The first 200 lines.
"Home for Summer"
"Episode 13"
Ju Sang Won!
Aku akan mengantarmu pulang, bukan?
Ya.
Kenapa kamu mendesah?
Karena aku memikirkan akan segera bertemu dengan Ibu.
Sang Mi memberitahuku bahwa ibumu
mengonsumsi obat antidepresan beberapa saat setelah kamu pergi.
Bukan hanya kamu yang menderita.
Aku tidak bilang begitu.
Kamu tidak tahu bagaimana kabar Bo Ra?
Aku tidak tahu.
Dahulu kalian saling mencintai.
Itu tidak penting lagi. Kami sudah putus.
Tapi itu tidak berakhir di sana.
Hidupmu sepenuhnya berubah karena dia.
Aku tetap tidak menyesal.
Aku telah menemukan impianku.
Apa sekarang kamu punya pacar?
Fokus saja berkendara, ya?
Mereka mempertimbangkan apa? Adopsi?
Tidak ada yang salah dengan hal itu.
Kamu tidak melihat wajah Jun Ho tadi?
Dia terlihat kesal saat kamu mengungkit hal itu.
Ibu mungkin keliru.
Serahkan saja ini kepada Jun Ho dan Geum Hui
dan berpura-puralah tidak tahu soal ini.
Tidak. Kini ibu tahu betul
alasan ibu kembali ke sini setelah 13 tahun.
- Apa alasannya? - Menurutmu apa?
Memastikan garis keturunan kami tidak mati.
Apa?
Sudah ibu duga. Ibu terus mendapatkan firasat buruk
setelah 13 tahun.
Ibu tahu garis keturunan kita terancam mati.
Jun Ho melarang Ibu ikut campur.
Hubungan Ibu dengannya akan memburuk jika Ibu terus usil.
Jangan khawatir.
Dia akan berterima kasih pada ibu pada akhirnya.
Tunggu. Apa yang Ibu akan lakukan?
Kenapa kamu duduk di sana seperti itu? Kamu sakit?
Tidak, aku hanya sedikit sedih.
Lupakan ucapannya.
Aku ingin melupakannya,
tapi kurasa aku tidak bisa berhenti memikirkannya.
Kamu akan pergi ke pusat kebugaran?
Beristirahatlah. Biar aku yang membersihkannya.
Pergilah berolahraga.
Aku yakin aku akan lebih baik jika tidur setelah mencuci piring.
Maafkan aku.
Aku merasa didukung dan dilindungi saat kamu membelaku tadi.
Astaga, kubilang pergilah berolahraga.
Baiklah, sampai nanti.
Ya.
Bu Byeon belum kembali, ya?
Dia pasti menikmati perjamuan.
Benar. Aku yakin Geum Hui memasak banyak makanan untuknya.
Bagaimana jika meja mereka patah karena makanannya terlalu banyak?
Kamu sepengertian itu atau hanya bodoh?
Putrimu pasti bekerja keras sejak pagi ini
memasak untuknya. Bisa-bisanya kamu melawak?
Dan kamu mudah sekali menyebutnya mertuanya Geum Hui.
Kamu sebaiknya berhenti memanggilnya "penyewa kamar".
Cobalah bersikap positif meskipun harus memaksakan dirimu.
Memperlakukannya dengan senyum akan membantu Geum Hui.
Omong-omong, haruskah kita terus meminta uang sewa darinya?
Tentu saja. Apa maksudmu?
Lagi pula, uangnya akan keluar dari kantong Geum Hui.
Mereka mungkin belum melunasi hipotek.
Lihatlah dirimu. Uang 300 dolar itu membuatmu buta.
Belilah minyak wijen. Kita sudah kehabisan.
Baiklah.
Bu Na, kamu di rumah?
Halo. Apakah Geum Hui
membuatkan makanan enak untukmu?
Bukan makanan yang harus kita cemaskan, Bu Na.
Aku tidak mengerti...
Geum Hui mempertimbangkan adopsi bayi.
Astaga. Kenapa kamu tidak mengatakan apa pun?
Kamu sudah tahu soal itu? Begitukah?
Tentu saja aku sudah tahu. Dia putriku.
Lagi pula, aku tidak muncul setelah bertahun-tahun seperti kenalanku.
Astaga.
Bukan main.
Aku juga tidak senang dengan keputusan mereka.
Tapi apa yang bisa kulakukan? Mereka sudah memutuskannya.
Putraku, Jun Ho, tidak membuat keputusan itu.
Orang bilang kita harus bicara terus terang apa pun yang terjadi.
Jun Ho tidak berniat mengadopsi bayi,
tapi Geum Hui mencoba memaksakan rencananya.
Selain itu, aku lebih sulit memahamimu daripada Geum Hui.
Kamu seharusnya mencoba menghentikan mereka bagaimanapun juga.
Bagaimana bisa kamu diam saja menyaksikan dia berbuat semaunya?
Kenapa kamu menganggap seolah-olah ini bukan masalahmu?
Maksudku, kamu ada di sini selama bertahun-tahun ini.
- Apa katamu? - Jika kamu memiliki nurani,
pastikan mereka mencoba bayi tabung 60 kali jika perlu.
Geum Hui juga seharusnya begitu.
Meskipun Jun Ho ingin mengadopsi bayi,
itu tidaklah baik jika Geum Hui tidak berusaha punya bayi.
Kenapa dia menyerah tanpa malu setelah hanya beberapa kali coba?
Menurutmu, itu masuk akal?
Hanya Geum Hui dan Jun Ho yang berhak menilai hal itu.
Saat anak-anak membuat keputusan yang salah,
tugas kita sebagai orang tua adalah meluruskan mereka.
Bukankah itu tugas orang tua?
Bu Byeon.
Aku senang Anda bicara soal menjadi orang tua.
Jika Anda tahu tugas orang tua,
kenapa Anda kabur meninggalkan suami yang sakit dengan anak Anda?
- Apa? - Geum Ju.
Kamu sangat lancang dan kejam.
Siapa yang mengajarimu bersikap seperti ini?
Anda pikir kenapa Kakak tidak bisa mengandung bayi?
- Maksudmu, ini salahku? - Tentu saja.
Karena merawat ayah mertuanya yang lumpuh sebelah badan,
kesehatan kakakku terganggu. Anda tidak tahu itu?
Anda tidak tahu semua ini salah Anda?
- Beraninya kamu. Dasar... - Naiklah sekarang.
Apa yang Ibu takutkan? Kenapa Ibu membiarkannya lancang?
Ibu bilang naik sekarang!
Aku tidak bisa berkata-kata. Astaga.
- Kamu tidak mendisiplinkan dia... - Tolong hentikan, dan pergilah.
Berdebat seperti ini tidak akan menyelesaikannya.
Kamu tidak mendengarkan ucapanku?
Jika kamu mengubah pikiran Geum Hui,
semuanya akan beres.
Jujur saja. Jika Jun Ho memiliki bayi dari wanita lain,
apa tindakanmu?
- Apa katamu? - Aku tidak bisa berkomentar.
Keluar!
Astaga. Yang benar saja.
Selamat datang.
- Apa kabar, Ayah? - Astaga.
Astaga. Kamu juga terlihat sehat.
Dokter Yoon, terima kasih sudah jauh-jauh menjemputnya.
Aku ingin bertemu dengannya.
- Sang Won, kamu pulang. - Bibi Yong Soon.
Aku tidak tahu Bibi juga di sini.
Tapi kenapa Bibi keluar dari dapur?
Dan kenapa Bibi memakai celemek?
Paman dan Bibi memutuskan untuk tinggal di rumah ini.
- Apa? - Itulah yang terjadi.
- Mau kutaruh di sini? - Ya, silakan.
Tinggalkan saja, Paman Su Cheol.
Aku akan memindahkan sisanya nanti.
Tidak masalah karena kopernya ada rodanya.
- Terima kasih. - Jangan khawatir.
- Hei, Ju Sang Won. Kamu di sini. - Hai.
- Lama tidak bertemu, Kakak. - Lama tidak bertemu.
Omong-omong, apakah Ibu pergi?
Dia tidak pergi ke mana-mana.
Sayang, kamu sedang apa? Sang Won sudah pulang.
- Hai. - Kabar Ibu baik-baik saja?
Aku juga di sini, Bu Heo.
Hai, Seon Gyeong. Lama tidak bertemu.
Kenapa kamu lama sekali?
Astaga, Ibu.
Ibu memakai pakaian baru untuk Sang Won.
Aku lapar. Makan siangnya sudah siap, Yong Soon?
Aku hanya tinggal menyelesaikan japchae.
Mau kubantu, Bibi Yong Soon?
Kubilang aku hampir selesai.
- Pindahkan kopermu ke kamarmu. - Baiklah.
Sayang, aku pulang.
Astaga. Kenapa berantakan?
Apakah terjadi sesuatu?
Aku bertanya apa yang terjadi?
Ibu mertuanya Kak Geum Hui membuat kekacauan.
Apa? Bu Byeon?
Apa yang dia katakan?
Apakah sesuatu terjadi di rumah Geum Hui?
Kamu mau ke mana, Sayang?
Apa yang Bu Byeon katakan?
Dia mengeluh karena Kakak tidak bisa punya bayi.
Apa?
- Ibu. - Di mana Jun Ho?
Dia pergi ke pusat kebugaran. Kenapa?
Geum Hui, cobalah bayi tabung lagi.
Kenapa tiba-tiba seperti ini?
Apakah terjadi sesuatu?
Cobalah semua yang kamu bisa untuk memiliki bayi bersama Jun Ho.
Apakah ibunya Jun Ho mengatakan sesuatu?
Itu tidak penting.
Apa tindakanmu jika dia punya bayi dari wanita lain?
Ibu, kenapa Ibu tega mengatakan itu tentang Jun Ho?
Bahkan aku merasa tersinggung.
Kamu bilang dia tidak senang dengan gagasan mengadopsi bayi.
Bukankah kamu tahu keras kepala tidak akan menyelesaikan apa pun?
- Tentu saja aku tahu. - Lantas kenapa?
Aku membutuhkan waktu lama untuk memutuskan adopsi bayi.
Jadi, Jun Ho pasti juga membutuhkan waktu lama.
Aku sebaiknya memberinya cukup waktu untuk memikirkannya.
- Geum Hui. - Kami akan membuat keputusan bijak.
Aku tidak akan mencoba bayi tabung lagi.
Sebagai gantinya,
ayo kita mengadopsi bayi.
Meskipun kamu harus mencobanya tujuh atau delapan kali,
cobalah sampai berhasil.
No comments yet. Be the first to leave one.