The first 200 lines.
Anggap jantungmu drum.
Napasmu bass-nya.
DELAPAN BULAN SEBELUMNYA LONDON
Lisa! Kamar depan.
Hai.
Aku Keith.
Setengah jam, 100. Satu jam, 150.
Aku cuma mau mengobrol.
Ayo keluarkan uangnya.
Ya.
Siapa namamu?
Lisa.
Itu nama aslimu?
Namaku Lisa.
Kecuali kau mau nama lain.
- Kalau Stephanie? - Boleh.
Stephanie Patrick?
Orang tuamu ada di penerbangan Northeastern Airlines
yang kecelakaan di Atlantik tiga tahun lalu
bersama adik-adikmu.
Aku wartawan.
Aku sedang menulis artikel.
Dengar, itu bukan kecelakaan. Ada bom di sana.
Kau punya rokok?
Tidak.
Pembuat bomnya ada di sini, di London.
Dia bebas berkeliaran di jalanan.
Aku segera kembali.
Bangun. Ayo.
Lepaskan!
Aku cuma mau bicara, Stephanie.
- Ayo, keluar. - Baik, aku keluar.
Anda memiliki satu pesan.
Halo, Sayang.
Ayah meninggalkan cincin kawin di meja.
Bisa ambilkan?
Bertemu di bandara.
Kami menyayangimu.
Apa yang kau lakukan?
- Kau bisa buktikan? - Masuk saja.
Kita mau ke mana?
Kau tak bisa bercinta denganku.
Syukurlah.
Berengsek kau.
Bisa minggir?
Mau minum?
Aku akan ambil bir.
TABRAKAN NE147 AKIBAT LEDAKAN DI SALAH SATU TANGKI BAHAN BAKAR
Diakah yang membunuh keluargaku?
Itu Mohammed Reza.
Dia yang buat alatnya.
- Jadi, dia pembuat bom. - Juga polisi rahasia,
dia sudah lama diawasi.
- Namun, tak ditahan. - Mereka tahu si pembuat bom,
tetapi tak menahannya?
Ya.
- Kenapa? - Entahlah.
Mungkin mereka khawatir
akan kehilangan jaringannya.
Mungkin mereka juga lebih takut dengan petunjuk yang dia punya,
mungkin salah satu teman kita di Timur Tengah.
Konsekuensinya bisa sangat besar.
Bisa bayangkan jika ini tersebar?
Bahwa pembuat bom dibiarkan bebas berkeliaran?
Bahwa semua ini... Tabrakan pesawat cuma samaran?
Dampaknya akan besar.
Bagaimana kau tahu semua ini?
Riset, dan narasumberku.
- Aku lebih suka... - Yakin narasumbermu...
- ...kau tak merokok. - ...jujur?
- Dari mana kau tahu? - Aku lebih suka kau tak merokok.
Dari mana kau tahu narasumbermu jujur?
Informasinya belum ada yang salah.
Jadi, narasumber ini, dia butuh kau untuk apa?
Dia tak bisa lakukan sendiri.
Dia anggota komunitas intelijen.
Mantan MI6, tetapi dia masih orang dalam.
Dia ingin kau membantunya.
Begitu?
Aku bisa membantumu.
Seharusnya kau tinggalkan aku.
Namun, tak kulakukan, 'kan?
Karena aku bisa jadi berita bagus.
Mahasiswi kelas menengah yang tragis.
Aku bukan wartawan seperti itu.
Aku juga ke sini bukan untuk jualan koran.
Kau bisa jalani hidup yang kau mau.
Ini hidup yang aku mau.
Daripada jadi mahasiswi terbaik di Oxford seperti dahulu?
Aku tak memercayaimu.
Kenapa kau mencariku?
Kau juga korban.
Hanya saja, kau belum mati.
Siapa Martin Douglas?
Orang yang duduk di kursiku.
Dia arsitek.
Dari Uniondale, New York.
- Sudah menikah? - Sudah.
Punya anak?
Dua.
TANYA B?
B.
UNTUK INVERNESS
LOCH FREY, SKOTLANDIA
JURUSAN TEKNIK PORTLAND ROYAL COLLEGE
- Siapa lagi yang tahu ini? - Tak ada.
Narasumbermu?
B.
Itu dia?
"B" kependekan dari apa?
- Dia tinggal di Skotlandia? - Lupakan.
Siapa namanya?
"B" kependekan dari apa?
Tak penting. Kau tak akan temukan dia.
Aku harus pergi. Aku ada rapat, jadi...
Ini jika butuh sesuatu dan ini kunci.
Aku bisa kabur dan mengambil kuncimu.
Aku juga bisa ganti lubangnya.
- Itu mantel baru? - Bukan.
Pikirmu aku apa, Travelex, Lis?
Kau butuh apa, satu atau dua?
Senjata.
Kau? Penembak?
Tolonglah, Lis.
Aku akan cari orang lain.
Bisa kubantu?
Tasnya.
Di mana tasku?
Inverness - SKOTLANDIA - Loch Frey
Berhenti!
Hei, aku perlu ke sana.
Maaf, kami mau ke kota.
Kau harus ke sana sendiri.
Turunkan aku!
Turunkan...
Lepaskan aku!
Hentikan!
Buka mantelmu.
Buka!
Kosongkan saku.
- Kapan terakhir suntik? - Aku bukan pecandu.
- Bukan? - Aku pemakai.
- Ini untukku? - Bukan.
Ini untukku?
Kau harus sangat dekat, cukup dekat untuk memukulku dengan ini.
Tak ada pelurunya.
Tunggu!
Stephanie. Itu namamu, 'kan?
Ya.
Orang tuamu pasti bangga.
Siapa lagi yang tahu kau di sini?
- Orang tuaku sudah wafat. - Aku tahu.
Siapa lagi yang tahu kau di sini?
- Tak ada. - Aku tak dengar.
Tak ada.
Tak ada yang tahu. Tak ada yang tahu aku di sini.
Tak ada yang tahu.
Lalu kenapa kau ke sini?
- Aku akan membunuh Reza. - Astaga.
Dia pasti ketakutan.
Bantu aku mencarinya.
Jika mau bunuh Mohammed Reza, kau harus sewa pembunuh profesional.
Aku tak punya uang.
Kau punya pekerjaan. Kau PSK, 'kan?
Kau...
Kau B. Kau narasumber Proctor.
Apa?
Aku bisa ke kantor koran
dan mereka pasti...
Mereka pasti mau dengar tentang kau dan Proctor.
Mereka pasti mau dengar tentang kau...
Itu sama dengan Proctor yang kau bunuh?
Sama saja kau menembaknya.
Lihat aku.
Lihat aku!
Kau tak tahu
sebesar apa kekacauan yang kau buat.
Tidak!
Di mana Reza? Bantu aku mencarinya.
Untuk apa kulakukan itu?
Kau menakuti Reza dengan aksimu di kantin.
Berkat kau, dia hilang.
- Kau harus membunuhnya. - Berjalan pun kau tak bisa.
Kalau begitu, bantu aku jalan.
Tali sepatu.
Berengsek kau.
Sebentar.
Kumohon, sebentar saja.
Akan kukatakan ini sekarang, agar kau tak berbalik kepadaku
dan berkata aku tak memperingatkanmu.
Kau tak dibuat untuk ini.
Bisa bicara soal Reza?
Kau membuang waktumu.
Hei.
Aku bisa buat kau bugar, mengajarimu cara bertahan.
Namun, pada akhirnya, kau tetap dirimu.
Ini lebih lama dari yang kau mau, lebih sakit dari yang kau duga.
Bisa bicara soal Reza?
Hampir pasti, kau tak akan berhasil.
Namun, jika karena keajaiban kau berhasil,
No comments yet. Be the first to leave one.