The first 200 lines.
Bagus.
Terus lakukan peregangan.
Santai, dan lakukan lagi.
Jangan kunci siku.
Sekarang menyamping.
Regangkan.
Bagus. Tahan.
Angkat lagi.
Regangkan.
Hitung sampai 10 lalu turunkan. Oke.
Baik.
1...
2...
3...
4...
5...
6...
7...
8...
9...
10!
NUMB
Kau siap?
Bawa mereka masuk.
Semuanya sudah ada? - Ya.
Ayo masuk, anak-anak.
- Hore! Ayo! Acara TV! - Tenang, sayang.
Anak-anak! Bersikap sopan di depan kamera TV.
Berhenti saling mendorong.
Di mana tempatku?
Di sini?
Kau duduk di sini.
- Roham, aku temukan tempat duduk untukmu. - Terima kasih.
Bagus. Terima kasih.
Tepuk tangan untuknya. Dia bernyanyi sangat baik!
Jika kau dorong ke belakang syalmu, dia akan membawamu keluar panggung.
Ada yang tertinggal di luar? Semua sudah masuk?
Siap, mulai hitung mundur.
Hei anak-anak! - Hei!
Halo anak-anak di rumah!
Sapa anak-anak di rumah!
Hai!
Kita datang ke taman kanak-kanak hebat hari ini,
yang punya banyak anak pintar.
Ada banyak pertanyaan dan banyak hadiah!
Jadi, beritahu aku, ini pertanyaan pertama.
Mana yang lebih berat? Besi sekilo atau kapas sekilo?
Besi! Besi!
Tunggu sebentar! Ya?
Beratnya sama.
Bagus sekali!
Tepuk tangan untuknya!
Bagus!
Semuanya dengarkan aku!
Apa hiasan untuk wanita?
Kalung!
Emas! Emas!
Kalung!
Tunggu sebentar! Ya?
Hijab.
Bagus! Semua tepuk tangan untuknya! Bagus!
Siapa yang bisa menyanyi untukku?
Aku sudah menyiapkannya!
Oke, siap? - Ya.
Kocok, kocok
Geser, geser
Terima kasih. Bagus.
Dia mungkin membantu ayahnya memindahkan perabotan rumah.
Sekarang, kita semua akan menonton kartun bersama!
Roham, sudah kubilang tunggu sampai kau dipanggil.
Dan angkat tangan bukannya teriak!
Aku tak berteriak dan aku tak nakal.
Bu Moradi? Kau harus mengajari anak-anak lagu religi.
Kenapa?
Yang benar? Itu merupakan kesalahan besar di luar sana.
Itu salahnya pemandu acara TV.
Aku sudah memberi tahu dia anak mana yang harus dipilih.
Atash, kemari sebentar.
- Ya? - Nyanyikan untuk dia lagu yang telah kau siapkan.
Baik.
Puisi karya Guru Shahriar ini didedikasikan untukmu.
Heidar Baba, ini adalah dunia palsu.
Dunia yang tersisa dari zaman Sulaiman dan Nuh.
Yang memberimu anak dan membuatmu sakit.
Dan pada akhirnya mengambil kembali semua yang diberikannya.
Sisa dari Plato hanyalah sebuah nama.
Bagus sekali. Katakan, apa kau tahu yang lain?
Ya.
Saat kau jatuh cinta, sobat, sebaiknya Tuhan mendukungmu.
Dan sembuhkan penderitaan dan sakitmu. Itu karya Shahriar juga?
Bukan. Karyanya Ibrahim Tatlises.
Bu Moradi! Kita memiliki kontrak.
Tapi aku pikir kau perlu bantuan penasihat agama dalam
menginstruksikan anak-anak sehingga kami dapat terus bekerja sama denganmu.
Sampai nanti dulu.
Ingin datang ke rumahku bermain?
Tidak, saudaraku menungguku di rumah.
Dan aku harus syuting besok.
Kau tahu kenapa aku tak punya saudara?
Aku tak pernah memikirkannya.
Kau tahu di mana aku bisa menemukannya?
Aku akan carikan untukmu.
Jika kau menyentuh barang-barangku lagi...
Adrian, tunggu... Tunggu.
Apa yang terjadi, anak-anak?
Aku ingin berganti.
Ayo kubantu.
Aku bisa sendiri.
Di situ kotor. Pakaianmu akan kotor.
Ibuku bilang tak seorang pun boleh melihat tubuhku.
Maksud ibumu laki-laki. Aku boleh.
Dia bilang tak seorang pun.
Baik, aku akan menunggumu di sini.
Malaikat yang baik hati mendengar suara dan turun.
Suara itu berasal dari sikat gigi anak kecil.
Dia tak menyikat gigi selama beberapa malam.
Sikat gigi itu berkata saudaranya menggunakan
sikat gigi, tapi anak itu tidak.
Anak itu punya saudara? - Ya.
Dia bilang aku akan membantumu...
Bagaimana mungkin punya saudara?
Ibunya yang melahirkannya.
Dengarkan ceritanya dulu...
Dari mana bayi berasal?
Kita akan mempelajari semuanya saat kita dewasa.
Tapi daripada jadi seperti orang dewasa sekarang,
kita harus bermain, bergembira, nakal...
Tapi kau tak pernah biarkan kami nakal!
Halo.
Apa kabar? Masuk.
Anak-anak, pria ini akan bercerita beberapa cerita bagus.
Diamlah dan dengarkan ceritanya.
Hei anak-anak. Apa kabar?
Baik. - Syukurlah.
Keluargamu sehat, Insya Allah?
Ya. Keluargamu juga sehat, Insya Allah?
Terima kasih.
Aku ingin menceritakan sebuah kisah menarik hari ini.
Kisah dua pemuda muslim.
Apa yang dimaksud pemuda?
Artinya anak. Ulangi setelah aku.
Anak!
Pemuda!
Anak!
Ajari anak tentang agama sejak dini,
agar gagasan-gagasan menyimpang tak mengakar dalam diri mereka.
Pak?
Ya, anakku?
Kau tahu dari mana bayi berasal?
Ya Tuhan! Ya, aku tahu, anakku.
Bunda Maryam berdoa kepada Tuhan lalu tidur.
Dan Tuhan memberinya Isa. Doa.
Ketika kau berdoa, kau punya bayi.
Jadi apa yang harus aku lakukan jika aku menginginkan saudara?
Kau harus meminta ibu dan ayahmu menikah.
Benar, kan?
Jika mereka tak menikah, mereka bahkan tak bisa tinggal bersama.
- Bukankah mereka sudah menikah? - Ya, sudah.
Kau harus menyuruh mereka berdoa untuk itu.
Bagaimana mereka berdoa?
Mereka tahu caranya, karena mereka sudah memilikimu.
Kau hanya perlu meminta kepada mereka.
Seperti ketika kau meminta mobil remot.
Kau bisa berdoa untuk mereka?
Tentu saja tidak!
Tuhan hanya akan menerima doa ibu dan ayah, bukan doa orang lain.
Namun Tuhan lebih mendengarkan doa anak-anak.
Itu benar. Tuhan lebih banyak mendengar doa anak-anak.
Namun tidak dalam kasus khusus ini. Hanya doa ibu dan ayah.
Di mana Tuhan?
Tuhan ada di langit.
Tapi ibuku bilang Tuhan ada di hati kita.
Dia juga ada di hati kita.
Tuhan lebih dekat dengan kita daripada urat leher kita.
Artinya Tuhan lebih dekat dengan kita dari pada urat di leher kita.
Ibu!
Hei, anak-anak!
Kalian di luar?
Bagaimana doa untuk saudara?
- Apa, bukan bagaimana. - Kau takkan menyapa dulu?
Hai.
Kemari.
Hamraz bisa bermain dengan saudaranya saat dia pulang,
tapi aku hanya bisa menatap dinding.
Kemari.
Apa itu?
Kau mendengarnya?
Itu saudaraku? - Bukan, saudarimu.
Aku ingin saudara!
Saudarimu akan sedih.
Bukankah menyenangkan memiliki saudari seperti Hamraz?
- Dia akan mendengarku jika aku berbicara dengannya? - Ya.
- Apa yang kau katakan padanya? - Sesuatu.
Apa? Kau mencintainya? - Ya.
Boleh aku mendengarnya juga? - Ya.
Tidak ada suara.
Sudah berapa bulan?
Dia sedang tidur.
Saudaraku sering menendang ketika dia berada di perut ibuku.
Baik, ayo pergi.
No comments yet. Be the first to leave one.