The first 200 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
Tamat riwayatmu.
Aksi sandiwaramu sudah berakhir,
Han Ji Sup!
Apakah penyakit jiwamu kembali?
- Cepat keluar. - Lepaskan! Lepaskan aku!
Lepaskan!
Maaf.
Depresinya pasti kembali kambuh. Maafkan kami.
- Hei! - Sebentar.
- Suh Ra. - Aku sudah memintamu.
Aku sudah memohon agar kamu tidak kembali.
Tapi
haruskah kamu kemari dan membuat keributan
selagi aku mengantarkan suamiku pergi?
Kamu kira kamu siapa?
Siapa kamu berani mengacaukan momen terakhirku dengannya?
Kamu harus sadar.
Anakmu terluka, tapi kamu masih belum sadar?
Keluar sekarang juga.
Perjalananmu masih panjang.
Suami dan orang tuamu dirampas.
Haruskah kamu kehilangan anak juga sebelum menyadari semuanya?
Ada apa ini?
Kukira dia mantan selingkuhan Pak Kang Jae Wook,
tapi sebenarnya dia selingkuhan Ji Sup?
Apa? Selingkuhan Ji Sup?
Tidak mungkin.
Ayo pergi.
Lepaskan! Lepaskan aku!
Lepaskan!
Akan kubeberkan kebenarannya dan mati juga.
Jae Wook tewas! Tidak ada alasan bagiku hidup!
Lepaskan!
Jae Wook tewas?
Kembalikan dia.
Kembalikan Jae Wook
yang kalian bunuh.
Kamu tidak dengar?
Dia tewas ditabrak lari.
Jika kamu amat marah, cari sopir dan lampiaskan kepadanya.
Kamu berharap aku memercayainya?
Sudah kuduga ini akan terjadi,
jadi, aku menyuruhnya selalu berhati-hati.
Orang dungu itu.
Dia mengabaikanku dan lihat apa yang terjadi.
Mi Ryung.
Biar kuperingatkan kamu.
Aku tidak perlu mendengarkanmu.
Kamu harus menemukan cara untuk menyintas.
Jae Wook, pelindungmu satu-satunya, sudah meninggal.
Setidaknya kamu mengumpulkan uang dan pergi dari negara ini.
Jika tinggal, siapa yang tahu kapan kamu menyusul Jae Wook.
Aku tidak akan tinggal diam lagi.
Kamu kira Bi Wi akan membiarkanmu?
Pergilah selagi kamu bisa menerima sesuatu.
Lagi pula, begitulah dirimu.
Hae Rim.
Aku tidak akan jatuh sendiri.
Kamu akan menderita bersamaku.
- Halo? - Ini saudara Jae Wook,
In Wook.
Lalu?
Suh Ra.
Tidak benar, bukan?
Ji Sup tidak mungkin berselingkuh.
Wanita itu hanya gila, bukan?
Dia datang ke rumah kita belum lama ini
dan menyuruhku melepaskan Ji Sup.
Apa?
Ji Sup bukan tipe yang akan berbuat seperti itu.
Bagaimana perasaanmu?
Tidak buruk.
Dahulukan kesehatanmu.
Kukira
Ayah akan membuangku.
Tidak masuk akal.
Ayah tidak pernah berhenti menganggapmu putri ayah.
Ayah.
Lihatlah yang ada jauh di hadapanmu.
Kamu harus menjadi penerus Grup Gangin yang sesungguhnya
agar bayi di kandunganmu bisa memimpin Gangin nanti.
Ya, mulai sekarang, akan kuturuti semua ucapan Ayah.
Ini. Terima ini seperti kesepakatan kita.
Aku sungguh minta maaf!
Kamu sungguh salah mengira Jae Wook
sebagai Ji Sup? Itukah alasanmu membunuhnya?
Dia meninggalkan rumah liburan dengan mengenakan jaket.
Serta dia dalam perjalanan untuk menemui putrinya, Hae Sol.
Tentu saja kuanggap dia Han Ji Sup.
Lantas, kenapa mereka tidak bertukar pakaian?
Aku juga tidak tahu.
Kenapa Pak Joo yang hebat tidak mengetahui itu?
Kamu berharap aku memercayai itu?
Kumohon, percayalah kepadaku.
Aku sungguh minta maaf.
Ini. Cepat telan.
Kamu tidak pantas hidup setelah perbuatanmu.
Putraku yang tidak bersalah, Jae Wook, tewas.
Lupakan saja.
Aku mengerti betapa loyalnya kamu kepadaku sekarang.
Ini. Ini kesempatan terakhirmu.
Halo? Ini aku.
Silakan bicara.
Untungnya dia tidak terus bertanya,
tapi dia tetap mencurigaiku.
Pak.
Aku mempertaruhkan nyawaku.
Anda tidak boleh melepasku selamanya.
Aku tidak akan melepaskan orang yang berkorban seluruhnya untukku.
Aku tahu kamu mempertaruhkan nyawamu.
Kita bersama-sama selesaikan masalah ini.
Baiklah.
Bagaimana ini? Pimpinan tidak mau makan.
Tidak mau?
Apa karena Anda memecat perawatnya?
Ayah.
Apa Ayah begini karena aku memecat perawat Ayah?
Sadarlah.
Kenapa pimpinan perusahaan besar
mogok makan karena orang rendahan
dan aneh seperti dia?
Orang-orang akan mengira Ayah mengidap Alzheimer.
Kamu membunuhnya.
Kamu yang membunuh Jae Wook, bukan?
Apa maksud Ayah?
Jae Wook tewas?
Kamu kira ayah tidak tahu?
Ayah.
Jae Wook...
Jae Wook telah tiada.
Dalam mimpi ayah,
Jae Wook telah tiada.
Seandainya ayah tahu,
ayah akan bersikap lebih baik kepadanya.
"Han Ji Sup"
Kenapa musibah berat ini menimpa kita?
Tidak ada dua acara pemakaman untuk orang yang sama.
Kamu seharusnya tidak perlu repot-repot hidup kembali.
Setidaknya tidak ada penyesalan.
Jika dia terus menghilang dan jasadnya tidak ditemukan,
pasti sulit melanjutkan hidup.
Benar. Ini lebih baik daripada tidak tahu
dia hidup atau mati.
Untung kita menyimpan guci abu itu.
Apa? Kemarilah.
Kamu sebaiknya tidak ikut campur.
Baik, kami harus pergi dahulu.
Sebaiknya kita biarkan Suh Ra mengucapkan perpisahan terakhir.
Dia benar.
Pasti banyak yang ingin kamu sampaikan. Tidak usah terburu-buru.
Ji Sup, aku akan sering datang.
Sampai jumpa lagi.
Ji Sup.
Sejujurnya,
ada banyak pertanyaan yang mau kuajukan.
Tapi aku hanya akan berterima kasih
dan pergi.
Terima kasih banyak
sudah melindungi Hae Sol hingga saat terakhirmu.
Mau bagaimanapun dirimu,
aku bersyukur dan berterima kasih
kamu sudah menyelamatkan Hae Sol.
Setelah dia siuman,
aku akan membawanya kemari.
Kumohon teruslah
melindunginya agar dia bisa selamat.
Kumohon.
Jae Wook.
Jae Wook.
Jae Wook.
Hae Sol.
Ayah minta maaf.
Tolong maafkan ayah.
Siapa kamu?
Kudengar dia terluka.
Begitu, ya?
Bagaimana keadaannya?
Entahlah. Katanya operasinya berhasil,
tapi dia belum siuman. Kami sangat bingung.
Keluarga berdoa bersama untuk hal yang sama.
Aku yakin dia akan siuman.
Aku permisi.
Tunggu.
Aku bertanya hanya untuk berjaga-jaga,
tapi kamu bukan Ji Sup,
bukan?
Aku tahu ini amat konyol,
tapi begitulah perasaanku.
Aku tidak sabar, jadi, kukatakan semua di otakku.
Kurasa aku bahkan tidak bisa bersikap baik di depan keluargamu.
Dia pernah datang ke kantor,
bahkan ke rumah kami.
Jadi, aku merasa tidak enak dan mampir.
Jangan salah paham.
Ayah.
Ayah.
Ayah.
Hae Sol!
No comments yet. Be the first to leave one.