The first 200 lines.
SERIAL NETFLIX
Kau mau apa?
Aku perlu keluar dari rumah ini.
Kau mau ke mana?
Caridad. Berhati-hatilah.
Kalian, hati-hati.
- Apa kabar? - Lebih baik.
Bersama pria? Bautista tak punya pacar.
Bukankah bagus? Akhirnya.
Mungkin salah satu kisah cinta yang tak diceritakan.
Dia butuh ruang. Dia sangat paranoid belakangan ini.
Entahlah.
Dia berpamitan seolah tak mau melihat kita lagi.
Tapi tampaknya tak ada yang peduli.
PANGGILAN MASUK VALENTINA
Saudarimu menelepon terus.
Aku tak mau menjelaskan.
Kita mau ke mana?
Ke mana pun jalan membawa kita.
Kau sangat tegang, Nona Mai.
Kau harus bersantai.
Pak Andrade.
Ini masih siang.
Sekarang pukul 18.00 di Spanyol.
Benar?
Ini kuat.
Miguel.
Selesai.
Dia tertidur saat aku menyerahkannya.
Jika ada yang bertanya, kau kemari untuk acara politik.
Kau membawanya ke bandara. Jelas?
Di mana aku?
Dia mau diapakan?
Bukan urusanmu, Comber.
PAKET TERKIRIM.
- Hai, Víctor. - Selamat pagi.
Apa itu?
Perkakas yang memenuhi gudang.
Butuh tumpangan ke biara?
Tak usah. Aku mau ke kota. Terima kasih. Selamat siang.
Selamat siang.
Dia menuju ke sana.
Baiklah.
PEMBACAAN ASTROLOGI AND MISTIK
Ibuku tak suka asap tembakau.
Untuk apa kau kemari?
Ini hasil penggalian.
Mereka menemukan jejak
obat penenang di tubuh Simón.
Koroner bilang…
dia mungkin meminumnya untuk mengumpulkan keberanian.
Tapi kurasa…
ada yang memberinya.
Agar lebih mudah membunuhnya.
Seharusnya kau menjadi penulis, Ignacio.
Kau punya banyak imajinasi.
Ya, itulah yang tak kau miliki.
Ini obat yang sama dengan yang ditemukan dalam tubuh ibuku.
Kau bahkan tak mengubah metodemu.
Aku ingin bercerai dan membawa anak-anak. Aku akan melapor polisi jika kau menolak.
Kau monster, Rogelio! Siapa yang kunikahi?
Cukup, Eloísa, tenang.
Hentikan. Aku bersedia. Duduklah.
Teganya kau?
Ini hanya bisnis, Eloísa.
Sayangnya kau tak mengerti.
- Jangan sentuh aku! - Eloísa.
Cukup.
Ibu.
Kenapa kau di sini, Simón? Pergi ke kamarmu.
Ini bukan obat antidepresan.
Kecuali kau bisa menjelaskan alasan ibuku meminumnya, aku tak mengerti.
Ibumu mengidap radang sendi, Ignacio.
Dia sangat kesakitan.
Obat yang dia minum menyebabkan insomnia.
Obat yang lain membantunya tidur.
Ibu tak pernah menderita radang sendi.
Ya, radang sendi. Baru terdiagnosis saat kau lahir.
Wajar diderita wanita selama kehamilan, tapi dia tak mau dikasihani.
Atau membuatmu merasa bersalah.
Jadi, dia menderita diam-diam.
Semuanya ada di catatan medisnya.
Suatu hari, kau akan jatuh.
Firasatku mengatakan sebentar lagi.
Aku tahu rencanamu. Aku mengikutimu. Kau membohongiku.
Tidak. Aku tak memberitahumu atau kakekku, itu berbeda.
Aku tak mau kau terlibat jika terjadi sesuatu.
Kau tahu hukuman atas memalsukan dokumen?
Aku tak akan mengabaikan mereka.
Tugasku sebagai polisi adalah melaporkanmu.
Beruntung kau diskors, Detektif Márquez.
Caridad.
Hanya ini yang perlu kupastikan jika Gregorio bicara dengan ayahku.
Akan kuberikan ke polisi setelah tahu isinya.
Pria ini bisa dipercaya?
Dia ahli TI yang membantuku dalam penyelidikan.
Apa kau memikirkan perkataanku?
- Aku harus pergi. - Tunggu, Valentina.
Aku ingin bercinta denganmu.
Meski hanya sekali.
Hai, apa ada masalah?
Hai, semuanya baik-baik saja. Aku ingin segelas air.
Kusampaikan ke pelayan. Tanpa alkohol?
Maaf. Kukira kau pegawai.
Aku pemiliknya. Kau dari Spanyol bagian mana?
Palma de Mallorca.
Boleh aku bertanya? Berapa harga tempat seperti ini?
Tidak murah, aku ingin klienku memesan lebih dari segelas air.
- Mau wiski? - Ya, tolong.
Wiski, meja tiga.
Bagaimana?
Dia bagus sekali. Genre apa yang kita berikan?
- Genre apa? - Ya.
Tropis, pop, tradisional?
Aku tak peduli soal genre.
Tak perlu buru-buru.
- Kau bisa memilih genre. - Ya.
Baiklah.
Kau terlambat untuk semua giliranmu, Matilde.
Aku sedang menulis dan lupa waktu, maaf.
Menulis?
Menulis lagu untuk album baru.
Mungkin menggaet produser baru.
Agar mereka memanfaatkanmu, dan mengubah dirimu yang sebenarnya.
Ayah, mereka tak seperti itu.
Kau tahu berapa banyak gadis sepertimu yang sukses?
Satu dari sejuta.
Sisanya menjual jiwa mereka dan akhirnya dimanfaatkan.
Kau hanya butuh panggung ini untuk bahagia. Percayalah.
Kau tahu? Lupakan semua ucapanku.
Hei.
Aku tak mau ada rahasia di antara kita.
Bukankah seharusnya kau orang terakhir yang memintaku tak menyimpan rahasia?
Barakuda di Kota Meksiko.
Dia mengirim pesan ke Hiu bahwa paketnya sudah terkirim.
- Paket? - Ya.
Ini menarik karena mereka selalu membahas dagangan.
Kurasa maksudnya satu wanita dikirim ke Akuarium.
Aku yakin itu istimewa.
Bisa lacak pesannya?
Mustahil. Mereka menggunakan aplikasi berbeda di tiap ponsel.
Bisa bantu aku membobol ponsel ini?
Aku harus mengambil datanya sebelum menyerahkannya ke polisi.
Ya, akan lebih lama jika kau tak mau ada jejak di sistem.
Tapi tentu, aku bisa.
Kutinggalkan di sini.
- Dah. - Ya.
Apa kabar?
Pesan wiski, terima kasih.
- Camilo! - Benny.
- Kawan. - Apa kabar?
- Lama tak berjumpa. - Aku tahu.
Kau bawa si jaksa?
Aku tak bekerja untuknya lagi, aku sendirian.
Kudengar Manny sudah kembali.
Ya, dia kembali, tapi kini dia pemiliknya.
- Di mana dia? - Memberikan tarian pribadi.
Macan tutul tak akan mengubah tutulnya.
- Benny. - Aku datang.
Minumlah. Layani dia, Bung.
Ibumu yang macan tutul.
- Terima kasih. - Silakan.
- Halo! - Hai.
- Apa-apaan ini? - Maaf.
Apa katamu tempo hari?
Kini, kau hanya telanjang untuk orang yang kau mau?
Kenapa Camilo di sini?
Dia mau menemuiku.
Kau dan dia…
Hubungan di antara saudariku dan aku sudah berubah, Bibi.
Seolah kami tak saling percaya lagi.
HILANG AKUARIUM
Ada kabar tentang Bautista?
Tidak, ponselnya mati dan aku tak bisa meninggalkan pesan.
Aku khawatir, Bibi.
Tenanglah. Aku yakin dia baik-baik saja.
Seseorang.
Kumohon, keluarkan aku.
Hai. Tinggalkan pesanmu.
Di mana kau, Bautista?
Tempat apa ini? Apa yang kau lakukan kepadaku?
Di mana Miguel?
Kau tak tahu apa-apa?
Kau berada di tempat bernama Akuarium.
Tak ada yang boleh masuk atau keluar tanpa izin.
Miguel yang membawamu ke sini.
Penculikku mengaku bernama Lucas.
Maaf, saat aku menggantikan pakaianmu malam itu,
aku tak menyangka kau baru di sini.
Punyamu ada di bokongmu.
Tapi punyaku adalah tanda lahir.
Aku tak percaya kebetulan. Takdir menjadikan kita teman sekamar.
Kita ditakdirkan bertemu. Siapa namamu?
Aku Ana Valencia.
Hai.
Arturo, bisa periksa kardus di rubanah? Terima kasih.
Terima kasih.
Sudah memberi tahu Federico?
Camilo, yang kau lihat di kelab tidak…
Tidak seperti kelihatannya? Kurasa begitu.
No comments yet. Be the first to leave one.