Season 1

Release info

Kawaii dake ja nai Shikimori-san S01E08 Bilibili id
A Commentary by furosty
Bilibili Retail

Tags

other
Published on: 2022-06-04
Downloads: 4
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 178 lines.

Silakan!

Wih, bisa tepat begitu!

Saat ini kamu lagi jadi topik hangat.

Sudah nonton film dongeng?

Yang versi "live action", ya?

Belum nonton.

Seru atau tidak?

Ya.

Sinematiknya sangat indah, busananya juga anggun.

Ternyata kamu punya hobi seperti gadis, ya.

Tidak kusangka.

Tidak juga.

Tapi tidak bisa begini.

Cewek yang cuma bisa menunggu, sekarang sudah tidak zaman.

Tapi banyak yang menonton juga.

Mungkin mereka ingin jadi seperti di film.

Suatu saat mereka ingin dijemput oleh pangeran berkuda putih lalu hidup bahagia.

Begitu, ya?

Oh, apa kamu penasaran sama Shikimori gara-gara habis nonton film itu?

Bisa jadi.

Kamu sampai semengotot itu.

Kukira ada apa.

Kamiya?

Suatu hal yang penting

simpanlah dalam hati dan jangan katakan pada orang lain, katanya.

Kata siapa?

Kata pemeran wanita di film yang cintanya kandas.

Be-Begitu, ya.

Tapi bisa membicarakan hal seperti ini denganmu itu...

Merasa aneh?

Tidak cocok?

Atau tidak pantas?

Bukan, bagiku ini menyenangkan.

Kalau begitu syukurlah.

Kamiya, kamu di sini?

Sudah datang?

Nekozaki, kenapa ke sini?

Ada.

Aku pinjam Kamiya dulu, ya.

Maaf!

Kalau tidak keberatan,

bisa tukaran nomor denganku?

Eng...

Kamu Shikimori, 'kan?

Ada apa ini, Nekozaki?

Kamu tahu nomor pasangan, 'kan?

Dia minta tukar denganmu.

Kenapa ingin nomor punyaku?

So-Soalnya... orang yang kucintai dan kamu punya nomor yang sama...

Kalau memang begitu, boleh saja.

Benar?

Aku bilang juga apa.

Kamiya itu orangnya tidak tertarik sama beginian.

Terima kasih.

Di lorong kan panas, mengobrolnya di dalam saja.

Lah, Shikimori?

A-Aku datang ke sini mau menjemputmu!

Be-Begitu, ya.

Mereka lagi membicarakan apa?

Kamu boleh pergi duluan.

- Sisa dua puluh menitnya biar aku... - Tidak bisa begitu.

Aku tidak mau meninggalkanmu bekerja sendirian.

Begitu, ya?

Kamu disiplin sekali.

Kita menunggu di sini saja sambil mengadem.

Ya.

Seharusnya Hachimitsu ikut ke sini juga.

Dasar pemalu.

Terima kasih untuk hari ini, Kamiya.

Senang bisa mengobrol banyak denganmu.

Sampai nanti.

Ya, dadah.

Maaf membuat kalian menunggu.

Kamiya!

Kamiya! Kami sudah menunggumu!

Sekarang kita bisa membalikkan keadaan!

Kamiya, kamu lama sekali.

Kalau ada Kamiya, penjualan bakal meningkat!

Ayo kita berusaha!

Cewek itu cantik sekali!

Badannya juga tinggi, seperti model!

Cantiknya.

Mau ajak mengobrol?

Tidak, dah.

Katanya dia belum punya pacar.

Serius? Apa aku maju saja?

Maaf menunggu.

Kamiya! Bisa ke sini sebentar?

Selamat menikmati.

Kalau ada dia, langsung ramai, ya.

Bagaimana kalau dia saja yang di depan?

Oh, sepertinya ini kesempatan buat mengobrol dengannya.

Mengaca dulu sana.

Dia tidak tertarik denganmu.

Gayanya kece banget.

Pakai baju apa pun pasti cocok.

Sepertinya dia tidak terlalu tertarik sama orang lain.

Mari kita minta foto bareng!

Masih ada kesempatan, lah.

Ayo kita tanya namanya!

Kamiya?

Ada apa?

Maaf, aku mau istirahat dulu.

Duh, kaget banget.

Tidak kusangka orangnya bakal datang.

Dan ternyata dia cewek yang jujur dan baik.

Sangat berbeda denganku.

Aku harus cepat membuang perasaan ini.

Kamiya.

Ada apa?

Aku mau mengembalikan ini.

Aku jadi merasa curang.

Kalau cuma tukaran nomor, semua juga melakukannya.

Sudah jadi hal biasa.

Tidak, bukan begitu.

Aku merasa tidak boleh menerima ini.

Benar, 'kan, Kamiya?

Kenapa?

Kamu tidak terluka, 'kan?

Tidak apa-apa.

Bukannya kamu yang terluka?

Kenapa rak bukunya bisa tiba-tiba...

Maaf, Kamiya.

Kamu jadi ikut beres-beres gara-gara aku.

Ini cuma kecelakaan, jadi bukan salahmu.

Kamu memang baik hati, ya.

Entahlah.

Padahal lebih banyak yang menganggapku dingin dan misterius.

Masa?

Padahal baik hati begini.

Kenapa?

Mungkin cuma aku yang menyadari ini

dari tingkah lakumu tadi.

Terus, kenapa jadi ingin mengembalikan ini?

Mau memperingatkanku supaya jangan mendekatinya lagi?

Bukan.

Aku cuma tidak mau melakukan hal yang tidak pantas.

Seseorang yang mencintai orang yang kucintai,

kurasa dia bukanlah orang yang jahat.

Tidak jadi masalah kalau kamu tukaran nomor denganku tanpa melibatkan perasaan.

Tapi,

kalau itu membuatmu berbohong dan menyakiti perasaanmu,

aku merasa seperti telah berbuat curang.

Memangnya tidak masalah?

Bukannya kamu malah jadi membantu sainganmu?

Tidak masalah.

Izumi juga pasti akan melakukan hal sama.

Aku sangat bisa membayangkannya.

Shikimori.

Ya?

Sepertinya aku sudah tidak butuh itu.

Bagiku itu hanya sekadar kertas.

Tapi...

Kamu tidak perlu terlalu khawatir.

Lagi pula aku tidak berani menyatakan perasaanku padanya.

Dari awal aku tidak ingin ada yang tahu soal perasaanku.

Aku jadi tidak enak hati.

Aku tidak bermaksud membuatmu bingung.

Maaf, ya.

Maaf.

Maaf.

Aku tidak bisa membuang perasaan ini dengan cepat.

Aku tidak akan mendekatinya lagi.

Apa ini?

Aku juga tidak mengerti.

Kelembutan hatinya membuatku merasa nyaman saat berada di sampingnya.

Hanya itu.

Aku malah mengkhianati orang yang menganggapku teman.

Padahal aku tahu kalau dia milikmu.

Kenapa aku tidak bisa menerima hubungan yang sebatas teman?

Mari kita sudahi.

Maaf.

Aku tidak bermaksud menyakitimu.

Aku bukan ada di posisi untuk dimintai maaf.

Aku juga tidak bisa menentukan perasaanmu.

Aku memang belum begitu kenal denganmu,

tapi ada yang aku mengerti.

Kamu sedang berusaha membunuh perasaanmu

More Indonesian subtitles for Shikimori's Not Just a Cutie

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left