The first 200 lines.
~ yi yan zhi nian yi nian zhi zhuo ~
~ zhu ding jiu ci fei wo bu huo ~
~ ming zhi shi huo wei he hai bu zhi suo cuo ~
~ zui hao bu jian zui hao bu nian ~
~ ro ci cai ke bu yu ni xiang lian ~
~ duo yi bu de ca jian ~
~ jiu bu bu lun xian ~
~ shi shi jian de guo cuo ~
~ rang wo men zhi neng cuo guo ~
~ wo duo xiang nian ni duo yao yuan ~
~ zao zhi dao shi ku guo ~
~ zhe yi ke ye bu xiang tao tuo ~
~ ke xi zhe zi yan tai ci yan ~
~ liang ge shi jie zhi hou ~
~ bu xiang tao tuo ~
~ shi shi jian de guo cuo ~
~ wo men zhi neng cuo guo ~
~ wo you duo me xiang nian ni you duo yao yuan ~
~ zao zhi dao jie ju shi bu neng kang ju de cuo ~
~ ting liu zai zhe yi ke ~
~ zhi hao qing shen yuan qian ~
Episode 17 Penerjemah: dee | QC: Runi
-Lihat. -Ke sini.
Teman-teman.
Mari kita minum dan bersulang untuk Pangeran ke-9. Dia melaluinya dengan selamat. Kemari dan minumlah.
Ayolah. Minumlah. Selamat, Pangeran ke-9.
Apa yang perlu dirayakan?
Pangeran ke-9.
Apa yang membuat Anda marah?
Ada perkataan lama - Seorang pria bisa menunggu 10 tahun untuk membalas dendam.
Itu benar.
Nona, apa yang anda butuhkan?
-Tuan, tolong berikan satu guci arak. -Baik.
Aku pikir kau tidak perlu menunggu sampai 10 tahun, kau bisa balas dendammu sekarang.
Ini.
Lihat.
Wanita ini dekat dengan Pangeran ke-13.
Hubungan mereka melebihi teman biasa.
Kau tahu siapa dia?
Dia terlihat tidak asing.
Aku pikir aku pernah melihatnya di rumah bordil.
Bagus dia berasal dari rumah bordil. Jika Pangeran ke-13 bisa memilikinya, Pangeran ke-9 juga bisa.
Ya, Pangeran ke-9.
-Pangeran ke-9 juga bisa memilikinya. -Ya.
Jika Pangeran ke-9 takut mencari masalah, maka lupakanlah.
-Apa maksudmu? -Itu benar.
Minta dia ke sini.
Baik.
Pergi.
Pergi. Ke sana.
Ini adalah Pangeran ke-9.
Apa yang bisa saya bantu, Tuan?
Pangeran ke-9 ingin kau minum dengannya.
Sini.
Minumlah. Minum. Minum.
Terima kasih untuk minuman anda, Pangeran ke-9. Saya akan minum sekarang.
Bagus. Sangat bagus. Bagus.
-Lagi. -Sampai jumpa.
-Jangan pergi. -Tanpa izin dariku, siapa yang boleh pergi?
Itu benar. Kau ingin pergi?
Pangeran ke-9, saya punya urusan penting di rumah.
Pangeran ke-9, tolong izinkan saya pergi.
Duduk.
Duduk.
Minum.
Saya benar-benar tidak bisa minum.
Minumlah. Habiskan ini.
Minumlah. Ayolah.
Kakak ke-9.
Kenapa kau terlambat?
Apa yang kau lakukan?
Lepaskan.
Pangeran ke-14.
Jangan perdulikan. Minumlah.
Nona Luwu, ikut aku keluar.
Pangeran ke-9, ini...
Membiarkan dia pergi begitu saja?
Lanjutkan minum.
Minum teh. Tuan, sini. Cepat.
Pangeran ke-14. Terima kasih telah menyelamatkan saya.
Maaf atas kelakuan Kakak ke-9. Biasanya dia tidak seperti itu. Mungkin dia sedang tidak senang.
Makanya dia bersikap tidak sopan padamu.
Pangeran ke-14, jangan diambil hati.
Pangeran ke-9 hanya menawarkanku minum.
Karena saya tidak menerimanya, maka dia marah.
Kau terlalu baik. Kau telah ditindas, tapi kau masih membelanya.
Pangeran ke-14, saya tidak merasa ditindas.
Tolong jangan katakan pada Pangeran ke-13.
Pangeran ke-13 orang yang setia dan tidak memihak. Saya takut dia akan mendapat masalah karena saya.
Kau tahu bagaimana memikirkan orang lain. Kakak ke-13 beruntung memilikimu sebagai teman.
Saya pikir dia terlalu baik untuk saya.
Jika Kakak ke-13 mendengarnya, dia akan tidak senang.
Tapi itu yang benar-benar saya rasakan.
Saya... Saya selalu merasa jika Pangeran ke-13 bersama dengan saya, orang-orang akan bergunjing tentangnya.
Kaupikir Kakak ke-13 akan peduli?
Tapi saya tidak mau orang lain menyebarkan rumor tentang dia.
Terutama jika itu adalah kesalahan saya.
Saya pikir orang-orang Pangeran ke-9 tidak akan datang mencari saya.
Saya bisa pulang sendiri. Terima kasih, Pangeran ke-14.
Tidak apa-apa. Aku memang harus bantu.
Juga akan sangat tidak nyaman jika anda berjalan bersama dengan saya.
Saya undur diri.
Baiklah, hati-hati di jalan.
Ini terlihat sangat indah. Aku yakin ini sangat susah membuatnya.
Aku tahu kau pasti menyukainya.
Kau harus berterima kasih pada Kakak ke-10. Dia mengambil lentera ini dari orang lain.
Kau benar-benar tahu bagaimana untuk mempermalukanku. Bukankah kau yang melihat lentera ini pertama kali?
Kau yang mengusulkan untuk memberikannya pada Ruoxi terlebih dahulu.
Tapi ketika aku dengar bahwa pemiliknya hanya ingin memajangnya tapi tidak menjualnya dengan harga berapapun.
Aku sudah menyerah.
Bagaimanapun, kau mengatakan padanya identitasmu dan bersikeras dia harus menjualnya untukmu.
Aku juga dipermalukan olehmu.
Ini adalah barang yang tidak penting bagiku, tapi ini adalah harta berharga bagi orang lain.
Cepat kembalikan.
Aku telah mengambilnya, bagaimana aku bisa mengembalikannya sekarang?
Simpanlah.
Itu hanya sebuah lampion. Kami telah membayarnya, jangan menganggapnya istimewa.
Cepat kembalikan.
Baiklah. Sia-sia usahaku.
Kenapa kau tidak menasihatinya untuk tidak melakukan itu?
Tanya dia apakah aku menasihatinya atau tidak.
Aku melakukannya tapi dia juga harus mendengarkanku.
Ketika dia keras kepala, hanya tiga orang di dunia ini yang bisa membujuknya.
Aku bukan salah satu dari 3 orang itu.
Siapa 3 orang itu?
Kakak ke-8.
Ruoxi.
Yang terakhir adalah musuh bebuyutanmu sejak kecil, Fujin ke-10.
Adik ke-13.
Kakak ke-9. Adik ke-13, hentikan.
Jangan kelewatan, kalian tidak boleh berkelahi disini.
Adik ke-13, apa yang kauinginkan?
Adik ke-14, lepaskan dia. Aku harus lihat apa yang bisa dia lakukan padaku.
Hentikan, Kakak ke-9.
Bawa Pangeran ke-9 pergi.
Jika Kaisar mendengar hal ini, akan ada masalah.
Baiklah. Ayo pergi, Kakak ke-9.
Cepat.
-Pangeran ke-13. -Pergi.
-Pangeran ke-13. -Baiklah.
Ayo ke tempat saya dulu.
Kenapa kau hentikan aku untuk memukulnya?
Jika kau berkelahi dengannya dan menyebarkan masalah ini, aku takut itu tidak baik bagi Nona Luwu.
Aku baru saja mendengar masalah ini kemarin malam.
Jadi ketika aku melihatnya tadi, aku menjadi terganggu.
Aku hanya ingin memberinya beberapa pukulan.
Apa yang terjadi?
Adik ke-14, terima kasih atas bantuanmu kali ini.
Terakhir kali, kau membantuku menyelesaikan masalahku dengan Putri Minmin.
Kau tidak perlu berterima kasih padaku.
Lagipula, ini kesalahan Kakak ke-9.
Apa yang Pangeran ke-9 lakukan pada Luwu? Aku pikir dia sudah ditebus beberapa tahun lalu.
Dia hanya seorang artis bukan pelacur.
Sebagai seorang wanita yang belum menikah, kenapa banyak tanya?
Dia keterlaluan. Dia mencoba menindas Luwu saat masih terang begini.
Untungnya, Adik ke-14 ada di sana dan menyelamatkannya.
Aku tahu bahwa Pangeran ke-9 bejat, tapi aku tidak pernah menyangka dia akan begini.
Sebenarnya dia menindas semua wanita cantik yang lewat di depannya. Tidak berperikemanusiaan!
Ruoxi.
Aku pikir kau harus membawa beberapa orang untuk menangkapnya. Tutup kepalanya dan pukul dia.
Diam. Ruoxi.
Karena Luwu selamat, langkah terbaik untuk menyelesaikan masalah ini adalah mengurangi dampaknya.
Kenapa kau berlebihan begitu?
Apakah kau ingin seluruh Ibu Kota tahu hal ini?
Itu hanya akan membuat keadaan semakin buruk dan gosip dimana-mana.
Bagaimana menurutmu Luwu bisa melanjutkan hidupnya?
Adik ke-14.
Beritahu pesan ini padanya.
Mulai sekarang, jika dia berani melakukan ini lagi pada Luwu atau wanita lainnya.
Aku akan membunuhnya, tidak peduli bahaya apa yang akan kuhadapi.
Aku yakin dia tidak akan mengulanginya lagi.
Berhenti di sini.
Aku mau sendiri.
Tidak apa-apa, jangan khawatir.
Tidakkah kau keterlaluan? Beraninya kau memarahi seorang Pangeran?
Berapa banyak kepala yang kau punya?
Sebenarnya kau tidak bisa menyalahkan Kakak ke-9 sepenuhnya.
Hari itu, dia banyak minum.
Orang-orang di sekitarnya tahu bahwa dulu Luwu berasal dari rumah bordil.
Mereka memancingnya.
Karena itu dia kehilangan kontrol.
Jadi ini kesalahan Luwu dan Pangeran ke-13?
Aku benar-benar mempelajari hal baru hari ini.
Aku pikir aku menjadi seorang penyelamat yang sia-sia.
Kakak ke-9 marah padaku selama beberapa hari karena aku menyelamatkan Luwu.
Sekarang, kau juga marah padaku.
Jika aku tahu masalah ini begitu rumit, aku tidak seharusnya menolongnya.
Aku ditutupi kemarahan, aku seharusnya berterima kasih padamu.
Kenapa kau tidak memarahiku dan melampiaskan kemarahanmu?
Aku tidak mau mengganggumu.
Pangeran ke-14.
Apa yang bisa aku lakukan untukmu?
Menurut karakter Pangeran ke-9, dia tidak akan membiarkan masalah ini begitu saja.
Karena aku sudah terlibat, aku akan mengamatinya.
Aku memohon pada Kakak ke-8 untuk bicara padanya. Aku yakin dia akan memberi kita muka.
Terima kasih.
Kau hanya bertemu Luwu beberapa kali, kenapa kau sangat perhatian padanya?
Karakternya dan kemampuannya sangat terkemuka.
Meskipun aku jarang berinteraksi dengannya...
Tapi belum lagi hubungannya dengan Pangeran ke-13,
No comments yet. Be the first to leave one.