The first 200 lines.
SEASON 01 EPISODE 03 " RESURRECTION "
Sebelumnya di Penny Dreadful..
Manusia tak hanya hidup dalam dunia empiris.
Kita harus mencari kefanaan.
Dr. Frankenstein.
Terima kasih sudah datang.
Hidup dan mati,..
Jentikan yang memisahkan satu dari yang lain.
Semua yang lain tidaklah berarti.
Dokter muda kita punya rahasia.
Bagaimana kalau makan malam? / Dimana saja selain disini.
Aku tak tahu banyak tentang London.
Aku tahu.
Mina?
Dia datang padaku. Ada kerinduan dimatanya,..
Dan kemudian sesuatu yang mengerikan.
Ayah, Mina menunggu.
Sangat dingin dan gelap dan basah seperti hutan.
Aku menangis. Aku sangat takut, Ayah.
Selamatkan aku!
Ini adalah mantra yang meramalkan datangnya iblis.
Amunet, Amun-Ra bersatu.
Aku tak akan beritahu Nn. Ives tentang ini.
Siapa yang ingin tahu dirinya diburu oleh iblis?
Siapa kalian?
Orang yang bijak akan pergi dari rumah ini..
Dan melupakan semua yang terjadi.
Kedengarannya seperti peringatan.
Ini sebuah undangan.
Saat kita tumbuh,..
Kita melakukan sesuatu yang membuat kita merasa bersalah.
Ciptaan pertamamu telah kembali..
Ayah.
"Ada suatu masa dikala rumput, hutan, dan sungai,..
Bumi, dan setiap pemandangan,..
Bagiku nampak..
Terlikup dalam cahaya sorga,..
Bak kemuliaan dan kesegaran mimpi.
Itu bukan saat ini karena itu terjadi diwaktu lampau..
Sudah berubah dimanapun kuberada..
Saat malam maupun siang..
Hal-hal yang pernah kulihat sekarang tak terlihat lagi."
Victor, ibu turut prihatin tentang Bradshaw,..
Dia anjing yang baik.
Saat para pujangga menulis tentang kematian,..
Rasanya selalu tenteram.
Aku penasaran apakah itu benar.
Kematian ini,..
Akhir dari segalanya.
Apakah itu adalah akhir, Victor?
Atau hanya perpindahan?
Sebuah langkah menuju sesuatu yang lain.
Menuju surga? / Siapa yang tahu?
Ada beberapa hal yang tak perlu kita tahu.
Atau tahu terlalu cepat.
Aku akan merindukan Bradshaw.
Ibu juga.
Hanya tinggal ibu dan aku sekarang.
Hanya kita berdua.
Pergilah, Victor.
Apa ibu akan mati hari ini?
Tidak, nak. Tentu saja tidak.
Kematian tidaklah tenteram.
Sekarang kita membaringkan tubuh saudari kita, Caroline Frankenstein,..
Ke dalam tanah.
Tanah menjadi tanah, abu menjadi abu,..
Debu menjadi debu.
"Anak sulungmu" telah kembali..
Ayah.
Kaupikir aku tak akan menemukanmu?
Kaukira aku sudah mati?
Bahwa aku bisa mati?
Kau yang lebih tahu,..
Frankenstein.
Aku akan mencarimu bahkan sampai ke dalam pusaran..
Badai tergelap dari malam tergelap.
Berdirilah dan tatap aku!
Tatap wajahku sekali lagi.
Bukankah dibuat dengan baik?
Apa perkataanku kurang akan ekspresi kebahagiaan?
Apa mataku tidak waspada?
Bukankah ini adalah mata yang pernah kau tatap..
Dulu?
Beginilah penderitaanku.
Itu adalah kelahiran yang sulit, tak diragukan lagi.
Aku terlahir dalam penderitaan yang sangat menakutkan.
Tentu ini bukanlah makhluk jinak yang kau harapkan.
Ini bukanlah kemenangan atas kehidupan fana,..
Bak puisi Adonais, yang ditulis Shelley.
Ini adalah kekejian.
Tidak!
Kemudian kau lari.
Tindakan pertama manusia yang kualami adalah penolakan.
Jadi jangan heran akan kebencianku pada sesamamu.
Aku menunggu.
Tapi kau tak kembali.
Apakah pernah ada makhluk yang begitu kesepian?
Sangat tidak berdaya?
Apakah semua makhluk baru ditinggalkan saat mereka lahir?
Apakah ini yang namanya hidup?
Jendela dilantai atas menjadi penyelamat dan pengajarku.
Aku belajar bagaimana sifat orang.
Apa yang mereka hargai dan benci.
Bagaimana binatang diperlakukan.
Aku tidak ragu bahwa aku adalah binatang.
Bagaimana bisa aku ragu?
Bukankah wajah ini dibuat untuk memangsa?
Akhirnya aku belajar kata-kata.
Puisi-puisi kesukaanmu adalah kebutuhan pokokku.
Dari beberapa catatanmu..
Aku mengetahui kau penggemar Wordsworth dan puisi romantik tua.
Tak heran kau lari dariku.
Aku bukanlah ciptaan dalam era kuno.
Aku adalah ciptaan modern.
Tidakkah kau tahu itu yang kau ciptakan?
Era modern.
Apa kau pernah membayangkan ciptaan modernmu..
Akan menghargai karya Keats dan Wordsworth?
Kita adalah orang-orang besi dan mekanisasi sekarang.
Kita adalah mesin uap dan turbin.
Apakah kau memang begitu naif..
Membayangkan kita akan melihat keabadian pada bunga bakung?
Siapa yang anak-anak, Frankenstein,..
Kau atau aku?
Kau pernah lari dariku.
Tak akan terulang lagi.
Kita bagaikan topeng Janus.
Tak terpisahkan.
Teganya kau melakukan itu.
Itu?
Itu?
Membunuh anakmu sebelum dia merasakan penderitaan?
Itu adalah belas kasih.
Kau tak memberiku apapun melainkan penderitaan!
Vanessa..
Tolong aku.
Mina..
Dimana kau?
Mereka ada disekelilingku.
Para binatang yang makan dimalam hari.
Dan mereka lapar.
Kumohon, selamatkan aku.
Aku perlu bicara denganmu.
Kau ingin dengar sisa ceritanya?
Setelah kuputuskan mencarimu, aku tahu harus cari kemana.
Aku tahu pekerjaan apa yang akan kau geluti.
Memotong daging,..
Ahli membedah..
Dan tukang daging.
Karena itulah aku datang ke kotamu.
London.
Kejam bagaikan kutukan.
Awas!
Jauhi dia!
Tangkap dia.
Kemari. / Tidak!
Orang aneh!
Rasakan itu!
Dari situlah kupelajari sifat manusia untuk membenci,..
Dan berbelas kasih,..
Dalam satu malam.
Apa yang terjadi padamu?
Kecelakaan.
Hanya ada satu obatnya!
Ya, kuakui itu bukan minuman yang terbaik.
Tapi kita orang miskin..
Harus menerima akibat dari kemiskinan kita.
Itu pasti akibat kecelakaan kerja, anak yang malang.
Kerja pabrik, ya?
Yang memiliki mesin mengerikan..
Beserta roda gigi dan perkakas dan...
Aku akan membelikanmu makan malam.
Aku tahu rasanya tidak punya masa depan, nak.
Aku telah merasakan penderitaaan..
Melampaui daya tahan manusia.
Tentunya bukan kecelakaan kerja pabrik,..
Tapi sesuatu yang lebih mengerikan.
Fitnahan pada karya seseorang.
Kau tahu Shakespeare, kan?
Beberapa.
Yang tak ada matinya.
Itu adalah pekerjaanku dulu,..
Saat masih ada tempat untuk karya yang menakjubkan. (berpuisi)
"Saat kota ini masih bermimpi menjadi Yerusalem!"
Apa kau butuh pekerjaan?
Ya.
Apakah..
Wajahmu, menghalangimu?
Wajah ini menakutkan.
Tapi tidak dimana-mana.
Ada sebuah tempat dimana orang cacat menemukan kehormatan,..
Dimana yang mengerikan bisa menjadi indah,..
Dimana keanehan tidak dijauhi melainkan dihargai.
Tempat itu..
Adalah teater.
Temanku, dahulu..
Aula sederhana ini bergema akan Shakespeare,..
Bermusim-musim, selalu dibicarakan.
Pertunjukan terakhirku adalah saat aku memerankan Leontes!
"Aku mabuk dan melihat laba-laba!"
No comments yet. Be the first to leave one.