kasih banyak untuk hari ini.
Tak apa-apa.
Akan kubelikan kau tokpoki yang benar-benar lezat nanti.
Aku pergi dulu. Sampai jumpa.
Ya, Nona, sampai jumpa.
Apaan itu?
Si 'seragam olahraga' itu benar-benar hebat.
Maksudku... bagaimana dia bisa membuatnya memperbaiki laptop-nya.
Ini cuma permulaan.
Akan kucari tahu kebenaran tentang si 'seragam olahraga' itu. Tunggu saja...
Bukan begitu...
Itu karena aku mengalami kecelakaan jadi aku tak ingat...
Wow, apa itu benar-benar rumahnya?
Mungkin dia itu pembantu disana
Benar juga.
Terakhir ketemu, dia bawa banyak belanjaan.
Mungkin saja dia mencuri laptop itu dari majikannya.
Bukan ulang tahun Hye Won.
Kalau begitu apa dong?
Aku benar-benar penasaran dengan isinya.
Mungkinkah... hari ulangtahunnya Bong Man?
Kenapa harus tanggal ulang tahunnya Kang Bong?
Kang Bong pasti yang memaksaku menggunakannya.
Aku memesan barang lain dari Home Shopping.
Ini sudah yang ketiga kalinya minggu ini.
Bong Man pasti marah kalau dia tahu.
Tidak masuk akal, aku itu kan selalu berhemat.
Hye Won sudah meminjam uangku...
Dan dia tak bilang apapun tentang hal itu.
Akhirnya, hari yang kutunggu datang juga.
Senjata yang kugunakan adalah baju tidur seksi penuh renda.
Tapi kata-kata yang keluar dari mulut Bong Man adalah...
Kau akan mati membeku. Ada banyak sekali lubang...
Kang Bong bodoh... Dia membuat mood-ku hancur.
Omo, omo... Ini tidak masuk akal.
Kenapa aku seperti itu?
Kalau dipikir-pikir, bukankan ulang tahun Bong Man tinggal beberapa hari lagi?
Yah... Kakak ipar punya standar yang tinggi.
No comments yet. Be the first to leave one.