Release info

29-30 What's Wrong Poong Sang E29-E30
A Commentary by LeeLeeAnn
(ternyata belum) Kurang 1 ep lagi.. .. ^_^

Tags

other
Published on: 2019-02-28
Downloads: 23
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kamu mengurungku..

di gudang yang gelap..

dan tidak memberiku makan.

Kamu tahu betapa ketakutanya aku?

"Bagaimana kalau Poong Sang lupa dan meninggalkanku disini?"

Pikiranku kosong karena kelaparan.

Aku ketakutan setengah mati.

Karena itu aku trauma tempat sempit.

Waktu itu aku baru kelas 5 SD.

Usiaku baru 12 tahun.

Lupakan saja.

Toh kita bukan saudara kandung.

Kamu sudah lupa?

Kamu sering membentak dan memukulku..

karena aku selalu ngompol.

Kamu tidak pernah membantuku belajar,

dan selalu menyuruh aku mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

Kamu juga selalu memperlakukan Jeong Sang lebih baik dari pada aku.

Kamulah yang telah..

menghancurkan hidupku.

Kamu selalu melampiaskan kemarahan kepadaku.

Aku tidak bisa memberikan liverku.

Bahkan jika aku punya 12 liver.

Seperti kamu tahu, Poong Sang menderita kanker liver.

Sebenarnya dia bisa selamat dengan transplantasi.

Tapi dia tidak memiliki banyak waktu.

Aku meminta kalian semua berkumpul..

karena kita adalah keluarga.

Hanya keluarganya Poong Sang..

yang bisa menyelamatkannya.

Tidak ada yang bisa bertahan hidup seorang diri.

Kita harus saling membantu.

Kekuatan sebuah keluarga teruji..

saat menghadapi kesulitan.

Singkat saja.

Aku dan Hwa Sang memiliki liver yang cocok..

untuk Poong Sang.

Trus kenapa emangnya?

Kalau kita berdua mendonorkan liver,

Poong Sang bisa selamat.

Liver itu bukan kue mochi, gak bisa asal dicomot.

- Kamu saja lakukan sendiri - Kalau bisa sendiri,

- pasti sudah kulakukan. - Poong Sang bahkan tidak...

memberi tahu 3 saudaranya yang bodoh-bodoh ini.

Dia cuma memberitahu si Jeong Sang yang agung.

Artinya Poong Sang tidak menganggap kita saudara.

Beraninya sekarang meminta.

Poong Sang tidak memberitahuku.

Aku tahu sendiri.

Kalau begitu kamu sendiri saja yang rawat Poong Sang.

Bukannya aku tidak mau memberikan liver ku.

Aku terhina.

Sungguh terhina kamu selalu memandangku rendah..

bahkan sampai sekarang.

Kamu pasti sangat meremehkanku..

karena berhasil memperalatku..

untuk melakukan tes.

Memangnya aku binatang?

Seharusnya kamu jujur padaku, dasar brengsek!

Kenapa memperlakukan badanku..

seakan itu milikmu?

Aku paham, Hwa Sang.

Aku juga pasti akan merasa marah. Tapi..

Kita tidak punya waktu untuk mempermasalahkan hal ini sekarang.

Hwa Sang, tolong selamatkan Poong Sang.

Ada banyak pasien lain yang keluarganya ingin..

jadi pendonor tapi belum tentu cocok.

Kamu bukan saudara kandung. Gak usah ikut campur.

Kalau kamu tidak bersedia,

- Jin Sang... - Aku mau saja...

jadi pendonor kalau saja Poong Sang tidak..

mengurungku di RSJ.

Beraninya dia menjadikanku..

pendonor utama tanpa bertanya.

Poong Sang mengirimmu ke RSJ..

untuk menolongmu.

Kamu selalu berkata ingin membunuh.

Hutangmu menumpuk,

tapi kamu tidak juga sadar.

Poong Sang tidak memiliki pilihan lain.

Aku sungguh gak bisa berkomunikasi denganmu.

Kita bahas masalah itu nanti saja.

Sekarang fokus untuk menyelamatkan Poong Sang dulu.

Poong Sang banyak melakukan hal baik.

Jangan cuma mengingat kesalahannya.

Kalian pikirkanlah..

perjuangannya dalam membesarkan kalian.

Bahkan setelah mengetahui memiliki kanker,

dia tidak mengatakan kepada kalian..

dan merahasiakannya.

Akulah yang memohon kepada kalian untuk menjadi donor.

Seharusnya kamu bisa saja minta aku menyelamatkan Poong Sang.

Beraninya kamu..

malah menyuapku?

Seakan-akan aku ini bukan saudara kandungmu.

Aku takut kamu akan menolak.

Tapi kita kan menjadi lebih dekat dan akrab.

Kamu masih juga belum sadar.

Kutarik kembali semua pekataanku di hotel kemarin.

Mari kita jangan ribut lagi.

Pilihannya Jin Sang, menjalani tes kecocokan..

atau kita berdua menjadi donor.

Kita harus memutuskan sekarang.

Aku ogah.

Aku gak pernah disayang,

selalu diremehkan.

Aku bahkan ada luka bakar di dada!

Kok tega kamu suruh aku operasi?

Apa hubungannya luka bakar dengan ini?

Cewek busuk.

- Tuhan! - Hentikan.

Bicara baik-baik.

Mau bicara gimana kalau dia ngeselin seperti itu?!

Kumohon hentikan!

Tolong selamatkan Poong Sang.

Aku memohon pada kalian.

Hey.

Mubadzir tau.

Aku gak bisa membayar..

makanan yang sudah kamu traktir,

jadi ambil ini, Cewek Busuk.

Tolong hentikan!

Kalau begitu tolong cari Wae Sang.

Jangan berani-berani hubungi Wae Sang!

Wae Sang gak akan setuju.

Dulu Poong Sang sempat menyerahkannya ke panti asuhan.

Dia selalu ngompol dan..

menangis karena mimpi buruk.

Setelah dikirim kesana,

dia melarikan diri sambil menangis.

Umurnya baru 6 tahun.

Apa kamu ada perhatikan tangan Poong Sang?

Kamu ada lihat tangannya?

Aku menikahinya karena melihat tangannya.

Tangan itu mengambarkan dirinya..

tentang kesulitan hidup yang dilaluinya..

dan tentang kerja kerasnya.

Apa tangan itu tidak berarti bagi kalian?

Karena noda oli hitam yang tidak mau hilang,

dia tidak bisa menunjukkan tanggannya ke orang-orang.

Bahkan putrinya menegurnya karena ini.

Poong Sang merelakan hidupnya untuk kalian semua.

Kamu selalu mengatakan..

bahwa Poong Sang telah menyiksamu.

Waktu itu kamu 12 tahun,

tapi Poong Sang pun baru berumur 17 tahun.

Dan usia Poong Sang baru 18 tahun..

saat Wae Sang hadir.

Apa yang kamu harapkan dari seorang pemuda?

Kenapa kalian sangat marah?

Tentu saja Poong Sang tidak bisa..

merawat kalian seperti orang tua.

Kenapa kamu malah mengomel?

Kamu kan cuma ingin liver kami!

Kalian semua keterlaluan.

Jujur saja ya,

kalau bukan karena kalian,

gak akan Poong Sang sakit seperti ini.

Kalian berdua yang terburuk!

Kamu yang sudah menyiksa Poong Sang,

Kamu selalu memarahi Poong Sang.

Poong Sang sakit karena kamu, bukan kami!

Kalau begitu kamu saja yang jadi donor.

Dasar sinting.

Selamatkan Poong Sang.

Kasih liver kamu sekarang juga!

Poong Sang merelakan segalanya untukmu.

Meskipun separuh hati,

tidak bisakah kamu rela menjadi donor?

Kalian seharusnya berebut menjadi donor.

Kenapa kalian malah begini?

Kalian semua jahat.

Aku tahu kalian ini cuma beralasan saja.

Kalau memang kalian niat menjadi donor,

kalian pasti akan melakukannya dengan mudah.

Kalian memang gak ada yang mau menjadi donor.

Mungkin juga alasan yang kalian omongkan itu palsu semua.

Hey, hati-hati kalau bicara.

Semestinya Poong Sang bisa punya banyak anak,

liburan ke luar negeri,

dan hidup enak.

Dia berkorban banyak untuk kalian.

tapi kalian kok tega membalasnya seperti ini?

Jangan bertengkar karena aku.

Aku tidak mau terima liver kalian.

Aku menolak.

Hidupku urusanku,

tidak usah khawatir.

Kalian pergilah.

Jin Sang. Hwa Sang.

Kamu juga pergilah.

Kita bicara lagi nanti, Boon Sil.

Sekarang bagaimana?

Wae Sang bahkan tidak menjawab telponnya.

Kenapa saudaramu seperti itu semua?

Apa kamu yakin..

mereka itu saudaramu yang berharga?

Katamu mereka rela melakukan apapun untukmu.

Sejak SMP sampai sekarang,

kamu merelakan 30 tahun hidupmu untuk mereka.

More Indonesian subtitles for Liver or Die

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left