The first 200 lines.
Bisakah kita bicara sebentar?
Tentu.
Aku tidak punya waktu, jadi, aku akan langsung ke intinya.
Terimalah ini.
Ini bayaranmu untuk hari ini ditambah sedikit kompensasi.
Bu Hong.
Kenapa kamu terus memberiku uang?
Benar, bukan? Aku selalu mendapati diriku harus memberimu uang.
Kurasa aku tidak punya alasan untuk menerima uang ini darimu.
Meski aku dipecat dalam satu hari karena kurang kompeten,
Direktur Desain yang merekrutku, jadi, dia yang harusnya...
Kamu pikir Direktur Desain yang mempekerjakanmu?
Memangnya bukan dia?
Entah kamu jauh lebih naif daripada yang terlihat
atau punya kecenderungan untuk berpikir sesuka hatimu.
Ini bukan pekerjaan paruh waktu di toserba.
Ini pekerjaan di Tim Desain Grup LX.
Jadi, menurutmu apakah normal
bila kamu mendapatkan pekerjaan dengan semudah ini?
Apa maksudmu?
Lalu bagaimana aku mendapatkan pekerjaan ini?
Pernahkah kamu berpikir betapa fatalnya jika tersebar rumor
bahwa kamu mendapat pekerjaan memanfaatkan koneksi?
Ini pekerjaan paruh waktu, jadi, aku tidak berpikir sejauh itu.
- Jika kamu butuh pekerjaan... - Tidak perlu repot.
Aku rasa aku sungguh bodoh.
Tapi aku tidak ingin berhenti tanpa bertanggung jawab.
Aku rasa ini masalah pilihan.
Ini masalah yang menurutmu lebih penting
antara reputasimu dan reputasi Se Hyun.
Bu Hong
Seo...
Seo Jun, kenapa kamu keluar dari sana?
Aku harus bersembunyi karena situasinya sulit dijelaskan.
Tapi bisakah kamu menjelaskan yang baru aku dengar?
Kamu tidak perlu ikut campur untuk urusan ini.
Aku sudah memberitahumu bahwa aku dekat dengannya.
Benar juga.
Sepertinya kamu mencoba memecatnya pada hari pertamanya
demi melindungi reputasi Se Hyun.
Tapi apa kamu benar-benar akan melakukan itu?
Se Hyun akan marah besar.
Mari kita bicarakan ini nanti.
Kapan? Apa maksudmu kamu ingin bicara dengan Se Hyun juga?
Seo Jun.
Kamu tahu dia menyimpan dendam besar jika dia marah.
Apa kamu tidak keberatan?
Bisa tinggalkan kami? Aku perlu bicara dengan Seo Jun.
Baiklah.
Kamu lupa ini.
"Episode 17"
So Yu.
- Apa? - Apa bagimu aku penurut?
Kenapa kamu keluar seperti itu? Apa kamu tahu betapa bingungnya aku?
Bukankah aku seperti pangeran tampan naik kuda putih yang menolongmu?
Kuda putih?
Kuda putih...
Di mana kuda putih itu?
Apa kamu alergi terhadap kuda putih? Kenapa kamu tampak begitu kesal?
Aku akan naik lift,
jadi, kamu bisa pergi naik kuda putihmu.
Apa kamu tidak akan menerima ini?
Astaga.
Kenapa kamu membawa amplop itu?
Kenapa ada banyak amplop?
Ini bukan amplop dari Bu Hong.
Apa yang kamu bicarakan?
Kenapa kamu tidak memeriksa kalau Seo Jun ada di sini?
Maafkan aku, Bu Hong
Seo Jun akan memberi tahu segalanya kepada Se Hyun.
Tidak, itu tidak boleh terjadi. Aku harus menemuinya lebih dahulu.
Aku sudah menuliskannya di buku besarmu.
Kenapa kamu menulis di buku besarku?
Mari kita bicarakan ini lain kali.
Kita harus bertemu Se Hyun dahulu.
Aku akan mengurusnya sendiri.
Kamu tidak akan memberitahunya apa yang baru terjadi, bukan?
Lihat? Sudah kuduga.
Se Hyun yang menyebabkan kejadian ini,
jadi, dia yang harus mengurusnya.
Jangan mempersulit keadaan dan katakan saja semuanya.
Kenapa harus kamu yang menanggungnya?
Se Hyun pria yang sibuk.
Aku akan memberitahunya bila sempat, jadi, urus saja urusanmu sendiri,
dan selesaikan masalahmu sendiri.
Kamu selalu mengatakan semua yang ingin kamu katakan kepadaku
karena kamu pikir aku penurut dan punya banyak waktu.
Astaga.
Aku bukan pengemis.
Kenapa orang terus memberiku uang? Terimalah kembali.
Aku tidak tahu Bu Hong akan mencoba memberimu uang.
Yang terbaik adalah meminjam uang dari bank yang sama
karena itu akan memudahkan pelunasannya.
Kenapa kamu menjadi sangat marah bila kamu bisa melunasi uangku?
Apa kamu tidak akan membayarku kembali?
Apa kamu akan marah dan mengambil uangnya begitu saja?
Jangan harap. Itu sebabnya aku mencatatnya.
Ini, lihat.
"Pria koper."
"Tambahkan uang ini di luar 5.000 dolar tempo hari."
Kenapa ada banyak amplop?
Aku mengumpulkannya dengan terburu-buru.
"Direktur Utama, Hong Se Hyun"
Se Hyun, bagaimana kamu bisa mengecewakan ibu seperti ini?
Ibu.
Ibu tidak pernah
merasa kecewa padamu seumur hidupku.
Apa maksud Ibu?
Kamu membiarkan So Yu mendapatkan pekerjaan di Tim Desain.
Ternyata soal itu.
Aku hendak memberi tahu Ibu, tapi itu cuma pekerjaan paruh waktu.
Dia tidak lagi bekerja di sana.
- Ibu. - Ibu baru saja memecatnya.
Jadi, ingat itu.
Bagaimana Ibu bisa melakukan itu tanpa membicarakannya denganku?
Apa kamu akan melakukan itu jika ibu mendiskusikannya denganmu?
Ibu tetap harus membiarkanku mengurusnya.
Ibu bilang kita harus memisahkan masalah umum dan pribadi.
Apa Ibu akan melakukan yang sama jika aku bukan anak Ibu?
Se Hyun.
Tidak, tunggu.
Kurasa aku tidak bisa masuk. Silakan masuk sendirian.
Sejak kapan kamu menjadi seseorang yang tidak tahu
cara membedakan urusan pribadi dari urusan umum?
Apa kamu sungguh membentak ibu karena seorang wanita?
Bagaimana kamu bisa melakukan itu pada ibu?
Tim Desain kekurangan tenaga kerja, jadi, mereka harus merekrut.
Dan aku merekomendasikan So Yu karena dia orang yang tepat.
Aku tidak mengerti kenapa Ibu begitu marah.
Kamu tidak mengerti?
Aku tidak memberinya pekerjaan itu menggunakan wewenangku.
Itu hanya pekerjaan paruh waktu.
Apa kamu pikir rumor akan menyebutkan semua itu?
Ini bahkan bukan masalah besar yang bisa menimbulkan rumor.
Apa kamu tidak tahu orang-orang memperhatikan setiap langkahmu
karena kamu tiba-tiba dipromosikan sebagai direktur kepala?
Siapa pun yang mendekatimu bisa berubah menjadi skandal.
Dan ada banyak orang yang akan menghancurkanmu
dengan menggunakan ucapanmu.
Dan kamu berharap ibu tetap diam
ketika kamu menawarkan umpan kepada mereka?
Ibu!
Ibu sudah cukup minta maaf padanya.
Tidak, itu mungkin tidak cukup. Aku yakin perasaannya terluka.
Tapi itu adalah sesuatu yang harus kita urus secara pribadi.
Secara resmi, pilihan ibu adalah hal yang tepat untuk dilakukan.
Jangan bicara lagi.
Pilihan Ibu bukanlah hal yang tepat untuk dilakukan.
Minumlah ini.
Gula paling ampuh saat kamu sedang stres.
Ini.
Inilah sebabnya kamu harus menerima pekerjaan lamamu.
Aku penasaran apa Se Hyun akan dapat banyak masalah karena aku.
Ini bukan masalah selama orang-orang tidak tahu kalian pacaran.
- Kami tidak berpacaran. - Apa?
Aku tidak akan menerima pekerjaan itu jika aku pacarnya.
Tapi kalian tetap akan berpacaran dalam waktu dekat, bukan?
Se Hyun memberitahuku bahwa kamu adalah cinta pertamanya.
Apa dia juga cinta pertamamu?
Kami kali pertama bertemu saat aku berusia 6 tahun dan dia 11 tahun.
Kalian sudah lama kenal.
Kalian sudah seperti keluarga.
Kenapa kamu tidak memberitahunya tentang biaya pengobatan ibumu?
Dia akan mengurusnya untukmu dalam sekejap.
Kenapa kamu memintaku untuk syuting drama nekat bersamamu?
Kamu membuatku bingung.
Kamu belum pernah jatuh cinta, bukan?
Astaga, kamu anggap apa aku ini?
Aku sudah berkencan dengan banyak gadis.
Lalu kenapa kamu menanyakan pertanyaan yang aneh seperti itu?
Hei, So Yu. Di mana kamu sekarang?
- Tunggu. - Se Hyun!
- Apa itu Se Hyun? - Ya.
Kamu tidak perlu sungkan menerima uang ini.
Tidak ada uang yang bisa diambil tanpa sungkan.
Uang ini akan digunakan untuk membeli makanan, roti, dan kopi.
Itu akan terbuang sia-sia.
Jadi, jangan merasa tertekan...
Tidak, tidak apa-apa. Aku tidak...
Seo Jun, apa yang kamu lakukan?
- Apa ini? - Ini...
- Aku bertanya untuk apa uang ini. - Aku meminjamkan uang kepadanya.
Apa kamu memintanya untuk meminjamkan uang?
Bukan begitu.
Kamu pikir kamu siapa meminjamkan uang kepada So Yu?
Apakah dosa meminjamkan uang kepada orang yang membutuhkannya?
- Aku akan memberikan kepadanya. - Apa yang kalian lakukan?
Bukankah seharusnya kalian berkelahi
tentang siapa yang harus berdonasi ketika orang itu tidak ada?
So Yu.
Ini tidak akan terjadi jika dia memberinya uang tadi.
Kenapa dia melampiaskannya kepadaku?
- Kamu tahu bukan itu maksudku. - Aku tahu.
Tapi itu membuatku marah saat melihat kalian bersikap seperti itu.
Aku akan pulang sekarang.
Aku bisa dibilang bodoh dalam hal putraku karena itu benar.
Aku sangat menyesal dengan perlakuanku sebelumnya.
Aku menyakiti perasaanmu
karena aku terlalu mencemaskan Se Hyun.
Aku tidak berpikir dengan bijak.
No comments yet. Be the first to leave one.