The first 200 lines.
Tn. Pembicara, apa tahun 30-an akan menjadi dekade yang akan...
Menyaksikan kehancuran dan kejatuhan Kerajaan Inggris?
Yang menyaksikan penghancuran diri yang sia-sia...
Dari Kerajaan Inggris.
Jika India diberikan pemerintahan mandiri...
Itu akan menjadi tanda kejatuhan Kerajaan Inggris.
Itu akan menandai dan menyempurnakan...
Kejatuhan Kerajaan Inggris.
Tn. Inches, kau dicari.
Aku menuju ke sana.
- Pagi, Inches. - Pagi, Nyonya.
Sebaiknya kau lakukan sesuatu tentang gramofon Nn. Sarah.
Kami tak mau memulai hari dengan perkelahian keluarga lagi.
Benar, Nyonya.
- Halo, Ibu. - Pagi, Sayang.
Inches, tolong beri tahu anakku untuk mematikan gramofon sial itu.
Musik murahan diputar di seisi rumah.
Baiklah, Tuan.
Dia tahu aku tak tahan mendengarnya. Kenapa dia melakukan itu?
Serahkan saja padaku, Tuan.
Kau minum minuman keras?
Pagi ini, Tuan? Tentu tidak.
Karena jika kau minum, kuharap itu wiskimu, bukan milikku.
- Kapan Ny. P datang? - Siang hari, Tuan.
Siang hari? Kenapa tak pagi ini?
Karena kau memberitahunya agar tak datang setelah makan siang.
Kau mengada-ada. Aku tak pernah lakukan itu.
Kau berkata kau akan ke kota pagi ini, Tuan.
Jadi dia tak akan dinantikan sampai setelah makan siang.
Aku mengubah pikiran. Aku harus membuat kembali kerangka pidato ini.
- Suruh dia ke sini. - Ya, Tuan.
- Terima kasih, Peggy. - Ny. Churchill?
- Ny. Landemare. - Selamat pagi, Nyonya.
Ada masalah? Ada apa?
Ini tentang Tn. Monks, Nyonya.
- Tukang daging itu? - Ya, Nyonya.
Sepertinya kita belum mengupahnya selama beberapa minggu...
Dan dia berkata tidak akan menyediakan daging lagi...
Untuk kita sampai upahnya dibayar.
Inches.
Akan kutulis ceknya dan kau bisa mengirim salah satu pelayan...
- Untuk mengirimkannya. - Terima kasih, Ny. Landemare.
Inches! Oralit.
Selamat pagi, Tuan.
- Selamat pagi. - Pagi.
- Randolph, kau tampak buruk. - Terima kasih, Ibu.
Itu karena brandi yang kau minum larut malam kemarin.
Tak sebanyak ayahku tersayang.
Sangat buruk bagi pemuda seusiamu untuk minum sebanyak itu.
Jangan mulai mengomel sepagi ini. Kumohon. Biarkan aku bangun dahulu.
Siapa?
Winston, kau sudah membayar gaji Tn. Monks?
- Aku sudah apa? - Tukang daging dari Westerham.
- Kau sudah membayar tagihannya? - Clemmie sayang...
Aku sedang mencoba menyelamatkan India dari Tn. Gandhi...
Dan kelompok penganut Hindu subversif. Untuk menyelamatkan...
Kekuatan Imperial Inggris dari eklips yang menghancurkan...
Untuk selamatkan Partai Konservatif dari aksi memalukan.
Dengan kata lain, kau belum membayar tagihannya.
Demi Tuhan, Wanita. Aku tak bisa lakukan semuanya.
- Selamat pagi, Ny. P. - Selamat pagi, Mary.
- Bagaimana keadaannya? - Baik, terima kasih.
Kau tampak cantik.
Kupikir dia berkata setelah makan siang.
Memang, dia mengubah pikirannya.
Aku berharap dia tak akan lakukan itu.
Aku berencana mengajak anak-anak ke Westerham untuk membeli sepatu.
Entah kapan aku bisa dapatkan kesempatan lain.
- Tn. Churchill? - Ny. P, akhirnya.
- Selamat pagi. - Banyak yang harus kita kerjakan...
Dan waktu untuk mengerjakannya sangat sedikit.
Inches, tolong beri tahu Tn. Churchill aku memutuskan...
Untuk pergi ke kota bersamanya. Kapan dia pergi?
Tepat pukul 11.30, Nyonya.
Aku akan meninjau kembali pidato ini...
Dan melanjutkan bab kedua sampai London.
- Hari ini? - Ada yang salah dengan itu?
Tidak. Tentu saja tidak, Tn. Churchill.
Dan bawa catatanku untuk Pertempuran Blenheim.
Ternyata kau di sana, Clemmie. Apa aku membuatmu menunggu?
Tak lebih dari biasanya.
- Selamat pagi, Ny. Churchill. - Pagi, Jenner. Hari yang indah.
- Apa kabar, Ny. P? - Kurasa aku baik-baik saja.
Dia sangat bahagia. Bukan begitu, Ny. P?
Jangan biarkan dia memerintahmu. Dia perundung jahat.
Omong kosong. Ny. P memujaku.
Bagaimana perkembanganmu dengan Duke of Marlborough?
Sangat baik. Volume kedua, bab 20. Pertempuran Blenheim.
Kita sudah sampai halaman 800 lebih.
Kupikir penerbitnya mengharapkan sesuatu yang agak lebih singkat.
Aku tak peduli tentang penerbitnya, ini lebih dari riwayat hidup.
Ini pidato pujian. Persembahan untuk leluhurku yang hebat dan terkemuka.
Percepatlah, Jenner. Dahului!
Ingat saat Randolph dan aku pergi melihat area pertempuran itu?
- Tentu saja. - Aku memimpikan itu semalam.
Aku bisa melihat semuanya, Clemmie.
Musuh ditaklukkan, Eropa selamat dari sekumpulan perusakan.
Lalu Marlborough masuk dalam sejarah.
Mata kami saling bertemu. Kurasa...
Kurasa dia tersenyum padaku.
Seharusnya kau tak makan keju terlalu banyak.
Stilton selalu membuatmu bermimpi buruk.
Tn. Pembicara, lepasnya India akan menandai dan menyempurnakan...
Kejatuhan Kerajaan Inggris.
Jika kita tak bisa melaksanakan tugas kita di India...
Kita harus memperlihatkan bahwa kita tak pantas mempertahankan...
Kerajaan besar yang masih penting bagi pulau kecil ini.
Ini membuat cemas dan gelisah untuk melihat Tn. Gandhi...
Seorang pengacara Kuil Tengah pemberontak, kini berlagak...
Seperti fakir miskin mirip dengan yang ada di Timur.
Berjalan setengah telanjang di anak tangga Istana Viceregal...
Untuk berunding secara setara dengan wakil dari Raja-Kaisar.
Anggota Khusus Dewan Hendon, Bill, Pembacaan Kedua.
- Terima kasih, Tom. - Tuan.
Pidato yang mengerikan.
Kau temannya, Bracken. Seharusnya kau memberi tahu Winston...
Untuk berhenti permalukan dirinya. Itu menyedihkan.
Britania kehilangan kuasanya pada masalah kerajaan.
Dia mencoba menghentikan kekacauan.
Omong kosong. Winston itu oportunis yang memikirkan diri sendiri.
Karena itulah tak ada yang memercayainya.
Tak punya rasa kesetiaan. Terima kasih, Tom.
Apa Partai tak berarti apa-apa baginya?
Apa membela yang sangat diyakininya itu tak setia?
Dia menyerang kebijakan Pemerintah, artinya dia menyerang Partainya.
Waktunya dia menetapkan batas dan berhenti membuat keributan.
Topinya salah, Tom.
Tn. Wood, ini mengerikan.
Kau harus ingat suamimu kehilangan cukup banyak uang...
Akibat jatuhnya saham Wall Street.
Kami bangkrut.
Bukan begitu tepatnya. Tapi aku sudah menjelaskan pada suamimu...
- Bahwa penghematan itu perlu. - Apa yang dikatakannya?
Dia berjanji untuk mengurangi tiga botol sampanye di malam hari.
Ada masa ketika orang-orang bergegas ke ruangan...
Untuk mendengarku bicara. Mereka berteriak, "Itu Winston!"
"Winston berdiri."
Kini mereka cepat pergi bagai menjauhi kecelakaan memalukan.
- Aku sudah tamat, Brendan. - Omong kosong.
Sesosok hantu yang menyaksikan kematianku sendiri.
Ini giliranku, 'kan?
Ini sopan santun umum. Terima kasih, Peggy.
Seharusnya ini sebuah pesta. Lupakanlah, mengerti?
- Diana. - Desmond.
Kau sudah bertemu dengan suamiku?
Secara singkat di pernikahan. Senang bertemu denganmu lagi.
Aku sangat senang bertemu denganmu.
Halo, Morton, bagaimana permainan mata-matamu?
Aku bukan mata-mata, Randolph. Aku pegawai negeri sipil.
- Baiklah. - Di mana ayahmu?
Sayangnya dia sedang menjalani hari "anjing hitam".
Kami mengandalkanmu untuk menjauhkannya dari itu.
Dia datang dari London dengan hati kesal.
Dan sejak itu dia masih kesal.
Winston.
Ayolah, Winston. Lima menit lagi makan siang.
Para anjing memandangmu tinggi, para kucing memandangmu rendah.
Para babi memperlakukanmu setaraf.
Tentang apa ini? India?
Sebagian. Sebagian lagi karena ini.
- Ada apa? - Penuh dengan Herr Hitler.
Membuatku berpikir.
Pada usia 35 tahun aku jadi menteri dalam negeri.
Di usia 37 tahun, First Lord of Admiralty.
Di usia 50 tahun, Chancellor of the Exchequer. Karierku bagus.
- Tak buruk. - Kini lihat aku.
Tak punya wewenang. Tak punya prospek kekuasaan. Lihat Hitler.
Dari bawah melesat jadi Kepala Negara dalam 10 tahun.
- Mari ikut untuk makan siang. - Aku tak lapar.
- Semuanya menunggu. - Biarkan mereka menunggu.
- Setidaknya mari minum. - Apa yang kau bawa?
Kuperlihatkan padamu di dalam.
- Itu akan menghiburku? - Tidak juga.
- Mungkin kau benar tentang Jerman. - Apa maksudmu?
Semua ini apa?
Itu laporan dari Atase Udara kita di Berlin.
Katanya Nazi sedang melatih sekitar 8.000 penerbang.
Kedengarannya Hitler sedang menciptakan Angkatan Udara.
Aku sependapat.
Ya, tapi Perdana Menteri tak akan melakukan itu.
Semoga Tuhan membantu kita, Desmond.
Inggris kalah di mimpi pecinta damai.
Orang-orang lebih memilih itu daripada mimpi buruk akan perang.
Passchendaele dan Somme terlalu dekat dengan kita.
Jika orang-orang memimpikannya berarti mereka sedang tertidur.
Saatnya bagi mereka untuk bangun.
- Bukan alasan yang bagus? - Tapi bukan saat itu.
Dan itu tak diterima, bisa kukatakan itu padamu.
Tn. Baldwin?
- Perdana Menteri. - Herr Becker.
Pemerintahanku tak senang atas tuduhan keji pada Reich Ke-3...
Yang tampaknya berasal dari kedutaanmu di Berlin.
- Sir Robert? - Akan kubuat penyelidikan.
Jika itu benar, kita harus segera bertindak.
Aku menyesalkan ada usaha menciptakan rasa ragu dan curiga.
Aku ingin bekerja dekat dengan Jerman.
- Di bawah Ordo baru. - Terima kasih, Tn. Baldwin.
Tn. Wigram, mungkin kau bisa ceritakan hasil penyelidikan ini.
Berita terkini dari Kedutaan kami melaporkan kebijakan Nazi...
Sangat menentang Yahudi.
No comments yet. Be the first to leave one.