SPY x FAMILY Part 2

SPY x FAMILY Part 2

Download Indonesian Subtitle

Release info

Spy x Family Part II E16 - [1080p HEVC]
A Commentary by Popopupo1
Untuk releasan Nyaa, Judas, Asw, Anime Time, Jangan lupa berikan Ratings ya*Ig : @Sebastianus_Ariston20

Tags

other
Published on: 2022-10-24
Downloads: 17
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 172 lines.

Belakangan ini, Yor sering pulang telat.

Tetapi aku tidak berhak untuk mencari tahu,

jadi, aku tak bertanya apa-apa.

Makan malam hari ini apa, ya?

Ayah, belum waktunya makan?

Tunggu Yor pulang, ya.

Bond, ramal makan malam hari ini.

Aku pulang.

Ekspresi wajah yang suram, dan juga...

banyak luka sayatan di tangan.

Bunda, selamat datang.

Iya, Bunda pulang, Anya.

Selamat datang.

Mau makan sekarang?

Ah...

Aku tidak lapar, kalian makan saja berdua.

Baiklah kalau begitu.

Yor, kamu...

Bunda menangis? Kenapa?

Kalau ini sampai gagal, mungkin aku...

akan kehilangan mereka berdua.

Terima kasih kerja kerasnya.

Ya, sama-sama.

Terima kasih kerja kerasnya.

Hei, Camilla, mari minum-minum.

Enggak dulu, deh.

Bukankah hari ini kamu ada kencan?

Dibatalkan.

Terima kasih!

Hari ini lagi, ya?

Tunggu sebentar.

Itu tomat?! Malah hancur!

Kak Yor ini bisa-bisanya!

Malam, Yor. Masih semangat, ya.

Malam juga.

Gara-gara kamu, sih, pakai bicara segala!

DAPUR YOR

3 H A R I L A L U

Mau belajar memasak?

Iya.

Gara-gara sarapan saya tempo hari, suami saya masuk toilet seharian.

Parah banget.

Kalau begini terus, rumah tangga saya bisa terancam.

Artinya, pekerjaan juga terancam.

Apa dari kalian ada yang mau mengajari saya?

Eh?

Aku enggak bisa, soalnya aku menyewa ART.

Ikut kelas masak sana.

Kalau makanan kaleng, sih, aku bisa, tinggal buka.

Wah, kalian sedang bahas apa?

Oh! Dia jago masak.

Hei!

Mohon bantuannya, Camilla.

Ogah, ah. Kenapa malah aku?

Sudahlah. Ajari saja dia.

Oke, nanti kumpul di rumahnya, ya.

Hei!

Saya siap.

Hari ini pun, saya mohon bimbingannya.

Ampun, deh. Parah banget.

Jangan bilang begitu.

Pokoknya! Kamu yang uji beracun atau tidaknya!

Tanggung jawab!

Ah, soal itu, aku minta bantuan satu orang lagi.

Yahu! Kakak!

Yuri?

Aku dengar, aku bisa makan masakan buatan Kakak.

Aduh.

Dia adiknya Kak Yor?

Kesannya beda banget dari foto.

Selamat malam, Camilla.

Terima kasih karena selalu membantu Kakak.

Iya.

Jadi, apa hari ini ada suatu pesta?

Eh? Belajar memasak?

Rahasiakan dari Loid dan Anya, ya.

Kakak ingin diam-diam jago memasak.

Ternyata belajar masak demi Lottie.

Rasanya campur aduk.

Hari ini saya mau coba membuat minestrone.

Kak Yor terlalu banyak beli bahan yang tidak diperlukan.

Yang ini buat apaan coba?

Maaf, saya kira akan enak kalau pakai macam-macam bahan.

Pertama, kupas kulit kentangnya dulu.

Baik!

Kenapa mengupas kulit malah jadi begini?!

Banjir darah ini!

Su-Sulit sekali memakai senjata ini.

Pengupas bukan senjata.

Kakak, aku bawa plester.

Tapi saya jago pakai pisau.

Itu malah terlalu tipis! Potong biasa saja!

Kakak hebat!

Hei, kenapa talenannya ikut terpotong?!

Padahal itu talenan favoritku!

Maaf, nanti saya ganti.

Kakak hebat!

Ya ampun! Bagaimana bisa Kak Yor menikah?!

Pulang sana!

Apa-apaan wanita ini? Kasar banget sama Kakak.

Apa aku eksekusi saja, ya?

Kak Yor enggak ada harapan. Menyerah sajalah.

Mending cerai saja dari si Ganteng itu.

Aduh...

Oh, saran yang bagus.

Dia benar. Cerai saja, Kak.

Tolong, Camilla.

Kalau sampai diceraikan Loid, nanti aku...

Aku bisa...

Aku bisa terancam diciduk.

Cepat panaskan semua bahan yang dipotong tadi.

Aku jelaskan soal bumbunya nanti.

Cepat masak biar cepat pulang.

Meski begitu, dia aslinya baik.

Cuma agak masa bodoh memang.

Camilla orang yang sangat baik.

Hei!

Dengan begini, masakan pertama sudah jadi.

Sekarang giliranmu, Yuri. Uji apa ada ra— Tolong cek rasanya.

Eh? Boleh?

Selamat makan.

Enak!

Rasanya enak banget, Kak!

Aku kangen masakan Kakak!

Wah.

Eh? Itu sambil muntah? Serius?

Bagaimana ceritanya jadi begini?

Apa Kak Yor ikut arahanku?

Maaf, sungguh, maaf.

Kakak, apa boleh tambah?

Minestrone masih terlalu susah buatmu.

Coba buat bakso, yang lebih mudah.

Baiklah.

Lezat!

Enaknya sampai bikin rasa aneh-aneh menjadi satu!

Kelezatan ini membuat kenangan masa kecilku muncul layaknya saat meregang nyawa!

Apa? Di seberang pesisir sana ada Ibu?

Berhenti, Yuri! Cukup sampai situ!

Oh iya, setelah kehilangan orang tua, Kak Yor hanya berdua dengan adiknya.

Indra perasa kalian rusak karena cuma makan makanan begini, ya?

Rusak?

Saya kira akan baik-baik saja selama nutrisinya lengkap.

Yuri, syukurlah kamu bisa tumbuh dengan sehat.

Misalnya, apa kalian ingat masakan orang tua yang kalian anggap enak?

Untuk referensi.

Yuri, apa kamu ingat?

Masakan Ibu?

Ingatanku agak samar, bukankah Ibu sering masak rebusan?

Aku suka itu karena hangat.

Oh! Yang ada telur mata sapinya, ya?

Oke, coba masak itu.

Tolong ingat baik-baik bagaimana rasanya.

Mungkin masakan dasarnya rebusan ringan ala wilayah selatan.

Matikan apinya kalau sudah mendidih.

Mungkin pakai bubuk paprika juga.

Baik.

Hati-hati agar tidak gosong.

Jangan salah jumlah garam dan mericanya.

Baik.

Kak Yor sekarang kelihatan agak berubah, ya.

Ekspresi Kak Yor sebelumnya kaku banget kayak robot.

Eh? Uh... Benarkah?

Apa mungkin karena sudah menikah?

Hah?

Dipuji dikit jadi kurang ajar, ya?

Palingan cuma gara-gara ganti dandanan. Cih.

Aduh, maaf. Maaf.

Ayolah, Camilla, kamu sudah cukup cantik, kok.

Percayalah.

Hei!

Omong-omong, baru kali ini aromanya wangi.

Sepertinya ini bakal sukses.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left