The first 200 lines.
"Karakter, tempat kejadian, dan organisasi pada drama ini"
"Adalah fiksi"
"TV Prince Yeong Soo, tanpa makanan, tanpa kamar mandi, tanpa suntingan"
"'Kamar Tidur' 48 jam!"
"'Kekacauan' telah masuk ke kamar"
"Kamar macam apa ini?"
"Kamu tidak bisa lihat dia tidur? Ini Kamar Tidur"
"Lucu"
"Aku kira itu aku"
"Ayo bawakan acara dewasa"
"Jika admin melihat ini, pasti dia tutup ini selamanya"
"Siapa itu?"
"Tolong bangunkan dia"
"Ajari dia kemampuan profesional dan kirim dia ke pabrik!"
"Aku akan memberimu 100 lilin jika kamu bisa membangunkannya"
Dia bahkan tidak ikut patungan untuk membayar tagihan listrik.
Setidaknya dia harus mematikan komputer.
"Astaga! Dia seperti hantu"
"Dia wanita tua"
"Nenek yang duduk di sana membuat tayangan ini makin menarik"
Dia sedang merekam sesuatu.
"Kamar Tidur 48 Jam"?
Apa itu Kamar Tidur?
"Tayangan yang hanya memperlihatkanmu tidur saja"
"Berbaring dan mendapat permen secara gratis"
"Ini dunia nyaman"
Sebuah tayangan yang hanya memperlihatkanmu tidur?
Untuk apa itu ditonton?
"Itu intinya"
"Bu, usia Anda berapa?"
Aku?
Berapa usiaku?
"Sepertinya dia dari Zaman Batu"
"Seharusnya kamu menghormati orang yang lebih tua"
"Jangan sok sopan"
Aku 25 tahun.
"Astaga"
Halo. Namaku Kim Hye Ja.
Usiaku 25 tahun ini.
Pasti kamu tidak akan percaya.
Aku wanita biasa berusia 25 tahun yang tinggal di Korea.
Hei, Kim Hye Ja!
Kecuali namaku, yang agak kuno untuk zaman sekarang.
Sudah kubilang jangan meneriakkan namaku di tempat umum.
Kim Hye Ja!
Diam.
Dingin.
Aku lapar.
Di mana Ibu dan boga bahari? Dia sedang di kapal atau bagaimana?
Bodoh.
- Apa? - Itu bukan makanan.
- Itu plastik. - Apa? Ini bisa dimakan.
Ini daun bambu.
Sudah jelas itu plastik.
Kamu belum pernah makan daun bambu.
Ini bukan dari Korea.
Kakak bisa mencium aroma bumbu Tiongkok di sini.
Ini dari Tiongkok. Area Shaanxi.
Kakak payah sekali.
Itu sebabnya panda memakan daun ini.
Kamu tahu xylitol?
Xylitol terbuat dari pohon birch .
Rasanya menyegarkan mulut Kakak.
Seperti habis menyikat gigi.
Dasar bodoh.
Maksud Kakak, itu daun bambu sungguhan?
Ini memang sungguhan.
Kamu sudah dibodohi kakakmu selama 25 tahun.
Kamu masih percaya pada Yeong Soo?
- Sialan! - Keluarkan dari mulutmu.
Ayah.
Aku hampir saja menelannya.
Kamu bodoh sekali.
Tapi kamu sudah mendingan dibandingkan dahulu.
Saat kamu kecil, kamu percaya semua ucapannya
dan mengemut kapur barus karena mengira itu permen.
Aku memuntahkannya setelah tiga detik,
tapi lidahku mati rasa selama tiga hari karena si berengsek ini.
Hei. Jangan sebut kakakmu berengsek.
Kamu mau jadi pewarta, bukan? Jaga ucapanmu.
- Terserah. - Siapa jadi pewarta?
Aku bukan pewarta.
Seandainya saja aku bisa menjadi
pewarta.
- Masih belum. - Nantinya akan.
Hei, sudah ibu bilang jangan duduk dekat jendela.
Nanti wajahmu berbintik.
Duduklah yang tempat yang teduh.
Ibumu benar.
Aktris, pewarta, atau penyenyi...
Semua pekerjaan yang mengutamakan penampilan di layar kaca,
ibu dengar semua keluarga harus saling mendukung.
Kamu tahu kami tidak mampu membiayaimu ke klinik kecantikan.
Jangan bilang begitu.
Ibu sudah memberiku perawatan dengn mentimun tiap hari.
Ayah membuatkanku putih telur kocok untuk perawatan rambutku.
Itu sebabnya aku lahir sebagai putri kalian.
Aku cinta kalian.
Ibu dengar kamu akan mengalami sial tahun ini. Berhati-hatilah.
- Baik. - Ibu.
Ibu tidak pernah sebaik ini sejak aku gagal ujian masuk.
Ini imajinasiku saja?
- Benar. - Begitu, ya.
Kamu tidur lebih lama daripada bayi, bukannya belajar.
Kamu pernah mengurus dirimu sendiri?
Setidaknya bayi masih punya harapan dan impian.
Harapan dan impian? Aku juga punya.
Impianku adalah
menyantap samgyeopsal.
Terlalu ambisius, ya?
Ya, ini hanya hari-hari biasaku
bersama keluargaku.
Ibu, aku mau jalan-jalan.
Jangan lupa pakai topi.
Pantai ini memiliki tempat spesial di hatiku.
Mungkin saat aku lima tahun?
Aku menemukan arloji ini di sini.
Hye Ja, rasakan ini!
Hentikan!
Hentikan. Ibu! Hentikan kataku!
Hentikan. Ibu!
Apa yang terjadi?
Hye Ja, rasakan ini!
Ibu!
Hye Ja, rasakan ini!
Hentikan!
Hentikan!
Hye Ja, rasakan ini!
Arloji yang kutemukan di pantai ini
bisa membuatku memutarbalikkan waktu.
Kenapa? Apa masalahnya?
Bukankah sudah biasa kita menemukan arloji seperti itu di pantai?
Setelah menemukan arloji ajaib itu,
aku sangat senang dan seperti memiliki kekuatan hebat.
Meski aku masih kecil,
- aku punya banyak penyesalan. - Aku mau tidur lebih lama.
Untuk tidur lima menit lebih lama saat pagi.
"Kelas Satu, Peringkat Dua, Nama Kim Hye Ja"
Untuk mendapatkan nilai tertinggi saat kuis pelajaran.
"Penambahan dan Pengurangan, Nama Kim Hye Ja"
Setelah begitu sering memutar kenop arloji istimewa itu...
Hei! Siapa bos di sini?
- Hye Ja. - Hye Ja.
Aku harus merasakan dampaknya.
Makin sering memutar balik waktu, makin banyak waktu terlewati.
Dia terlihat lebih tua untuk menjadi murid SD.
"Tanggal Lahir 25 Oktober, 1994, Usia 10 tahun"
Putrimu kelihatan sangat dewasa.
Orang tuaku berusaha menyembunyikan
kecemasan mereka karena aku tumbuh begitu cepat,
tapi mereka selalu menghela napas.
Akhirnya, aku memutuskan untuk tidak menggunakan bantuan arloji itu lagi.
Tapi saat aku mulai merasa mirip dengan teman-teman sebayaku,
aku kembali kecewa.
Aku sadar tidak ada tokoh pahlawan super
di film ataupun kartun yang memiliki kehidupan normal.
Mungkinkah kemampuan ini diberikan padaku untuk menyelamatkan dunia?
Bagaimana jika sebenarnya aku bukan "menemukan" arloji ini?
Mungkin arloji ini yang memilihku di antara semua orang di Bumi.
Agar aku bisa menjadi pahlawan yang menyelamatkan dunia.
Aku kira aku bisa menjadi ilmuwan,
tapi aku sadar tidak mungkin
karena matematika-ku jelek.
Untuk menjadi pahlawan super yang menyelamatkan dunia,
karena aku terlalu malas dan lemah,
aku hilangkan mimpiku menjadi pahlawan super.
Namun, hidup selalu terbuka
dan akan selalu begitu.
Hye Ja. Kamu mau ke mana?
Ada apa lagi?
Ini orangnya.
Yang kita bicarakan tempo hari. Di telepon.
Suara adikmu indah?
Apa maksudmu?
- Tutup mulutmu. - Apa? Jangan sok imut.
Suaramu seperti pewarta TBC, Jang Eun Joo.
Pewarta Jang Eun Joo itu tipe idealku.
Pewarta Jang Eun Joo itu tipe idealku.
Benar.
Karena aku mudah jatuh cinta, terjadi begitu saja,
aku memutuskan untuk
menjadi pewarta, tidak ada hubungannya dengan pahlawan.
Ayo.
Mulai.
Ini adalah pengumuman.
Pemenang anak babi
di lintasan temu belakangan ini kehilangan anak babinya.
Jika ada yang melihatnya, silakan segera hubungi kantor registrasi.
HBS Kim Hye Ja akan melanjutkan yang terbaik.
Terima kasih.
Bagus.
Omong-omong, apa pewarta itu harus melakukan ini?
Anggap saja sebagai pengalaman.
"Tahu dan tiram itu cocok untuk teman minum."
'Soju dan..." Sial.
Astaga, percuma saja.
Semua ini percuma.
Seandainya saja aku hidup di Zaman Batu.
Dengan begitu aku tinggal makan, tidur, dan bernapas.
Tidak ada yang menghakimiku karena menganggur.
No comments yet. Be the first to leave one.