The first 200 lines.
LOVE, DIVIDED
Pelan-pelan.
Tak terlihat bagus, Sepupu.
Hei, kau terlambat satu jam.
Aku harus belanja bahan makanan, antar cucian,
ambil mobil di bengkel, lakukan dua panggilan Zoom,
satu sambil menyetir ke sini, lalu aku menerobos beberapa lampu kuning.
Oke, tapi kau bisa memberitahuku.
Kenapa kau amat stres? Semuanya lancar.
Ada apa?
Kau lakukan apa?
Jika piano itu tergores, kau tak akan dibayar.
Bu, tolong mundur sebelum ada yang terluka.
- Bu? Pergi. Kulakukan sendiri. - Jangan.
- Dengarkan. Akan kuperbaiki. - Minggir.
Tidak!
Kau sudah gila?
Aku takkan ke mana-mana sampai piano itu masuk apartemen dengan selamat.
Jadi, ayo tekan tuas itu.
Bisa izinkan aku bekerja?
Bagaimana menurutmu?
Bagus, bukan? Ini murah dan sangat strategis.
Ya, ini bagus.
Ini bukan dupleks mantanmu, tapi akhirnya kau mandiri.
Aku tak bilang.
Tebak siapa yang meminta nomorku tempo hari.
Ingat pria dari agensi yang...
Dia tidak jelek. Dia cukup tampan.
Mungkin dia agak muda. Sudahlah.
Aku hampir lupa.
- Aku dapat pekerjaan untukmu. - Pekerjaan?
Temanku cuti sakit. Kau bisa menggantikannya.
Tidak bisa, aku harus berlatih.
Audisinya tiga pekan lagi. Aku tak sempat bekerja.
Bagaimana caramu bayar tempat ini?
Memberi les piano?
Valentina!
- Apa? - Pekerjaan.
Baiklah, tapi kerja apa?
Jangan khawatir. Pekerjaannya cocok untukmu.
Ada pengalaman menyiapkan makanan?
Tidak.
Dan menjadi pramusaji?
Tidak.
Aku cepat belajar.
Aku bisa sedikit bahasa Tionghoa dan Jerman.
Bahasa Tionghoa?
Pesan smoothie detoks hijau, bebas gluten, organik.
Detoks?
Dengan chard atau seledri?
Chard.
Mantanku seperti itu.
Aku tahu integral eliptisnya salah.
Jangan menatapku begitu.
Kau bicara dengan kucing itu lagi, ya?
Kau ingat untuk beli lem?
David, buka jendela di sini.
Tidak. Di luar terlalu berisik.
Kau punya berapa kacamata?
Sebanyak yang kubutuhkan. Atau aku bisa gila mencarinya.
Bayangkan itu, kau menjadi gila!
Bagaimana?
Ada kabar?
- Ada beberapa gerakan. - Sungguh?
Di sebelah. Mereka menyewakannya lagi.
- Siapa? - Masa bodoh.
Dia takkan bertahan sehari. Lihat saja.
Lagi? David, itu tak ada gunanya bagimu.
Nacho, aku sangat senang.
Tapi siapa bilang dia bukan tetangga yang baik?
- Statistik. - Kau keras kepala.
Sekeras apa pun kau berusaha, kau tak bisa terus mengurung diri di sini.
Lanjutkan hidupmu. Ini sudah tiga tahun.
- Hidup berlanjut. Dunia terus berputar. - Mungkin dunia salah.
Kau menjadi menjengkelkan. Kau dengar dirimu?
Itu mustahil jika kau tak pernah diam.
Kau tahu? Aku tak akan kembali. Sudah berakhir.
- Ayo lihat siapa lagi yang belanja. - Nacho, kau bilang itu tiap hari.
Royalti dari Breaking Mind tak akan bertahan selamanya.
Ini sudah selesai saat itu.
Benar. Jika gagal?
Ini lebih baik dari Breaking Mind. Tentu akan berhasil.
Entahlah. Kau terus membuatnya lebih rumit.
Takkan ada yang bisa menyelesaikan permainan ini.
Justru keseruannya saat mencoba meski kita gagal.
Itu slogan terburuk.
Kau urus permainan lain.
Bukankah kau harus membuka toko?
David.
Apa?
Jangan bicara dengan kucing. Itu aneh.
Hanya dengan begitu akan cukup
Untuk menjadi diriku sendiri Bukan orang lain
Aku tahu suatu hari nanti Aku akan berani menari
Di hadapan semua orang
Apa pun pendapat mereka
Matahari akan terbit
Angkat.
Hai, ini Carmen.
Sebenarnya, ini pesan suara Carmen.
Omong-omong, aku sedang sibuk. Tinggalkan pesan. Terima kasih.
Pasti ada penjelasan,
tapi aku memang bilang kau buru-buru.
Kau tak siap tinggal sendiri.
Dan lingkungan itu? Tak cocok untukmu.
Kau yakin tak lapar?
Tidak. Terima kasih.
Baiklah...
Teh rooibos. Favoritmu.
Aku sedang tak mau.
Kau tampak kesal.
Ayo.
Baiklah.
Seperti kau lihat, semuanya sama seperti sebelum kau pergi.
Aku akan membawa barang-barangmu besok.
Jangan.
Aku akan menginap di sini malam ini saja.
Aku tidur di sini.
Tidak bisa.
Kau tidur di atas. Aku tidur di sofa.
- Óscar, aku... - Aku memaksa.
Terima kasih.
Lagi pula, aku harus bangun pagi untuk pergi ke Paris.
- Tidurlah selarut yang kau mau. - Tak bisa. Aku harus kerja.
Kerja?
Ya. Di piano.
Aku berlatih seharian.
Audisinya sebentar lagi. Kau tak boleh hilang fokus.
Aku sangat fokus.
Mau kutelepon Guillaume?
Jangan. Aku ingin melakukannya sendiri.
Kolibri kecilku harus terbang.
Itu membuatku sangat bangga.
Tolong, kumohon! Tolong!
Selamat pagi.
Aku tetanggamu dari atas.
Aku hanya ingin bertanya apa kau dengar sesuatu semalam.
Suara aneh.
Bertahun-tahun lalu,
ada kecelakaan mengerikan.
Seorang pria tenggelam di bak mandi.
Aku masih mengingatnya dengan jelas.
Mereka membawa mayatnya menuruni tangga itu.
Tak lama kemudian,
kami mulai mendengar
suara-suara aneh.
Jadi, maksudmu
suara-suara itu adalah...
Hantu!
Hal terseram di sini adalah pria di bawah
yang mengira tak ada yang menyadari wignya.
Tidak, kumohon. Jangan lagi.
Hei! Berhenti!
Berhenti!
Halo?
Aku bisa mendengarmu. Kau punya kucing.
Halo.
Hai.
Siapa kau?
Aku tetanggamu.
Kenapa kau ingin menakutiku?
Ada masalah kekedapan suara yang serius di antara kedua apartemen ini.
Dinding ini...
berongga.
Semuanya terdengar.
Sudah coba kuperbaiki, tapi para penghuni tak sepakat.
Mereka terlalu pelit untuk patungan.
Mereka selalu membuat alasan.
Dengar, bagaimana jika kita ke tangga dan membahasnya langsung?
Kita tak di gedung yang sama.
Distrik kita bahkan berbeda. Jadi, itu makin memperumit keadaan.
Apartemen yang terhubung ini adalah anomali struktur.
Benar-benar bencana.
Masalahnya, aku kerja dari rumah dan butuh keheningan total.
Keheningan total. Aku tak bisa fokus di tempat lain.
Tapi aku tak bising.
Kau bermain piano.
Itu bukan bising. Itu musik.
Itu tetap menggangguku.
Oke.
Oke, aku mengerti.
Sepertinya.
Tapi pasti ada yang bisa kita lakukan.
Misalnya, mengatur jadwal agar tidak saling mengganggu.
Tidak. Saat kubilang semuanya terdengar...
maksudku semuanya.
Lalu, bagaimana?
Salah satu dari kita harus pergi.
Aku?
Aku di sini lebih dulu.
Jadi, kau selalu membuat suara menyeramkan itu
untuk mengusir siapa pun yang tinggal di apartemen ini?
Kira-kira begitu.
Itu tak masuk akal.
Sejauh ini berhasil.
Astaga, dia gila.
Mungkin juga.
Maaf,
tapi aku sudah susah-payah untuk tinggal di sini.
Jadi, tidak,
No comments yet. Be the first to leave one.