The first 200 lines.
Bibi Denise yang terkeren.
Tariannya keren, gayanya keren, dan dia sangat lucu.
Itu sebabnya ayahku selalu ingin berteman dengannya.
Teka-teki baru.
Mau main teka-teki gambar?
Apa aku tampak lemah?
Tapi itu tidak pernah berhasil.
Hei, Denise. Mau bir?
Tidak.
-Hei! -Saudara-saudaraku dan aku sangat dekat
dengan Bibi Denise.
Paul juga!
Tapi jika menyangkut ayahku...
Lihat perbuatanmu.
Kau merusak jabat tangan. Pergilah.
Dia tidak mau memberinya waktu.
Kau membuat bocah malang itu sangat bosan.
Aku tahu itu tidak mudah karena dia terbiasa dengan Paul.
Maaf, tapi dia tak punya "Situasi Pigmentasi" yang tepat.
Paul membawanya.
Tapi aku tak suka Paul.
Tetap saja, ayahku selalu mencari kesempatan
untuk akrab dengannya.
Kau tahu syal yang kubeli untukku karena tak dapat tilang bulan lalu?
Ternyata, itu lebih mirip jubah.
Aku tak bisa terlihat seperti bibi Wonder Woman.
Kenapa kau tidak mengembalikannya?
Aku mau, tapi kuitansinya tidak ada.
Aku bahkan merekatkan semuanya dari mesin penghancur,
tapi itu semua hanya foto mantanku dan panggilan tugas juri.
Aku bisa melakukannya untukmu.
Ya, mereka tak pernah menyusahkannya.
Bahkan, beberapa pekan lalu, dia mengembalikan pakaian dalam terbuka
dan mereka mengembalikan uangnya.
-Tunai. -Tanpa tanda terima?
-Ya. -Celana dalam terbuka?
Celana dalam terbuka "agak bekas".
Benar, bukan? Paul tak keberatan membantumu dengan ini.
Aku tak bisa merepotkanmu.
Tidak, biar aku saja.
Ayolah, biar aku saja.
Baiklah. Sepertinya aku dan Master Alabaster akhirnya akan kongko.
Mungkin jangan panggil dia begitu.
Tidak, tak apa-apa.
Dia baru saja memberiku julukan.
Aku selalu senggang, D-Cup.
Astaga, tidak.
Itu hanya karena kau memegang cangkir.
D-nya...
Maaf.
Ayahku dengan senang hati mengembalikan syal bibiku
jika itu artinya bisa bergaul dengannya
...dan bibiku senang tak pernah melihat syal itu lagi.
Ini. Pengembalian dana penuh.
Wah, Paul!
Kupikir hari ini akan canggung dan membuang-buang waktu,
tapi setelah punya 30 dolar di tanganku, aku merasa berbeda.
Percaya atau tidak, itu pujian pertama dari bibiku untuk ayahku.
-Sampai jumpa. -Tunggu. Aku...
Ada lagi yang bisa kubantu?
Aku berpikir untuk mengembalikan ThighMaster-ku,
tapi aku sadar itu sudut yang sempurna untuk membuka jendelaku
saat aku harus meneriaki anak tetangga agar tidak berisik.
Mereka tak menyukaiku.
Aku bisa melakukan lebih dari sekadar mengembalikan barang tanpa tanda terima.
Seperti apa?
Pernahkah kau memakai kamar mandi restoran padahal kau tidak makan di sana?
Tentu saja tidak.
Dengar, masyarakat menguatkan hakku
dan aku selalu menggunakannya untuk membantu Alicia.
Jadi, biarkan aku membantumu.
Aku meyakini bahwa dunia adalah tiramku, jadi, kenapa tidak mengambil mutiara itu?
Itu bukan peribahasa, tapi aku mengerti yang kau katakan.
Itu juga bukan peribahasa.
-Bisa bantu menggunakan kupon kedaluwarsa? -Mudah.
Bagaimana jika ke kolam renang hotel tanpa menjadi tamu?
Jika kolam renang kosong, siapa yang rugi?
Bagaimana jika aku ingin membentak polisi, lalu memukul kuda polisinya?
Tentu saja tidak.
Baik, itu tes.
Kau lulus.
Aku tak akan menyakiti kuda.
Itu patung alam.
Hati-hati.
Jangan coba-coba menyelundupkan hewan piaraan lain ke rumah ini.
Ini cokelat batangan.
Kami harus menjual ini untuk acara sekolah.
Keluarga yang menjual paling banyak memenangkan hadiah utama misterius.
Kami bertiga punya rencana bagus untuk mendapatkannya.
Bagus. Apa itu?
Kau akan beli semuanya.
Tidak.
Baiklah. Di mana Ayah? Dia bodoh.
Dia tidak bodoh.
Baik, tapi kau tak akan belajar apa pun jika kami kerjakan semua untukmu.
Tapi semua temanku menggunakan orang tua mereka.
Ayah Tommy membeli semua cokelatnya setiap tahun.
Selain itu, orang dewasa yang kami kenal hanya kau dan guru kami
dan Bu Collins mau meminjam uang dariku.
Dia kecanduan Diet Coke.
Begini saja.
Kalian datang ke kantorku dan jual ke rekan kerjaku.
Jika kami tahu kami harus menjualnya,
kami mungkin tidak akan membeli begitu banyak produk, tapi baiklah.
Bagus, dan kau akan lihat tidak ada yang lebih baik
daripada bekerja keras, terutama di pekerjaan pertamamu.
Tidak.
Ini bukan pekerjaan pertamaku.
Tapi menjadi model.
Jangan pura-pura terkejut.
Pekerjaan pertamaku adalah truk damkar.
Jangan pura-pura terkejut.
Saat kami akan mempelajari nilai pekerjaan yang jujur,
ayahku dan Bibi Denise melakukan yang sebaliknya.
Permisi.
Aku ingin mencoba ini.
Paul, giliranmu.
Tidak masalah.
Permisi, teman baikku ini ingin mencoba sepatu ini.
Tentu saja. Maaf soal itu.
-Ukuran berapa? -Tujuh.
Mari ambil enam setengah dan tujuh setengah, untuk berjaga-jaga.
Tidak masalah.
Aku juga ingin kaus kaki gratis dalam tiap ukuran itu.
Baiklah.
-Aku mendapatkannya. -Kau mendapatkannya.
Halo, Mastercard?
Aku ingin kau menghapus biaya internasional dari tagihan Denise.
Dia bilang kau di Meksiko.
Aku di Cancun.
Aku tak benar-benar di Meksiko.
Ini tidak bisa diterima.
Terima kasih banyak.
Hei!
Baiklah, sekarang lakukan ini.
Masuklah denganku dan mereka pikir kau anggota.
Berarti kau bisa membeli piña colada?
Tentu, Double D's.
Tidak. Aku kesulitan membuat julukan untukmu.
Karena namamu Dee-Dee.
Ini menyenangkan, bukan?
-Kita bersenang-senang. -Ya.
Tapi kau harus belikan aku nacho.
Setelah aku melakukan lompatan meriam ini.
Meski ini hari paling menyenangkan yang pernah ayahku lalui dengan bibiku...
Ambilkan jalapeño lagi!
...dia tidak bisa menahan perasaan bahwa dia dimanfaatkan.
Paul, mengantrelah.
Ambilkan minuman itu.
Setelah membantu urusan bibiku,
ayahku memakai taktik berbeda agar mereka bisa bergaul.
Sedang apa kita di sini?
Makan siang.
Makan siang?
Seperti, "Makan 90 persen saladmu, lalu menemukan kaus kaki di dalamnya"?
Atau hanya kita berdua duduk di depan makanan?
Ya, hanya kau dan aku mengobrol sambil memakan sup minestrone,
dengan berasumsi itu menu spesial, aku tahu itu benar.
Selalu begitu.
Jadi, kau ingin mengobrol?
Baiklah. Kalau begitu, aku punya satu pertanyaan. Kenapa?
Karena kita sudah saling mengenal hampir dua dekade
dan kita tidak pernah bersantai, hanya kau dan aku.
Kau pikir itu tak ada hubungannya dengan caramu menggunakan kata "santai"?
Denise, ayolah.
Coba saja.
Sisa hari ini berjalan cukup baik, bukan?
Mari kita saling mengenal.
Baiklah. Kenapa tidak?
Baiklah.
Itu baru semangat.
Baiklah. Ya.
-Ya. -Keren.
-Ini lebih baik. -Ya.
Ya.
Ya.
Kita bersantai.
Di sinilah kita.
Bersantai.
Ya.
Ya.
Jadi...
Jadi...
Aku penasaran apa supnya.
-Minestrone. -Ya. Minestrone.
Ayolah. Ayo.
Kau tahu bagaimana orang-orang ini bisa ada di sini?
Bus?
Aku tidak bertanya cara mereka berangkat ke tempat kerja.
Aku ingin tahu apa kau tahu sifat yang dimiliki semua orang sukses ini.
Etika kerja yang kuat.
Tak mungkin ada di sini tanpa itu.
Bibi Dee-Dee kerja di sini, 'kan?
Ya.
Tapi tidak hari ini.
Selasa adalah hari Sabtu gandanya.
Omong-omong, mari mulai dengan kakekmu.
Tunjukkan kemampuan kalian.
Bagaimana itu bisa memengaruhi juri?
Hanya satu ular dan sebagian besar lelucon.
No comments yet. Be the first to leave one.