The first 200 lines.
Di luar Bimasakti yang jauh,
ada sebuah planet misterius.
Itu disebut Penglai.
Orang-orang di sana dapat memanipulasi kekuatan roh.
Untuk menjaga diri mereka tetap muda dan hidup.
Ribuan tahun yang lalu,
sebuah Planet Penglai melintasi Bima Sakti,
itu tidak sengaja jatuh di Bumi.
Perahu raksasa dengan energi besar
berubah menjadi potongan giok yang tak terhitung jumlahnya,
tersebar di seluruh dunia.
Jika seseorang yang terobsesi mendapatkan giok itu,
energi di dalam giok itu akan menginfeksi mereka
dan mengubahnya menjadi roh yang dimanipulasi oleh orang yang terobsesi.
Dan yang selamat dari kapal Penglai
melenyapkan semua roh dunia
untuk merebut kembali Kekuatan Penglai.
Mereka disebut tentara surgawi.
Dia seorang prajurit surgawi,
dan dia adalah roh.
Mereka seharusnya tetap tidak bisa disatukan.
Tapi tidak ada yang menduga,
mereka akhirnya
saling jatuh cinta.
Kali ini, Apa yang sebenarnya yang akan kau lakukan?
Tuan Bai, Kamu benar-benar salah paham.
Selain itu, kamu terlihat cukup bahagia.
Ketika kita menyukai seseorang,
mulut kita bisa bohong.
Tapi mata kita tidak bisa membodohi siapa pun.
Temanmu cukup dermawan.
Dia mengundang Aku ke pesta ketika kami baru pertama kali bertemu.
Apa yang kamu katakan padanya tentang aku?
Dia bukan temanku.
Kedepannya kau harus menjauh darinya.
Bukan temanmu yah?
Baiklah, Aku mengerti.
Kalau gitu, aku akan mengajukan cuti dari sekolah terlebih dahulu.
Tiga hari atau empat hari?
Aku akan mengambil cuti seminggu.
Aku akan pergi ke Disney dan berbelanja.
Apakah Aku berjanji untuk membawanya?
Bos, Sebenarnya Aku berpikir
mungkin itu ide yang baik untuk mengajak Kakak Xia.
Dia banyak membantu selama perawatan dua roh.
Dan dia menyebabkan banyak kekacauan.
Berikan aku bukunya.
Bawakan aku filenya.
Waktu berlalu, sudah 30 tahun.
Hari-hari yang membosankan selalu singkat.
Ping, dengarkan baik-baik.
Kamu itu anak haram ayahmu.
Omong kosong! Bukti apa
Yang kau punya?
Pak Guru, bagaimana Aku harus bermain?
Orang ini sebodoh kayu.
Tapi dia sepotong granit.
Pak.
Tidak usah khawatir.
Dibuat santai saja.
Apakah semua siswa di kelas ini ada di sini?
Benar.
Yang Jian!
Yang Jian!
Sampai jumpa besok.
Sampai jumpa besok.
Ini aku, Yang Jian.
Itu dia.
Terima kasih atas minumannya.
Sama-sama.
Kamu terlalu sopan.
Mesin itu tidak berfungsi untuk waktu yang lama.
Biasanya, orang tidak menggunakannya.
Ngomong-ngomong, kamu pergi ke pesta bersama Xiao Xiao kemarin.
Apakah kamu teman superstarnya?
Bukan.
Apakah kau supirnya?
Kalau itu tidaklah.
Aku sepertinya melihat supirnya.
Dia menabrak-ku.
Apaan itu...
Lalu mengapa kamu di sini?
Kamu punya kelas?
Apakah kamu seorang guru atau pelajar?
Pelajar.
Kamu juga belajar akting?
Aku juga.
Kebetulan kita teman sekelas.
Namaku Lin Xia, senang bertemu denganmu.
Yang Jian.
Apakah Kau ingin menjadi aktor di masa depan?
Tidak.
Mengapa kamu belajar akting?
Menunggu-mu.
Apa hubunganmu dengan pria yang kemarin itu?
Maksudmu Bai Qi?
Dia adalah penyewaku.
Penyewa?
Dia menyewa lantai pertama di rumahku.
Kalian berdua sepertinya saling kenal.
Aku ingat Kamu sepertinya memiliki
gelang yang sama dengannya.
Jadi, apakah kalian teman sebaya?
Teman sebaya?
Dokter spiritual
Dokter spiritual?
Dia cukup tampan.
Tapi dia kepala kayu. *Nggak ada otak*
Bai Qi, orang jahat.
Aku orang baik.
Kamu harus menjauh darinya.
Dia menyebalkan.
Tapi itu tidak berarti dia orang jahat.
Jangan khawatir, kami saling kenal.
Kami telah membuat janji
untuk pergi ke Tianhai besok.
Untuk pameran lukisan Hai Ming Qian.
Percayalah padaku.
Dia bersama kamu untuk suatu tujuan.
Apa tujuannya?
Aku tidak bisa mengatakannya.
Lalu mengapa Aku harus percaya padamu?
Aku dulu punya teman.
Aku tidak bisa menghentikannya ketika dia tinggal bersama pria jahat itu.
Aku tidak ingin itu terjadi lagi.
Temanmu? Apakah itu dia yang
Membuatmu salah mengira Aku adalah dirinya?
Setiap orang memiliki cinta pertama.
Biarkan yang dulu berlalu.
Karena kita teman sekelas,
izinkan Aku menambahkanmu di WeChat.
Wechat?
Jangan bilang kalau kamu tidak punya, Iya kan?
Baiklah, beri Aku nomor teleponmu.
Telepon?
Apakah kamu tidak punya telepon?
Sampai jumpa jika ada kesempatan.
Aku akan ke kelas dulu.
Sampai jumpa lagi, sampai jumpa!
Dimana? Tianhai?
Itu kan Bagus, disana adalah kota besar.
Pantai, Mutiara Barat, dan Kebun Binatang Tianhai.
Selamat bersenang-senang.
-Apakah kamu punya ponsel? -Tentu.
Setiap orang memiliki ponsel di era ini.
Bisakah kamu memberikannya kepadaku?
Tidak perlu pergi bersamaku besok.
Mengapa?
Bukankah kita yang sudah memutuskannya?
Aku belum pernah ke Tianhai begitu lama.
Tetaplah disini.
Jika Tuan Chen membawa pasien,
katakan pada mereka untuk menungguku selama beberapa hari.
Sudahkah kau memperbaiki jendela di lantai atas?
Kamu keberatan?
Siapa yang berani?
Sudah diperbaiki.
Apa yang dilakukan Lin Xia?
Apa lagi?
Membereskan barang-barangnya yang dari Taobao.
Aku benar-benar tidak mengerti.
Dengan estetika semacam itu,
bagaimana dia bisa menjadi seorang aktris?
Baozi goreng, roti kukus, Disney!
Aku datang!
Tunggu aku!
Halo, Aku harus lapor-masuk.
Baik.
Kamu tidak perlu terburu-buru sama sekali.
Siapa yang terburu-buru?
Apakah kamu akan berpakaian seperti ini?
Aku...
Pakaianku ada di koper.
Aku akan ganti baju di kamar mandi.
Untuk tata rambut dan tata rias,
Aku hanya butuh sepuluh menit.
Yang Jian?
Mustahil!
Yang Jian.
Mengapa kamu di sini?
Aku disini...
Untuk pameran.
Kamu juga di sini untuk pameran?
Kebetulan sekali.
Tuan Bai, ini kartu kamar Anda.
Terima kasih.
Oh ya, WeChat.
Kamu sudah memiliki ponsel?
Oke, pindai ID-ku.
Bukankah kamu selalu ingin mengenal Aku?
Apakah kau ingin bertarung?
Apakah kau yang ingin dipukuli?
Baiklah.
Karena Kalian mengenal satu sama lain dan bahkan kalian itu berteman,
Jadi tidak usah dipusingkan oleh hal lain.
Ayo pergi bersama.
Baiklah.
-Kamu tinggal di sini ... -Pergi dan ganti bajumu.
Sampai jumpa di aula.
-Sampai jumpa lagi. -Sampai jumpa lagi.
No comments yet. Be the first to leave one.