The first 175 lines.
Bos, jalanan di dalam kota sangat macet.
Kami sedang berada di jalan Bin Hai.
Apa yang ditakutkan terjadi juga.
Macet hanyalah penyebab objektif.
Da Wei, aku katakan padamu,
terbanglah kalaupun itu memang diperlukan untuk ke sini.
Sukses atau gagal bergantung pada langkah ini, tahu tidak?
Apakah semua tim telah berada pada posisi masing-masing?
Halo? Halo!
Apa yang terjadi?
Siapa yang menyuruhmu membunyikan klakson?
Kamu tahu tidak berapa banyak orang yang mengira itu adalah peringatan,
ketika kamu membunyikan klakson?
Kalau itu terjadi,
semua rencanaku akan hancur berantakan.
Bos!
Keluarga Mu Mu telah meneleponnya,
dan menyuruhnya pergi ke pertemuan perjodohan lagi.
Kalau kamu tidak segera ke sana,
maka dia benar-benar tidak akan bisa ditahan lagi.
Dia ingin pergi lagi?
Kalian pikirkan cara untuk menghentikannya!
Kalau kita tidak bisa menahannya,
maka semua rencana kita akan hancur sia-sia,
kamu tahu tidak?
Mu Mu.
Aku adalah kakak sepupu Tian Juan.
Tian Juan dan kamu adalah teman yang sangat baik,
itu berarti kamu dan aku,
juga adalah teman yang baik,
benar, kan?
Coba kamu pikir,
aku tidak begitu mengenal daerah ini,
ini pertama kalinya aku datang ke sini.
Kenapa kamu tega menelantarkan aku di sini?
Bukankah seharusnya,
kamu membawaku berkeliling dan melihat-lihat?
Benarkah, Kakak Xia Ran?
Kenapa aku merasa kamu sangat,
mengenal daerah ini?
Aku, aku sering melihat gambaran tempat ini.
Lihatlah aku ini, tadi aku sibuk memotret sendirian
dan hampir saja membuatku tersesat.
Aku angkat telepon dulu.
Ibu.
Baik, aku sudah tahu, Ibu.
Aku akan segera pulang.
Iya, sampai jumpa, Ibu.
Kakak Xia Ran...
Eh, pemandangan ini sungguh indah.
Da Wei, kamu sudah sampai mana? Cepat ke sini.
Aku sudah hampir tidak bisa menahannya lagi.
Aku sekarang sudah sangat cepat.
Sekarang aku seakan-akan bukan sedang mengendarai mobil.
Sekarang aku merasa seperti sedang menaiki pesawat.
Satu, dua, tiga, senyum!
- Kakak Xia Ran. - Cantik sekali!
Benar-benar maaf,
aku sudah harus pergi.
Anda jangan pergi dulu, mohon tunggu sebentar.
Sudah tidak sempat lagi.
Semua tim bersiaplah.
Lihatlah betapa indahnya pemandangan di sini, benar, kan?
Lima,
empat.
tiga,
dua,
satu.
Beraksi!
Da Wei, apa yang terjadi denganmu?
Kapan kamu akan sampai?
Aku katakan padamu, kalau kamu tidak segera sampai aku akan menjadi gila.
Aku sedang memainkan sebuah drama sendirian,
dan sudah tidak bisa berakting lagi.
Cepatlah!
Jangan panik, jangan panik.
Kami akan segera sampai.
Katakan pada semuanya, jangan bubar dulu.
Tunda kepergiannya sebisa mungkin.
Bos, bos,
sepertinya sudah tidak sempat lagi, lihatlah.
Siapa dia?
Kenapa dia bisa muncul disini?
Mu Mu tidak mungkin tertarik padanya, kan?
Kamu ke sana dan hentikan Mu Mu.
Aku akan mengusirnya.
Tunggu sebentar, kamu tidak boleh ke sana sekarang.
Tunggu sebentar, tunggu sebentar.
Tolong kamu segera meninggalkan tempat ini!
Nona,
apa maksudmu?
Tolong kamu katakan sekali lagi.
Apa kamu tidak mengerti yang aku katakan?
Aku bilang tolong kamu segera meninggalkan tempat ini.
Kenapa?
Apakah kamu telah menyewa tempat ini?
Tempat ini.
Tempat umum ini begitu besar.
Kalau kamu ingin melihat wanita cantik,
melihat laut ataupun melihat langit biru,
tolong kamu cari tempat lain.
Bisa tidak jangan membuat masalah di sini?
Tempat ini adalah tempat umum.
Aku mau berada dimana, itu terserah padaku.
Aku sekarang ingin berada disini.
Jadi tolong kamu,
pergi dari pandanganku.
Aku sudah ada janji dengan temanku di sini,
tepat di sini.
Maaf,
kamu benar-benar tidak bisa berada di sini hari ini.
Sebentar lagi akan terjadi sebuah keajaiban di sini.
Silahkan Anda pergi.
Terjadi keajaiban?
Aku rasa kamulah keajaibannya itu.
Mendengarmu berkata seperti ini,
telah memancing rasa penasaranku.
Aku ingin sekali melihat,
bagaimana keajaiban ini terjadi.
Aku lihat kamu ini,
benar-benar punya cara berdebat yang menjengkelkan,
sangat tidak masuk akal,
sengaja membuat masalah,
dan sangat aneh.
Hari ini aku sedang ada urusan,
kalau tidak...
Bagaimana?
Kamu kira kamu adalah penguasa?
Dengan kamu punya urusan,
apa semua orang harus meninggalkan tempat ini untukmu?
Aku ulangi sekali lagi.
Aku sudah ada janji dengan temanku,
tempatnya tepat di sini.
Aku tidak akan pergi.
Melihat tampangmu sepertinya kamu bukan punya janji
bertemu dengan seorang presdir untuk berdiskusi tentang bisnis, kan?
Kamu masih bisa berdiskusi dengan temanmu
meskipun kamu pergi 10 meter ke sana.
Aku lihat kamu juga bukan sedang memblokir jalan untuk menjemput seorang presdir.
Kamu!
Hmm?
Kakak Xia Ran.
Kalau Tuan ini ingin berada di sini,
kenapa kamu tidak membiarkannya saja?
Bukan.
Mu Mu.
Kamu kenapa?
Kamu tidak boleh berpindah hati.
Kamu jangan lupa, kamu masih punya pacar.
Kamu sudah berpacaran selama 3 tahun dengan pacarmu.
Kamu tidak mungkin melupakannya, kan?
Aku sangat berharap aku bisa melupakannya.
Aku sangat berharap,
aku sama sekali tidak pernah mengenalnya dari awal.
Kamu tahu tidak lagu tadi,
punya arti apa bagiku?
Cinta pertama, cinta yang membara.
Dia tepat berada di sini,
bersumpah padaku, dan membicarakan soal pernikahan.
Tapi tiba-tiba suatu hari,
dia pergi tanpa berpamitan.
Dia hanya meninggalkan satu kalimat melalui pesan telepon,
Tunggu aku selama 2 tahun, dan menikahlah denganku.
Setelah itu sama sekali tidak ada berita darinya lagi.
Pergi tanpa berpamitan?
Dia menghilang selama 2 tahun?
Bos, kami sedang bergegas menuju ke sana.
Bagaimanapun juga kalian harus tetap menunggu kami.
Kakak Xia Ran,
menurutmu apa aku akan,
tetap menunggu orang seperti ini?
Pacarmu melakukan semua ini,
pasti karena dia punya alasannya sendiri.
Ada alasan apa yang tidak bisa dikatakan kepada orang yang paling dia cintai?
Tidak ada alasan apapun yang pantas dia berikan untuk pergi tanpa jejak sama sekali.
No comments yet. Be the first to leave one.