Appa

Appa (அப்பா)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Appa (2016) Tamil (HD) (DVDRip) (WEBHD)
A Commentary by varisnova
Manual Translate Lyrics ................ 270 mb Subs DVDRip1 => dl1.moviezwaphd.xyz/Tamil (2016) Movies/Appa-(2016)-HD/Appa-(2016)-HD-DVDRip-Single-Part.Mp4?st=YdkOSVhgwi2I9myPDodhHA

Tags

DVD
DVDRip
dvdrip
dvdr
web
HD
Published on: 2019-04-03
Downloads: 47
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

APPA "Ayah"

Kuhargai Semua Kasta, Agama, Suku.

Luka Akibat Hujan, Sembuh. Derajat Manusia Meningkat.

Pemuda Harus Bersatu.

Untuk Ayahku Dari Perfilman.

Kebenaran Harus Ditegakkan.

Dhayalan.

Keluarga kita akan tambah satu orang.

Oh Dewi Shakthi, Dewi keluarga kami.

Semoga putri dan cucuku selalu sehat.

- Hamil berapa bulan? - 3 bulan.

Istrimu anemia. Biar kuresepkan obat.

- Dokter? - Apa?

Sebenarnya..,

..istriku ini kerabat jauhku.

Dengan hubungan kerabat..,

..apa mungkin bayi cacat?

Kandungan sehat. Tenang saja.

Itu sudah cukup.

Jangan ke Rumah Sakit, Malar.

Makanan yang baik, obat terbaik.

Makan makanan bergizi.

Sering aktivitas. Lakukan kerjaan rumah.

Bersenanglah. Jangan banyak pikiran.

Persalinanmu pasti lancar.

Siapa nama anak kita?

Jika perempuan, namanya VarisNova Singamperumal.

Jika laki-laki, namanya Chakravarthy Singamperumal.

Umur 3 bulan, bisa tengkurap. Umur 6 bulan, bisa duduk.

Umur 9 bulan, bisa jalan. Umur setahun, bisa bicara.

- Aku setuju. - Dengar dulu.

Umur 21 bulan, sekolah PAUD. Umur 33 bulan, sekolah TK.

Kelas 1-12 rangking 1. Kelas 11-12 di asrama.

Kuliah S1 kedokteran di India.

Lalu lanjut kuliah ke luar negeri.

Kuliah sampai S3 di Kampus Amerika.

Lalu kerja di Amerika.

Anakku nikah dengan dokter Tamil.

Calonnya harus bisa bahasa Tamil.

Lalu mereka pulang kaya raya, membanggakan.

Biar kubelikan tanah di kota.

Kubangun Rumah Sakit untuk mereka. Lalu...

Lalu apa?

Memaksa balita jalan, lari, main..,

..membunuh kreativitas, kesenangan, kasih sayang.

Dan menjadikan balita robot yang depresi.

Kenapa pesimis?

Jangan paksa anak ikuti mimpimu, Malar.

Tiap anak punya keinginan, mimpi, kehidupan sendiri.

Kita cuma mendukung keinginan anak.

30 SORE, JALAN KAKI DENGARKAN MUSIK.

A

V

Bayi yang dengar musik, bukan aku.

Hamil 7 bulan, kenapa belum dijemput orangtuamu?

- Kau mengusirku? - Ingat janji pra-nikah?

Oke-oke.

Jangan hentakkan kakimu.

Jalan yang lembut.

- Biar sikap bayi, lembut. - Jalan begini? / - Ya.

- Sini headphone-nya. - Ini, Sayang.

- Hai. / - Hai, Kak. - Kau tak jalan-jalan?

Jangan mengobrol.

Kasihan istrinya.

Suami menyiksa, memerintah istri.

Jangan diambil hati.

Minum jamu ini, Sayang.

Halo, Ayah Mertua. Apa kabar?

Malar, ayahmu menelpon.

Ayah Mertua jangan ganggu istriku.

Saat bayinya lahir, kutelpon kalian.

Tapi jauhi bayiku.

Keluargamu tak boleh melihat bayi kita.

Karena hasil pejuang cinta bertahun-tahun.

Seringlah lihat gambar Dewa. Jika bosan, lihat wajahku.

- Aduh. - Malar.

Jangan takut, dorong lebih keras.

- Ayo ke Rumah Sakit. - Jangan.

Dokter suka paksa sesar bikin tubuhmu rusak.

Kau harus lahirkan normal.

Halo. Ibu.

Kalian keluar.

Apa janji pra-nikah?

Kau yang bayar persalinan.

Aku tak butuh istri dan bayiku.

Aku mau kabur.

Apa-apaan ini? Kenapa belum lahir?

Perawat.

Berkali-kali kau memanggilku.

Memangnya kau yang melahirkan?

- Kenapa kau gelisah? - Ya, aku gelisah.

Sudah kutentukan jadwal bayi lahir.

Bayiku harus lahir sesuai jadwal.

- Oke-oke. - Ya.

- 4 ibu melahirkan disini. - Bodo amat.

- Bayiku harus lahir duluan. - Paman, ingat janji pra-nikah?

Matikan saja telponmu.

Ini salah. Tapi terserah kau.

Awas jika kakakku kenapa-napa.

Pergi kalian.

Kami akan menghajarmu.

Kau menolak bawa istri ke Rumah Sakit.

Kau keras kepala.

O

N

Silakan lihat putramu.

Selamat datang, Dokter Chakravarthy Singamperumal.

Shakthi, cucuku harus warisi sifat baikmu.

Siapa nama cucuku?

Nama Dewa keluarga kita.

Ayah yang bisikan namanya.

Vetriswaran.

Semua orang memberiku tumpangan.

- Ingat janji pra-nikah? - Astaga. Ayo.

- Ayahmu yang bayar persalinan. - Putraku sudah lahir.

Daftar sekolah sekarang juga.

Putraku mulai sekolah umur 18 bulan.

Bayinya laki-laki. Aku bahagia.

Putraku harus dididik mencintai masyarakat.

- A untuk Apel. - A untuk Apel.

- B untuk Bola. - B untuk Bola.

K untuk Kucing. Meong.

S

R

I

Cari kemana uang Rs 20000?

Orangtuamu tak mau bayar persalinan dan sekolah anakmu.

Astaga. Sini pulpennya.

Ingat janji pra-nikah?

Pria ini lagi. Gendong dia dulu.

- Hei. Kemari. - Apa?

Beberapa bulan ini kau mengikutiku ya berbaju ini?

Memangnya apa janji pra-nikah kalian?

Tak mau jawab?

Nak?

Beritahu aku.

Buat apa sekolah cuma bermain?

Kau dan ibumu cuma di rumah.

Aku pulang sore. Anakku main saja di rumah.

Sudah kuduga jawabanmu begitu.

Aku berhak pilihkan sekolah anakku.

Kau berhak memilih, Malar.

Tapi jangan paksa anak ikuti keinginanmu.

Biar anak main-main sampai 5-6 tahun.

Lalu sekolah sesuai pilihanmu.

Aku pertama sekolah, umur 6 tahun.

Makanya keputusanmu begini.

Malangnya aku nikah denganmu.

Aku dijodohkan denganmu, menderita seumur hidup.

Sial.

Hei. Kau kenapa?

Menjijikkan.

Keputusanku tak dihargai.

- Guru tak mau didik anak sendiri. / - Memang kenapa?

Biar kubicara dengan guru, bukan kau.

Biar ku antar anak sekolah.

Memangnya aku tak punya harga diri?

Astaga, Malar.

Ini bukan soal harga diri.

Ini soal kesombongan.

Buat apa mengunci kreativitas anak di ruang kelas?

Lalu apa keputusanmu?

Biaya sekolah Rs 20000.

Anakku harus sekolah.

Setuju atau tidak?

Tak setuju.

- Nak? - Apa, Ibu?

Setujui saja.

Aku menyerah hadapi istri.

Terserah apa maumu.

- Terserah kau saja. - Mengamuk lagi.

Kenapa mengamuk, Sayang?

Nak Vetri.

Biar Ayah beli mainan Rs 20000, jangan sekolah.

Main saja di rumah bareng Ayah.

Di rumah ini, aku tak dihormati.

Dengar dulu, Sayang.

- Buat apa aku hidup? - Astaga, Dhayalan.

A

V

Lihat, dia bikin ulah.

Ada apa?

Ayah.

Ayah.

Dunia ini indah. Semua orang, baik hati.

Dunia ini ada karena orang baik hati.

Dunia ini mengerikan.

Jangan percaya orang. Kau bisa dibunuh.

Senyum dan berteman dengan siapapun.

Jika kau senyum, kau akan diremehkan.

Berbagi makanan ke sekitar.

Jika diberi makan orang asing, jangan dimakan.

Kau bisa diculik, dibunuh, ginjalmu diambil.

Sayangi semua orang.

Agar hidup sukses..,

..sayangi hanya diri sendiri.

Nasihat ayahmu bagus.

Nasihat ayah dia, bikin takut.

Nasihat siapa yang pantas diikuti?

Apa nasihat ayahmu?

Appa subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left