The first 200 lines.
"Jabatan, Asisten Inspektur Polisi. Nama, Sudo Tomozo"
Aku...
Aku kehilangan semua ingatanku sebelum kepalaku tertembak.
Tai...
Taiyaki.
Hei.
Sepertinya masih ada peluru di dalam kepalanya.
Itu karena kepalaku tertembak.
Pak Sudo.
Bapak baik-baik saja?
Ada yang ingin kukatakan kepada Bapak.
Kenapa kamu tampak begitu serius?
Ini tentang kebenaran soal taiyaki.
Taiyaki?
Kebenaran?
Maksudmu,
alasan Pak Sudo sakit kepala setiap kali melihat taiyaki?
Taiyaki.
Sakit.
Bukankah dahulu Bapak suka taiyaki?
Kepalaku sakit saat melihatnya.
Kamu tidak benar-benar tahu alasannya, bukan?
Aku tahu alasannya.
Berkaitan dengan kejadian
sembilan bulan yang lalu, di hari Bapak tertembak.
Di hari aku tertembak?
Ya.
Saat itu aku rekan Bapak dalam Unit Penyelidikan Utama.
Kita memecahkan kasus pembunuhan di Monzen-nakacho.
Saat kita kembali ke kantor pusat...
"Sembilan bulan yang lalu"
Tapi syukurlah kasus itu akhirnya selesai.
Ya.
Ishimatsu. - Ya.
Tadi malam kamu tidak tidur, bukan?
Biar aku yang menulis laporannya. Pulanglah.
Tapi Bapak juga lelah.
Tadi aku sudah tidur siang.
Apa?
Itu saja. Terima kasih atas kerja kerasnya.
Maaf.
Ini . - Terima kasih.
Masih panas.
Taiyaki yang baru dipanggang memang yang terbaik.
Ada apa? Aku tidak melakukan apa pun.
Kamu mabuk. Meski bersepeda, itu dianggap mabuk saat berkendara.
Aku tidak minum apa pun.
Apa yang terjadi?
Inspektur Sudo.
Apa? Dia mabuk?
Ya. Dia berbelok di tengah jalan.
Jangan menyentuhku.
Awas!
Andai aku tidak pulang lebih dahulu,
Bapak tidak akan tertembak.
Jadi,
saat melihat taiyaki, Pak Sudo akan selalu teringat peristiwa itu.
Karena itulah Pak Sudo mengalami hal semacam itu.
Hal semacam itu?
Sakit.
Pak Sudo.
Pak Sudo! - Sakit.
Pak Sudo.
Bapak baik-baik saja?
Pak Sudo.
Pak Sudo.
Bapak baik-baik saja?
Pak Sudo!
Pak Sudo! - Tenanglah.
Ini akan membuat pasien tertekan.
Hei.
Apa ini?
Pengalaman di luar tubuh?
Dokter, apa Pak Sudo akan baik-baik saja?
Hei, Ishimatsu. - Tolong selamatkan dia.
Hei, Ishimatsu. - Tolong.
Hei, Ishimatsu.
Hari ini sangat penting. - Aku di sini.
Pak Sudo.
Taiyaki.
Percuma memberitahuku tentang kebenaran soal taiyaki.
Bapak sudah siuman.
Hei, di mana Ishimatsu?
Dia menerima telepon, lalu kembali.
Kenapa tadi aku berbaring di sana?
Aku bisa saja dibaringkan di tempat lain.
Apa yang Bapak rasakan?
Bukankah seharusnya Bapak pergi ke rumah sakit?
Tidak perlu. Aku baik-baik saja.
Dia baik-baik saja?
Sepertinya begitu.
Kalau begitu, Bapak bisa ke TKP?
Unit Penyelidikan Utama baru saja menelepon.
Ada kasus pembunuhan di Taman Ashihaka.
Ada hewan yang tidak diketahui.
Hewan yang tidak diketahui?
Jeritannya sangat mengerikan.
Tidak ada yang tahu itu hewan apa atau cara menanganinya.
Aku akan berangkat sekarang. Usuki.
Baiklah, aku akan mengambil tas.
Ishimatsu sangat kesal.
Tadi dia mengatakan sesuatu.
Sepertinya dia menyalahkan diri sendiri karena Bapak tertembak.
Dia bahkan lebih merasa bersalah setelah tahu Bapak mengidap amnesia.
Ini bukan kesalahannya.
Dia begitu tampan, tapi sangat sensitif.
Kamu dengar suara itu?
Suaranya seperti iblis yang mengamuk.
Suaranya seperti makhluk neraka.
Sepertinya aku mual. - Sakurai.
Lepaskan kainnya.
Tidak. Aku sungguh tidak sanggup.
Ketua Nitto, kumohon.
Aku tidak sanggup melakukannya!
Di dalamnya ada sesuatu yang tidak seharusnya di sana.
Apa itu?
U.M.A. - H.M.A.?
Hewan Misterius Asing.
Hewan ini seperti chupacabra, bukan?
Chupacabra? - Ya.
Karena itu aku tidak suka orang yang tidak berpendidikan.
Maaf. - Dengar.
Chupacabra ditemukan di Meksiko atau Amerika Selatan.
Kepalanya seperti monster. Ada duri di kepalanya.
Hewan itu mengisap darah manusia dan hewan.
Chupacabra itu ada di sini. - Bagaimana mungkin?
Kamu anak SMA?
Bukan, aku ketua.
Bapak baik-baik saja?
Ishimatsu...
Sakit. - Pak Sudo.
Bapak baik-baik saja? - Apa?
Aku baik-baik saja.
Ternyata itu karena peluru di kepalanya.
Sakit!
Pak Sudo.
Ya, aku baik-baik saja.
Pak Sudo.
Sakit! - Lagi?
Apa yang terjadi?
Bapak sakit kepala karena melihat Ishimatsu?
Kenapa?
Ishimatsu seperti taiyaki.
Apa karena Bapak mendengar penjelasan
tentang insiden penembakan itu dari Ishimatsu?
Kini Bapak menghubungkan Ishimatsu dengan taiyaki.
Alasan konyol apa itu?
Benar.
Ishimatsu, tinggalkan tempat ini sebentar.
Tidak, Pak Sudo.
Sakit! - Maaf.
Itu sungguh tidak berhasil. Sakit.
Sakit!
Sakit!
Kini aku baik-baik saja. Sakit!
Kenapa?
Hewannya ada di dalam.
Ketua Nitto terlalu takut untuk melihatnya.
Begitu juga kamu.
Jangan mengganggunya.
Hewan ini pemalu dan sensitif.
Ini kasus apa?
Seorang ibu rumah tangga di sebelah melaporkan kasus ini dua jam lalu.
Dia menemukan jasad itu saat mengirim hadiah untuk membalas budi.
Kaji, kamu di sana?
Pintunya terbuka.
Mendiang bernama Kaji Ida. Seorang pekerja lepas.
Dia dipukul di kepala.
Penyebab kematian, trauma benda tumpul di tengkorak.
Waktu kematian sekitar pukul 12 malam hingga 2 pagi.
Bagaimana dengan senjata pembunuhan?
Kami belum menemukannya.
Ketua Nitto.
Ketua Nitto. - Ada apa?
Kemarilah.
Maaf.
Ada apa? - Bisakah Bapak kemari?
Ruangan ini tidak begitu bagus.
Ruangan ini kosong karena ada hewan peliharaan itu di sini.
Sepertinya dia jarang memasak.
Usuki, ini dahan burung?
Ya.
Ada banyak goresan di dahannya.
Hewan itu mematuk banyak benda.
Hei.
Ada apa?
Rekan kerjaku dari Unit Hewan.
Saat ini kami harus mengadakan penyelidikan.
Saatnya kita melihat isi kain itu.
Usuki, bisakah kita melihatnya sekarang?
Ya. Sepertinya saat ini sudah tidak terlalu banyak orang.
Penyelidikan forensik hampir selesai.
Kalian tidak boleh bersuara keras.
Hewan di dalam sana pasti sangat ketakutan.
Burung beo?
Burung beo abu-abu.
Jadi, itu burung beo.
Bukan. Burung beo abu-abu.
Itu bukan burung beo?
Keduanya berbeda.
No comments yet. Be the first to leave one.