The first 185 lines.
Ini Makabe, dari Tim B.
Soal puzzle itu...
Rasanya tak nyaman kalau dibiarkan tak selesai,
Bisa kembalikan puzzlenya nanti?
Apa?
Cerdas juga, Makabe.
Kau membuat dirimu tampak seperti pekerja keras.
Dari bawah?
Selamat pagi, Hoshika.
Bagaimana mereka?
Ya, tak terlalu bagus, Nasuda.
Seluruh tim menunjukkan tanda-tanda stres.
Oh, begitu.
Mereka juga terdengar lebih gelisah saat bicara.
Ya, ya.
Seperti dugaanku.
Inilah yang terjadi setelah sepuluh hari.
Bukan hanya itu yang harus mereka hadapi.
Oh, apa?
Apa maksudmu...
Yang hijau itu?
Jadi begitu.
Jadi kau mengawasi.
Ya, aku belum bicara pada siapa pun.
Kenapa kaulakukan itu?
Ya, memang kenapa?
Hah?
Kalau kau bisa tahu sebabnya aku lakukan itu,
maka saat itu juga,
akan kujabat tanganmu.
Aku akan naik,
menanjak,
dan meluncur menembus atmosfer
Tujuanku adalah nol gravitasi
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
Lambaian orang-orang membanjiri persimpangan
seperti siluet samar yang mereka alirkan dahulu tanpa henti
Bagaimana aku kelihatannya di tengah mereka?
Ku tak tahu
Menyembunyikan tujuanku yang sesungguhnya mati-matian
Kuremukkan alasan-alasan yang tak jelas
Ambisiku ke luar angkasa yang telah ada sejak dulu
lemah dan rapuh
Bagaimanapun caranya aku mengitari globe itu
Aku tak punya rumah tempat 'ku berhenti
Percuma saja menatap ke peta
Aku akan naik,
menanjak,
dan meluncur menembus atmofer
sampai aku bisa melihat seluruh dunia yang ada di bawah
Aku akan teriak
menjerit
dengan hati dari baja
bahwa aku ingin ke nol gravitasi
#17 Pelakunya Ada di Kamar Ini
#17 Pelakunya Ada di Kamar Ini
Suara berisik apa itu?
Berisik, woi!
Dari mana itu datangnya?
Oh, sudah berhenti.
Di malam kesepuluh kami dalam boks tertutup ini,
kami terbangun oleh suara bip-bip yang berisik.
Mungkin sekarang jam 2 atau 3 pagi.
Aku lelah.
Kenapa kita dapat banyak persoalan?
Bagaimana ini?
Sekarang kami dapat masalah baru.
Ini mempersulitku mengatasi kekurangan makanan.
Tapi nanti pasti mereka akan tahu.
Saat itu terjadi, tim ini akan...
Hah?
Kameranya?
Eh? Ada apa?
Ayo cari sumber suara berisik itu sebelum kembali tidur.
Aku tak ingin terbangun lagi.
Itu masuk akal juga.
Dari mana datangnya?
Tak ada satu pun yang sadar?
Ada yang tak beres dengan Ya.
Dia belum mengeluarkan tangannya dari saku dari tadi.
Ada hal lain juga yang aneh.
Dia pendiam sekali belakangan ini.
Aku malah berharap dia orang pertama yang mengeluh saat alarm itu menyala.
Siapa yang buat kebisingan itu?
Kau, 'kan, Nanba?
Matikan, Nanba!
Itu akan jadi reaksi yang wajar.
Tapi bukan itu yang terjadi.
Yang berarti mungkin
dia tahu siapa pelakunya,
atau justru dialah pelakunya,
atau sembelitnya menyiksa dirinya.
Ya, pasti salah satu dari itu.
Kenapa tak ketemu?
Sudah dicari ke mana-mana?
Ya.
Aku tak lihat apa-apa.
Tak ada di sini.
Sudahlah.
Ayo kembali tidur.
Mungkin kita kehabisan waktu pagi kita dengan Mission Control kalau terus mencari.
Tidak, kita harus tetap mencari.
Hal ini sangat menggangguku.
Apa?
Dasar Nitta bodoh!
Kalau dia diganggu kecoa sebelum tidur, aku yakin dia takkan tidur sebelum kecoa itu mati.
Baiklah kalau begitu.
Aku mau cuci muka dulu.
Aku rasa
Fukuda mau memberitahuku...
Lihat ke kamera itu.
Jangan lupa kalau kita selalu diawasi.
Apa menurutmu aku mau rusak kesempatanku sementara Mission Control mengawasi?
Tentu tidak.
Pertama, aku penasaran apa dia bisa gila kalau stres.
Tapi aku sudah bergerak melebihi itu.
Aku akan percaya pada Fukuda!
Hmm?
Hah?
Toilet.
Aku juga percaya padanya!
Mungkin.
Itu berarti...
JAXA pasti dalang atas apa yang sedang terjadi.
Hah? Apa itu tadi?
Aku ingat orang yang menyebutkan hal ini sebelumnya.
Mmm...
Hmm?
Jennifer!
Regolith, debu bulan,
telah merusak paru-paru dan matanya.
Jadi begitu.
Ah, coba lihat ke monitor.
Hmm?
Hah?
Hibito dalam masalah!
Tunggu. Apa?
Selang penghisapnya hilang dari tempatnya?
Ada apa ini?
Damian, apa tak kaukembalikan?
Mm, aku tak ingat.
Kenapa begitu?
Ah, aku banyak buang-buang waktu.
Hah?
Mutta, ini semua diatur.
Damian menerima Green Card.
Hmm? Status kependudukan permanen?
Bukan.
Bukan yang itu.
Di NASA, kami punya tradisi memberikan kertas hijau yang berisikan perintah rahasia selama latihan.
Kertas itu dikenal sebagai Green Card.
Damian menerima Green Card yang memerintahkan dia untuk menyembunyikan selang itu.
Tentu saja, Hibito tak tahu.
Tak ketemu.
Itu ujian untuk melihat seberapa hebat kau mengatasi saat ada yang berbuat salah.
Hei, Damian.
Green Card itu digunakan untuk menyulut masalah dalam tim yang memberikan pelatihan kritis.
Green Card.
Pasti itu. Mereka memakai Green Card.
Fukuda tak bisa cerita karena itu adalah perintah rahasia.
Itu berarti Green Card itulah yang menyalakan alarmnya.
Kau masih belum tidur?
Hei, aku ada pertanyaan. Jawab yang jujur.
Hah?
Apa kau menerima Green Card?
Ii!
A-Apa?
Bagaimana?
Jujur saja.
Aku...
Aku tak bisa.
Jawaban itulah yang kubutuhkan.
Kau memang tak bisa bohong.
Tunggu dulu.
Bagaimana kautahu?
Apa kau yang rusak jam itu?
Bukan.
Tapi itu menjawab pertanyaan yang kupunya.
No comments yet. Be the first to leave one.