The first 200 lines.
SEMUA KARAKTER, ORGANISASI, KASUS,
DAN LATAR YANG DITAYANGKAN HANYALAH FIKSI
TAHUN 1998
PERUSAHAAN IT YANG MENJANJIKAN TELAH BANGKRUT
Bahumu bergerak terlalu cepat. Kau tak akan bisa memukul dengan tepat.
Baik.
Turunkan lututmu sedikit. Benar begitu.
- Seperti ini? - Ya, bagus.
- Bagus. - Ayo!
Bagaimana dia?
Dia mungkin bukan yang terhebat, tapi kemampuannya lumayan, 'kan?
Tidak. Dia mempelajarinya.
RUANG MEMUKUL - KECEPATAN MENENGAH
Ada kabar dari informanmu?
Informan?
Seong-tae mendapatkan info dan menghasilkan uang dari situ.
Mungkin kita juga harus coba.
- Wah, Jang Tae-chun! - Ya! Bagus.
DEWAN PENGAWAS PASAR MODAL
Itu orangnya.
Baik, Ketua.
Pengiriman dari Toko Roti Myeongdong.
Ya, tunggu sebentar.
Apa Mukho Construction dan UniVNT akan bermerger?
Ya, sudah dikonfirmasi. Kita lanjut sesuai rencana.
Imbal hasilnya 0,5 persen per saham.
Lantas refixing limit-nya ?
Sebesar 90 persen dari harga yang diterbitkan.
Aku pulang.
Apa ini?
Apartemen ini kau jadikan jaminan untuk pinjaman?
Aku perlu uang cepat.
Kau berbuat sesukamu karena kau yang membelinya?
Jangan bicara begitu. Ini tak seperti dugaanmu.
- Apa kau berjudi? - Tidak.
Aku membeli saham. Sumbernya tepercaya, tenanglah.
"Sumbernya tepercaya"?
Percayalah.
Ini saham operasional. Tiga bulan lagi, aku akan dapat uang banyak.
Uang banyak?
Kau tahu banyak pelangganku yang bangkrut karena bermain saham?
Bagaimana bisa kau jaminkan rumah kita!
Baiklah.
Aku memang wanita rendahan, jadi tempat tinggalku tak penting.
Namun, Tae-chun…
Jangan sampai Tae-chun hidup seperti aku.
Itu pertaruhan pertama dalam hidupku yang harus kumenangkan.
SEBULAN KEMUDIAN
- Apa ini? - Berengsek kau!
- Kau pasti sudah tahu. - Tahu apa?
- Kau memihak Ketua, kau pasti tahu. - Apa?
Mengapa saham Konstruksi Mukho bisa anjlok?
Anjlok?
Sial. Kau juga tidak tahu.
Ketua Myung menjual saham Hangang Securities di luar jam kerja.
Ya, pukul terus. Hajar semuanya.
Lupakan uangku yang hilang,
bagaimana dengan pinjamanmu yang jaminannya apartemen Ji-hee?
Tidak heran ada pepatah "sudah jatuh tertimpa tangga."
Ketua Myung benar-benar berengsek.
Dia bahkan berhasil menipumu. Dasar pria berengsek berhati dingin.
Apa ini?
Ini bagianmu, Berengsek.
Ketua Myung menolongmu?
Kau pikir dia mau membantu?
Lantas dari mana uang ini?
Beberapa hari setelah kudapatkan uangmu, uangku, dan Jin-hee…
Kalian lupa siapa diriku? Aku ini Myung In-ju.
Kau tahu, aku tak akan mempertaruhkan uangmu.
Ya. Ada satu hal lagi.
Perusahaan sekuritas akan memastikan sahammu naik
saat merger dengan Mukho berhasil.
Aku mendengarkan obrolan Ketua Myung di hadapan Seong-tae dan para wanita.
Baik, aku sudahi.
- Hei, bawakan air. - Baik.
Astaga.
- Tiba-tiba sekujur tubuhku merinding. - Kenapa?
Bila info tersebut benar, Myung pasti bicara diam-diam.
Namun, operasi itu memang melibatkan Konstruksi Mukho, 'kan?
Reputasi saham memang penting hanya jika menghasilkan uang.
Bila meleset waktu menjualnya, habislah. Begitulah kerja saham operasional.
Aku pun bingung, haruskah kutarik uangku sebelum terlambat?
Lantas?
Aku merasa tak akan ada kesempatan lagi untuk menghasilkan uang
bila kesempatan ini tak kuambil.
Maka sejak saat itu, setiap malam,
aku menganalisis semua buku besar Ketua Myung
dan melihat strateginya untuk meraup keuntungan.
Jadi, kemarin pagi, aku menjual sahamnya pada harga yang tepat
sebelum Myung menjual sahamnya.
Kau benar-benar luar biasa.
Kau legendaris. Keren sekali.
Kau mau ke mana?
Itu berbahaya. Turunlah.
Aku sengaja melakukannya karena berbahaya.
Hei, Jin-ho.
Aku akan menghasilkan banyak uang.
Uang yang sangat banyak!
Tahanan 4816, ada tamu untukmu.
Astaga, bau sekali.
Untuk orang kaya sepertimu, tempat ini pasti tak nyaman.
Ya.
Bagaimana kalau keluar sebentar untuk minum es kopi?
Bersikap seperti itu tak baik untukmu.
Benar, bukan?
Suasana hatiku tak pernah sebaik ini.
CEO, aku mencintaimu!
Tidak. Ini bukan apa-apa.
Aku akan mengandalkan menantumu.
Tentu saja. Kita ini keluarga, bukan?
Ya, kita ini keluarga! Hormat!
Sampai jumpa lagi, Ketua Myung. Aku percayakan semuanya padamu.
Baik!
Hati-hati di jalan.
Tentu.
Ini bagus sekali.
Kubunuh kau bila menyetir sambil mabuk lagi.
Aku bukan anak-anak lagi. Aku sudah panggil jasa pengemudi.
- Pulang dan istirahatlah. - Baik.
- Aku pergi! - Ya, Ketua.
- Hati-hati di jalan. - Aku lelah sekali.
Astaga.
Ya ampun.
Hei!
- Mana pengemudiku? - Sebentar lagi sampai.
Tunggu saja di dalam.
Minta dia bergegas. Sial.
Panggilan 1458, seseorang memesanmu dari restoran Jepang, 'kan?
Kau siapa?
Aku menuju ke sana, sepuluh menit lagi sampai, ya?
Sudah lama aku tak memamerkan kemampuanku.
Biarkan aku memenangkan semua uangnya, ya?
Ya. Apa?
Dia meminta narkotika sekarang?
Dasar Lee Jin-ho, si Pecandu Sialan.
Baik. Turuti saja keinginannya.
Aku akan minta Ketua Myung membayar.
Ya.
Bagaimana dengan kapal yang menuju ke Filipina?
Hari Selasa pertama bulan depan akan berlayar.
Waktu berlalu lama sekali.
Ketika kiriman sampai, bawakan 300 gram untukku.
Sebanyak itu?
Sudah kubilang, Ketua yang akan membayar!
Baik. Sampai ketemu saat pengiriman.
Pak Lee sudah sampai.
- Dia datang lebih awal. - Ya.
- Sudah siapkan meja naratama untuknya? - Sudah.
Halo, Pak.
- Hei, Chang-hae! - Ya.
- Sudah kubilang akan datang lebih cepat. - Ya.
- Mejanya sudah siap. - Baik.
Semoga beruntung, Semuanya!
Tempat apa ini? Tampaknya seperti gedung terbengkalai.
Pak Sopir, kau sudah dibayar. Pergilah.
Rasa penasaranmu bisa membunuhmu, paham?
Baik. Selamat malam.
Apa yang kau lakukan hingga melewatkan waktu makan?
- Aku sedang makan. - Itu yang kau bilang makan?
Astaga.
Pak Nam mengenali tempat ini? Pengacara Ketua Myung mendatanginya.
Bila Lee ke sana, itu pasti rumah judi milik Kim Seong-tae.
Akan kukirim alamat dan fotonya, tolong cari tahu besok.
Astaga, Jaksa Jang.
Apa kau akan terus melakukan ini?
Aku bukan jaksa. Aku sedang diskors.
Maka berhentilah berbuat begini.
Kejadian yang menimpa Joon-gyeong adalah salahku.
Astaga, bagaimana itu salahmu?
Itu salah preman yang menusuknya.
Orang berengsek yang menyewa
dan yang melindungi preman itu
tak bisa kutangkap mereka semua melalui jalur hukum.
Karena itu semua ini salahku.
Bertindak seperti pahlawan tak akan membereskan kesalahanmu sebagai jaksa.
Aku hanya berusaha semampuku.
Kecelakaan itu tanggung jawabku, jadi aku berusaha semampuku.
Mohon bantu aku.
Ya Tuhan.
Makanlah.
Apa Hwang Gi-seok orangnya?
Orang yang menjebakmu dan mencelakai Joon-gyeong…
Dia orangnya,
benar?
Sekitar tujuh tahun yang lalu,
kasusku kacau karena Gi-seok berkhianat.
Aku pun stres dan akibatnya
aku hampir kehilangan anak pertamaku.
Namun, selama lima bulan,
orang yang bekerja lembur
dan mengambil alih kasusku atas nama diriku
adalah Joon-gyeong, jaksa termuda saat itu.
Maksudku,
sudah berapa tahun itu berlalu?
Beberapa hari sebelumnya, Joon-gyeong menghubungiku karena dirimu.
Hari itu, pertemuan kami berujung buruk.
Lantas esok harinya,
dia diserang.
Karena itu…
aku bekerja lembur memeriksa kasusmu.
No comments yet. Be the first to leave one.