The first 200 lines.
Kamu yakin hanya butuh satu hari?
Apa?
Setelah bekerja sebagai sekretarisku sampai besok,
kamu sungguh akan pergi tanpa penyesalan?
Ya. Jika kamu mengizinkanku...
Aku
masih membencimu.
Aku masih jengkel karena perbuatanmu.
Tapi tidak ada yang bisa kukenali
tanpa bantuanmu.
Jadi,
besok,
pakai ini
dan datanglah ke kantor.
Terima kasih.
Terima kasih, Pak.
Sekretaris untuk satu hari.
Direktur Do saat ini mengidap penyakit serius.
"Orang tidak adil, tapi para dewa adil"
Di mana namaku?
"Gi Dae Ju"
Ini dia.
"Mei 2004"?
Itu tahun ibuku meninggal dunia.
"Aromi".
"Pennsylvania".
"46.000 dolar"?
"Orang tidak adil, tapi para dewa adil"
Kamu orangnya, bukan?
Rupanya kamu sudah melihatnya.
Kenapa kamu melakukan ini?
Jawab! Kenapa kamu melakukan ini?
Kamu tahu siapa yang membuat ibumu tewas?
Ada apa datang kemari?
Aku berangkat, ya.
Gal Hee, sepertinya kita kedatangan tamu.
Tapi dia diam saja.
Sebaiknya Kakak mengantar tamu VIP kita
ke kamar tamu.
Jadi, dia menginap di rumah kita?
Entah kamu siapa, tapi kamu boleh menggunakan kamar ini.
Adikku berada di Pennsylvania saat ini, jadi kamarnya kosong.
Kamu tahu,
ada perguruan tinggi terkenal bernama Universitas Pennsylvania.
Dan adikku berkuliah di sana.
Kamu dengar dia?
Adik kami berada di Pennsylvania,
jadi kamu boleh menggunakan kamarnya.
Sampai nanti.
Omong-omong, kamu kenal Gal Hee di mana?
Kamu teman sekolahnya?
Karena dia menyuruhmu menginap, kalian pasti bagaikan saudari.
Apa kabar?
Kalian tampak kurang sehat.
Aku boleh sakit, tapi kalian tidak boleh.
Selamat pagi, Pak.
Aku menyiapkan yogurt blueberry dan kopi untuk sarapan...
Aku sudah sarapan.
Harga saham TnT Mobile hari ini...
Aku sudah mengecek itu.
Gipsmu
sudah dilepas rupanya.
Ya, sudah.
Aku benar-benar sehat hari ini,
jadi kamu boleh menyuruhku melakukan apa pun.
Tolong cek ruang rapat.
Baik, Pak. Aku akan mengeceknya.
Ibumu datang. Aku akan menunggu di luar.
Dia masih bekerja di sini?
Ada apa jauh-jauh datang ke kantor?
Hari ini adalah hari besar.
Yang penting adalah rapat dewan.
Rapat pemegang saham hanyalah pemanasan.
Secara teknis, ini adalah pemilihan presdir.
Kamu gagal mendapatkan seorang wanita,
tapi ibu yakin kamu berhasil di rapat dewan.
Aku ingin makan sesuatu, Ibu.
Seusai aku menjalani operasi di usia tujuh tahun,
ibu membuatkan samgyetang.
Rapat dewan pasti akan berjalan dengan lancar.
Jadi tolong buatkan samgyetang
sebagai hadiah untukku.
Dia manis sekali.
Kamu sedang apa, Jeong Gal Hee?
Kamu sudah berjanji tidak akan melihatnya sebagai pria.
Kamu hanyalah sekretaris temporer yang akan bekerja selama satu hari.
Sadar dan fokuslah bekerja.
Jika terjadi sesuatu padanya hari ini,
semua akan gawat.
Hei!
- Jeong Gal Hee. - Jeong Gal Hee.
Senang bertemu denganmu lagi, Gal Hee.
Senang bertemu denganmu dan rasanya
hampir seperti makan ayam setelah sembuh dari radang usus.
Hari ini, seusai rapat dewan, ayo kita makan jokbal.
Banyak sekali yang ingin kami tanyakan kepadamu.
- Tanyakan kepadamu. - Tanyakan kepadamu.
Tentu. Kurasa aku ingin sekali minum
nanti malam.
Omong-omong, sudah dengar berita ini?
Direktur Gi menyerahkan surat pengunduran diri.
Yang benar? Kenapa?
Tapi sepertinya, itu belum disetujui.
Aku mendengarkan bosku bicara dengan Presdir Sim kemarin.
Dia bilang akan merujuk Direktur Gi ke komite disiplin.
Astaga.
Kenapa kamu menyuruh kami berpakaian seperti ini?
Ini tidak membuat kami mirip. Kami tampak begitu berbeda.
Sebenarnya...
Tahukah kalian?
Jika kita menonton pratayang, film menjadi tidak seru lagi.
Lagi pula, filmnya akan segera dimulai.
Bagaimana kalau kalian menontonnya dengan mata kalian sendiri?
Ayo.
Aku menandai semua halaman terkait direktur yang akan datang hari ini.
Jadi, kamu sebaiknya mengeceknya lagi.
Bagaimana menurutmu?
Soal apa?
Apakah menurutmu
aku layak menjadi presdir perusahaan ini?
Tentu saja. Menurutku, kamu yang paling layak.
Tapi aku bahkan tidak bisa mengenali wajah orang lain
dan menghafal semua ini.
Aku harus memimpin perusahaan
dengan ketidakmampuan ini.
Saat kakakku menjadi tunanetra,
ibuku mengatakan ini.
"Jung Hee, kenapa kamu menangis?"
Ibu.
Apakah aku penyandang difabel?
Saat aku bermain bersama teman-temanku,
ada wanita yang menghampiri kami
dan menghasut mereka untuk tidak bermain denganku.
Dia bilang aku penyandang difabel.
Dia benar, Jung Hee. Kamu penyandang difabel.
Tapi
kita semua penyandang difabel.
Selama ini,
ibu belum pernah bertemu
dengan orang yang benar-benar sempurna.
Menurut ibu, wanita yang menghasut anak-anak itu untuk tidak menemanimu
juga tidak sempurna.
Jadi, mulai sekarang,
jika ada yang mengolok-olokmu,
kamu harus menjadi orang yang merangkul kekurangan mereka.
Karena mereka orang-orang menyedihkan
yang bahkan tidak menyadari kekurangan mereka.
Jadi, jika ada yang bilang kamu tidak layak
menjadi presdir karena penyakitmu,
orang itu hanya akan membuktikan bahwa dia tidak layak.
Bagaimanapun, tidak ada yang sempurna di dunia ini.
Kamu sudah berusaha keras.
Direktur Yang. Direktur Choi. Sudah lama tidak berjumpa.
Aku harus pergi sekarang.
Aku akan menunggu di luar sampai rapat usai.
Jadi, jika kamu butuh bantuanku, cukup beri aku kode.
Kode? Kode seperti apa?
Seperti apa, ya... Bagaimana kalau seperti ini?
Astaga. Maafkan aku.
Mungkin seperti ini.
Ini terlalu besar, ya?
Tidak usah. Aku tidak membutuhkan bantuanmu.
Begini saja, jika terjadi sesuatu,
cukup berkedip ke arahku.
Berkedip?
Meskipun aku memberimu kode,
bagaimana caramu bisa mengetahui isi pikiranku?
Serta, itu hanya kedipan, bukan pesan teks atau telepon.
Aku pasti akan tahu.
Jika kamu sedang kesulitan,
aku bisa mengetahui kesulitan apa pun yang kamu hadapi.
Jadi, jangan sungkan dan cukup beri aku kode.
Berarti, biaya kuliah yang kamu bilang dari pimpinan...
Uang itu berasal dari penjualan ikan itu?
Kenapa kamu tidak memberitahuku?
Kamu seharusnya memberitahuku!
Saat ibumu meninggal dunia,
aku menjanjikan satu hal.
Aku berjanji akan melakukan apa pun untuk melindungimu.
Ibumu telah diperlakukan
lebih buruk daripada ikan di kantor, tapi aku berjanji
akan menjadikanmu pemilik perusahaan ini.
Tapi kamu ingin hengkang tanpa memberitahuku?
Presdir Park?
Kamu pikir kamu siapa
bisa membangunkanku dari mimpi indahku?
Luar biasa.
Dae Ju, rupanya itu kamu.
Aku merasa seakan menjadi Choonhyang saat ini.
Tidak kusangka
kamu menemuiku di siang bolong.
Kini aku sudah mengundurkan diri.
Kamu tidak keberatan berkencan dengan pengangguran?
Kini saatnya memanfaatkan pacarmu yang kaya.
Kamu bisa terus mengambil uangku, tapi aku akan tetap kaya.
Bagaimana mungkin kamu tidak pernah ingin mengambil uangku sepeser pun?
Sebenarnya, aku mengalami masalah saat ini.
Tapi aku tahu aku bisa tersenyum jika melihatmu.
Tunggu.
Jika kamu pengangguran, berarti kamu tidak punya uang,
No comments yet. Be the first to leave one.